NEW
Font size
WorksheetsREMIDI PKKR Semester Ganjil
Total questions: 80
Worksheet time: 1hrs 20mins
Fungsi komponen nomor 1 dan 2 pada gambar diatas adalah....
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Fungsi komponen nomor 3 dan 4 pada gambar diatas adalah....
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Fungsi komponen nomor 5 dan 6 pada gambar diatas adalah....
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Fungsi komponen nomor 7 dan 8 pada gambar diatsa adalah....
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Fungsi komponen nomor 9 dan 10 pada gambar diatas adalah....
Membuka breaker points pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder dan memajukan saat pengapian dengan beban mesin
Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi bunga api melalui electroda dan memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnet listrik
Membagikan arus listrik tegangan tinggi rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder dan membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
Menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil dan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian
Memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin dan menyerap bunga api yang terjadi antara breaker points pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder
Nama komponen nomor 9 dan 10 pada gambar diatas adalah,,,,,
Accu dan ignittion coil
Distributor cap dan rotor
Spark plug dan breaker points
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 7 dan 8 pada gambar diatas adalah....
Spark plug dan breaker points
Distributor cap dan rotor
Accu dan ignittion coil
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 5 dan 6 pada gambar diatas adalah....
Cam dan vacuum advencer
Accu dan ignittion coil
Spark plug dan breaker points
Distributor cap dan rotor
Centrifugal advencer dan condenser
Nama komponen nomor 3 dan 4 pada gambar diatas adalah....
Centrifugal advencer dan condenser
Distributor cap dan rotor
Cam dan vacuum advencer
Accu dan ignittion coil
Spark plug dan breaker points
Nama komponen nomor 1dan 2 pada gambar diatas adalah.....
Accu dan ignittion coil
Distributor cap dan rotor
Spark plug dan breaker points
Cam dan vacuum advencer
Centrifugal advencer dan condenser
Campuran terlalu kaya ( karburator banjir ), dan type busi terlalu dingin. Akan membuatkondisibusimenjadi…..
Berkerak karena oli
Mati / rusak
Normal
Terbakar
Berkerak karena carbon
Tanda/ ciri busi berkerak karena karbon adalah….
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu
Kaki isolator elektroda sangat kotor, warna coklat oli mesin
Kaki isolator elektroda rumah busi berkerak jelaga
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempel dan isolator berwarna putih atau kuning
Tidak ada jawaban yang benar
Ring piston aus, bush penghantar katup / katup ausdan ada penghisapan oli melalui sistim ventilasi karter ( blow by gass ) akan membuat kondisi busi menjadi…..
Berkerak karena karbon
Terbakar
Normal
Berkerak karena oli
Mati / rusak
Tanda / ciri busi berkerak karena oli adalah…..
Kaki isolator elektroda sangat kotor, warna coklat oli mesin
Kaki isolator elektroda rumah busi berkerak jelaga
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempeldansolator berwarna putih atau kuning
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu
Tidak ada jawaban yang benar
Penyebab busi terbakar dibawah ini kecuali…..
Nilai oktan bahan bakar terlalu rendah
Saat pengapian terlalu mundur
Saat pengapian terlalu awal
Type busi terlalu panas
Campuran bahan bakar terlalu kurus
Electrode terbakar, pada permukaan kaki isolator ada partikel – partikel kecil mengkilap yang menempeldansolator berwarna putih atau kuning, merupakan kondisi busi dalam keadaan....
Rusak / mati
Kondisi normal
Kondisi terbakar
Berkerak karena karbon
Berkerak karena oli
Isolator berwarna kuning atau coklat mudadan puncak isolator bersih, ( berwarna coklat muda atau abu – abu )merupakanciribusidalamkeadaan….
Kondisi normal
Kondisi terbakar
Berkerak karena oli
Berkerak karena karbon
Rusak / mati
Busi yang mempunyai tahanan dari ceramic yang dapat mencegah terjadinya penyebab gangguanelectromagnetisadalah…..
Busi dingin
Busi panas
Busi platinum
Busi dengan resistor
Busi iridium
Sistem pengapian yang tidak lagi menggunakan distributor untuk membagi arus ke setiap busi adalah....
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian EFI
Sistem pengapian DLI
Busi yang dengan cepat sekali membuang panas adalah….
Busi panas
Busi dingin
Busi iridium
Busi platinum
Busi dengan resistor
Busi yang relatif sulit untuk membuang panas yang diterima adalah….
Busi dingin
Busi dengan resistor
Busi platinum
Busi iridium
Busi panas
Alat pengukur tahanan kabel tegangan tinggi adalah…..
Voltmeter
Amperemeter
Ohmmeter
Hydrometer
Timing light
Sistem pengapian yang tidak menggunakan platina sebagai pemutus arus melainkan menggunakan transistor sebagai pemutus arus adalah....
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian konvensional
Tidak ada jawaban yang benar
Sistem pengapian yang menggunakan model pengapian dengan prinsip pengosongan arus (discharger) pada kapasitor untuk menghasilkan tegangan pada coil serta menggunakan platina sebagai pemutus arus adalah....
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian EFI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian yang dirancang pertama kali dengan masih mengandalkan distributor dan platina sebagai sumber utama sistem pengapian adalah....
Sistem pengapian CDI
Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian DLI
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian EFI
Hasil pengukuran tegangan paltina ketika menutup 12 volt. Keterangan yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran tersebut dibawah ini adalah....
Platina terhubung singkat dan kabel ke platina putus
Kontak platina terganjal kotoran dan kabel platina terhubung singkat
Platina dalam kondisi baik
Tidak ada arus ke koil pengapian
Kontak platina terganjal kotoran dan kabel platina putus
Hasil pengukuran tegangan platina ketika membuka 0 volt. Keterangan yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran tersebut dibawah ini kecuali....
Platina terhubung singkat
Kabel platina terhubung singkat
Platina dalam kondisi baik
Tidak ada arus ke koil pengapian
Jawaban a, b, dan d benar
Alat pengukur celah busi dan celah platina adalah...
Cylynder gauge
Fuller gauge
Dial indicator
Varnier caliper
Micrometer
Ukuran celah busi yang sesuai adalah...
0,40 mm
0,50 mm
0,60 mm
0,70 mm
0,80 mm
Alat pengukur berat jenis air accu adalah....
Hydrometer
Ohmmeter
Voltmeter
Amperemeter
Accumeter
Ukuran tahanan kabel tegangan tinggi yang diperbolehkan adalah.....
Lebih dari 25 kiloohm
Kurang dari 25 ohm
Lebih dari 25 ohm
Kurang dari 20 kiloohm
Kurang dari 25 kiloohm
Langkah – langkah pemeriksaan, pembersihan rotor dan tutup distributor dibawah ini kecuali....
Periksa tahanan rotor dan tutup distributor dengan ohmmeter
Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya
Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal kabel tegangan tinggi
Bersihkan terminal kabel tegangan tinggi dengan ampelas
Lepas rotor, besrsihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan ampelas
Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah....
Tidak ada percikan api di busi
Percikan api busi kecil
Busi rusak
Elektroda busi meleleh
Tidak ada jawaban yang benar
Busi cepat kotor, penyebab gangguan tersebut dibawah ini adalah....
Jawaban c, d, dan e salah
Jawaban c, d, dan e benar
Pemakaian busi yang tidak tepat
Platina kotor
Saat pengapian tidak tepat
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan, penyebab gangguan tersebut adalah...
Kerja vacumm advencer kurang sempurna
Platina kotor
Kerja centrifugal advancer kurang sempurna
Busi kotor
Saat pengapian tidak tepat
Kerja vacuum advancer kurang sempurna. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah...
Busi cepat kotor
Terjadi ledakan di knalpot
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
Mesin tidak dapat hidup
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
Busi kotor, platina kotor, dan saat pengapian terlalu mundur. Gangguan yang terjadi pada sistem pengapian dan engine adalah....
Terjadi ledakan di knalpot
Mesin sulit hidup
Mesin tidak dapat hidup
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
Terjadi gangguan pada sistem pengapian, mesin sulit hidup (percikan api busi kecil) penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali....
Kondensor rusak
Deposit (oenumoukan kerak) di busi berlebihan
Saat pengapian terlalu mundur
Urutan pengapian tidak tepat
Tutup distributor kotor
Terjadi gangguan pada sistem pengapian, mesin tidak dapat hidup (tidak ada percikan api di busi) penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali.....
Busi mati
Koil mati
Kontak rusak
Saat pengapian tidak tepat
Urutan pengapian tidak benar
Suatu sistem yang berfungsi untuk membakar campuran udara dan bensin didalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi adalah.....
Sistem pengisian
Sistem pengapian
Sistem starter
Sistem bahan bakar
Sistem efi
Switch lampu mundur rusak, rangkaian kabel/massa lampu mundur kendur. Gangguan pada penenrangan lampu kendaraan adalah….
Lampu mundur mati
Lampu mundur berkedip
Lampu mundur menyala redup
Lampu mundur menyala salah Satu
Lampu mundur menyala terus
Flasher rusak, rangkaian kabel/massa lampu tanda belok dan peringatan darurat putus. Gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah…..
Semua lampu tanda belok dan hazard mati
Salah satu lampu tanda belok dan hazard berkedip sangat cepat dan satu mati
Lampu hazard tidak bekerja
Lampu tanda belok dan hazard menyala tetapi sama sekali tidak berkedip
Lampu tanda belok dan hazard ikut menyala bersaam dengan lampu jarak atau lampu belakang
Regulator rusak, gangguang yang terjadi penerangan lampu kendaraan adalah…
Lampu rem menyala terus
Lampu menyala redup
Lampu menyala terang saat putara mesin cepat
Lampu mati semua
Salah satu lampu mati
Baterai kosong, soket rangkain lampu kendur, rangkaian kabel/massa lampu kendur. Gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah…
Lampu menyala terang saat putaran mesin cepat
Lampu menyala redup
Lampu mati semua
Salah satu lampu mati
Lampu tanda belok dan hazard mati
Baterai rusak, kunci kontak putus, fuse rusak, rangkaian kabel/massa lampu rusak. Gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah….
Lampu mati semua
Salah satu lampu mati
Lampu menyala redup
Lampu menyala terang saat putara mesin cepat
Lampu kepala mati
Fuse lampu peringatan darurat putus, switch lampu peringatan darurat rusak, flasher rusak, rangkaian kabel/massa lampu tanda peringantan darurat rusak. Gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah…
Lampu hazard tidak bekerja
Salah asatu lampu hazard tidak menyala
Lampu hazard tidak berkedip
Lampu tanda belok tidak bekerja
Lampu tanda belok tidak berkedip
Fuse engine putus, flasher rusak, switch lampu tanda belok rusak, rangkaian kabel/massa lampu tanda belok rusak. Gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah...
Salah satu lampu tanda belok tidak berkedip
Lampu tanda belok tidak bekerja
Salah satu lampu tanda belok tidak menyala
Lampu hazard tidak bekerja
Lampu hazard tidak berkedip
Switch lampu tanda belok rusak, rangkaian kabel/massa lampu tanda belok putus. Gangguang yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah…..
Lampu tanda belok tidak bekerja.
Lampu hazard tidak bekerja
Salah satu lampu tanda belok tidak berkedip
Lampu tanda belok tidak berkedip semua
Lampu hazard tidak berkedip
Rangkaian kabel/massa lampu instrument (lampu belakang) rusak, gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah….
Lampu besar jauh/dim lampu besar tidak menyala
Hanya satu lampu tidak menyala
Salah satu lampu tanda belok tidak menyala
Lampu instrument (lampu belakang) tidak menyala
Lampu tanda belok tidak bekerja
Switch lampu rem rusak, gangguan yang terjadi pada penerangan lampu kendaraan adalah…
Lampu rem tidak menyala.
Lampu tanda belok tidak bekerja
Lampu hazard tidak bekerja
Lampu besar tidak menyala
Lampu rem tetap menyala
Terjadi gangguan pada penerangan lampu kendaraan berupa lampu rem tidak menyala, penyebab gangguan tersebut adalah….
Switch lampu rem rusak
Fuse engine putus, flasher rusak
Fuse stop putus, switch lampu rem rusak, rangkaian kabel/massa lampu rem rusak
Switch lampu tanda belok rusak
Rangkaian kabel/massa lampu rem rusak
Terjadi gangguan pada penenrangan lampu kendaraan berupa lampu belakang, lampu parkir dan lampu plat nomor tidak menyala. Penyebab gangguan tersebut adalah….
Fuse tail putus, relay control lampu kecil rusak, switch control lampu belakang parkir dan plat nomor rusak, rangkaian kabel/massa lampu belakang parkir dan plat nomor rusak
Fuse stop putus, switch lampu rem rusak, rangkaian kabel/massa lampu rem rusak
Switch lampu rem rusak
Fuse hazard putus
Fuse head putus
Terjadi gangguan pada lampu penerangan kendaraan berupa lampu besar jauh atau dim lampu besar tidak menyala, penyebab gangguan tersebut adalah…..
Fuse tail putus, relay control lampu kecil rusak
Relay control lampu besar rusak, switch control lampu besar rusak
Fuse head putus
Fuse hazard putus
Switch control lampu besar/dim lampu besar rusak, rangkaian kabel lampu besar/dim lampu besar rusak
Terjadi gangguan pada lampu penerangan kendaraan berupa lampu besar tidak menyala, penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali…..
Fuse head putus
Fuse engine putus dan flasher rusak
Relay control lampu besar rusak
Switch control lampu besar rusak
Rangkaian kabel/massa lampu besar rusak
Terjadi gangguan pada lampu penerangan kendaraan berupa hanya satu lampu yang tidak menyala (lampu luar), penyebab gangguan tersebut adalah…..
Relay control lampu besar rusak, switch control lampu besar rusak
Switch lampu rem rusak
Fuse head putus
Bola lampu putus, soket rangkaian kabel/massa rusak
Rangkaian kabel/massa lampu besar rusak
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan untuk memberikan penerangan tambahan untuk melihat ke belakang kendaraan pada saat mundur adalah......
Lampu kabut
Lampu rem
Lampu hazard
Lampu tanda belok
Lampu mundur
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaraan dari bagian depan, belakang, dan kedua sisi selama berhenti/parkir dalam kedaan darurat adalah.....
Lampu tanda belok
Lampu rem
Lampu hazard
Lampu mundur
Lampu kabut
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan untuk memberi isyarat pada kendaraan lain yang ada di depan, belakang, dan sisi kendaraan bahwa pengendara bermaksud untuk membelokkan kendaraannya atau akan berpindah jalur adalah.....
Lampu hazard
Lampu mundur
Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu tanda belok
Lampu rem
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaraan di belakang yang mengikut saat kendaraan akan berhenti adalah.
Lampu rem
Lampu belok
Lampu hazard
Lampu besar
Lampu mundur
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan sebagai isyarat ukuran lebarnya kendaraan pada malam hari adalah.....
Lampu hazard
Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu belok
Lampu rem
Lampu kabut
Lampu penerangan kendaraan yang digunakan untuk menerangi jalan yang berada di bagian depan kendaraan adalah....
Lampu rem
Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu kabut
Lampu belok
Lampu besar
Fungsi lampu adalah.....
Sebagai penghubung komponen-komponen pada sistem kelistrikan dan penghantar arus listrik ke rangkaian sistem penerangan
Untuk menghubungkan dan memutus arus pada suatu rangkaian
Sebagai sumber cahaya yang merupakan hasil dari arus listrik yang mengalir melaui kawat halus yang mempunyai tahanan serta titik lebur yang tinggi sehingga menimbulkan panas dan cahaya
Untuk menghubungkan dan memutus arus secara periodic/berkala yang menghasilkan kedipan pada lampu tanda belok sebanyak 60 sampai 120 kedipan setiap menitnya
Untuk memutus dan menghubungkan semua system kelistrikan dengan sumber tenaga
Fungsi relay adalah….
Untuk menghubungkan dan memutus arus secara elektromagnetik
Untuk memutus dan menghubungkan semua system kelistrikan dengan sumber tenaga
Untuk menghubungkan dan memutus arus pada suatu rangkaian
Sebagai sumber cahaya
Sebagai tempat penyambungan kabel
Fungsi flasher adalah…..
Untuk mencegah kerusakan akibat kelebihan arus dengan kapasitas 0,5 A sampai 35 A
Untuk menghubungkan dan memutus arus secara periodic/berkala yang menghasilkan kedipan pada lampu tanda belok sebanyak 60 sampai 120 kedipan setiap menitnya
Untuk mencegah kerusakan akibat kelebihan arus dengan kapasitas lebih dari 30 A
Untuk memutus dan menghubungkan semua system kelistrikan dengan sumber tenaga
Untuk menghubungkan dan memutus arus secara elektromagnetik
Fungsi sakelar adalah……
Untuk memutus dan menghubungkan semua system kelistrikan dengan sumber tenaga
Untuk mencegah kerusakan akibat kelebihan arus dengan kapasitas lebih dari 30 A
Untuk menghubungkan dan memutus arus secara elektromagnetik
Untuk menghubungkan dan memutus arus pada suatu rangkain
Sebagai sumber cahaya
Pernyatan yang sesuai tentang terminal pada kunci kontak dibawah ini kecuali……
Terminal ST dihubungkan dengan terminal 30 baterai
Terminal B dihubungkan dengan + baterai
Terminal IG dihubungkan dengan + koil pengapian dan terminal IG regulator serta beban lainnya yang membutuhkan
Terminal ST dihubungkan dengan terminal 50 selenoide starter
Terminal ACC dihubungkan dengan aksesoris kendaraan seperti lampu penerangan, radio, tape dan sebagainya
Komponen kelistrikan body yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan semua system kelistrikan dengan sumber tenaga adalah…..
Kabel penghantar
Sakelar
Flasher
Kunci kontak
Relay
Komponen kelistrikan body yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akibat kelebihan arus dengan kapasitas lebih dari 30 A adalah….
Fuse
Fusible link
Lampu
Konektor
Flasher
Komponen kelistrikan body yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akibat kelebihan arus dengan kapasitas 0,5 A sampai 35 A adalah…..
Fusible link
Kabel penghantar
Relay
Sakelar
Fuse
Menerima dan menyimpan energy listrik yang diberikan oleh system pengisian bateri merupakan fungsi baterai pada saat kondisi kendaraan….
Pada saat mesin mati
Pada saat mesin dingin
Pada saat mesin hidup
Pada saat start
Pada saat mesin sebelum hidup
Memberikan energy listrik untuk memutar motor starter dan system pengapian merupakan fungsi baterai pada saat kondisi kendaraan…..
Pada saat mesin hidup
Pada saat mesin sebelum hidup
Pada saat start
Pada saat mesin panas
Pada saat mesin mati
Memberikan energy listrik untuk system penerangan atau lampu dan aksesoris merupakan fungsi baterai pada saat kondisi kendaraan……
Pada saat start
Pada saat mesin hidup
Pada saat mesin panas
Pada saat mesin dingin
Pada saat mesin sebelum hidup
Komponen elektrokimia yang menghasilkan tenaga listrik memalui adanya reaksi kimia antara elektrolit baterai dengan pelat baterai adalah…..
Fusible link
Accu
Fuse
Kunci kontak
Flasher
Baut khusus untuk menjamin massa yang dapat dipercaya dari jaringan kabel dan komponen listrik lainnya ke bodi adalah….
Junction dan relay block
Konector
Sakelar
Baut massa
Flasher
Komponen penghubung pada kelistrikan bodi yang digunakan untuk menghubungkan kelistrikan antara dua jaringan kabel atau antara sebuah jaringan kabel dan sebuah komponen adalah….
Konektor
Accu
Fusible link
Fuse
Kunci kontak
Suatu kotak (blok) dengan connector yang dikelompokkan bersama-sama untuk sirkuit kelistrikan adalah…..
Baut massa
Fuse
Junction dan relay block
Konector
Fusible link
Yang bukan termasuk jenis komponen pelindung pada kelistrikan body dibawah ini kecuali….
Sekring ( fuse )
Fusible link
Circuit breaker
Jawaban a, b, dan c salah
Jawaban a, b, dan c benar
Jenis – jenis komponen penghubung pada kelistrikan bodi dibawah ini kecuali….
Fuse
Junction blok
Relay block
Konector
Baut massa
Komponen kelistrikan body yang digunakan untuk menghubungkan komponen – konponen kelistrikan dan melindungi sirkuit kelistrikan adalah…..
Switch dan relay
System penerangan
Meter kombinasi dan gauge
Jaringan kabel
Wiper dan washer
Sebuah instalasi yang terdiri dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan dengan tujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkendara adalah…..
Sistem pengapian
Sistem kelistrikan bodi
Sistem starter
Sistem pengisian
Sistem efi
