WorksheetsLatihan Soal Kritik dan Esai
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Cermati paragraf berikut!
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Bacalah paragraf esai berikut!
Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....
Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.
Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.
Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.
Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.
Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.
Suatu tulisan yang berisi penilaian suatu karya, disebut ....
resensi
esai
editorial
kritik
artikel
Tulisan yang objek kajiannya suatu fenomena, adalah ....
artikel
esai
tajuk
kritik
resensi
Esai yang dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.
Tipe esai jenis ini yaitu…
Esai deskriptif
Esai cukilan watak
Esai pribadi
Esai tajuk
Esai kritik
Cermati kutipan berikut!
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman,
“Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
erpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkankeindahan.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟
yang jarang ditemukandalam cerita lain.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.
Berikut ini yang tidak termasuk prinsip yang perlu diperhatikan oleh kritikus adalah ....
menguasai teknik menulis
mempunyai data penunjang
menggunakan kajian teori
membsca karya secara serius
mengungkapkan kelemahan
Tahap awal dalam menyusun kritik sastra
Tahap Deskripsi
Tahap Analisis
Tahap Tesis
Tahap Penafsiran
Tahap Evaluasi
Yang bukan merupakan karakteristik kritik adalah ....
bersifat menanggapi/ mengomentari
memberi saran perbaikan
bersifat subjektif
menunjukkan kelebihan/ kekurangan
bertujuan menjembatani pemahaman pembaca dengan karya sastra
Perbedaan antara kritik dan esai adalah ...
Teks kritik tidak menggunakan teori, sedangkan teks esai menggunakan teori.
Pembahasan pada teks kritik tidak diuraikan secara utuh, sedangkan teks esai dikembangkan secara utuh.
Teks kritik tidak menggunakan data-data, sedangkan teks esai membutuhkan data-data.
Teks kritik berisi penilaian yang bersifat objektif, sedangkan teks esai diuraikan secara subjektif.
Pada teks kritik tidak terdapat deskripsi karya (sinopsis), sedangkan pada teks esai terdapat deskripsi karya.
