NEW
Font size
WorksheetsQUIZ 5 ANESTESI
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Anda bertugas jaga malam dan dipanggil ke ICU oleh perawat jaga. Pasien seorang perempuan 25 tahun dengan patah sendi panggul kanan pasca operasi ORIF hari ke 5. Pasien terlihat pucat dan lemah dengan tekanan darah 110/70 dengan denyut nadi 105 kali/menit. Terlihat kasa perban di luka operasi basah dan berwarna kemerahan. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan Hb 9 gr%, trombosit 45.000/mm3, pemeriksaan waktu prothrombin dan tromboplastin menunjukkan dalam rentang normal. Selama dirawat di ICU pasien mendapatan terapi antibiotik ceftriakson, pemberian analgetik morfin kontinu, heparin kontinu untuk pencegahan thrombosis vena dan fisioterapi setiap pagi hari. Apakah penyebab trombositopenia pada pasien diatas?
Kondisi Disseminated Intravascular Coagulation
Pemberian morfin dosis tinggi
Perdarahan masif dari luka operasi
Kondisi imobilisasi lama
Penggunaan heparin jangka panjang
Pria 58 tahun dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan otot kaki yang cepat menjalar keatas, namun fungsi kandung kencing tidak terganggu. Pada pemeriksaan didaptkan kelumpuhan flasid dan neuropati perifer tungkai bawah. Pemeriksaan cairan serebrospinal : hitung sel normal tapi protein meningkat. Diagnosis yang sesuai dengan pasien tersebut adalah
Myasthenia gravis
Penyakit menyangkut ‘motor neurone’
Gangguan keseimbangan elektrolit berat
Tranverse myelitis
Guillain-Barre syndrome
Pasien usia 28 tahun dilakukan laparoskopi appendictomy darurat. Induksi dengan teknik RSI, rumatan anestesi inhalasi isoflurine suplemen fentanyl. Saat pembedahan berlangsung frekuensi denyut jantung naik dari 80 menjadi 130x/menit, tekanan darah meningkat dari 120/70 menjadi 150/90 dan etCO2 naik dari 41 menjadi 59. Pasien berkeringat banyak dan suhu 39.5
Beri dantrolene intravena sesuai dosis standar untuk hipertermi maligna
Hentikan pembedahan dan pasien dibawa ke ICU
Diskoneksi vaporizer dan ventilasi dengan oksigen 100%
Periksa terhadap potensi terjadinya dan tanda-tanda
Ganti mesin anestesi yang tidak dilengkapi vaporizer
Dokter anestesi karena nilai albumin dibawah 2,0 g/dL. Apakah yang mungkin menyebabkan keadaan seperti tersebut ?
Acute Liver disease
Stress ulcer
Malnutrisi akut
Nephrotic syndrome
Intake rendah protein
Seorang wanita 50 tahun, akan menjalani operasi mastektomi. Pasien memiliki riwayat sakit hepatitis kronik, sehingga dokter anestesi merencanakan menggunakan obat anestesi inhalasi yang paling sedikit dalam menurunkan aliran darah portal hepar. Obat anestesi inhalasi apakah yang sebaiknya dipilih oleh dokter anestesi tersebut ?
N2O
Enflurane
Halothane
Isoflurane
Sevofurane
Pria 52 tahun dengan diagnosis phaechromocytoma direncanakan reseksi kelenjar suprarenal. Pasien telah mendapat terapi phenoxybenzamine 2 x 40 mg selama 10 hari. Pemeriksaan pasien 3 hari yang lalu frekwensi denyut jantung sekitar 110-120x/menit, tekanan darah 146/86 mmHg telentang dan 110/68 mmHg jika duduk. Terapi yang perlu diberikan berdasarkan data pemeriksaan terakhir tersebut adalah
Tambahan propranolol
Stop phenoxybenzamine ganti dengan phentolamine
Tingkatkan dosis phenoxybenzamine
Pembedahan bias dilakukan
Tambahkan enalapril
1. Pria 62 tahun dilakukan pembedahan laparotomy karena ileus obstruktif. Riwauat penyakit : hipertensi dan depresi terkontrol dengan ACE inhibitor enatapril dan MAO inhibitor phenelzine. Selama pembedahan tekanan darah turun 65/30 dari 140/90, frekwensi denyut jantung 120 kali/menit. Dilakukan pemberian cairan namun tekanan darah hanya meningkat 70/40. Tindakan lain yang paling tepat untuk memperbaiki tekanan darah adalah
Infus nonadrenaline dengan pemantauan tekanan arterial
Bolus intravena ephedrine 10 mg
Bolus intravena metaraminol 500 mcg
Pemberian phenylephrine secara titrasi
Infus vasopressin dengan pemantauan tekanan arterial
Kecepatan mencapai kedalaman anestesi isofluran berkurang pada kondisi patologis dibawah ini
Right to left intracardiac shunt
Morbus basedow
Shock hipovolemik
Pulmonary hypertension
Arterioveosus fistulae
1. Seorang laki-laki 36 tahun menderita luka-luka Pasien saat ini berada di ruang ICU, pasien tidak dapat bernafas spontan kembali. Penyebab pasien tidak dapat bernafas spontan kembali pada kasus diatas adalah:
Alkalosis metabolik menyebabkan kerja obat diperpanjang
Kondisi hiperkalemia pada pasien dengan luka bakar
Pseudokolinesterase tidak bekerja karena neostigmine
Tidak dilakukan rehidrasi intravena yang cukup pra operasi
Peningkatan apneic threshold karena pemberian supramethonium
Dibawah ini yang benar mengenai neostigmine adalah
Larut dalam lemak sehingga mudah melawati sawar darah otak
Onset terjadi dalam 20 menit
Durasi menjadi lebih pendek pada pasien geriatrik
Tidak dapat melewati plasenta
Dapat digunakan untuk terapi myastenia gravis dan illeus paralitik
Tanda sensitivitas klinis dari reversal yang adekuat dari kolinesterase inhibitor sesuai urutan sensitivitasnya adalah
Susteined head lift > Vital Capacity > Inspiratory force > Tidal Volume
Susteined head lift > Inspiratory force > Vital Capacity > Tidal Volume
Susteined head lift > Vital Capacity > Tidal Volume > Inspiratory force
Inspiratory force > Sustained head lift > Vital Capacity > Tidal Volume
Inspiratory force > Vital Capacity > Sustained head lift> Tidal
Dibawah ini yang benar mengenai edrophonium adalah
Antikolinergik yang paling direkomendasikan adalah glycopyrolate
Endrophonium memiliki onset 5-10 menit
Dosis yang direkomendasikan 0.5-1 mg/kg
Dosis yang lebih tinggi tidak berpengaruh terhadap duration of action
Edrophorium mempunyai keefektifan yang sama dengan neostigmine dalam mengembalikan blokade neuromuskular yang intense
Seorang pasien laki2 65 tahun menjalani prosedur Hartmann karena kanker colon. Pengelolaan nyeri pasca bedah dilakukan dengan pemberian bupivacaine 0.1% dan fentanyl 2 µg/ml kontinyu melalui kateter epidural. 4 hari pasca bedah pasien febris 39.5oC , nyeri hebat punggung dan kelemahan kaki kanan sejak kemarin. Langkah-langkah yang tepat untuk kasus ini adalah
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl sambil observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Tarik kateter epidural sekitar 1 cm, sambil observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl, ambil contoh darah untuk dilakukan kultur kuman dan pemberian antibiotika sesuai hasil kultur
Lepas kateter epidural dan potong ujung kateter untuk dilakukan kultur kuman, dan tegakkan diagnosis untuk segera dilakukan pembedahan dekompresi
Mintakan pemeriksaan MRI urgent dan konsultasikan untuk tindakan fisioterapi
Terapi pengganti amiodaron pada saat VT/VF tanpa denyut nadi
Lidocaine 2mg/kg IV
Lidocaine 1.5mg/kg IV
Epinefrin 1mg/kg IV
Lidocaine 3mg/kg IV
Epinefrin 2mg/kg IV
Primipara usia 35 tahun dengan komorbid cardiomyopathy idiopathic. Waktu yang paling potensial wanita ini mengalami gagal jantung kongestif akibat peningkatan cardiac output adalah
Pada puncak kontraksi uterus persalinan kala 2 (40% pre labor)
Selama proses persalinan kala 1 (10-25% pre labor)
Pada saat persalinan kala 3 saat bayi baru dilahirkan (80-100% pre labor)
Pada saat usia geestasi antara 30 dan 32 minggu (50% above non pregnant)
Pada waktu usia gestasi aterm yaitu usia gestasi 40 minggu
1. Pasien 40 tahun dengan ventilasi mekanik, dilakukan hiperventilasi hingga PaCO2 21 mmHg. Berapakah nilai HCO3 jika terjadi penurunan maksimal sebagai kompensasi respiratorik alkalosis tersebut?
18 mEq/L
14 mEq/L
20 mEq/L
12 mEq/L
10 mEq/L
Jenis ventilator yang paling baik untuk menghantarkan oksigen pada paru-paru dengan compliance yang jelek adalah
Double cirkuit system ventilator
Piston Ventilator
Spill Valve
SIMV Ventilator
Single cirkuit system ventilator
Berapakah nilai konsentrasi oksigen minimal yang secara otomatis diatur dalam fitur keamanan pada mesin anestesi berkaitan dengan aliran gas pada mesin anestesi?
5%
10%
15%
20%
25%
Primipara usia 25 tahun dilakukan epidural untuk persalinan bebas nyeri. Saat dilakukan pencarian ruang epidural dengan jarum Tuohy 16G terjadi ‘accidental dural tap’. Sehari kemudian pasien mengeluh nyeri kepala frontal dan occipital. Yang tidak termasuk dalam pengelolaan ‘post dural puncture headache’ adalah
Analgesia paracetamol dan/atau NSAID
Tirah baring profilaksis
Pemberian caffeine sodium benzoate
Epidural blood patch
Pemberian cairan
Reseptor dalam membrane sel bersifat dinamis, bisa mengalami peningkatan maupun penurunan respon terhadap stimuli spesifik. Manakah diantara pernyataan berikut yang paling benar berkaitan dengan reseptor?
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan potensi obat
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan afinitas reseptor
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi up regulation reseptor
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi toleransi
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi anafilaksis
