Font size
WorksheetsPaket 5
Total questions: 102
Worksheet time: 2hrs 42mins
Primipara usia 35 tahun dengan komorbid cardiomyopathy idiopathic. waktu yang paling potensial wanita ini mengalami gagal jantung kongestif akibat peningkatan cardiac output adalah
Pasa saat usia gestasi antara 30 dan 32 minggu
Pada persalinan kala 3 saat bayi baru dilahirkan
Pada puncak kontrakai uterus persalinan kala 2
Selama proses persalinan kala 1
Pada waktu usia gestasi aterm yitu usia gestasi 40 minggu
Seorang laki-laki usia 32 tahun dengan hemodinamik yang stabil dengan TD 110/70 N: 82x dengan hasil Laboratorium yang normal. Dilakukan operasi ORIF tibia dan fibula sinistra dipilih penggunaan epidural kateter untuk anestesi. Setelah itu dilakukan test dose untuk memastikan tempat yang tepat. Pernyataan yang tidak tepat mengenai test dose klasik adalah
Menggunakan lidokain 1.5% sebanyak 3 cc
Untuk mendeteksi injeksi intratekal
Dosis epinefrin yang dipakai adalah 0.005 mg/cc
. Epinefrin obat ideal untuk marker injeksi intravaskular
Untuk mendeteksi kemungkinan injeksi intravascular
Wanita 52 tahun direncanakan pembedahan karena fraktur femur. Riwayat sakit liver karena konsumsi kronis alcohol. Pada pemeriksaan pasien sadar baik, jaundice tapi tidak ada tanda encefalopati, tidak ada ascites. Pemeriksaan kimia darah: serum bilirubin 1,5mg/dL, serum albumin 3,6g/dL. Status nutrisi baik. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan perkiraan mortalitas perioperatif?
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 10%
Kriteria Child’s , kondisi pasien termasuk klasifikasi C dengan mortalitas < 1%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas <1%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 3%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi C dengan mortalitas 2,5%
Setelah cidera otak dan dirawat di ICU, seorang pria 37 tahun mengalami poliuria dan pemeriksaan natrium 159 mEq/L. Patologi apakah yang menyebabkan kondisi pasien tersebut
Syndrome of inappropriate anti diuretic hormone
Diabetic ketoasidosis
Cerebral salt wasting syndrome
Central diabetes insipidus
Nephrogenic diabetes insipidus
Seorang perempuan berusia 26 tahun dengan diagnosis fibroadenoma mammae direncanakan tindakan operasi biopsi eksisi. Berdasarkan anamnesis didapatkan riwayat 2 anggota keluarganya meninggal saat dilakukan tindakan operasi akibat peningkatan suhu tubuh saat operasi. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang tidak didapatkan kelainan. Bagaimana perencanaan obat obatan anestesi yang akan anda gunakan untuk induksi dan rumatan pada pasien ini?
Induksi propofol, atracurium, fentanyl, rumatan halothan
Induksi midazolam,rocuronium, pethidine, rumatan isoflurane
Induksi propofol, atracurium, pethidine, rumatan propofol kontinyu (TIVA)
Induksi midazolam, succinylcholine, fentanyl rumatan propofol kontinyu (TIVA)
Induksi midazolam, rocuronium, fentanyl, rumatan sevoflurane
Kondisi klinis dibawah ini akan menyebabkan kurva disosiasi hemoglobin ke kanan
Penurunan suhu tubuh
Peningkatan pH darah
Penurunan kadar 2 3 DPG di sel darah merah
Pada waktu darah melalui kapiler paru
HbF (hemoglobin fetal) berubah menjadi HbA (hemoglobin adult)
Seorang laki laki 50 th dengan luka di bagian tangan kanan akan dilakukan pembersihan dan penjahitan. Rekan anda melakukan pembiusan dengan memberika Lidocaine 2% di sekitar luka. Setelah 30 menit pasien kembali mengeluh kesakitan di tempat luka operasi. Hal tersebut disebabkan karena
Saluran Cl kembali terbuka karena efek Lidocaine sudh habis
Blokade kanal Natrium oleh obat lokal anestesi sudah hilang
Stimulasi nyeri luka dialirkan melalui saraf lain yang tidak terapapar obat
Resting membrane potensial menurun karena pemberian lidocaine
Lidocaine inaktif karena peningkatan pH disekitar luka
Seorang dokter anestesi mendapatkan konsulan operasi cito dari dokter bedah mulut. Pasien laki laki, 34 th, dengan abses submandibula, pasien hanya dapat membuka mulut 2 jari, malampati 2, BB 80 kg tb 155 cm. TD 145/90 HR 110x/m RR 24x/m, direncanakan untuk evakuasi abses dan odontektomi. Dokter anestesi merencanakan persiapan intubasi sulit. Saat mulai induksi, dokter anestesi mengalami kesulitan ventilasi dengan masker, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan sesuai tatalaksana DAS adalah
Melanjutkan induksi dengan segala risiko
Panggil bantuan, lakukan invasive surgical airway
Lakukan cricothyroidektomi lalu konsul bedah untuk trakeostomi
Pertimbangkan penggunaan LMA
Bangunkan pasien, batalkan program
Pada pasien dengan hipovolemia berat terjadi :
Penurunan alveolar arterial oxygen difference
Penurunan volume semenit
Penurunan arterio venous oxygen difference
Peningkatan PCO2 arteri
Peningkatan physiological dead space
Dibandingkan dengan anak yang lebih besar, neonatus meningkatkan ventilasi paru dengan cara bernapas lebih sering daripada lebih dalam, disebabkan
Koordinasi upaya pernapasan dengan cara gerakan mengisap (sucking)
Total respiratory compliance yang tinggi
Otot pernapasan yang belum sempurna
Kemoreseptor pernapasan yang belum sempurna
Asidosis metabolik yang terjadi pada neonatus
Pernyataan yang tepat berikut ini mengenai ruang epidural yaitu :
Dimulai di foramen magnum
Berbentuk cincin
Pada regio lumbar, bagian terluas terdapat pada bagian posterior
Untuk bedah sesar, diperlukan lebih dari 20 ml 0.5% Bupivacaine
Untuk bedah sesar diperlukan blok dari T11 hingga ke S1
Pernyataan yang tepat mengenai sistem pernapasan Mapleson A berikut ini adalah
Merupakan non-rebrething system
Membutuhkan fresh gas flow yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan sistem Mapleson pada ventilasi manual
Merupakan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Magil dari desain asli Mapleson
Membutuhkan fresh gas flow setara dengan dengan besarnya dead space
Memiliki katup ekspirasi yang dekat dengan pasien
Seorang perempuan primigravida umur kehamilan 31-32 minggu yang direncanakan akan dilakukan SC emergensi karena pecah ketuban dan gawat janin, pasien mengeluh napas cepat dan agak berat saat tidur terlentang, pasien didapatkan dengan status fisik ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Kondisi fisiologis kardiovaskuler yang mengarah pada kondisi di atas adalah:
Peningkatan absorpsi Natrium dan retensi air sehingga terjadi relative hypervolemia
anemia yang timbul akibat produksi sel darah merah yang relative kurang
sampai kehamilan aterm volume plasma dapat meningkat sampai 30%
penurunan produksi renin, angiotensin, dan aldosterone sehingga terjadi retensi air
hormone progresteron berhubungan dengan peningkatan konsentrasi protein plasma
Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien SC cito adalah aspirasi pneumonia yang menuntut kehati-hatian seorang dokter anestesi untuk melakukan penatalaksanaan preanestesi dengan medikasi. Hal yang harus dipertimbangkan pada pemilihan obat adalah”
Omeprazol dapat memicu hipertensi pada penderita pheokromasitoma akibat pelepasan katekolamin tumor
metoklopramid ada kalanya dihubungkan dengan myalgia, angioedema dan konstipasi
pencampuran antara larutan partikulat antacid dengan isi lambung lebih baik dibandingkan dengan larutan non particulat dengan isi lambung
5-HT3 antagonis dapat memicu reaksi ekstra pyramidal, depresi napas, dan sedasi
Ranitidine meningkatkan lower esophageal sphincter tone
Pria 70 tahun berat badan 60 kg dengan diagnosis hidronefrosis dextra akan direncanakan tindakan URS. Dari pemeriksaan ditemukan kadar serum kreatinin 6 mg, pemeriksaan lain-lain dalam batas normal. Sebelum dilakukan tindakan anestesi, dokter yang merawat ingin tahu besarnya creatinine clearance. Berapakah creatinine clearance pada pasien ini?
19.72
9.72
0.872
72
97.2
Pria 45 tahun dengan riwayat kanker testis direncanakan laparotomy dengan anestesi umum. Pasien mendapat terapi bleomycin untuk metastasis kanker testis. Apakah pertimbangan pengelolaan anestesi berkaitan dengan toksisitas bleomycin di paru?
perlu pemeriksaan penunjang fungsi paru
pengaturan ventilator mengurangi frekuensi napas
pengaturan ventilator mengurangi frekuensi napas
jangan menggunakan nitros oxide
I:E ratio 1:3
Seorang laki laki pasca bedah ditransfer ke ICU untuk ventilasi mekanik. Saat transport pasien menggunakan ventilator portable yang membutuhkan aliran oksigen 2 l/menit dari silinder E untuk menjalankan sistim katup yang dikontrol secara mekanik. Indikator tekanan silinder 2000 psi. Pengaturan ventilator portable volume tidal 500 ml dan frekuensi 10 kali/menit. Jika kebutuhan tekanan silinder minimal 200 psi agar bisa tetap berfungsi, berapa lama ventilator tersebut bisa berfungsi?
120 menit
60 menit
80 menit
40 menit
30 menit
Bayi laki-laki berusia 3 bulan masuk ruang operasi elektif untuk dilakukan tindakan di daerah leher. Dari pemeriksaan fisis didapatkan frekuensi napas 40 kali/menit, saturasi oksigen 98% dengan udara ruangan, laju nadi 150 kali/menit. Dilakukan pembiusan dengan intubasi endotrakeal dan pemeliharaan anestesi halothan. Sesaat setelah dilakukan penyuntikan campuran anestesi lokal dan adrenalin, tampak laju nadi 220 kali/menit ireguler. Berapakah dosis maksimal adrenalin yang bisa diberikan pada pasien tersebut?
1mcg/kg
100 mcg/kg
10 mcg/kg
0.01 mcg/kg
0.1mcg/kg
Pasien anak-anak 5 tahun berat 20 kg dengan diagnosis otitis media kronis dilakukan operasi timpanoplasti, induksi dilakukan dengan propofol, fentanyl, pelumpuh otot untuk intuasi digunakan atracurium. Rumatan anestesi dengan isofluran + N2O + oksigen. Pembedahan lancer tanpa perubahan hemodinamik yang berarti. Dilakukan ekstubasi dalam dan pasien agak batuk sedikit. Pasca bedah diberikan dexamethasone dan NSAID. Di ruangan diperiksa ternyata graft dari membrane timpani tertarik ke dalam. Kemungkinan penyebabnya adalah
Penggunaan NSAID dan steroid bersamaan
Perdarahan telinga tengah karena gangguan faal pembekuan
Selama pembedahan kedalaman anestesi kurang adekuat
Penggunaan nitrous oxide yang tidak tepat
Ekstubasi kurang dalam sehingga pasien batuk
Seorang wanita 70 tahun akan dilakukan pembedahan knee arthroplasty. Anestesi blok n.femoralis menggunakan Bupivacain 0,5% sebanyak 20 ml. Setelah penyuntukan Bupivacain, pasien tidak memberikan respon terhadap rangsangan dan nadi carotis tidak teraba. Segera dilakukan resusitasi, dan diberikan obat yang spesifik terhadap kondisi tersebut, yaitu:
1 ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 15 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 5 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 15 menit
1 ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 10 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 10 menit
Pasien 40 th dengan ventilasi mekanik, dilakukan hiperventilasi hingga PaCO2 21 mmHg. Berapakah nilai HCO3 jika terjadi penurunan maksimal sebagai kompensasi respiratorik alkalosis tersebu?
12 mEq/L
14 mEq/L
18. mEq/L
20 mEq/L
10 mEq/L
Anestesi lumbal dengan xylocaine 2 %, dilakukan pada seorag pasien hysterectomy vaginal. 3 jam pasca bedah pasien mengalami gangguan motorik berat karena hematoma epidural di lokasi suntikan, yang ditegakan dengan MRI. Untuk hasil yang terbaik dan kembalinya fungai motorik, pembedahan harus dilakukan dalam waktu?
1-4 jam
4-8 jam
18-24 jam
12-18 jam
8-12 jam
Pria 32 th ditolong pemadam kebakaran di ruangan yang mengandung carbon monoxide. Frekwensi nafas korban 42 kali per menit. Korban tampak lemah, mengeluh mual dan disorientasi. Berdasarkan gejalannya, maka kandungan carboxyhemoglobin di dalam darah korban adalah :
10-20 %
20-40 %
> 40 %
10-15 %
5-10 %
Seorang perempuan berusia 70 th mengalami luka di kaki kanan, dari anamnesis keluarganya berkata dia memiliki penyakit darah tinggi , diabetes dan ginjal dan rutin kontrol ke dokter dan mendapatkan terapi HCT dan amlodipin. pemeriksaan fisik menunjukan tekanan darah 160/100 mmHg, dan hasil pemeriksaan penunjang, elektrolit, Na 120 K 3.1 Cl 95, gula darah acak 250 mg persen, ureum 100, kreatinin serum 4.5. pasien ini diprogramkan untuak menjalani operasi amputasi below knee dekstra, apa penyebab hiponatremia yg dialami pasien ini?
Hiperglikemia
Konsumsi amlodipin
Penurunan glomerulus filtration rate
Konsumsi HCT
Kondisi uremia
Seorang pria, 65 th, perokok berat mengeluh nyeri dada dan batuk selama 2 bulan terakhir. Ada pemeriksaan fisik terdapat pembesaran kelenjar limfe supraclavicular kiri. Foto xray thorax terdapat lesi 2 cm di lobus superior kiri. Pemeriksaan kimia darah natrium 123 mmol/L, kalium 3,8 mmol/L, BUN dan kreatinin serum dalam batas normal. Penyebab hiponatremi pada pasien tersebut adalah :
Hipotiroid
Sindroma cerebral salt wasting
Small cell carcinoma paru
Adrenal insufficiency
Tuberculosis paru
Anak usia 10 tahun pasca pembedahan tonsilektomi rawat jalan, 6 jam kemudian datang ke UGD dengan keluhan muntah darah. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tampak pucat, kesadaran agak gelisah, tekanan darah 95/50 mmHg, laju jantung 120x/menit, laju napas 25x/menit, tampak perdarahan akut dari luka operasi. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 9 g/dl. Pasien akan dilakukan pembedahan darurat untuk eksplorasi perdarahan. Apa yang pertama anda lakukan pada pasien ini?
Intubasi endotracheal dengan crash intubation
Intubasi endotracheal dengan awake blind nasal intubation
Intubasi endotracheal dengan teknik rapid sequence intubation
Transfusi darah dengan PRC
Resusitasi cairan dengan kristaloid
Seorang laki laki dengan diagnosa perdarahan intraserebral yang rencananya akan dilakukan kraniotomi, dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 karena peningkatan tekanan intrakranial. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/90 mmHg, laju nadi 50x/menit, laju napas 12x/menit dalam ventilasi mekanik dan suhu 37.7 C. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Setelah dilakukan kraniotomi didapatkan otak yang bengkak. Obat yang direkomendasikan untuk pengontrolan peningkatan TIK yang relatif adalah :
Propofol
Barbiturate
Opioid dosis tinggi
Kortikosteroid
Midazolam
Keuntungan 'Laryngeal Mask Airway' dibanding intubasi trakea
Perlindungan terhadap jalan napas lebih baik
Tidak diperlukan gerak leher yang bebas
Mengurangi kemungkinan distensi lambung
Mengurangi kemungkinan aspirasi
Jarang terjadi spasme bronkus tetapi sering terjadi spasme larynx
Seorang laki-laki 64 tahun akan dilakukan operasi dengan diagnosis osteoarthritis dengan tindakan total knee replacement, dari pemeriksaan umum dan penunjang pada pasien ini tidak ada kelainan. Dan direncanakan menggunakan tindakan anestesi resional spinal. Kontraindikasi relatif pada anestesi regional spinal adalah
Sepsis
Severe Mitral Stenosis
Hipovolemi berat
Pasien menolak
Severe aortic stenosis
Seorang wanita berusia 86 tahun mengalami patah tulang punggul kanan dan menjalani operasi penggantian seluruh sendi punggul kanan. Setelah operasi, pasien mengalami delirium dan disorientasi pasca operasi. Dia mengeluh melihat kerabat yang sudah meninggal mengunjungi kamarnya. Yang tidak dianggap sebagai faktor risiko untuk komplikasi post operatif yang dialami pasien tersebut adalah:
Nyeri
Jenis kelamin wanita
Tipe operasi ortopedi patah tulang pinggul
Hipotensi perioperatif
Gangguan tidur
Seorang pria 30 tahun mengalami sesak nafas, 5 hari sebelumnya mengalami batuk berdahak, badan tampak lemas, dengan laju naps 32x/menit. Pasien tampak gelisah dengan SpO2 85% dengan masker non rebreathing 10lpm, laju nadi 120x/menit, tekanan darah 90/50 mmHg. Indikasi pasien ini memulai dilakukannya ventilasi mekanik adalah:
Rasio PaO2/FiO2<300
Hipotensi
Pasien gelisah
Takipnea
Takikardi
Seorang pria 30 tahun mengalami sesak nafas, 5 hari sebelumnya mengalami batuk berdahak, badan tampak lemas, dengan laju naps 32x/menit. Pasien tampak gelisah dengan SpO2 85% dengan masker non rebreathing 10lpm, laju nadi 120x/menit, tekanan darah 90/50 mmHg. Indikasi pasien ini memulai dilakukannya ventilasi mekanik adalah:
Rasio PaO2/FiO2<300
Hipotensi
Pasien gelisah
Takipnea
Takikardi
Dosis efekstif untuk premedikasi midazolam peroral untuk sedasi dan anxiolisis anak adalah:
0.25 mg/kg berat badan
0.20 mg/kg berat badan
0.30 mg/kg berat badan
0.15 mg/kg berat badan
0.10 mg/kg berat badan
Kecepatan mencapai kedalaman anestesi isofluran berkurang pada kondisi patologis di bawah ini
Pulmonary hypertension
Right to left intracardiac shunt
Morbus Basedow
Shock hipovolemik
Arteriovenosus shunt
Seorang laki laki 35 tahun menderita luka bakar derajat 3 di bagian abdomen direncanakan menjalani debriidemen segera. Rekan anda menggunakan suxamethonium pada saat induksi anestesi. Operasi berjalan sekitar 30 menit. Pada saat ini berada di ruang ICU dengan terpasang ventilator, rekan anda berkata pasien tidak dapat bernapas spontan kembali, bahkan saat diberikan neostigmine. Penyebab pasien tidak dapat bernapas spontan kembali pada kasus diatas adalah
Tidak dilakukan rehidrasi intravena yang cukup pra operasi
Alkalosis metabolic menyebabkan kerja obat memanjang
Peningkatan apneic threshold karena pemberian suxamethonium
Kondisi hyperkalemia pada pasien dengan luka bakar
Pseudokolinesterase tidak bekerja karena neostigmine
Laki-laki berat badan 80 kg, pasca bedah jantung terbuka dilakukan pemasangan ventilator. Kriteria mekanik tambahan yang meningkatkan keberhasilan menyapih pasien dari ventilator adalah
Maximum inspiratory pressure kurang dari
Minute ventilation lebih dari 5 liter
Vital capacity lebih dari 20ml/kg berat badan
Tidal volume lebih dari 10 ml/kg berat badan
Rapid shallow breathing index < 100
Pemberian obat golongan anticholinesterase akan berakibat
Efek blok neuromuskuler obat golongan depolarisasi memendek
Reversal obat gol. nondepolatisasi, asal kadar obat nondepolarisasi cukup rendah
Selalu diikuti efek reversal dari obat golongan non depolarisasi
Reversal efek obat golongan depolarisasi jika blok neuromuskuler tidak total
Blok neuromuskuler memanjang
Pria 30 tahun dikonsulkan oleh sejawat bedah dengan dugaan hollow organ perforation. Sensorium somnolence, tekanan darah 90/50 mmHg, denyut nadi 115 x/menit, frekuensi nafas 25-30 x/menit. Suhu sebelum dilakukan pembiusan 38,5 C. Riwayat penyakit sebelumnya tidak ditemukan kelainan. Dilakukan induksi menggunakan thiopental, succinylcholine, intubasi trachea dan rumatan isoflurane. Saat anestesi otot masseter mengalami rigiditas, pasien takikardia dan core temperature meningkat 1 C setiap 5 menit. Dari data di atas maka dugaannya pasien mengalami:
Serotonine syndrome
Thyroid storm
Spasme otot
Malignant hyperthermia
Sepsis
Seorang perempuan 30 thaun dengan diagnose kista ovarii telah dilakukan tindakan laparoskopi kistektomi, pasien berada di ruang pemulihan. Saat ini pasien dapat menggerakkan 2 ekstremitas dengan perintah, dapat bernafas dengan adekuat. Tekanan darah saat ini 120/80 mmHg (sebelum tindakan anestesi tekanan darah 130/80). Pasien sadar penuh, saturasi O2 98% tanpa bantuan nasal kanul. Berapakah Aldrete Scorenya?
10
5
6
9
7
Seorang perempuan 30 thaun dengan diagnose kista ovarii telah dilakukan tindakan laparoskopi kistektomi, pasien berada di ruang pemulihan. Saat ini pasien dapat menggerakkan 2 ekstremitas dengan perintah, dapat bernafas dengan adekuat. Tekanan darah saat ini 120/80 mmHg (sebelum tindakan anestesi tekanan darah 130/80). Pasien sadar penuh, saturasi O2 98% tanpa bantuan nasal kanul. Berapakah Aldrete Scorenya?
10
5
6
9
7
Yang tidak termasuk pencetus hipertermia maligna adalah:
Desflurane
Ether
Nitrous oxide
Sevoflurane
Succinylcholine
Hal penting diperhatikan pada pemberian propofol untuk induksi anestesi anak adalah
Propofol dapat meningkatkan keburuhan oksigen otak (CMRO2)
Meningkatkan kejadian kejang/konvulsi
Memerlukan dosis yang lebih besar oleh karena volume distribusinya lebih besar
Dosis harus diturunkan
Merangsang terjadinya spasme bronchus
Pasien 50 thaun dilakukan craniotomy tumor fossa posterior dengan posisi duduk. Pembedahan berlangsung lancar sampai 2 jam, kemudian etCO mendadak turun, nadi sedikit meningkat, tekanan darah turun. Diduga penyebab kondisi pasien tersebut adalah emboli udara pulmoner. Pemantauan yang membantu diagnosis emboli tersebut adalah:
Pulse oximeter
Precordial stethoscope
Kateter vena sentral
Transesophegeal echocardiography
EtCO2 monitor
Agar tidak terjadi rebreathing, aliran oksigen pada penderita nafas spontan dengan sirkuit Mapleson A adalah
Sama dengan volume nafas semenit
2 kali volume nafas semenit
Sangat tinggi dan sulit diramalkan
40 ml/kg berat badan/menit
0,5 kali volume nafas semenit
Seorang pasien pria 20 tahun, riwayat terjatuh dari ketinggian 4 meter. Dibawa ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan kelemahan kedua tangan dan kaki. Pasien terlihat kesulitan bernafas. Palpasi ekstremitas teraba dingin basah dan sedikit kemerahan. Di layar monitot tertera laju denyut jantung 40 kali/menit, tekanan darah 80/60. Penyebab kondisi pasien tersebut adalah:
Syok hipovolemia kemungkinan perdarahan
Trauma pada thorax
Histamin release karena trauma
Gangguan sekresi serotonin
Gangguan sistem saraf autonom
Seorang perempuan primigravida umur kehamilan 36-37 minggu yang direncanakan akan dilakukan SC emergensi karena pecah ketuban dan gawat janin, pasien dikatakan mempunyai riwayat asma, kadang mengeluh nafas berat tapi hilang timbul, pasien didapatkan dengan status fisik ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Kondisi fisiologis pada sistem pernafasan ibu hamil adalah
Sampai kehamilan aterm FRC menurun sampai 10%
Retensi CO2 akibat penurunan vital capacity
Diameter trakea menyempit karena pada ibu hamil sering terjadi inflamasi dan infeksi
Saat anestesi sering terjadi desaturasi akibat aortocaval compression
Peningkatan minute ventilation 45-50%
Tentang fungsi fisiologis dari sel endotel yang mengarur tonus vaskular
Vasokonstriktor, vasoaktif mediatornya nitric oxide
Vasokonstriktor, vasoaktif mediatornya prostacycline
Vasokonstriktor, vasoaktif mediatornya angiotensin converting enzyme
Vasodilator, vasoaktif mediatornya leukotrine
Vasodilator, vasoaktif mediatornya thromboksan A2
Bayi 8 bulan direncanakan pembedahan bibir sumbing elektif, pasien reda dari batuk pileknya sejak 3 hari lalu. Berdasarkan potensi resiko pada bayi tersebut, maka
Potensial terjadi edema jalan napas akibat intubasi
Potensial mengalami bronkospasme perioperatif
Potensial terjadi pneumonia pasca bedah operasi jalan napas
Potensi penyulit perioperatif bisa dicegah asal diberi antibiotik profilaksis
Bayi tersebut telah sembuh dari infeksi jalan napas atas sehingga cukup aman untuk dilakukan pembedahan elektif bibir sumbing
Hypoxic pulmonary vasoconstriction merupakan mekanisme fisiologis. Pernyataan yang benar tentang refleks fisiologis tersebut:
Refleks fisiologis tersebut dipicu oeh peningkatan PaCO2 karena hipoventilasi
Refleks fisiologis tersebut dapat meningkatkan
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh turunnya saturasi oksigen hemoglobin di vena pulmonalis < 70 mmHg
Refleks fisiologis tersebut bersifat sistemik
Refleks fisiologis tersebut dipicu olek hipoksia alveolar < 70 mmHg
Sistem pernapasan bayi kurang efisien jika dibandingkan dengan dewasa karena:
diafragma berbentuk kubah (dome shape)
Otot diafragma banyak sel tipe 1
Otoy interkostalis belum berfungsi
Otot pernapasan kekurangan sel tipe 1
Posisi kosta vertical
Wanita 30 th rencana tindakan eksisi fibroadenoma mammae bilaretal. Pada pemeriksaan fisik frekwensi nafas 14x/menit, tekanan darah 120/70 mmHg denyut nadi 80x/menit, sensorium sadar penuh, pemeriksaan lain dalam batas normal. Pasein direncanakan pembiusan dengan anestesi umum intubasi, induksi lancar rumatan inhalasi sevofluran + oksigen + N2O. Setelah operasi selesai, pasein sadar dan bernafas spontan, pasien dilakukan ekstubasi dengan frekuensi nafas 16x/menit, tekanan darah 110/80 mmHg, saturasi oksigen 100 %. Setelah 5-10 menit di ruang pemulihan, perawat melaporkan pasien mengalami desaturasi , frekuensi napas 30x/menit, tidak ada suara nafas tambahan, hemodinamik stabil, penyebab kondisi pasien tersebut adalah
Acute Respiratory distress syndromes
Acute Postoperative Pain
Syock hypovolemic
Airway obstructiom
Diffusion hypoxia
Wanita usia 29 th dengan komorbid porphyria direncakan laparatomi karena kehamilan ektopik terganggu, frekwensi denyut jantung 92x/menit, tekanan darah 110/60 mmHg, obat induksi apakah yang paling tidak aman untuk pasien tersebut :
Suxamethonium
Thiopentone
Isoflurane
Ketamin
Profofol
Seorang laki - laki usia 40 th, dengan diagnosa tumor fossa posterior. Dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 dengan peningkatan tekanan intrakranial kronis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, laju nadi 60 kali per menit, laju nafas 12 kali per menit, dan suhu 37°C. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, dengan faal hemostasis dalam batas normal. Direncanakan operasi kraniotomi trepanasi dengan posisi prone. Pernyataan yang benar mengenai manajemen hipertensi intrakranial adalah
Pemberian mannitol pada pasien dengan aneurysma intracranial dan malformasi arteriovenous (AVM) biasanya dilakukan sebelum cranium dibuka
Pemberian mannitol dengam dosis 5-10 mg/kgBB
Hiperventilasi dengam target PaCO2 20-25 mmHg.
Target osmolaritas serum adalah 280-290 mOsm/L
Edema vasogenic akibat tumor membaik dengan terapi kortiko kortikosteroid
Seorang perempuan dengan diagnosa G1P0 umur kehamilan 36-37 minggu yang akan dilakukan persalinan pervaginam. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7,5 gr/dl dengan faal hemostasis dalam batas normal. Pasien akan disiapkan darah transfusi siap pakai untuk mengantisipasi perdarahan yang timbul selama persalinan. Berapa kira-kira perdarahan pada persalinan normal?
300-500 ml
500-750 ml
200-300 ml
400-500 ml
750-1000 ml
Faktor pembekuan yang sintesisnya tergantung pada vitamin K
Faktor I
Faktor III
Faktor VIII
Faktor X
Faktor V
Seorang perempuan hamil direncanakan SC cito a.i gawat janin dan panggul sempit. Wanita ini makan padat terakhir 3 jam SMRS. Anestesi umum dipilih karena penderita tidak kooperatif. Penyebab muntah dengan resiko aspirasi sering terjadi pada wanita hamil karena: kecuali
Pasien tidak diberi Antasida
Volume lambung <0.4 ml/kgBB
Motilitas lambung berkurang
Pasien tidak diberi H2 blocker
pH asam lambung <2.5
Neonatus laki-laki usia 3 hari masuk ke UGD ec.perut membesar 1 hari terakhir. PF: RR 80x/mnt, SaO2 78% room air, suara napas ronkhi di kedua lapangan paru, HR 208x/mnt, laju nadi menurun 60x/mnt. Apakah penyebab utama bradikardia pada neonatus tsb?
Perdarahan orang dalam
Hipotermia
Hipoksia
Nyeri hebat
Dehidrasi
Seorang wanita 36 tahun, tinggi badan 150 cm, berat badan 80kg menjalani operasi simple mastektomi. Paska bedah pasien mengeluh sakit kepala, tampak kuning, TD 110/70 mmhg, N 105x/menit, RR 20x/menit, suhu 37.3
Bile duct
Posthepatic
Intravascular hemolytic
Hepatic
Prehepatic
seorang laki – laki usia 30 tahun datang ke rumah sakit dengan penurunan kesadaran paska kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik menunjukan GCS E2M4V1 TD 160/90 HR 60x/menit RR 12x/menit pemeriksaan pupil menunjukan anisokor 2/4 mm, dengan reflex cahaya lambat. Tindakan pertama yang dilakukan adalah
Loading cairan untuk menjaga perfusi
Hiperventilasi untuk menurunkan tekanan parsial CO2 hingga 25 mmhg
Intubasi untuk menjaga patensi jalan napas
Sedasi dalam mencegah pasien gelisah
Menurunkan tekanan darah untuk mengurangi perdarahan
Seorang laki – laki, usia 50 tahun dengan diagnose meningioma. dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 dengan peningkatan tekanan intracranial kronis pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmhg, N 60x/menit RR 12x/menit, dan suhu 37C. pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostastis dalam batas normal. direncanakan dilakukan kraniotomi trepanasi. Anestesi inhalasi yang paling tepat untuk menurunkan cerebral compliance adalah :
Isoflurane dan desflurane
Enflurane dan halothane
Desflurane dan sevoflurane
Isoflurane dan sevoflurane
Halothane dan isoflurane
Pasien usia 58 tahun nampak sesak dan ada suara wheezing. Pada pemeriksaan ada suara stridor expirasi dan inspirasi. Terdapat tumor yang menekan trakea. Tipe aliran udara pada tempat obstruksi adalah
Undulant flow
Laminar flow
Turbulent flow
No flow
Stenotic flow
Wanita umur 65 tahun dirawat di ICU setelah menjalani operasi evakuasi hematome intrakranial. Pasien belum dapat bernafas dengan adekuat sehingga pernafasan pasien dibantu dengan ventilator. Dua jam setelah tersambung ke ventilator didapatkan hasil analisa gas darah, sebagai berikut: pH 7.59, pCO2 15 mmHg, paO2 253 mmHg, TCO2 15.30 mmol/L, HCO3 14.80 mmol/L, BE ecf -7.8, SpO2 99%. Pasien diberikan cairan NaCl 0.9% 30 ml/kgBB habis dalam 24 jam. Pada pasien ini jika fungsi ginjalnya masih baik, bagaimanakah respon ginjal untuk mengkompensasi keadaan diatas?
Reabsorbsi ion kalium meningkat
Tidak mengkompensasi apapun karena kompensasi akan dilakukan oleh paru – paru
Mengekskresi ion bikarbonat
Mengabsorbsi ion bikarbonat
Pada awalnya ginjal akan mengekskresi natrium selanjutnya diikuti oleh pengabsorbsian ion bikarbonat
Primipara usia 25 tahun dilakukan epidural untuk persalinan bebeas nyeri. Saat dilakukan pencarian ruang epidural dengan jarum Tuohy 16G terjadi accidental dural tap. Sehari kemudian pasien mengeluh nyeri kepala frontal dan occipital. Yang tidak termasuk dalam pengelolaan post dural puncture headache adalah
Pemberian cairan
Tirah baring profilaksis
Analgesia paracetamol dan/atau NSAID
Pemberian caffein sodium benzoate
Epidural blood patch
Seorang laki – laki usia 71 tahun datang ke IGD setelah terjatuh dari sepeda. Pasien didiagnosa open fraktur digiti 4 pedis sinistra. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 180/100 mmHg, nadi 55-65x/menit irreguler. Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, dan transplant ginjal. Pemeriksaan laboratorium dan faal hemostasis dalam batas normal. Pemeriksaan X-ray dada didapatkan kardiomegali dengan CTR 65%. EKG didapatkan irama AF slow response. Pasien direncanakan untuk dioperasi debridemen dan pinning oleh dokter bedah. Jenis anestesi yang tepat untuk pasien tersebut diatas adalah
Epidural block
Subarachnoid block
Anestesi umum TIVA
Anestesi umum inhalasi masker
Peripheral nerve block
Seorang pasien wanita 26 tahun yang direncanakan untuk dilakukan gastroscopy, pasien dengan status fisik ASA 1 tanpa ada permasalahan apapun dari segi anestesi. Pasien dikonsulkan karena pasien merasa takut, sehingga pasien ingin tertidur pada saat tindakan. Pada ruang endoskopi tersedia alat monitoring bispectral index. Berapakah target BIS yang Anda inginkan agar pasien tersedasi dengan baik sehingga tindakan gastroscopy dapat berjalan lancar?
BIS 40-65
BIS 66-85
BIS dibawah 40
BIS 90-95
BIS dibawah 20
Larutan thiopental 2.5% mempunyai pH:
6
4
>10
2
8
Seorang laki-laki usia 40 tahun dengan diagnose tumor fossa posterior. Dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 dengan peningkatan TIK kronis. Pemeriksaan lab dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Direncanakan kraniotomi trepanasi dengan posisi prone. Tanda dari kegawatan emboli udara vena pada pasien yang menjalani operasi kraniotomi di fossa posterior adalah:
Hipertensi
Penurunan PaCO2
Penurunan etCO2
Hipotermia
Krepitasi di daerah torakal
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dengan berat badan 16 kg dibawa periksa ke dokter karena sering batuk pilek. Selain itu didapatkan pasien sering mengantuk dan tidur mengorok. Pasien kemudian didiagnosis dengan tonsillitis kronis. Pasien direncanakan untuk dilakukan tonsilektomi. Pada pemeriksaan pra anestesi, apakah hal yang paling penting untuk diketahui untuk memutuskan waktu pembedahan?
riwayat sumbatan jalan napas
riwayat henti napas
ada tidaknya riwayat konsumsi aspirin
ada tidaknya infeksi akut
kemungkinan sulit ventilasi dan intubasi
Seorang perempuan 28 tahun dengan diagnosis abortus inkomplit direncanakan untuk dilakukan kuret dengan general anestesi, makan minum terakhir 8 jam yang lalu. Saat saudara datang ke ruang tindakan, saudara melihat pasien tersebut meminum tablet dengan air putih 100 ml. Bagaimanakah keputusan saudara
tindakan kuret saudara mundurkan 6 jam kemudian, karena saudara menganggap puasa pasien tidak cukup
merubah rencana anestesi, yang awalnya direncanakan dengan anestesia umum intravena , diubah menjadi anestesia umum intubasi dengan teknik rapid sequence induction untuk mencegah terjadinya aspirasi
sesuai dengan rencana anestesi semula, pasien tetap dianestesi dengan anestesia umum intravena karena meminum air sampai dengan 150 ml untuk memfasilitasi pemberian obat oral beberapa saat sebelum induksi anestesi tidak menyebabkan peningkatan volume gaster menetap
tindakan kuret saudara mundurkan 4 jam kemudian, karena saudara menganggap puasa pasien tidak cukup
tindakan kuret saudara mundurkan 8 jam kemudian, karena saudara menganggap puasa pasien tidak cukup
Obat antagonis adrenergic dengan efek alpha dan beta adalah
Metoprolol
Esmolol
Propanolol
Atenolol
Labetolol
Termasuk non-katekolamin sintetik kerja tak langsung adalah :
Dopamin
Ephedrin
Phenylephrin
Dobutamin
Isoproterenol
. Seorang anak usia 2 tahun mengalami luka bakar di kedua kakinya (partial thickness). Untuk memperkirakan luas luka bakar sebagai pedoman terapi cairan pada luka bakar, maka kedua kaki dihitung sebesar
Luas luka bakar kedua tungkai 28%
Luas luka bakar kedua tungkai 18%
Luas luka bakar kedua tungkai 36%
Luas luka bakar kedua tungkai 38%
Luas luka bakar kedua tungkai 14%
Seorang pasien laki-laki PS ASA 1 dilakukan pembedahan laparotomy, diberikan napas ventilator, dengan mode volume control. Gelombang etCO2 yang semula normal berangsur dalam waktu 20 menit berubah seperti gambar di bawah ini. Penyebab dari perubahan gelombang etCO2 tersebut adalah :
Hipoventilasi
Pasien mulai bernapas spontan
Malfungsi dari inspiratory valve
CO2 absorber tidak efektif
Malfungsi dari expiratory valve
Pria usia 45 tahun menderita mastoiditis yang akan dilakukan mastoidektomi timpanoplasti. Dari anamnesa riwayat penyakit dahulu, alergi disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 dengan laju nadi 78x/menit. Pemeriksaan penunjang didapatkan hasil normal. Pembedahan dilakukan dengan anestesi umum menggunakan N2O. Berapa waktu minimal N2O dihentikan sebelum pemasangan graft timpani?
60 menit
10 menit
15 menit
5 menit
45 menit
Jika indikator tekanan pada silinder N2O ukuran E mulai menunjukkan penurunan dari tekanan awal yang stabil pada 750 psi (berisi penuh), maka kira-kira tinggal berapa liter gas N2O yang tersisa dalam tabung tersebut
200 liter
800 liter
400 liter
750 liter
600 liter
Seorang wanita 66 tahun direncanakan pembedahan AMP, dengan komorbid Parkinson’s disease. Pasien tersebut mendapatkan terapi Levodopa, dari anamnesis sering mengalami PONV. Terapi antiemetik yang sesuai untuk pasien tersebut adalah
Prochlorperazine dan metoclopramide
Droperidol dan prochlorperazine
Metoclopramide dan ondansetron
Domperidone dan ondansetron
Ondansetron dan prochlorperazine
Seorang laki-laki usia 50 tahun dengan diagnosa meningioma. Dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 dengan peningkatan tekanan intracranial kronis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 nadi 60 kali/menit, laju napas 12 kali/menit dan suhu 37. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Direncanakan dilakukan kraniotomi trepanasi. Hal yang tidak mempengaruhi tekanan intracranial adalah
. Aliran darah vena
Cairan limfe
Cairan serebrospinal
Aliran darah ke serebral
Cairan limfe
Minimal alveolar concentration berkurang pada keadaan di bawah ini :
Pengguna cocaine
Usia remaja
Kecanduan alkohol kronis
Hipernatremia
Keracunan alkohol akut
Pria 50 tahun dirawat di ICU, pada pemeriksaan AGD didapatkan hasil pH 7.13, PaO2 82 mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCO3 13 mmol/L. Pada pemeriksaan elektrolit didapatkan Kalium 5.3, Na 125, Cl 82. Berdasarkan perhitungan anion gap dan hasil laboratorium ini, maka pasien tersebut mengalami
Penurunan yang berat dari anion gap
Normal anion gap
. Peningkatan anion gap
Penurunan ringan anion gap
Penurunan sedang anion gap
Seorang pria 72 tahun dengan riwayat perokok berat mengeluh nyeri kronis tungkai bawah. Pada pemeriksaan klinis didapatkan ulkus iskemik di kedua tungkainya. Oleh ahli bedah vaskuler dikonsulkan ke klinik nyeri untuk pengelolaan nyerinya. Terapi yang paling efektif untuk pasien tersebut adalah :
Simpatektomi kimiawi lumbar
Steroid epidural lumbal
Morfin reguler
Blok pleksus hipogastrik superior
Blok serabut saraf
Seorang wanita 38 tahun dengan riwayat infeksi saluran atas dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan otot kaki yang cepat menjalar ke atas disertai parestesi dan arefleksia, namun fungsi kencing tidak terganggu. Pada pemeriksaan didapatkan kelumpuhan flaccid dan neuropati tungkai bawah. Pemeriksaan cairan serebrospinal: hitung sel normal tapi protein meningkat. Pernyataan yang berkaitan dengan diagnosis penyakit ini adalah :
Patogenesis penyakit melalui mekanisme autoimun akut di saraf perifer
Terjadi obstruksi cairan serebrospinal keluar dari ventrikel 4
Tergolong penyakit neurodegeneratif dari upper dan lower motor neuron dan ada faktor keturunan
Patologi anatomi kelainannya di spinal cord, sering pada wanita usia 20-40 tahun
Prognosis penyakit ini jelek karena jarang pulih seperti semula
Pasien wanita 20 th yang direncanakan untuk dilakukan gastroskopi, pasien dengan status fisik ASA 1. Pasien dikonsulkan karena pasien merasa takut, sehingga pasien ingin tertidur pada saat tindakan. Pada ruang endoskopi tersedia alat monitoring BIS spectral index. Berapakah target BIS agar pasien tersedasi sehingga gastroskopi lancar?
BIS 40-65
BIS di bawah 40
BIS 90-95
BIS di bawah 20
BIS 66-85
Peningkatan nadi dan tekanan darah pada penggunaan ketamin melalui mekanisme :
Percepatan metabolisme katekolamin darah
Inhibisi reuptake norepinefrin pada saraf terminal
Reuptake adrenalin pada saraf preganglionik
Inhibisi saraf para simpatik
Inhibisi reuptake asetilkolin pada saraf terminal
Seorang perempuan usia 65 tahun dengan perdarahan intraserebral dan intraventrikular. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70, nadi 65x/menit, suhu 37, napas 12x/menit. Dalam ventilasi mekanik. Pada pemeriksaan lab, dalam batas normal. Dilakukan operasi drainase ventrikular eksterna dan dilakukan pengukuran tekanan intrakranial sebesar 15 mmHg. Berapa CPP jika ICP 15 mmHg?
80 mmHg
70 mmHg
60 mmHg
75 mmHg
65 mmHg
Anak usia 8 tahun, dengan berat badan 25 kg, akan direncanakan pembedahan untuk reduksi dan fiksasi fraktur humerus kanan. Pemeriksaan fisik, nadi 96x/menit, napas 20x/menit, lain lain dalam batas normal. Rencana anestesi umum dengan intubasi trakea. Berapakah perkiraan diameter, dalam dan panjang masuk pipa endotrakea di level bibir?
ID 5, panjang masuk 10 cm
ID 5, panjang masuk 12 cm
ID 6, panjang masuk 12 cm
ID 5, panjang masuk 18 cm
ID 6, panjang masuk 18 cm
Pria 63 tahun mengalami penyulit fistel bronchopleural setelah pneumonectomy. Pasien diberikan ventilasi mekanik ICU dan sulit mendapatkan tidal volume yang cukup karena kebocoran melalui fistel. Tindakan yang efektif untuk mencukupi ventilasi pada saat dilakukan pembedahan ulang pasien tersebut adalah:
Menurunkan frekuensi napas dari ventilator
Menaikkan PEEP di atas 7 cm H2O
Pemasangan double lumen tube
Menurunkan tekanan inflasi dari ventilator
Meningkatkan flow rate sebesar kebocoran
Seorang pria 55 tahun dikonsulkan ke anestesi untuk persiapan pembedahan herniotomy. Pasien pernah mengalami pembedahan untuk Ca thyroid, pascabedah pasien tidak keluar suara jika berbicara, tidak ada keluhan sesak napas. Gangguan yang pernah dialami pasien tersebut adalah
Lesi nervus laryngeus superior unilateral
Lesi nervus vagus unilateral
Lesi nervus laryngeus recurrent bilateral
Lesi nervus laryngeus reccurent unilateral
Lesi nervus laryngeus superior bilateral
Seorang laki-laki 28 tahun preoperasi fraktur humerus sangat terganggu nyeri yang dideritanya. Dokter anestesi bermaksud memberikan terapi opioid sementara menunggu jadwal operasi untuk terapi nyeri pada penderita ini. Yang menjadi pertimbangan adalah
Opioid dosis besar dapat menghasilkan efek anestesi umum, tergantung ikatan reseptor, terutama reseptor
Opioid dosis besar tidak memblok hormone antidiuretic
Salah satu efek morphine thd pernapasan adalah menurunkan nilai ambang apnea
Opioid aman dari efek
Intraoperatif hipertensi sering terjadi pada pemberian dosis besar opioid N2O
Mekanisme dantrolene sebagai terapi malignant hyperthermia yang disebabkan oleh pemberian succinylcholine adalah
Secara central menurunkan suhu tubuh
. Pengaruh tidak langsung terhadap relaksasi otot bergaris
Menghambat pelepasan ion kalsium dari reticulum sarkoplasmik
Antagonis dari ikatan succinylcholine pada reseptor nicotinic
Meningkatkan derajat metabolisme succinylcholine
Agonis adrenergic berikut ini merupakan pilihan dalam menangani pasien dengan gagal jantung kongestif yang disertai penyakit jantung coroner, terutama jika pembuluh darah perifer meningkat, adalah :
Norepinefrin
Ephedrine
Dobutamin
Dopexamine
Isoproterenol
Pasien usia 20 tahun, dilakukan laparoscopic appendectomy darurat. Induksi dengan Teknik RSI, rumatan anesthesia inhalasi isoflurane suplemen fentanyl. Saat pembedahan berlangsung frekuensi denyut jantung naik dari 80 menjadi 130x/menit, tekanan darah meningkat dari 120/70 menjadi 150/90 dan etCO2 naik dari 41 menjadi 59. Pasien berkeringat banyak dan suhu 39.5
Diskoneksi vaporizer dan ventilasi dengan oksigen 100%
Hentikan pembedaran dan pasien dibawa ke ICU
Beri dantrolene intravena sesuai dosis standar untuk hipertermi maligna
Periksa terhadap potensi terjadinya dan tanda-tanda
Ganti mesin anestesi yang tidak dilengkapi vaporizer
Sugammadex merupakan relaxan-binding agent yang bersifat selektif dan ada yang menyebut injectable receptor. Obat tersebut efektif untuk mengikat pelumpuh otot :
Rocuronium
Atracurium
Pancuronium
Cisatracurium
Semua pelumpuh otot non-depol bisa direverse oleh sugammadex
Pasien geriatric akan menjalani pembedahan AMP dengan anestesi umum. Premedikasi atropine tidak diberikan dengan pertimbangan pasien memiliki komorbid
Parkinson disease
Amylotropic Lateral Sclerosis
Alzheimer disease
Multiple sclerosis
COPD
Preoksigenasi saat induksi anestesi memperpanjang waktu sebelum terjadi hipoksia kritis selama periode apnea. Mekanisme yang mendasari hal tersebut adalah:
Terjadi peningkatan oksigen yang larut di plasma
Oksigen mengganti nitrogen pada kompartemen FRC
Mengurangi?
Periode apnea boleh lama karena FiO2 100%
Terjadi peningkatan saturasi oksigen perifer
Seorang perempuan hamil anak kedua umur kehamilan 37-38 minggu yang direncananya akan dilakukan SC elektif karena tinggi ibu pendek dan kesempitan panggil, saat ini pasien sudah mengeluh sakit perut hilang timbul, pasien didapatkan dengan status fisis ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Optimal analgesia yang dibutuhkan dalam persalinan kala 1 adalah
T10-L1
T12-L1
T8-S4
T10-S4
T8-L1
Pasien 35 tahun dengan plasenta akreta post SC dan histerektomi, mendapatkan transfuse PRC post operatif. Saat transfuse berjalan 15 menit, pasien mengeluh mual, panas, dan menggigil. Pada pemeriksaan fisis didapatkan laju pernapasan 28x/menit, denyut nadi 120x/menit, tekanan darah 90/60 mmHg, suhu badan 38.5. Tindakan yang pertama kali dilakukan adalah:
Memberikan oksigen dengan fraksi tertinggi
Memberikan deksamethasone dengan dosis 0.1-0.5 mg/kgBB
Transfusi segera dihentikan dan mengganti infus jalur baru
Memberikan antipiretik
Memberikan loading cairan kristaloid intravena dan osmotic diuresis
P50 untuk individu dewasa dengan hemoglobin normal adalah:
46 mmHg
36 mmHg
16 mmHg
26 mmHg
56 mmHg
Pria 50 tahun dirawat di ICU, pada pemeriksaan analisis gas darah didapatkan hasil pH 7.13, paO2 82 mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCO3 13 mmol/L, pada pemeriksaan elektrolit didapatkan kalium 5.3 mmol/L, natrium 125 mmol/L, klorida 82 mmol/L. Berdasarkan hasil pemeriksaan Analisa gas darah dan perhitungan anion gapnya, di antara diagnosis di bawah ini, manakah yang paling mungkin diderita oleh pasien?
Ketoasidosis
Intoksikasi asetazolamide
Renal tubular acidosis
Pancreatic fistula
Diare (kehilangan bikarbonat kronis)
Pria usia 24 tahun berat badan 54 kg, direncanakan pembedahan tonsilektomi. Pasien alergi ikan laut dan udang. Induksi propofol dan rocuroniumsetelah preoksigenasi, rumatan sevoflurane suplemen analgetik fentanyl. Cairan rumatan RL 1000 ml. Operasi berlangsung selama 90 menit. Pasca ekstubasi pasien mengalami laringospasme. Saat dirawat di ruang pemulihan, pasien mengeluh sesak napas dan auskultasi paru menunjukkan ronkhi halus di kedua lapangan paru. Penyebab kondisi ini adalah:
Perdarahan ulang dari luka operasi intraoral
Edema paru pasca laringospasme
Overhidrasi cairan rumatan ringer laktat
Pemasangan ETT dengan ukuran yang terlalu besar
Pelepasan histamin yang hebat karena menggunaan rocuronium
Seorang anak berusia 13 tahun akan direncanakan untuk dilakukan tindakan operasi appendektomi melalui laparotomi. Berdasarkan anamensis didapatkan riwayat epilepsy dengan frekuensi kejang 1 bulan 1 kali. Hingga saat ini pasien rutin meminum luminal. Pemeriksaan fisis dan laboratorium didapatkan dalam batas normal. Obat anestesi inhalasi apakah yang sebaiknya dihindari pada kondisi pasien di atas?
Halothane
Desflurane
Sevoflurane
Enflurane
. Isoflurane
Coronary perfusion pressure (perbedaan tekanan diastolic aorta dan tekanan diastolic atrium kanan) adalah salah satu parameter fisiologis yang dapat menilai efektivitas kompresi dada, indicator yang baik untuk memperkirakan coronary perfusion pressure adalah tekanan diastolic arterial pada:
Arteri carotis, arteri radilais, arteri femoralis
Arteri radialis, arteri brachialis, arteri axillaris
. Arteri carotis, arteri brachialis, arteri radialis
Arteri carotis, arteri brachialis, arteri femoralis
Arteri radialis, arteri brachialis, arteri femoralis
Pada gambar di atas, flow volume loop yang ditandai dengan
Asma
Emphysema
Bronchiectasis
Lung Fibrosis
Tracheal stenosis
