NEW
Font size
WorksheetsUH Sistem Pengapian Konvensional
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Suatu sistem yang berfungsi untuk membakar campuran udara dan bensin didalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi adalah.....
Sistem pengisian
Sistem pengapian
Sistem starter
Sistem bahan bakar
Sistem efi
Terjadi gangguan pada sistem pengapian, mesin tidak dapat hidup (tidak ada percikan api di busi) penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali.....
Busi mati
Koil mati
Kontak rusak
Saat pengapian tidak tepat
Urutan pengapian tidak benar
Terjadi gangguan pada sistem pengapian, mesin sulit hidup (percikan api busi kecil) penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali....
Kondensor rusak
Deposit (oenumoukan kerak) di busi berlebihan
Saat pengapian terlalu mundur
Urutan pengapian tidak tepat
Tutup distributor kotor
Busi kotor, platina kotor, dan saat pengapian terlalu mundur. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah....
Terjadi ledakan di knalpot
Mesin sulit hidup
Mesin tidak dapat hidup
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
Kerja vacuum advancer kurang sempurna. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah...
Busi cepat kotor
Terjadi ledakan di knalpot
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
Mesin tidak dapat hidup
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan, penyebab gangguan tersebut adalah...
Kerja vacumm advencer kurang sempurna
Platina kotor
Kerja centrifugal advancer kurang sempurna
Busi kotor
Saat pengapian tidak tepat
Busi cepat kotor, penyebab gangguan tersebut dibawah ini adalah....
Jawaban c, d, dan e salah
Jawaban c, d, dan e benar
Pemakaian busi yang tidak tepat
Platina kotor
Saat pengapian tidak tepat
Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah....
Tidak ada percikan api di busi
Percikan api busi kecil
Busi rusak
Elektroda busi meleleh
Tidak ada jawaban yang benar
Langkah – langkah pemeriksaan, pembersihan rotor dan tutup distributor dibawah ini kecuali....
Periksa tahanan rotor dan tutup distributor dengan ohmmeter
Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya
Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal kabel tegangan tinggi
Bersihkan terminal kabel tegangan tinggi dengan ampelas
Lepas rotor, besrsihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan ampelas
Ukuran tahanan kabel tegangan tinggi yang diperbolehkan adalah.....
Lebih dari 25 kiloohm
Kurang dari 25 ohm
Lebih dari 25 ohm
Kurang dari 20 kiloohm
Kurang dari 25 kiloohm
Alat pengukur berat jenis air accu adalah....
Hydrometer
Ohmmeter
Voltmeter
Amperemeter
Accumeter
Ukuran celah busi yang sesuai adalah...
0,40 mm
0,50 mm
0,60 mm
0,70 mm
0,80 mm
Alat pengukur celah busi dan celah platina adalah...
Cylynder gauge
Fuller gauge
Dial indicator
Varnier caliper
Micrometer
Hasil pengukuran tegangan platina ketika membuka 0 volt. Keterangan yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran tersebut dibawah ini kecuali....
Platina terhubung singkat
Kabel platina terhubung singkat
Platina dalam kondisi baik
Tidak ada arus ke koil pengapian
Jawaban a, b, dan d benar
Hasil pengukuran tegangan paltina ketika menutup 12 volt. Keterangan yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran tersebut dibawah ini adalah....
Platina terhubung singkat dan kabel ke platina putus
Kontak platina terganjal kotoran dan kabel platina terhubung singkat
Platina dalam kondisi baik
Tidak ada arus ke koil pengapian
Kontak platina terganjal kotoran dan kabel platina putus
Sistem pengapian yang dirancang pertama kali dengan masih mengandalkan distributor dan platina sebagai sumber utama sistem pengapian adalah....
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian EFI
Sistem pengapian yang menggunakan model pengapian dengan prinsip pengosongan arus (discharger) pada kapasitor untuk menghasilkan tegangan pada coil serta menggunakan platina sebagai pemutus arus adalah....
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian EFI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian yang tidak menggunakan platina sebagai pemutus arus melainkan menggunakan transistor sebagai pemutus arus adalah....
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian konvensional
Tidak ada jawaban yang benar
Alat pengukur tahanan kabel tegangan tinggi adalah…..
Voltmeter
Amperemeter
Ohmmeter
Hydrometer
Timing light
Busi yang relatif sulit untuk membuang panas yang diterima adalah….
Busi dingin
Busi dengan resistor
Busi platinum
Busi iridium
Busi panas
Busi yang dengan cepat sekali membuang panas adalah….
Busi panas
Busi dingin
Busi iridium
Busi platinum
Busi dengan resistor
Sistem pengapian yang tidak lagi menggunakan distributor untuk membagi arus ke setiap busi adalah....
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian EFI
Sistem pengapian DLI
Busi yang mempunyai tahanan dari ceramic yang dapat mencegah terjadinya penyebab gangguanelectromagnetisadalah…..
Busi dingin
Busi panas
Busi platinum
Busi dengan resistor
Busi iridium
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu )merupakanciribusidalamkeadaan….
Kondisi normal
Kondisi terbakar
Berkerak karena oli
Berkerak karena karbon
Rusak / mati
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempeldansolator berwarna putih atau kuning, merupakan kondisi busi dalam keadaan....
Rusak / mati
Kondisi normal
Kondisi terbakar
Berkerak karena karbon
Berkerak karena oli
Penyebab busi terbakar dibawah ini kecuali…..
Nilai oktan bahan bakar terlalu rendah
Saat pengapian terlalu mundur
Saat pengapian terlalu awal
Type busi terlalu panas
Campuran bahan bakar terlalu kurus
Tanda / ciri busi berkerak karena oli adalah…..
Kaki isolator elektroda sangat kotor, warna coklat oli mesin
Kaki isolator elektroda rumah busi berkerak jelaga
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempeldansolator berwarna putih atau kuning
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu
Tidak ada jawaban yang benar
Ring piston aus, bush penghantar katup / katup ausdan ada penghisapan oli melalui sistim ventilasi karter ( blow by gass ) akan membuat kondisi busi menjadi…..
Berkerak karena karbon
Terbakar
Normal
Berkerak karena oli
Mati / rusak
Tanda/ ciri busi berkerak karena karbon adalah….
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu
Kaki isolator elektroda sangat kotor, warna coklat oli mesin
Kaki isolator elektroda rumah busi berkerak jelaga
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempel dan isolator berwarna putih atau kuning
Tidak ada jawaban yang benar
Campuran terlalu kaya ( karburator banjir ), dan type busi terlalu dingin. Akan membuatkondisibusimenjadi…..
Berkerak karena oli
Mati / rusak
Normal
Terbakar
Berkerak karena carbon
Nama komponen nomor 1dan 2 pada gambar diatas adalah.....
Accu dan ignittion coil
Distributor cap dan rotor
Spark plug dan breaker points
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 3 dan 4 pada gambar diatas adalah....
Centrifugal advencer dan condenser
Distributor cap dan rotor
Cam dan vacuum advencer
Accu dan ignittion coil
Spark plug dan breaker points
Nama komponen nomor 5 dan 6 pada gambar diatas adalah....
Cam dan vacuum advencer
Accu dan ignittion coil
Spark plug dan breaker points
Distributor cap dan rotor
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 7 dan 8 pada gambar diatas adalah....
Spark plug dan breaker points
Distributor cap dan rotor
Accu dan ignittion coil
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 9 dan 10 pada gambar diatas adalah,,,,,
Accu dan ignittion coil
Distributor cap dan rotor
Spark plug dan breaker points
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Fungsi komponen nomor 9 dan 10 pada gambar diatas adalah....
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Fungsi komponen nomor 7 dan 8 pada gambar diatsa adalah....
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Fungsi komponen nomor 5 dan 6 pada gambar diatas adalah....
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Fungsi komponen nomor 3 dan 4 pada gambar diatas adalah....
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Fungsi komponen nomor 1 dan 2 pada gambar diatas adalah....
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
