WorksheetsUH Teks Cerpen Kelas XI IPS 3
Total questions: 10
Worksheet time: 3hrs 30mins
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
rajin, pemarah, teliti
ramah, telaten, dermawan
cermat, pelit, perhitungan
ceroboh, malas, kaya
ramah, teliti, pelit
Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....
abstrak
komplikasi
evaluasi
orientaasi
koda
Posisi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam sebuah cerita disebut .....
tema
amanat
alur
penokohan
sudut pandang
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang ketiga serba tahu
orang pertama serba tahu
orang ketiga terbatas
Unsur intrinsik adalah ....
Unsur yang membangun karya sastra secara lengkap.
Unsur yang membangun karya sastra yang sifatnya opsional
Unsur yang membangun karya sastra dari luar
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam dan luar.
Struktur teks cerpen adalah ...
Orientasi - insiden - interpretasi - koda - resolusi
Orientasi - komplikasi - resolusi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
abstrak
komplikasi
Evaluasi
resolusi
Koda
"Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku" majas yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ...
Personifikasi
Metafora
Hiperbola
Sinisme
Ironi
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Untuk hidup orang harus rajin dan kreatif
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memilukan
malam dan pagi hari, mengenaskan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, menyeramkan
