WorksheetsLARUTAN ELEKTROLIT & KONSEP REDOKS
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Berdasarkan data percobaan daya hantar listrik
dari beberapa larutan tersebut, yang tergolong elektrolit
adalah ...
B, D dan E
A dan D
A dan C
A, B dan E
C dan D
Jika suatu senyawa mempunyai derajat ionisasi 0,5 maka ....
tidak ada zat yang terionisasi
semua zat terdispersi menjadi molekul
sebagian zat terurai menjadi molekul
sebagian zat terurai menjadi ion
semua zat terurai menjadi ion
Perhatikan gambar pengujian daya hantar beberapa larutan berikut!
Larutan yang bersifat elektrolit kuat dan lemah berturut- turut adalah ….
3 dan 4
1 dan 3
1 dan 5
2 dan 3
4 dan 5
Dua larutan A dan B diuji dengan alat uji elektrolit.
Lampu uji menyala ketika menguji larutan A, sedangkan jika larutan B diuji, lampu tidak menyala, tetapi ada gelembung - gelembung gas pada elektrodenya. Kesimpulan dari hasil pengamatan tersebut adalah
larutan A merupakan elektrolit kuat dan larutan B merupakan non elektrolit
larutan A merupakan nonelektrolit dan larutan B merupakan elektrolit kuat
jumlah ion pada larutan A lebih banyak daripada jumlah ion pada larutan B
jumlah ion pada larutan A lebih sedikit daripada jumlah ion pada larutan B
jumlah ion dalam kedua larutan tidak dapat dibandingkan
Berdasarkan reaksi dengan oksigen, yang termasuk reaksi reduksi adalah....
bertambahnya oksigen
berikatannya suatu zat dengan oksigen
berkurangnya oksigen
oksigen yang menangkap elektron
jumlah proton pada oksigen
Pada konsep oksidasi dan reduksi berdasarkan bilangan oksidasi berikut ini yang benar adalah....
oksidasi adalah berkurangnya bilangan oksidasi
reduksi adalah bilangan oksidasi tidak berubah
oksidasi adalah bilangan oksidasi tetap
reduksi adalah berkurangnya bilangan oksidasi
oksidasi adalah yang bilangan oksidasinya adalah nol
Berdasarkan serah terima elektron, yang merupakan oksidasi adalah....
bertambahnya jumlah elektron
bertambahnya jumlah proton
menangkap elektron
menangkap proton
melepaskan elektron
Diare spesifik merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara maju. Penyebabnya antara lain sambal atau makan lain yang merangsang, virus, toksin kuman staphylococcus dalam makanan basi, intoleransi terhadap susu, dan sebagainya. Boleh dikatakan, hampir semua orang di Indonesia pernah mengalami diare aspesifik yang biasanya berhenti sendiri tanpa pengobatan. Namun, diare jenis ini juga dapat menjadi kronis, malah kadang-kadang menimbulkan komplikasi berat bila tidak ditangani dengan benar.
Diare yang terjadi hanya beberapa kali sehari dan berhenti dalam 1 – 2 hari tidak memerlukan penanganan khusus.
Tetapi, bila defekasi (buang air besar) terjadi 8 – 15 kali sehari, disertai perut mules, feses cair dan banyak, maka kita perlu waspada. Bahaya terbesar adalah kehilangan cairan tubuh dan garam, terutama natrium dan kalium, apalagi bila ini terjadi sampai berhari-hari. Pada orang tua dan bayi, kehilangan cairan tubuh mudah berakhir dengan dehidrasi, bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian. Namun, peristiwa seekstrem itu sebenarnya mudah dicegah. Bukankah diare sebenarnya mudah diobati? Menurut WHO, pengobatan dengan oralit merupakan penemuan terbesar zaman ini. Sayangnya, banyak dokter dan pasien tidak menyadari untuk memakai obat sederhana ini sejak awal.
Rupanya, oralit dianggap tidak langsung dapat menghentikan diare, bahkan malah dapat menginduksi muntah. Semua ini terjadi karena baik WHO, UNICEF , maupun Departemen Kesehatan belum cukup mempublikasikan cara pemakaian oralit dengan benar.
Umumnya, oralit diminum dengan cara mencampurkan satu sachet oralit ke dalam segelas (200 cc) air, lalu diteguk sekaligus. Yang sering terjadi, penderita kemudian muntah dan terasa mau buang air besar. Mengapa bisa demikian? Karena cara minum oralit seperti itu keliru. Seharusnya, cara yang benar adalah larutan oralit diteguk sedikit demi sedikit, 2 – 3x lalu berhenti 3 menit. Hal ini memberi kesempatan oralit diserap oleh usus untuk menggantikan garam dan cairan yang hilang dalam feses. Demikianlah prosedur ini diulang terus sampai satu gelas habis. Bila diare hebat masih berlanjut, minum oralit harus diteruskan sampai beberapa bungkus atau gelas (3 – 8) sehari.
Pernyataan yang tepat terkait wacana di atas adalah ....
Oralit merupakan suatu campuran garam elektrolit dimana dapat membantu dalam menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang saat diare
Dehidrasi terjadi karena muntah dan diare berkepanjangan
Oralit dapat membantu menyembuhkan diare karena tersusun atas gula yang merupakan larutan elektrolit
Jangan makan sambal dan jajan sembarangan bila tidak mau terkena diare
Diare adalah penyakit yang memerlukan penanganan khusus, maka segera periksakan diri ke dokter bila terkena diare
Reaksi berikut yang merupakan reaksi reduksi bedasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen adalah ....
2BaO2 → 2BaO + O2
4Fe + 3O2 → 2Fe2O3
Mg + ½ O2 → MgO
4Na + O2 → 2Na2O
2Cl2 + 3O2 → 2Cl2O3
Dari larutan berikut, yang diharapkan menghantar listrik paling baik adalah ...
larutan urea 1 M
larutan cuka 0,1 M
larutan cuka 1 M
larutan H2SO4 0,1 M
larutan H2SO4 1 M
