Font size
WorksheetsPaket 1
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
1. Peningkatan tekanan jalan nafas (airway pressure ) pada anestesi dengan kontrol ventilasi selama pembedahan yang terlihat pada monitor spirometer menunjukkan hal sebagai berikut
Ukuran endotrakeal lebih besar dari yang seharusnya
Pada penderita dengan emfisema paru
Obstruksi pada pipa sirkuit pernafasan atau pada pipa endotrakeal
Kelumpuhan otot diafragma
Tekanan intraabdominal yang meningkat
2. Pemberian tekanan insipirasi tinggi (high inspiratory pressure) >30mmHg pada orang dewasa selama kontrol respirasi dengan ventilasi mekanik selama pembedahan dapat terjadi komplikasi sebagai berikut:
Volutrauma
Instabilitas hemodinamik
Gangguan recoil alveoli
Menunrunnya functional residual capacity
Menurunnya produksi surfaktan
Peningkatan tekanan pada sirkuit pernapasan merupakan indikator dari adanya:
Kebocoran sirkuit
Penurunan tidak volume
Perbaikan komplians paru
Obstruksi sirkuit pernapasan
Peningkatan functional residual capacity
Pada mesin ventilator, peningkatan peak inspiratory pressure yang tidak disertai dengan peningkatan plateau pressure bisa disebabkan oleh
Ascites
Edema paru
Bronchospasme
Posisi tredelenburg
Tension pneumothorax
Pernyataan tentang defibrillator
Tindakan “shock” dengan energy yang terlalu rendah dapat menyebabkan fungsional dan morfologi injury
Biphasic shock mengirimkan energy yang lebih rendah untuk defibrillasi (120-200J) lebih efektif dibandingkan 200-360 monophasic shock
Semua monofasik shock dimulai dengan 150 joule
Tindakan “shock” dengan energy yang terlalu tinggi pasti menyebabkan tindakan defibrilasi gagal
Tindakan cardioversi 50-100 joule dilakukan pada atrial fibrillasi
Pemberian amiodarone adalah
Sebaiknya tidak bersamaan dengan obat yang dapat memperpanjang interval QT
Monitoring kadar Hb pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal
Kontraindikasi pada pasien dengan CHF
Hanya boleh diberikan pada pasien dengan aritmia supraventrikular
Pemberian pada anak dosis maksimal tidak boleh >5mg/kg/hari
Indikasi pemberian magnesium
Ventrikular fibrilasi
Torsades de pointes dengan prolonged QT
Atrial flutter
SVT
Atrial fibrilasi
Pada pasien dengan kelainan fungsi hati akan terjadi perubahan farmakokinetik berupa
Peningkatan plasma protein binding
Penurunan plasma free drug
Peningkatan volume distribusi
Peningkatan klirens obat dari hati
Tidak direkomendasikan penggunaan atracurium/cisatracurium
Pada kondisi istirahat, tonus Lower Esophageal Sphincter (LES) normal berkisar
9 mmHg
19 mmHg
29 mmHg
39 mmHg
49 mmHg
Obat yang dapat meningkatkan tonus Lower Esophageal Sphincter (LES) adalah
Suksinilkolin
Ranitidine
Atracurium
Atropine
Propofol
Jika benda asing tidak dapat dikeluarkan dari mulut dengan menggunakan jari, maka disarankan untuk melakukan Heimlich maneuver. Berikut merupakan komplikasi dari Heimlich maneuver
Aspirasi
Hipoksia
Fraktur costae
Hiperkarbia
Obstruksi jalan nafas
Pemeriksaan denyut nadi pada bayi (1-12 bulan) yang dianjurkan pada Basic Life Support pada daerah
Arteri carotis
Arteri femoralis
Arteri radialis
Arteri brachialis
Arteri tibialis
Pemberian kardioversi pada atrial fibrilasi adalah
50-100 joule
120-200 joule
200-360 joule
100 joule
50 joule
Tentang nutrisi parenteral
Merupakan tindakan memberikan nutrisi langsung ke sirkulasi vena melalui kateter vena sentral
Total parenteral nutrition (TPN) sebaiknya ditunda selama 6 jam sebelum operasi
Nutrisi parenteral berupa larutan isotonic dapat diberikan melalui vena perifer jika diperlukan <2.000 kalori/hari dalam waktu singkat
Larutan nutrisi <1.900 mOsm/L dapat diberikan melalui vena perifer
Pemberian terapi parenteral jangka panjang dapat diberikan dengan larutan hipokalori mengandung nonnitrogen glucose electrolyte
Pilihan pemberian nutrisi enteral, disebabkan oleh
Kondisi area permukaan usus yang inadekuat
Dapat menghindari kejadian sepsis yang disebabkan karena pemakaian kateter
Mempertahankan integritas usus
Mengurangi translokasi bakteri usus
Mempertahankan fungsi absorpsi usus kecil
Bantuan nutrisi pascaoperasi diberikan pada pasien yang diperkirakan tidak dapat mengkonsumsi makanan melalui oral dengan adekuat dalam waktu
2-4 hari
2-6 hari
4-7 hari
4-10 hari
7-10 hari
Yang termasuk efek samping dari nutrisi enteral ialah
Hipofosfatemia
Thrombosis vena sentral
Pneumonia
Komplikasi pada hepatobilier
Asidosis metabolik
pH usus besar (kolon) ialah
6-7
6.5-7.5
7-8
7.5-8.0
8.0-8.3
Kelumpuhan nervus laryngeus rekurens kronis dapat menyebabkan
Stridor
Distress/kesulitan pernafasan
Aphonia
Efek yang minimal
Suara melemah
Panjang nasal airway dapat diperkirakan dengan mengukur jarak dari lubang hidung ke meatus telinga, dan panjangnya kira kira
1 cm lebih panjang dari oral airway
1-2 cm lebih panjang dari oral airway
2-4 cm lebih panjang dari oral airway
4-6 cm lebih panjang dari oral airway
Sama panjang
Liver:
Liver merupakan organ tubuh yang paling besar dengan berat sekitar 1.500 gr dan 3% berat badan
Aliran darah liver berasal dari vena porta dan arteri hepatica
Lobules hepar dikelilingi oleh makrofag (dikenal dengan sel kupffer) yang memfagosit 90% atau lebih bakteri yang berada di aliran darah vena porta
Aliran darah hepar total sekitar 1450 ml/menit atau sekitar 20% dari curah jantung
Arteri hepatica mengalirkan 75% dari kebutuhan aliran darah total dengan 50% kebutuhan oksigen liver
Traktus gastrointestinal
Sinyal elektrik gastrointestinal berasal dari sekelompok serabut otot polos
Stimulasi sistem saraf simpatis meningkatkan aktivitas mekanis traktus gastrointestinal
Regangan pada traktus gastrointestinal menyebabkan peningkatan aktivitas mekanis
Stimulasi sistem safat parasimpatis menurunkan aktivitas mekanis traktus gastrointestinal
Sekitar 0.4 liter air melewati kolon dan normalnya sebanyak 80-90% dari jumlah tersebut akan diabsorpsi kembali
Penggunaan nasal airway akan ditoleransi lebih baik daripada oral airway pada
Pasien yang mendapat antikoagulan
Pasien pediatric
Pasien mengalami fraktur tulang dasar tengkorak
Pasien dengan anestesi ringan/lightly anesthetized
Pasien dengan kesadaran menurun
Ukuran LMA yang sesuai untuk pasien dengan berat badan 20-30 kg adalah
2
2.5
3
4
5
ETT dengan low pressure cuffs lebih disarankan disbanding high-pressure cuffs karena
Kejadian kerusakan mukosa lebih rendah
Mengurangi aspirasi
Mengurangi kejadian sore throat/serak pascaoperasi
Mengurangi kejadian ekstubasi spontan
Insersinya lebih mudah
Durasi kerja barbiturate yang larut lemak tinggi (thiopental, thiamylal dan merhohexital) ditentukan oleh
Redistribusi di dalam darah
Metabolisme di hati
Eliminasi di ginjal
Distribusi dalam darah
Kadar albumin
Obat narkotik peptide endogenous yang berikatan reseptor opioid adalah
Meperidin
Dynorphin
Alfentanyl
Remifentanyl
Morphine
Jenis opioid yang paling larut dalam lemak adalah
Meperidin
Morphine
Fentanyl
Alfentanyl
Remifentanyl
Laki-laki 23 tahun dilakukan pembedahan kraniotomi akibat cedera kepala berat. Pasca bedah pasien dirawat di ICU. Obat yang paling besar efeknya untuk menurunkan metabolisme otak (cerebral metabolisme rate = CRMO2) adalah
Diazepam
Midazolam
Thiopental
Morphine
Fentanyl
Wanita 30 tahun dengan diagnosis peritonitis generalisata. Akan dilakukan pembedahan segera. Tekanan darah saat ini 110/80 mmHg, nadi 98x/min, produksi urin cukup. Wanita tersebut memiliki riwayat asma berulang. Terakhir serangan 3 hari yang lalu, pada saat ini terdengar wheezing minimal di paru-parunya. Pilihan induksi untuk pasien tersebut adalah
Meperidine
Morphine
Thiopental
Ketamine
Fentanyl
Pernyataan yang benar mengenai fisiologi jantung
Teknik angiografi dapat digunakan untuk menilai ejection fraction
Stimulasi maksimal dari saraf simpatis dapat meningkatkan cardiac output hingga 50%
90% aliran darah koroner terjadi saat fase diastolic
Aksi potensial jantung terdiri dari 4 fase
. Ventricle dipengaruhi terutama oleh saraf parasimpatis
Berikut ini adalah efek obat dari antikolinergik
Menurunkan sekresi cairan gaster
Pupil mydriasis
Menurunkan sekresi kelenjar ludah
Meningkatkan motilitas usus
Takikardi
Gangguan penglihatan akan akut pasca operasi yang paling sering menyebabkan kebutaan adalah
Kebutaan kortikal
Iskemik optic neuropathy
Oklusi arteri retinal
Obstruksi vena ophthalmic
Kearns-sayre sindroma
Wanita 50 tahun dengan diagnosis struma nodosa non toksik akan dilakukan pembedahan strumektomi. Penderita mempunyai riwayat penyakit jantung dan pada saat ini terdapat aritmia. EKG 12 lead terdapat ventrikel ekstra systole 2x semenit. Rencana anestesi umum dengan intubasi. Obat yang paling minimal mempengaruhi hemodinamik ketika dilakukan induksi adalah
Thiopental
Propofol
Morphine
Etomidate
Ketamin
Rumus prinsip Fick yang benar
CO=(Konsumsi O2/a-v O2 perbedaan isi) = (V O2/Ca O2-Cv O2)
CO=(Konsumsi O2/a-v O2 perbedaan isi) = (Ca O2-Cv O2/V O2)
CO=(Konsumsi O2/a-v O2 perbedaan isi) = (Cv O2/Ca O2)
CO=(Konsumsi O2/a-v O2 perbedaan isi) = (Ca O2/Cv O2)
CO=(Konsumsi O2/a-v O2 perbedaan isi) = (Cv O2-V O2/Ca O2)
Obat anticholinesterase yang menghambat kerja enzim acetylcholinesterase secara reversible melalui ikatan elektrostatik pada anionic site enzim adalah
Physostigmin
Neostituine
Pyridostigmin
Echotiopate
Edrophonium
Pengaruh pemakaian obat antiepilepsi pre-operatif terhadap obat-obat anestesi perioperative adalah
Obat antiepilepsi mengurangi potensi obat-obat anestesi
Obat antianestesi hanya berpengaruh terhadap farmakokinetik obat-obat anestesi
Obat antiepilepsi terutama fenitoin dan carbamazepin akan memperpendek durasi obat pelumpuk otot non-depolarisasi
Obat antiepilepsi terutama fenitoin dan carbamazepin akan memperpanjang durasi obat pelumpuk otot non-depolarisasi
Obat antiepilepsi tidak mempengaruhi durasi obat pelumpuh otot nondepolarisasi
Pernyataan yang benar mengenai fresh gas flow
Dengan menggunakan absorber, rebreathing dari CO2 dapat dicegah pada fresh gas flow yang rendah (≤1 liter)
Pada FGF > % L/m mutlak memerlukan CO2 absorber
Pada FGF > 5L/m rebreating CO2 sangat besar
Pada FGF ≤ 1L/M tidak memerlukan CO2 absorver
Pada FGF ≤ 1L/m rebreathing CO2 sangat minimal
Risiko komplikasi paru-paru post operatif sering berhubungan dengan
Usia ≥ 65 tahun
Poasien dengan toleransi aktivitas
Klasifikasi ASA (III dan IV)
Lama operasi > 4 jam
Beberapa jenis operasi (abdomen, thorax, aneurisma aorta)
Penghentian warfarin pada pasien yang akan menjalani operasi elektif (tetapi bukan pasien dengan high risk thrombosis) adalah selama
10 hari
7 hari
6 hari
5 hari
3 hari
Konsentrasi oksigen minimal yang secara otomatis diatur dalam fitur keamanan pada mesin anestesi berkaitan dengan aliran gas adalah
5%
10%
15%
20%
25%
Obat yang tersebut di bawah ini adalah turunan dari asam propionate
Ketoprofen
Ketorolac
Indometasin
Diflusinal
Asam mefenamat
Di bawah ini rangkaian sirkuit gas yang aman adalah
Pernyataan di bawah ini tentang karakteristik ketorolac
Efek samping depresi nafas
Waktu paruh eliminasi kira-kira 12 jam
Analgesic poten, antiinflamasi moderat
Tidak memperpanjang waktu perdarahan (bleeding time)
Tidak mencetuskan reaksi alergi
Pernyataan di bawah ini adalah benar pada Efinefrin
Disimpan dan disintesa pada kelenjar medulla adrenal
Aktivasi kerja hanya pada reseptor adrenergic alpha
Merupakan obat pilihan penderita yang mengalami bradikardia
Meningkatkan aliran darah ke kulit sehingga baik untuk operasi skin grafting
Penggunaan bersama agen inhalasi halotan dapat menyebabkan bradikardia
Cell bodies preganglion dari sistim syaraf parasimpatis terletak pada batang otak, dan syaraf kranialis yang mendapat distribusi utama (75%) dari serabut syaraf parasimpatis adalah
N II (N. Opticus)
N III (N. oculomotorius)
N VII (N. Facialis)
N IX (N. glossopharyngealis)
N X (N. Vagus)
Neurotransmitter primer dari sistim syaraf parasimpatis adalah
Serotonin
Dopaminergik
Katekolamin endogen
Acethylcholine
Acetyl-Co-A
Efek samping yang paling sering terjadi pada pemberian Dexmedetomidine sebagai obat premedikasi, induksi maupun ajuvan pada anestesia regional adalah
Disfungsi kognitif post operasi (POCD)
Hipotensi dan bradikardia
Meningkatkan terjadinya mual muntah pasca bedah (PONV)
Depresi pusat nafas
Pada orang dewasa dapat menimbulkan agitasi
Secara farmakodinamika, obat intravena dibawah ini mempunyai mula kerja yang paling cepat
Ketamin
Midazolam
Diazepam (valium)
Lorazepam
Propofol
Obat-obat hipertensi di bawah ini yang secara farmakodinamik bersifat chronotropic negative adalah
Nifedipine
Propanolol
Dobutamine
Hydralazine
Diltiazem
Hal penting yang harus diperhatikan pada pemberian propofol sebagai obat induksi anesthesia pada anak-anak adalah
Propofol dapat menignkatkan kebutuhan oksigen otak (CMRO2)
Meningkatkan kejadian kejang/konvulsi
Dosis harus diturunkan
Memerlukan dosis yang lebih besar oleh karena volume distribusinya lebih besar
Merangsang terjadinya spasme bronchus
Efek disosiatif yang terjadi pada pemberian ketamine intravena disebabkan oleh karena
Aktivasi thalassemia
Inhibisi aktivitas reseptor NMDA
Peningkatan tekanan intracranial
Stimulasi pada sistim limbus (limbic system )
Peningkatan aliran darah ke otak (CBF)
Dosis pancuronium untuk intubasi
1.0 mg/kgBB
0.12 mg/kgBB
2 mg/kgBB
0.8 mg/kgBB
0.5 mg/kgBB
. Reabsorpsi glukosa terjadi di
Glomerulus
Tubulus proksimal
Tubulus distal
Tubulus collectives
Apparatus juxta glomerularis
Estimasi total body water pada laki laki dewasa > 60 th adalah
61%
65%
42%
52%
32%
Mekanisme kontrol renal blood flow adalah
Pengaruh simpatis medulla spinalis T5-L1 yang bekerja pada pleksus renalis dan koleakus
Autoregulasi renal blood flow berfungsi pada MAP 80-180 mmHg
Reseptor alpha 1 adrenergik menurunkan reabsorpsi natrium pada tubulus proksimalis
PGD2, PGE2, PGI2 adalah proteksi penting selama periode iskemik renal dan hipertensi
Filtrasi glomerulus menurun pada MAP kurang dari 60 mmHg
. Hubungan benzodiazepine dan GABA
Benzodiazepine mengaktivasi reseptor GABA
Benzodiazepine menurunkan kemampuan reseptor untuk mengikat GABA
Benzodiazepine meningkatkan kemampuan reseptor untuk mengikat GABA
Benzodiazepine tidak ada hubungannya dengan GABA
Kemampuan mengaktifasi reseptor GABA tergantung dari dosis benzodiazepine
Antagonis farmakologis dari benzodiazepine adalah
Metamizole
Protamine
Prostaglandin
Flumazenil
Leukotriene
Kondisi terjadinya penurunan aliran darah paru dan hipoksia arterial kronik didapatkan pada kondisi
Left to right intracardiac shunt
Right to left intracardiac shunt
Valvular heart disease
Aortic valve disease
Myocardial ischemia
COX-2 inhibitor
Dapat mencetuskan kanker kolorektal
Tidak menghambat agregasi trombosit
Tidak mengurangi dosis opioid
Mengurangi risiko infark myokard dan gagal jantung kongestif
Tidak mencetuskan asma
Kontraindikasi relative untuk dilakukan neuraksial anestesia adalah
Mitral stenosis berat
Pasien menolak
Pasien tidak kooperatif
Peningkatan TIK
Koagulopati
Ketinggian blockade spinal anestesia dipengaruhi oleh
Barisitas obat anestesi lokal
Usia
Likuor serebrospinalis
Kurvatura tulang belakang
Kehamilan
Caudal anesthesia
Dapat digunakan untuk pembedahan anorectal pada dewasa
Landmarknya adalah trochanter mayor ke hiatus sacralis
Pada pediatrik, umumya tidak perlu dikombinasi dengan general anesthesia
Pada pediatrik, umumnya dilakukan blok kaudal sebelum induksi dengan general anesthesia
Teknik single shot pada bayi eks-premature bisa mencapai blokade ketinggian hingga T4
Onset dan durasi daripada obat anestesi lokal tergantung apda
Kelarutan pada air
Kelarutan pada protein
Kelarutan pada lemak
Diameter akson
Myelinisasi saraf
Obat antikolinergik
Obat antikolinergik menyebabkan relaksasi jalan nafas dengan menghambat reseptor muskarinik M2 dan M3 pada otot polos jalan nafas
Obat antikolinergik mempotensiasi efek neurotransmitter asetilkolin
Atropine dan scopolamine merupakan derivate ammonium kuartener
Obat antikolinergik yang merupakan derivate ammonium kuartener mempunyai aktivitas di SSP yang poten karena dapat menembus sawar darah-otak
Obat antikolinergik berikatan secara irreversible dengan reseptor kolinergik muskarinik yang mana mencegah asetilkolin berikatan pada reseptor ini
Dosis atropine untuk premedikasi secara intravena adalah
0.01 – 0.02 mg/kgBB
0.02 – 0.04 mg/kgBB
0.2 – 0.6 mg/kgBB
0.25 mg – 0.5 mg
> 2mg
Titik tersempit pada jalan nafas anak anak usia di bawah 5 tahun adalah
Kartilago cricoids
Glottis
Faring
Vocal chord
Trachea
Salah satu bentuk imaturitas renal pada neonatus premature adalah
Meningkatnya creatinine clearance
Terganggunya reabsorpsi natrium
Terganggunya reabsorpsi bicarbonate
Terganggunya ekskresi natrium
Menurunnya produksi urin
Obat anestesi yang menghambat thermogenesis pada anak
Benzodiazepine
Opioid
Agen volatile
Muscle relaxant
Local anesthesia
Letak glottis pada bayi dan anak terletak setinggi
C2
C3
C4
C5
C6
Efek obat antikolinergik pada sistem respirasi
Inhibisi sekret mukosa traktus respiratori
Konstriksi otot otot polos bronkus
Meningkatkan resistensi jalan napas
Menurunkan anatomical dead space
Vasodilatasi pembuluh darah pulmonal
Obat antikolinergik dapat mempengaruhi sistem traktus gastrointestinal dengan cara
Meningkatkan sekresi air liur
Mengurangi sekresi air liur
Meningkatkan motilitas intestinal
Meningkatkan peristaltic intestinal
Mempercepat waktu pengosongan lambung
Obat paling poten sebagai antisialogogue adalah
Atropin
Glikopirolat
Skopolamin
Ipratropium
Albuterol
Efek takikardi akibat pemberian antikolinergik disebabkan
Blokade reseptor muskarinik pada SA Node
Blockade cardiac accelerator
Blockade AV Node
Blockade bundle of HIS
Blockade purkinje fibre
Salah satu resiko pada pasien trauma di unit gawat darurat adalah adanya perdarahan dari organ tubuh. Tanda dan gejala perdarahan kelas II, adalah
Menurunnya curah jantung (cardiac output)
Menurunnya denyut jantung
Meningkatnya tekanan darah diastolik sebagai respons vasokonstriksi
Perdarahan diperkirakan <15%
Oligouria sampai anuria
Penanganan penderita yang mengalami cedera kepala (traumatic brain injury) yang adekuat dapat menyebabkan penurunan kesadaran akibat terjadinya cedera otak tersebut terutama disebabkan oleh
Hiperglikemia
Hiperkarbia
Hipernatremia
Hipotermia
Asidosis atau alkalosis
Tujuan utama pemberian obat obat yang bersifat simpatomimetik adalah
Meningkatkan tekanan darah
Meningkatkan laju nadi
Meningkatkan aliran darah otak
Meningkatkan aliran darah koroner
Meningkatkan curah jantung
Pada cedera tulang belakang (spinal cord injury) salah satu yang harus diwaspadai adalah gangguan pada traktus simpatikus yang dapat menimbulkan kejadian syok neurogenik yang ditandai dengan
Tekanan darah menurun disertai peningkatan laju nadi
Disritmia
Total AV block
Hipotensi disertai dyspnea pada cedera daerah thorakal 4 (Th4)
Tekanan darah menurun disertai bradikardia
Indikasi pemasangan ventilasi mekanik darurat untuk manajemen jalan nafas dan terapi oksigen pada pasien yang mengalami luka bakar adalah
Luka bakar pada daerah thorax
Luka bakar pada wajah (facial burn)
Luka bakar dengan luas >20%
Luka bakar yang disertau suara parau dan takipnea
Luka bakar pada daerah abdomen
Absorpsi obat anestesi lokal paling lambat terjadi pada
Pemberian intravena
Pemberian intra trakea
Blok intercostal
Blok epidural
Blok pleksus brachial
Salah satu cara untuk mempercepat onset obat anestesi lokal adalah dengan
Menaikkan volume anestesi lokal
Asidisasi (menurunkan pH)
Alkalinisasi
Menambahkan opioid
Menambahkan vasokonstriktor
Mekanisme kerja dari anestesi lokal adalah
Menurunkan permeabilitas kanal natrium
Menaikkan kecepatan depolarisasi
Mempengaruhi resting transmembran potential
Mempengaruhi ambang batas potential
Memblok voltage dependent kanal potasium
Obat anestesi lokal yang mengalami metabolisme paling lambat adalah
Lidocaine
Prilocaine
Bupivacaine
Ropivacaine
Procaine
Salah satu efek farmakologik dari obat golongan simpatomimetik
Vasokonstriksi (otot otot skeletal)
Vasodilatasi (terutama di kutaneus)
Glicogenesis hepatic
Stimulasi SSP
Mengganggu koagulasi
Obat di bawah ini yang memiliki efek meningkatkan tekanan darah paling signifikan adalah
Efedrin
Dopamine
Dobutamine
Epinephrine
Norepinephrine
Obat agonis adrenergik berikut yang paling selektif terhadap reseptor a1 adalah
Phenylephrine
Efedrin
Isoproterenol
Terbutaline
Fenoldopam
Contoh obat-obatan antikolinergik sintetis adalah
Glycopirolate
Atropine
Scopolamine
Sugammadex
Dantrolene
Teknik kaudal anestesia pada anak
Posisi pasien harus selalu lateral decubitus
Jarum disarankan ukuran 25 Gauge
Sudut awal insersi 45 derajat diarahkan ke cephalad
Test dose mutlak dilakukan untuk menghindari komplikasi
Injeksi intraoseus tidak dapat menyebabkan toksisitas sistemik
Mediator yang mensensitisasi, mengeksitasi nosiseptor dan bertindak lanjut sebagai mediator inflamasi adalah
Dopamin
Adenosin
Serotonin
Endorphin
Enkefalin
Tipe saraf yang menghantarkan nyeri adalah:
Aα
Aβ
Aγ
B
C
. Tentang nutrisi enteral
Karbohidrat merupakan sumber energi sampai dengan 60%
Formulasi lemak lebih rendah pada pasien dengan maldigesti
Pada pasien dengan sirosis hepatis, konsentrasi asam lemak darah yang tinggi dapat menyebabkan ensepalopati hepatikum
Formulasi protein tetap dalam rentang yang normal pada pasien dengan disfungsi renal
Formulasi protein atau asam amino lebih tinggi pada pasien dengan
Yang termasuk local anestesi golongan ester adalah
Bupivacaine
Lidocaine
Ropivacaine
Prilocaine
Procaine
Obat induksi yang menyebabkan rasa sakit pada saat penyuntikan adalah
Thiopental
Propofol
Morphine
Etomidate
Ketamine
Pilihan obat adrenergic agonist pada pasien CHF dengan peningkatan peripheral vascular resistance dan heart rate adalah
Dopamin
Dobutamin
Epinephrine
Atropine
Efedrin
Pada pasien luka bakar > 48 jam, pemberian pelumpuh otot yang dapat mengakibatkan kenaikan serum kalium yang berakibat lethal adalah
Suksinilkolin
Rocuronium
Vecuronium
Atracurium
Pancuronium
Pada wanita hamil yang akan menjalani pembedahan dengan appendektomi anestesi dengan anestesi spinal lebih banyak dipilih dibandingkan dengan anestesi epidural oleh karena anestesi spinal dapat memberikan keuntungan sebagai berikut
Tidak menimbulkan nyeri kepala pasca spinal
Durasi anestesia lebih lama
Dapat dikombinasikan dengan opioid untuk nyeri pasca bedah
Resiko injeksi obat lokal anestesi ke intravascular minimal sehingga tidak terjadi intoksikasi
Risiko goncangan hemodinamil minimal
Gangguan elektrolit yang mempengaruhi pemulihan dari blokade neuromuskular antara lain
Hypermagnesemia
Hypokalemia
Hyperkalemia
Respirasi alkalosis
Hiponatremia
Sirkuit pernafasan Mapleson yang paling efisien untuk ventilasi spontan adalah
Mapleson A
Mapleson B
Mapleson C
Mapleson D
Mapleson F
Perubahan fisiologi sistim pernafasan pada neonatus sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan oksigen adalah
Meningkatkan volume tidak sehingga meningkatkan volume ventilasi semenit
Meningkatkan frekuensi nafas sehingga ventilasi semenit meningkat
Meningkatkan afinitas oksigen terhadap hemoglobin fetus
Meningkatkan produksi surfaktan sehingga fungsi recoil alveoli lebih baik
Meningkatkan volume kapasitas paru dengan hiperventilasi
Efek obat anestesi terhadap aliran darah uteroplacental
Ketamin dosis > 1.5 mg/kg tidak berpengaruh terhadap aliran darah uteroplacental
Ketamine <2mg/kg akan mengakibatkan hipertonus uterus
Dibandingkan midazolam, thiopental dan propofol lebih sering menyebabkan hipotensi sistemik transient
Anestesi inhalasi tidak menyebabkan penurunan aliran darah uteroplasental
Anestesi spinal dan epidural tidak menurunkan aliran darah uterus, selama hipotensi dapat dihindari
