wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Menikmati Novel

Total questions: 25

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!


Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

a. kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

b. kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

c. kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

d. nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

e. penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

2.

Nilai yang berkaitan dengan keindahan berbahasa dalam sastra disebut nilai ….

a)

a. sosial

b)

b. estetika

c)

c. pendidikan

d)

d. ketuhanan

e)

e. psikologis

3.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah ….

a)

a. egois

b)

b. ceroboh

c)

c. lemah

d)

d. peragu

e)

e. penyabar

4.

Sukri membawa pisau belati di pinggangnya. Pisau itu tajam, baru saja diasahnya. Dia tadi mengasah pisau itu dengan hati panas. Malam minggu kemarin, dia datang ke rumah Sumarni, kekasihnya. Mereka sudah lama berkasih-kasihan. Sukri mencintai Sumarni. Sumarni mencintai Sukri.

(Sukri Membawa Pisau Belati, Hamzah Rangkuti)


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah …

a)

a. orang kedua

b)

b. orang ketiga

c)

c. orang pertama

d)

d. orang pertama dan kedua

e)

e. orang pertama dan ketiga

5.

Ia pun memandang Mariamin, seraya berkata, “Semua hal ini kita serahkan kepada Tuhan, sebab Ia-lah yang tahu mana yang baik akan hamba-Nya.”


Etika yang terkandung dalam novel di atas adalah ….

a)

a. kita harus beriman kepada Tuhan

b)

b. kita harus bersyukur kepada Tuhan

c)

c. kita harus bersua kepada Tuhan

d)

d. kita harus berserah diri kepada Tuhan

e)

e. kita harus menerima cobaan dari Tuhan

6.

Walaupun hari hampir pukul tujuh pagi, tetapi di pelabuhan Teluk Bayur belum terang benar. Di tempat-tempat yang tersembunyi, di bawah-bawah pohon kayu masih gelap. Beberapa pekerja yang berjalan menuju pelabuhan untuk mencari nafkahnya kelihatan masih terselubung kain sarung supaya jangan ditimpa angin pagi yang sangat sejuk. (Siti Nurbaya, Marah Rusli)


Latar yang digambarkan dalam kutipan di atas adalah ….

a)

a. keadaan pelabuhan di pagi hari

b)

b. suasana petang di sebuah pelabuhan

c)

c. suasana pagi di kawasan hutan

d)

d. suasana kegelapan di bawah pohon kayu

e)

e. kesejukan di sebuah desa

7.

Cermati kutipan novel berikut!


“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.

Lasi tetap membeku.

“Las, kamu ingin makan apa?”

“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”

“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”

“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”

“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”

“Terserah saja.”

“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”

“Apa itu?”

“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”


Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

a. sebuah rumah makan

b)

b. dalam mobil

c)

c. rumah makan Jepang

d)

d. rumah makan Arya Duta

e)

e. Jalan Cikini

8.

Bacalah teks novel berikut!


(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.


Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

a. 1

b)

b. 2

c)

c. 3

d)

d. 4

e)

e. 5

9.

Cermati kutipan teks berikut!


Memang tidak tahu diri anak itu. Sudah disoraki penonton masih tertawa juga. Bahkan, ia tampak sangat percaya diri. Padahal penampilannya jauh dari kata menarik. Ah, benar-benar tidak punya rasa malu anak itu.


Ungkapan yang tepat menggambarkan isi paragraf tersebut adalah ....

a)

a. bermuka keruh

b)

b. berminyak muka

c)

c. tebal muka

d)

d. bermuka dua

e)

e. bermuka licin

10.

Cermati kutipan teks berikut!


Peter seorang pelajar yang pandai, bahkan ia pernah meraih medali emas tingkat internasional di Bali dalam lomba fisika. Namun, ia tidak sombong dengan kepandaiannya itu. Ia selalu sopan dan baik kepada siapa saja.


Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kehidupan di atas adalah ....

a)

a. Bagai air di atas daun talas

b)

b. Tak ada gading yang tak retak

c)

c. Bagai bumi dengan langit

d)

d. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul

e)

e. Seperti ilmu padi kian berisi kian runduk

11.

Cermati penggalan novel berikut ini!


Ibu semakin jarang berada di rumah. Tinggal aku dan ayah yang mengurus sawah. Terkadang ibu baru pulang setelah beberapa hari. Tetapi kami tidak rindu lagi, apalagi dengan adiku yang terkecil. Kami sudah biasa. Kami pun jarang bertanya di mana ibu dan kapan ibu pulang. Setiap hari ibu pergi, dari rumah dibawanya segulungan goni-goni dan siangnya goni itu sudah penuh berisi beras yang dicegatnya dari orang kampung yang lewat. Besoknya barang tersebut dibawanya ke pasar dan jika tidak laku dibawanya ke luar kampung. Orang-orang kampung memang lebih suka pakaian-pakaian yang sudah jadi, yang tebal-tebal. Ibu memang tahu kesukaan orang sekampung.


Isi tersirat dalam kutipan cerpen tersebut jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari adalah ....

a)

a. pakaian dibeli dengan beras

b)

b. Ibu rajin ke pasar dan ayah rajin ke sawah

c)

c. Ibu berjualan dari kampung satu ke kampung yang lain

d)

d. keuletan sorang ibu dalam mencari nafkah untuk keluarganya

e)

e. dari pasar ibu membawa buntalan berisi berbagai pakaian atau barang lain

12.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!


Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis


Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ....

a)

a. Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

b. Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

c. Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

d. Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

e. Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

13.

Bacalah kutipan novel berikut ini!


Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.


(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)


Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ....

a)

a. mudah goyah

b)

b. senang belajar di Jakarta

c)

c. menyia-nyiakan hidup

d)

d. hanya mendalami agama

e)

e. teguh pendirian

14.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ....

a)

a. nilai agama dan budaya

b)

b. nilai budaya dan moral

c)

c. nilai moral dan sosial

d)

d. nilai agama dan sosial

e)

e. nilai budaya dan sosial

15.

Bacalah kutipan teks novel berikut!

Aku dan Rangga iseng-iseng mengambil antrean di antara para turis Asia Timur yang sangat percaya dengan mitos semacam itu. Turis-turis itu begitu antusias untuk menyentuh dan berfoto di atas point zero hingga platnya luntur menjadi putih mengkilap. Aku mendengar nama oran lain, berharap bisa kembali lagi ke Paris bersama keluarga, kekasih, atau teman dekat mereka.


(99 Cahaya di Langit Eropa: Hanum Salsabeila Rais dan Rangga Almahendra)

Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah nilai ….

a)

a. agama

b)

b. sosial

c)

c. budaya

d)

d. pendidikan

e)

e. ekonomi

16.

Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut ....

a)

a. protagonis

b)

b. antagonis

c)

c. tritagonis

d)

d. deutragonis

e)

e. figuran

17.

Berikut ini yang bukan merupakan unsur intrinsik adalah ....

a)

a. tokoh

b)

b. latar

c)

c. nilai kehidupan

d)

d. alur

e)

e. tema

18.

Cermati kutipan teks berikut!

Nita bersama adiknya merantau ke Jakarta. Ada beberapa pernyataan dari tetangga mengenai mereka berdua di Jakarta. Seorang tetangga yang juga bekerja di Jakarta mengatakan bahwa Nita bekerja di sebuah rumah makan. Sementara itu, adiknya bekerja di sebuah swalayan. Namun, ada pernyataan tetangga yang mengatakan bahwa Nita di Jakarta bekerja sebagai pengemis, sedangkan adiknya bekerja sebagai pengamen. Sebagian tetangga ada yang percaya dan tidak dengan kabar itu. Akan tetapi, pihak keluarga Nita membantah semua pernyataan para tetangganya itu.

Ungkapan yang tepat sesuai paragraf tersebut adalah ....

a)

a. Bintang Lapangan

b)

b. Kabar Angin

c)

c. Kambing Hitam

d)

d. Mata Rantai

e)

e. Pasang Mata

19.

Unsur intrinsik yang merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan terkandung di dalam teks adalah ....

a)

a. latar

b)

b. amanat

c)

c. penokohan

d)

d. tema

e)

e. alur

20.

Nama lain dari alur mundur adalah ....

a)

a. progresif

b)

b. maju

c)

c. gabungan

d)

d. flash back

e)

e. campuran

21.

“Langsung saja. Namaku Dilan, jenis kelamin laki-laki, bernafas menggunakan paru-paru, sama seperti seekor paus. Tahun 1977, pernah ingin jadi macan, tapi itu gak mungkin.


Aku lahir di Bandung, dari seorang Ibu yang oleh anaknya dipanggil Bunda, kecuali kalau akunya sedang mau minta uang, aku memanggilnya “Bundahara” (seperti yang sudah Lia ceritakan di dalam buku itu). Tapi aku pernah sekali memanggilnya Sari Bunda, yaitu pada kasus di saat aku ingin makan.”


Lewat kutipan tersebut, karakter tokoh Dillan disampaikan melalui ....

a)

a. dialog sang tokoh

b)

b. penggambaran fisik atau postur tubuh

c)

c. pilihan nama tokoh

d)

d. pemaparan langsung pengarang

e)

e. perilaku tokoh

22.

Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. la lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya. la berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar. (Novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar)

Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah ….

a)

a. kawin paksa

b)

b. konflik keluarga

c)

c. penolakan cinta

d)

d. eratnya hubungan orang tua dan anak

e)

e. kekuasaan suami yang lebih besar

23.

Lalu, katanya "Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.

Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

a. nyonya bertindak benar

b)

b. setiap orang berbeda kepribadiannya

c)

c. kita harus menghargai tamu

d)

d. kita harus senantiasa berkorban

e)

e. saling menghargai antarsesama

24.

Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)


Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah ….

a)

a. uang sebagai daya tarik pernikahan

b)

b. kelakuan kasar dan bengis dari suami

c)

c. kepandaian sangat utama dalam berumah tangga

d)

d. penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga

e)

e. ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami

25.

"Kalau Paman tidak mengizinkan, kami tidak akan memaksa," kata Sawitri lembut, sambil memberikan gelas air putih itu. Paman Kanjeng tersenyum, tetapi lalu menggeleng.

"Si Midas sudah nekat. Lihatlah, besok orang-orang kampung akan datang kemari, mulai memasak dan mempersiapkan upacra itu ..." kata Paman dengan suara lemah.

"Tapi ...", sawitri menukas, Hatinya gusar. Kebencian pada kakaknya kembali membersit di hatinya.

"Jangan gusar anakku. Biarlah semua terjadi. Kamu tidak mungkin akan mengendorkan niat kakakmu. Sebab ia dalam keadaan tidak tahu. Dan orang yang belum mengalami akan selalu bisa keliru ..." Paman Kanjeng meneguk lagi air putih itu. Dengan lembut Sawitir mengusap air di bibir Paman dengan sapu tangannya.


Akibat konflik yang terjadi pada kutipan cerita tersebut adalah ...

a)

a. kemarahan Midas kepada Sawitri karena niatnya dihalang-halangi.

b)

b. kenekatan Sawitri untuk melaksanakan niatnya .

c)

c. kenekatan Midas untuk melaksanakan niatnya

d)

d. kemarahan paman kepada Midas karena ia tidak menuruti anjuran pamannya.

e)

e. kebencian Sawitri pada kakaknya, Midas kembali membersit di hatinya