WorksheetsPenerapan Rangkaian Elektronika PAS
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 9mins
Op-Amp sering juga disebut sebagai penguat diferensial karena :
Sinyal input masuk melalui kaki inverting
Sinyal input masuk melalui kaki non inverting
Voltase Output tergantung dari perbedaan potensial antara kedua kaki input
Op-amp bisa sebagai penguat inverting maupun penguat non inverting
Op-amp bisa bekerja dengan loop terbuka maupun loop tertutup
Op-Amp hanya akan bekerja menguatkan sinyal, jika :
Besar sinyal inputnya lebih dari 1 Volt
Adanya perbedaan potensial pada kedua kaki inputnya
Adanya kesamaan potensial pada kedua kaki inputnya
Dipasang Resistor feedback
Input masuk melalui kaki Inverting
Jika Sinyal input Op-amp masuk melalui kaki inverting maka sinyal outputnya :
Sefasa terhadap sinyal input
Bergeser fasanya sebanyak 90 derajat
Bergeser fasanya sebanyak 180 derajat
Bergeser fasanya sebanyak 360 derajat
Bergeser fasanya sebanyak 100 derajat
Resistor Feedback dipasang pada output Op-Amp bertujuan untuk :
Memperbesar penguatan
Mengurangi penguatan
Menyetabilkan penguatan
Mengatur besarnya penguatan
Menghilangkan distorsi sinyal
Sebuah Op-Amp dalam kondisi loop terbuka diberi sinyal input 800 µV (mikro volt), maka pada outputnya keluar sinyal sebesar 1,6 V. Berapa kalikah penguatan Op-Amp tersebut:
200 kali
2000 kali
0,002 kali
2200 kali
500 kali
Dari soal nomor 5 diatas berapa dB kah penguatan Op-Amp tersebut ?
50,44 dB
69,54 dB
70, 37 dB
66,02 dB
49,54 dB
Apa pengertian penguatan tegangan loop tertutup pada Op-Amp ?
Rasio tegangan input terhadap tegangan output dengan menerapkan umpan balik
Rasio tegangan output terhadap tegangan input dengan menerapkan umpan balik
Rasio tegangan output terhadap tegangan input tanpa menerapkan umpan balik
Rasio tegangan input terhadap tegangan output tanpa menerapkan umpan balik
Rasio tegangan output dengan umpan balik terhadap tegangan output tanpa umpan balik
Sebuah Op-Amp diberi tegangan input sebesar 24 mV dan arus input 120 nA. berapakah besarnya nilai resistansi input Op-Amp tersebut ?
20 Ω
200 Ω
200 KΩ
2 MΩ
20 KΩ
Sebuah Op-Amp diketahui mempunyai resistansi input sebesar 400 KΩ dan tegangan input sebesar 200 mV. Berapakah besarnya arus yang mengalir pada input Op-Amp tersebut ?
500 nA
200 nA
500 µA
0,5 A
20 A
Sebuah Op-Amp diketahui mempunyai resistansi input sebesar 150 KΩ dan arus input sebesar 4 µA (mikro amper). Berapakah besarnya tegangan yang mengalir pada input Op-Amp tersebut ?
600 µV
37,5 V
0,026 V
26 µV
0,6 V
1. Tegangan Offset Input adalah :
Tegangan yang membuat outputnya akan stabil ketika inputnya nol
Tegangan yang membuat output akan nol ketika inputnya nol
Tegangan yang membuat output akan nol ketika inputnya tinggi
Tegangan yang membuat output akan tinggi ketika inputnya tinggi
Tegangan yang membuat output akan tinggi ketika inputnya nol
Sebuah Op-Amp dalam kondisi diferensial mode ketika diberi tegangan input 6 mV menghasilkan output sebesar 1,8 V. Sedangkan dalam kondisi common mode, tegangan output hanya sebesar 3 mV saat diberi tengan input 6 mV. Berapakah CMRR Op-Amp tersebut ?
3000 dB
75.56 dB
0,5 dB
6000 dB
3,77 dB
Berapakah besarnya penguatan ideal Op-Amp dalam kondisi loop terbuka ?
100.000 kali
Tak terhingga
1.000 kali
1.000.000 kali
Tidak ada penguatan
Berapakah nyata-nya besar resistansi output Op-Amp bila dibanding kondisi idealnya ?
0 Ω
2 MΩ
20 Ω
Tak terhingga
200 KΩ
Sebuah penguat non inverting diketahui tegangan inputnya sebesar 2,5 mV, R1 = 100 Ω, dan R2 = 91 KΩ. Berapa besarnya tegangan output yang dihasilkan ?
3,64 V
0,227 V
2,27 V
0,25 V
36,4 V
Sebuah penguat inverting diketahui tegangan outputnya sebesar 1,4 V, R1 = 400 Ω, dan R2 = 470 KΩ. Carilah berapa nilai tegangan inputnya ?
1,19 mV
3,5 mV
1,19 V
2,97 mV
2,97 µV
Sebuah penguat inverting diketahui tegangan inputnya sebesar 800 µV, tegangan output = 2 V dan R1 = 150 Ω. Carilah berapa besarnya nilai R2 ?
25 KΩ
375 Ω
375 MΩ
375 KΩ
2,5 KΩ
Berapakah output Op-amp penguat inverting empat input dengan data sebagai berikut : RF=100Ω, R1=400Ω, R2=200Ω, R3=100Ω, R4=50Ω, V1=4v, V2=4v, V3=4v, V4=4v ?
14 V
- 14 V
- 16 V
15 V
- 15 V
Berapakah batas frekuensi suara yang disebut sebagai suara Ultrasound ?
16 Hz sampai 20 KHz
Diatas 20 KHz
Dibawah 16 Hz
Antara 10 GHz sampai 10 THz
Diatas 1 Mhz
Sebuah sensor ultrasonic menggunakan frekuensi 250 KHz pada kecepatan perambatan 350 m/s. Berapakah panjang gelombangnya ?
1,4 mm
1,4 m
0,71 m
0,71 mm
14 mm
1. Berikut ini beberapa aplikasi dari sensor ultrasonic, kecuali :
Pendeteksi level cairan bak penampung/botol
Sortir komponen/produk sesuai ketinggian
Kontrol kendaraan pengangkat
Monitoring tensi atau tegangan
Pendeteksi suhu komponen
1. Sensor Proximity induktif terdiri dari :
Penguat sinyal, osilator, pemicu, output
Input, detector, stabilizer, penguat akhir
Kumparan, osilator, detektor dan output
Induktor, feeder, detector, switch
Detektor, osilator, stabilizer, output
Histerisis pada sensor proximity adalah :
Jarak terdekat yang dapat di jangkau oleh sensor
Jarak terjauh yang dapat dijangkau oleh sensor
Jarak yang tidak dapat dideteksi oleh sensor
Kondisi sensor saat chattering
Jarak antara titik kerja sensor dan melepaskan objek dari deteksinya
Sensor proximity kapasitif dapat mendeteksi objek :
Konduktif
Non konduktif
Semi Konduktif
Konduktif dan non konduktif
Semi konduktif dan non konduktif
Jika sensor LDR disinari (kondisi terang) maka :
Tahanan-nya akan naik
Tahanan-nya akan turun
Tahan-nya tetap
Tahanan-nya naik sesaat kemudian turun lagi
Tahanan-nya turun sesaat kemudian naik lagi
