Font size
WorksheetsPaket 7
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Pria 64 tahun masuk ke ruang ICU pasca bedah laminektomi tumor myelum. Intraoperasi terjadi pendarahan masif hinggal 3 L, hingga sempat terjadi kondisi syok hipovolemik. Operasi berlangsung selama 12 jam, sehingga pasca bedah dilakukan pemanjangan ventilasi mekanik. Pasien dilakukan ekstubasi pipa endotrakheal keesokan harinya dan pasien mengeluh gangguan penglihatan. Berdasarkan riwayat penyakit tidak didapatkan gangguan penglihatan sebelumnya, pada pemeriksaan funduskopi tidak didapatkan kelainan. Berdasarkan data diatas, kondisi apa yang mungkin terjadi pada pasien tersebut?
Cortical Blindness
Anterior Ischemic Optic Neuropathy
Retinal detachment
Posterior Ischemic Optic Neuropathy
Ophtalmic venous obstruction
Anak usia 11 tahun obese telah dilakukan pembedahan tonsilektomi. Pada waktu petang tampak pucat dan hipotensi, nampak cemas. Diagnosis pendarahan pasca tonsilektomi, direncanakan ekplorasi perdarahan. Setelah resusitasi cairan, metode induksi yang disarankan untuk kasus tersebut adalah
Rapid Sequence intubation dengan etomidate dan succinylcholine
Rapid sequence intubation dengan thiopental dan rocuronium
Induksi inahalasi dengan desflurane posisi ‘head down’
Induksi inhalasi dengan sevoflurane posisi ‘head down’
Rapid sequence intubation dengan propofol dan rocuronium
Pria 60 tahun mengalami penyulit laryngospasme pada hari pertama pascabedah thyroidectomy total karena carcinoma thyroid. Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis penyebab laryngospasme dan terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah:
Serum calcium
Electrocardiogram
Nasendoscopy untuk menilai fungsis plica vocalis
Serum magnesium
Serum TSH
Anak usia 3 tahun menjalani operasi tonsilektomi. Setelah operasi selesai dan pasien sudah bernafas secara spontan, dilakukan ekstubasi pipa ET. Beberapa saat paska ekstubasi pasien nampak sesak, refraksi sela iga, disertai suara batuk ‘croupy’. Saturasi turun hingga 90%. Pernyataan yang tepat dari keadaan tersebut adalah :
Intubasi trakhea menggunakan pipa endotracheal ID 4.5
Saat intubasi pipa mudah masuk glottis tapi sesak setelah lewat glottis
Situasi tersebut disebabkan stimulasi sensorik n. glossopharyngeal
Merupakan gejala yang spesifik dari spasme larynx
Terjadi edema pada jalan nafas level cartilage cricoid
Wanita umur 65 tahun dirawat di ICU setelah mnejalani operasi evakuasi hematome intrakranial. Pasien belum dapat bernafas dengan adekwat sehingga pernafasan pasien dibantu dengan ventilator. Dua jam setelah tersambung ke ventilator didapatkan hasil analisa gas dara sebagai berikut: pH 7.59. PCO2 15 mmHg, PaO2 253 mmHg, TCO2 15.30 mmol/L, HCO3 14.80 mmol/L, BEecf -7.8, SpO2 99%. Pasien diberikan carian NaCL 0,9% 30 cc/kgBB habis dalam 24 jam. Pada pasien ini jika fungsi ginjalnya masih baik, bagaimanakan respon ginjal unuk mengkompensasi keadaan diatas?
Mengeksresi ion bikarbonat
Mengabsorsi ion bikarbonat
Reabsorsi ion kalium meningkat
Pada awalnya ginjal akan mengekskresi natrium selanjutnya diikuti dengan pengabsorbsian ion bikarbonat.
Tidak melakukan kompensasi apapaun karena kompensasi akan dilakukan oleh paruparu
Seorang pria 72 tahun dengan riwayat perokok berat mengeluh nyeri kronis tungkai bawah. Pada pemeriksaan klini didapatkan ulkus iskemik di kedua tungkainya. Oleh ahli bedah vaskuler dikonsulkan ke klinik nyeri untuk pengelolaan nyerinya. Terapi yang paling efektif untuk pasien tersebut adalah :
Blok serabut saraf
Steroid epidural lumbal
Blok plexus hipogastik superior
Simpatektomi kimiawi lumbar
Morpin regular
Pria 45 tahun berat badan 60 kg riwayat perokok berat dan penderita asma bronkiale, diantar keluarga ke IRD karena serangan asma. Dokter IRD yang merawat akan memberikan obat aminofilin dengan mempertimbangkan berbagai hal termasuk dalam asap rokok terkandung polycyclic hydrocarbons yang berpengaruh terhadap metabolisme berbagai obat di hepar. Apakaha pengaruh asap rokok terhadap aminofillin pada pasien diatas?
Menurunkan kebutuhan dosis aminofillin
Tidak merubah kebutuhan dosis aminiofillin
Menyebabkan toleransi terhadap aminofillin
Meningkatkan kebutuhan dosis aminofillin
Menyebabkan takifilaksis terhadap aminofillin
Wanita usia 35 tahun G2P1A0 hamil usia kandungan 39 minggu datang atas rujukan dari puksesmas karena mengalami partus laama. Tekanan darah 122/78 mmHg, frekwesni denyut nadi 90x/m frekwensi nafas 24x/m, suhu 37oC. Pasien kemudian direncanakan operasi SC cito. Perubahan fisiologi antara lain penurunan FRC rata2 sebesar :
30%
40%
20%
50%
10%
Organ tubuh yang paling banyak mendapat aliran darah per-satuan berat per-satuan waktu adalah
Ginjal
Tulang
Jantung
Hepar
Kulit
Pria 58 tahun dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan otot kaki yang cepat menjalar keatas, namun fungsi kandung kencing tidak terganggu. Pada pemeriksaan didaptkan kelumpuhan flasid dan neuropati perifer tungkai bawah. Pemeriksaan cairan serebrospinal: hitung sel normal tapi protein meningkat. Diagnosis yang sesuai dengan pasien tersebut adalah :
Myasthenia gravis
Penyakit menyangkut ‘motor neurone’
Gangguan keseimbangan elektrolit berat
Tranverse myelitis
Guillain-Barre syndrome
Tentang fungsi fisiologis dari sel endothel yang mengatur tonus vaskuler
Vasodilator, vasoactive mediatornya thromboxane A2
Vasodilator, vasoactive mediatornya leukotriene
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya nitric oxide
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya angiotensin converting enzyme
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya prostacycline
Stimulasi medullary chemoreceptors untuk meningkatkan ventilasi
Reaksi dari peningkatan ion hidrogen di cairan cerebrospinalis
Diakibatkan oleh rendahnya PaO2
Merupakan reflex dari aktivitas diaphragma
Rangsangan dari penurunan pH darah arterial
Rangsangan terkuat oleh peningkatan PaCO2
Seorang pasien mendapat terapi oksigen dari silinder ukuran E dengan aliran 3 liter/menit. Pengukuran tekanan silinder menunjukkan angka 1000 psi yang menunjukkan kapasitas oksigen dalam silinder tinggal separuh. Dengan terapi oksigen pada pasien tersebut maka isis silinder akan habis dalam waktu :
30 menit
60 menit
75 menit
90 menit
110 menit
Mekanisme dantrolene sebagai terapi malignant hypethermia yang disebabkan oelh pemberian succinylcholine adalah :
Menghambat pelepasan ion calcium dari sarcoplasmic recticulum
Pengaruh tidak langsung terhadap relaksasi otot bergaris
Meningkatkan derajat metabolis succinylchloline
Antagonis dari ikatan succinylchloline pada reseptor nicotinic
Secara central akan menurunkan suhu tubuh
Pria 60 kg dengan komorbid hipertensi dimasukkan ICU setelah pembedahan darurat laparotomy karena kebocoran pembedahan oesophagectomy sebelumnya. Di ruang pulih sadar pasien cenderung hipertensi dan hipotermi, namun dengan penghangatan menggunakan matras dan selimut udara sekarang nomotermi. Pemeriksaan lain, tekanah darah 95/40 mmHg, frekwensi denyut jantung 110x/menit. Cardiac index 3.2 L/m2 , PAOP 4 mmHg, SVR 50 dynes/cm/sec-5 , base excess -7 mmol/L, 2 jam terakhir produksi urine 30 ml. Tindakan apakah yang tepat untuk kondisi terakhir dari pasien tersebut?
Pemberian furosemide 40 mg iv
Pemberian mannitol 0.5g/kg iv
Pemberian norepinephrine
Pemberian cairan kristaloid untuk ‘fluid challenge’
Pemberian dobutamine
Pria 70 tahun direncanakan oesophagectomy approach thoracoabdominal, memerlukan teknik ventilasi ‘one lung’ menggunakan ‘double lumen endotracheal tube’. Perubahan fisiologis akibat teknik ventilasi ‘one lung’ dengan memasang ‘double lumen endotracheal tube’ adalah :
Terjadi ‘left-to-right intrapulmonary shunt’
Mempresempit perbedaan PO2 di arterial dan alveoli
Hipokapnia mengurangi intrapulmonary shunting melalui inhibisi ‘hypoxic pulmonary vasoconstriction’
Hipoksia disebabkan atelectasis paru yang tidak dilakukan pembedahan
‘Hypoxic pulmonary vasoconstriction’ menurunkan aliran darah pada ‘dependent lung’
Pria 55 tahun dengan diagnose myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendpatkan terapi cholinesterase inhibitor dan prenidsolone. Pemeriksaan penunjang normal. Pengelolaan anestesi yang dianjurkan untuk pasien ini adalah :
Ventilasi mekanis pasca bedah
RSI menggunakan suxamethonium
Harus diberikan obat ‘reversal’ cholinesterase inhibitor
Dosis obat pelumpuh otot non-depolarizing untuk intubasi harus dikurangi
Pasca bedah masukkan ke ICU
Pria berusia 24 tahun datang ke rumah sakit dibawa oleh temannya karena tidak sadarkan diri di depan rumah temanya. Riwayat obat yang diminum sebelumnya tidak diketahui. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, tekanan darah 105/52, frekwensi denyut nadi 52x/m, frekwensi napas 10-12x/m, SpO2 96% binasal kanul 3 L/m. Kedua pupil mata miosis. Terapi apa yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut?
Terapi bilas lambung
Dilakukan renal dialysis
Dilakukan intubasi dan ventilasi mekanik
Dilakukan pemberian obat acetylcysteine
Dilakukan pemberian obat naloxone
Pria usia 24 tahun berat badan 54 kg direncanakan pembedahan tonsilektomi. Pasien alergi ikan laut dan udang. Induksi propofol dan rocuronium setelah preoksigenasi, rumatan sevoflurane suplemen analgetik fentanyl. Cairan rumatan RL 1000mL. Operasi berlangsung selama 90 menit. Pasca intubasi pasien mengalami laringospasme. Saat dirawat di ruang pemulihan, pasien mengeluh sesak nafas dan auskultasi paru menunjukkan ronkhi halus di kedua lapangan paru. Penyebab kondisi ini adalah:
Overhidrasi cairan rumatan ringers laktat
Pendarahan ulang dari luka operasi intraoral
Edema paru pasca laringospasme
Pemasangan ETT dengan ukuran yang terlalu besar
Pelepasan histamine yang hebat karena penggunaan rocuronium
Seorang wanita 70 tahun akan dilakukan pembedahan ‘knee arthroplasty’. Anestesi blok n. femoralis menggunakan bupivacaine 0.5% sebanyak 20 ml. Setelah penyuntikan bupivacaine, pasien tidak memberikan respon terhadap rangsangan dan nadi carotis tidak teraba. Segera dilakukan resusitasi, dan diberikan obat yang spesifik terhadap kondisi tesebut, yaitu:
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 1 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 5 menit
1ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1 menit
1ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 1 menit
Keuntungan ‘Laryngeal Mask Airway’ dibanding intubasi trakea
Perlindungan terhadap jalan nafas lebih baik
Melindungi kemungkinan aspirasi
Tidak diperlukan gerak leher yang bebas
Jarang terjadi spasme bronchus tapi sering terjadi spasme larynx
Mengurangi kemungkinan distensi lambung
Primipara usia 26 tahun, dilakukan analgesia persalinan dengan teknik epidural kontinyu. Kardiovaskular ibu stabil dan ibu diberi oxytocin iv kontinyu. Dua jam setelah pemberian obat anestesi terjadi bradikardi fetal. Tindakan yang paling tidak efektif untuk resusitasi fetus tersebut adalah:
Diberikan terbutaline subkutan
Menghentikan pemberian obat epidural kontinyu
Ibu diposisikan ke lateral kiri
Menghentikan pemberian oxytocin
Ibu diberikan terapi oksigen
Wanita 35 tahun dibawa ke UGD karena diduga intoksikasi amitriptyline. Kesadaran menurun dengan GCS 6 dan tekanan darah 90/45. Pada perekaman jantung 12 sandapan kemungkinaan menunjukkan :
Complete heart block
Atrial fibrillation atau tall T
Sinus tachycardia dan prolonged QRS complex
Sinud bradycardia dan prolonged QRS complex
Ventricular tachycardia
Transmisi rangsang propioseptif melalui :
Serabut A-alpha
Serabut C
Serabut B
Serabut A-gamma
Serabut A-beta
Pria 52 tahun dengan diagnosis phaechromocytoma direncanakan reseksi kelenjar suprarenal. Pasien telah mendapat terapi phenoxybenzamine 2 x 40 mg selama 10 hari. Pemeriksaan pasien 3 hari yang lalu frekwensi denyut jantung sekitar 110-120x/menit, tekanan darah 146/86 mmHg telentang dan 110/68 mmHg jika duduk. Terapi yang perlu diberikan berdasarkan data pemeriksaan terakhir tersebut adalah :
Tambahan propranolol
Stop phenoxybenzamine ganti dengan phentolamine
Tingkatkan dosis phenoxybenzamine
Pembedahan bias dilakukan
Tambahkan enalapril
Pria 62 tahun dilakukan pembedahan laparotomy karena ileus obstruktif. Riwauat penyakit: hipertensi dan depresi terkontrol dengan ACE inhibitor enatapril dan MAO inhibitor phenelzine. Selama pembedahan tekanan darah turun 65/30 dari 140/90, frekuensi denyut jantung 120 kali/menit. Dilakukan pemberian cairan namun tekanan darah hanya meningkat 70/40. Tindakan lain yang paling tepat untuk memperbaiki tekanan darah adalah :
Infus nonadrenaline dengan pemantauan tekanan arterial
Bolus intravena ephedrine 10 mg
Bolus intravena metaraminol 500 mcg
Pemberian phenylephrine secara titrasi
Infus vasopressin dengan pemantauan tekanan arterial
Obat antagonis adrenergic dengan efek alpha dan beta adalah :
Esmolol
Atenolol
Labetanol
Propranolol
Metoprolol
Seorang remaja kecelakaan lalu lintas dibawa ke instalasi rawat darurat. Kesadaran baik, mengeluh nyeri di bagian belakang leher. CT scan terdapat ‘non-displaced’ fraktur cervical 4 dan 5. Pemeriksaan fisik, tidak ada reflek otot bisceps bilateral dan rasa raba bahu berkurang. 8 jam kemudian SpO2 turun menjadi 90%, Analisa gas darah PaO2 60, PaCO2 51. Penyebab dari kondisi tersebut adalah :
Depresi pusat nafas
Paralisa otot diaphragm
Paralisa otot intercostal bilateral
Overdosis morphine
Aspirasi isi lambung ke paru
Peningkatan nadi dan tekanan darah pada penggunaan ketamine melalui mekanisme:
Percepatan metabolism katekolamin darah
Inhibisi reuptake norepinefrin pada saraf terminal
Inhibisi saraf parasimpatik
Inhibisi reuptake asetilkolin pada saraf terminal
Reuptake adrenalin pada saraf preganglionic
Wanita 67 tahun telah dilakukan pembedahan ‘total knee replacement’. Analgesia pasca bedah menggunakan PCA dan saat ini telah masuk morphin total sebanyak 40mg di ruang pulih sadar. Petugas ruang pulih sadar mencemaskan dosis morphine kebanyakan. Apakah yang harus ditentukan petugas kesehatan sebagai tanda awal overdosis morphine?
Frekuensi nafas kurang dari 8x/menit
Derajat sedasi meningkat secara progresif
Penurunan dari SpO2
Nafas cepat dan dangkal
Muntah yang tidak bisa diatasi
Bayi 8 bulan direncanakan pembedahan bibir sumbing elektif, pasien reda dari batuk pileknya sejak 3 hari yang lalu. Berdasarkan potensi resiko pada bayi tersebut, maka :
Potensial terjadi edema jalan nafas akibat intubasi
Potensial terjadi pneumonia pasca bedah operasi jalan nafas
Potensial terjadi bronkospasme perioperative
Potensi penyulit perioperative bias dicegah asal diberi antibiotic profilaksis
Bayi tersebut telah sembuh dari infeksi jalan nafas atas sehingga cukup aman untuk dilakukan pembedahan elektif bibir sumbing
Wanita 43 tahun pasca bedah mastektomi akan dilakukan operasi ulang diseksi nodul axilla, pasien mendapat obat kemoterapi kombinasi dengan cyclophosphamide dalam 2 minggu terakhir. Kondisi umum pasien baik, keluhan saat ini mual muntah yang dialami selama pemberian obat kemoterapi. Efek samping mual muntah pasien ini timbul karena:
Terjadi hipertrofi pada saluran gastrointestinal
Mukosa gastrointestinal menjadi lebih sensitive
Stimulasi yang kuat pada system saraf pusat
Epitel gastrointestinal mengalami deskuamasi
Iritasi mukosa gaster yang disebabkan metabolic acrolein
Wanita usia 35 tahun, berat badan 60 kg, direncanakan pembedahan rekonstruksi tumor lengan. Pemeriksaan darah lengkap Hb 15 g/dL, hematocrit 40%, trombosit 932.000/cmm. Dokter bedah plastik mengusulkan hematokrit sekitar 30% dalam waktu 24-48 jam pertama pasca bedah. Jika perkiraan volume darah wanita 65 ml/kg berat badan, berapakah perkiraan pendarahan untuk mencapai hematocrit 30%?
1400 ml
1200ml
600ml
800ml
1000ml
Primigravida usia 27 tahun dengan usia gestasi 38 minggu akan dilakukan pembedahan section cesar dengan teknik anestesi umum. Sebelum induksi dilakukan pre-oksigenasi. Perubahan fisiologis apakah yang mengharuskan dilakukanya preoksigenasi pasien tersebut?
Peningkatan produksi CO2
Penurunan functional residual capacity rata2 sebesar 20%
Peningkatan anatomical dead space sebesar 20%
Peningkatan ‘minute volume’ sebesar 20%
Peningkatan ‘closing capacity’ sebesar 15%
Wanita usia 29 tahun dengan komorbid porphyria direncanakan laparotomi darurat karena kehamilan ektopik yang terganggu. Frekwensi denyut jantung 92x/menit, tekanan darah 110/60. Obat induksi apakah yang paling tidak aman untuk pasien tersebut?
Thiopentone
. Propofol
Ketamine
Suxamethonium
Isoflurane
Pria dengan diagnosis ablatio retina direncanakan vitrektomi. Dari pemeriksaan fisik pasien, termasuk ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Anestesi umum induksi propofol 100 mg, fentanyl, 100 mcg, rocuronium 30 mg dan rumatan anestesi dengan sevofluran 2% dan N2O. Pasca bedah dokter mata mengelihkan peningkatan tekanan intraokuler. Penyebab peningkatan tekanan intraokuler dari kasus ini adalah :
N2O karena dapat mengakibatkan kekakuan bola mata
N2O karena mengisi rongga disekitar bola mata
N2O karena dapat meningkatkan aliran darah ke dalam bota mata
N2O karena lebih sulit terserap dalam darah dibandingkan dengan gas nitrogen diudara
N2O karena dapat meningkatkan ukuran gelembung gas yang dimasukkan ke bola mata
Pria 63 tahun mengalami penyulit fiastel bronchopleural setelah pneumonectomy. Pasien diberikan ventilasi mekanik di ICU dan sulit mendapatkan tidal volume yang cukup karena kebocoran melalui fistel. Tindakan yang efektif untuk mencukupi ventilasi pada saat dilakukan pembedahan ulang pasien tersebut adalah :
Menurunkan frekwensi nafas dari ventilator
Pemasangan double lumen tube
Menaikkan PEEP diatas 7 cm H2O
Menurunkan tekanan inflasi dari ventilator
Meningkatkan flow rate sebesar kebocoran
Laki-laki berat badan 80 kg, pasca bedah jantung terbuka dilakukan pemasangan ventilator. Kriteria mekanik yang meningkatkan keberhasilan weaning ventilator adalah :
Vital capacity lebih dari 20 ml/kg berat badan
Tidal volume lebih dari 10 ml/kg berat badan
Minute ventilation lebih dari 5 liter
Maximum inspiratory pressure kurang dari – 15 cmH2O
Rapid shallow breathing index kurang dari 100
Seorang anak berusia 13 tahun akan direncanakan untuk dilakukan tindakan operasi appendektomi melalui laparotomy. Berdasarakan anamnesis didapatkan riwayat epilepsy dengan frekuensi kejang 1 bulan 1 kli. Hingga saat ini pasien rutin meminum luminat. Pemeriksaan fisik dan laboratorium didapatkan dalam batas normal. Obat anestesi inhalaasi apakah yang sebaiknya dihidari pada kondisi pasien diatas?
Desflurane
Isoflurane
Halotane
Sevoflurane
Enflurane
Pria usia 60 tahun ASA PS1 dilakukan pembedahan radia prostatektomi dengan anestesi umum. Pendarahan 2 liter, diberikan transfusi 4 unit darah dan 4 unit FFP dalam waktu 30 menit. Dua jam kemudan pasien takikardi, hipotensi yang memerlukan pemberian inotropik epinephrine infus. Tekanan puncak inspirasi dari 15 cmH2O naik menjadi 35 cmH2O. Pemeriksaan klinis didapatkan krepitasi paru bilateral. Penyebab dari penurunan kondisi pasien tersebut adalah :
Shock kardiogenik
Volume overload
Infark miokard
Sepsis
Tranfusion-related acute lung injury (TRALI)
Efek terhadap sistem kardiovaskuler dari isoflurane ditandai oleh :
Frekuensi jantung meningkat
Frekuensi jantung menjadi lambat
Cardiac output menurun
Sistem coroner menyempit
Sensitisasi jantung terhadap pemberian epinephrine
Hypoxic pulmonary vasoconstriction merupakan mekanisme fisiologis. Pernyataan yang benar tentang reflek fisiologis tersebut adalah :
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh peningkatan PaCO2 karena hipoventilasi
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh hipoksia alveolar < 70 mmHg
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh turunnya SaO2 Hb V. pulmonalis< 70 mmHg
Refleks fisiologis tersebut bersifat sistemik
Refleks fisiologis tersebut dapat meningkatkan ‘shunt’
. Seorang pasien laki2 65 tahun menjalani prosedur Hartmann karena kanker colon. Pengelolaan nyeri pasca bedah dilakukan dengan pemberian bupivacaine 0.1% dan fentanyl 2 µg/ml kontinyu melalui kateter epidural. 4 hari pasca bedah pasien febris 39.5oC, nyeri hebat punggung dan kelemahan kaki kanan sejak kemarin. Langkahlangkah yang tepat untuk kasus ini adalah :
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl sambil observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Tarik kateter epidural ±1 cm, sambil observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl, ambil contoh darah untuk dilakukan kultur kuman dan pemberian antibiotika sesuai hasil kultur
Lepas kateter epidural dan poting ujung kateter untuk dilakukan kultur kuman, dan tegakkan diagnosis untuk segera dilakukan pembedahan dekompresi.
Mintakan pemeriksaan MRI urgen dan konsultasikan untuk tindakan fisioterapi
Terapi pengganti amiodaron pada saat VT/VF tanpa denyut nadi :
Lidocaine 2mg/kg IV
Lidocaine 1.5mg/kg IV
Epinefrin 1mg/kg IV
Lidocaine 3mg/kg IV
Epinefrin 2mg/kg IV
Primipara usia 35 tahun dengan komorbid cardiomyopathy idiopathic. Waktu yang paling potensial wanita ini mengalami gagal jantung kongestif akibat peningkatan cardiac output adalah :
Pada puncak kontraksi uterus persalinan kala 2
Selama proses persalinan kala 1
Pada saat persalinan kala 3 saat bayi baru dilahirkan
Pada saat usia geestasi antara 30 dan 32 minggu
Pada waktu usia gestasi aterm yaitu usia gestasi 40 minggu
Pemberian obat golongan anticholinesterase akan berakibat :
Reversal efek obat golongan nondepolarisasi, jika kadarnya cukup rendah
Reversal efek obat golongan depolarisasi jika blok neuromuskuler tidak total
Blok neuromuskuler memanjang
Selalu diikuti efek reversal dari obat golongan nondepolarisasi
Efek blok neuromuskuler obat golongan depolarisasi memendek
Pria 50 tahun dirawat di ICU pada pemeriksaan anliasa gas darah didapatkan hasil pH 7.13, PaO2 82 mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCO3 13 mmol/L, pada pemeriksaan elektorlit didaptkan kalium 5.3 mmol/L, natrium 125 mmol/L, klorida 82 mmol/L. Berdasarkan hasil pemeriksaan analisa gas darah dan perhitungan anion gap nya, diantara diagnosis dibawah ini, manakah yang paing mungkin diderita oleh pasien?
Pancreatic fistula
Diarrhea (kehilangan bicarbonate kronis)
Intoksikasi acetazolamide
Renal tubular acidosis
Ketoacidosis
Seorang anak remaja jatuh dari sepeda dan mengalami fraktur tibia. Dilakukan pembedahan fiksasi tulang yang patah, ASA PS 1. Saat pemebedahan berlangsung, mendadak monitor etCO2 tidak keluar grafiknya, desaturasi dan tekanan darah turun. Diagnosa yang paling sesuai untuk keadaan tersebut adalah :
Iskemia miokard
Emboli Lemak
Pendarahan
Hiponatremia
Pneumothorax
Pria 57 tahun direncanakan pembedahan ‘abdominal phaechromocytoma’. Anamnesa terdapat keluhan pusing, berdebar, keringat banyak dan pemeriksaan fisik ditemukan hipertensi. Pemeriksaan biokimia yang sangat sensitive untuk menegakkan diagnosis phaeochromocytoma adalah :
Catecholamines plasma
Metanephrine di urine
Catecholamines urine
Free metanephrine di serum
Vanillylmandelic acid urine
Eliminasi dan clearance melaui degradasi non-enzimatik (Hofmann elimination)
Cisatracurium
Rocuronium
Doxacurium
Vecuronium
Pancuronium
Wanita usia 25 tahun dengan berat badan 50 kg, dengan riwayat abortus inkomplet sedang dilakukan kuretase dengan anestesi umum menggunakan midazolam iv 10 mg, kombinasi propofol 50 mg iv dan fentanyl 100 µg. Pasien mempunyai riwayat kejang grandmal dan secara rutin menggunakan obat fenitoin. Kuretase berlangsung selama 15 menit. Setelah tindakan kuretase selesai pasien belum sadar dan cenderung hipoventilasi, dokter anestesi melakukan bantuan ventilasi sampai 30 menit tetapi kondisi pasien tetap. Manakah obat berikut ini yang merupakan antagonis kompetitif terhadap reseptor benzodiazepine yang dapat mengatasi kondisi pasien tersebut?
Nalokson
RO19-4063
Flumazenil
Prostigmin
Bretazenil
Wanita umur 25 tahun dengan berat badan 60 kg kecelakaan lalulintas, diantar oleh keluarga ke rumah sakit. Pemeriksaan fisik ditemukan GCS: E=2, V=2, M=4 , pernapasan 24x/menit, terdapat suara nafas tambahan berupa ‘snoring’ , perfusi dingin, basah pucat dengan nadi 140x/menit dan tekanan darah 80/30 mmHg. Di rumah sakit langsung diberi pertolongan dengan membebaskan jalan nafas dan diberi oksigen 100% dan dilakukan resusitasi cairan. Pada saat melakukan resusitasi cairan, dokter ingin memberikan cairan yang mempunyai efek me ningkatkan tekanan darah sistemik dan menurunkan tekanan intracranial. Manakah diantara cairan tersebut dibawah ini yang mempunyai efek meningkatkan tekanan darah sistemik dan menurunkan tekanan intrakranial apabila digunakan untuk resusitasi pada pasien syok pendarahan maupun syok septik?
D5
RD5
NaCl 0,9%
RL
NaCl 7,5%
P50 untuk individu dewasa dengan hemoglobin normal adalah :
26 mmHg
16 mmHg
46 mmHg
36 mmHg
56 mmHg
Pria 59 tahun telah menjalani pembedahan Austin Moore prosthesis akibat fraktur collum femur kanan. Riwayat penyakit pasien: pasien mendeita cirrhosis hepatis akibat konsumsi alkohol kronis. Selama pembedahan terjadi pendarahan sebanyak 1200 ml, pasien mendapat kristaloid 1000 ml dan PRC 2 unit. Pascabedah dini prothrombin time 10 detik diatas nilai kontrol, trombosit 146.000/cmm, hemoglobin 9 g/dL. Kateter luka operasi tertampung 500 ml darah. Terapi yang sesuai untuk kondisi terakhir ini adalah :
Platelet concentrate
Vitamin K
Fresh frozen plasma
Cryoprecipitate
Packed red blood cells
Seorang pasien laki-laki PS ASA 1 dilakukan pembedahan laparotomy, diberikan nafas ventilator dengan mode volume control. Gelombang etCO2 yang semula normal berangsur dalam waktu 20 menit berubah seperti gambar dibawah ini :
Penyebab dari perubahan gelombang etCO2 tersebut adalah :
Pasien mulai bernafas spontan
Hipoventilasi
Malfungsi dari expiratory valve
Malfungsi dari inspiratory valve
CO2 absorber tidak efektif
Berkaitan dengan prosentase perolehan sirkulasi darah per satuan waktu, maka organ yang paling banyak mendapat aliran darah per menit:
Otak
Jantung
Ginjal
Hepar
Kulit
Primipara usia 25 tahun dilakukan epidural unuk persalinan bebas nyeri. Saat dilakukan pencarian ruang epidural dengan jarum Tuohy 16G terjadi ‘accidental dural tap’. Sehari kemudian pasien mengeluh nyeri kepala frontal dan occipital. Yang tidak termasuk dalam pengelolaan ‘post dural puncture headache’ adalah :
Analgesia paracetamol dan/atau NSAID
Tirah baring profilaksis
Pemberian caffeine sodium benzoate
Epidural blood patch
Pemberian cairan
Reseptor dalam membran sel bersifat dinamis, bisa mengalami peningkatan maupun penurunan respon terhadap stimuli spesifik. Manakah diantara pernyataan berikut yang paling benar berkaitan dengan reseptor?
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan potensi obat
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan afinitas reseptor
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi up regulation reseptor
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi toleransi
Pasien asma bronkiale yang mendapat terapi antagonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi anafilaksis
Pria 55 tahun dengan diagnose myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendapat terapi cholinesterase inhibitor. Faktor yang tidak termasuk predictor terhadap kebutuhan ventilasi mekanik pasca bedah adalah:
Peak inspiratory pressure kurang dari – 25 cmH2O
Durasi penyakit lebih dari 2 tahun
Adanya masalah respiratorik
Dosis pyridostigmine lebih dari 750mg/hari
Kapasitas vital kurang dari 4 ml/kg berat badan
Wanita 62 tahun direncanakan “knee arthroscopy” kanan. Pasien mempunyai riwayat angina, hipertensi dan COPD. Rutin mendapat fisioterapi nafas dan nebulizer rawat jalan sejak 6 bulan terakhir. Apakah KI absolut untuk anestesi subarachnoid block?
Anamnesa pernah operasi kompresi vertebra L5 – S1
Pasien keberatan untuk disuntik punggungnya
Ada infeksi traktus urinarius
Anamnesa pernah ada riwayat spina bifida occuita
Anamnesa dan riwayat multiple sclerosis
Seorang pria 65 tahun, perokok berat mngeluh nyeri dada dan batuk lama 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik terdapat pembesaran kelenjar limfe supraclavicular kiri. Foto Xray thorax terdapat lesi 2cm di lobus superior kiri. Pemeriksaan kimia darah natrium 123mmol/L. Kalium 3.8 mmol/L. BUN dan craetinin serum dalam batas normal. Penyebab hyponatremia pada pasien tersebut adalah :
Tuberculosis paru
Small cell carcinoma paru
Sindroma cerebral salt wasting
Hipotiroid
Adrenal insufisiensi
Pria usia 70 tahun dengan komorbid DM tipe 2,hipertensi dan penyakit jantung iskemik direncanakan pembedahan laparotomy karena carcinoma colon sigmoid. Pemantauan yang paling sensitive mendeteksi adanya iskemik miokard selama pembedahan adalah :
Dipyridamole-thalium scanning
Konfigurasi CM 5 dari pemantauan elektrokardiografi
Pemasangan kateter arteri pulmonal untuk memantau pulmonary CWP
Pemantauan elektrokardiografi dengan melihat perubahan segmen ST
Pemantauan menggunakan transesophageal electrocardiograhy
Koagulopati pada TUR prostat
DIC diperkirakan akibat pelepasan tromboplastin dari kelenjar prostat
Trombositopeni terjadi karena dilusi akibat infus yang mengandung dekstrose
E-aminocaproic acid merupakan kontraindikasi pada primary fibrinolysis
Pemberian heparin merupakan kontraindikasi pada DIC
DIC merupakan penyulit yang sering terjadi pada TUR prostat
Pria 50 tahun di rawat di ICU, pada pemeriksaan analisa darah didapatkan hasil pH 7.13, PaO2 82mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCo3 13 mmol/L. Pada periksaan elektrolit di dapatkan kalium 5.3 mmol/L, natrium 125 mmol/L, klorida 82 mmol/L. Berdasarkan perhitungan anion gap dari hasil lab ini, maka pasien tersebut mengalami
Penurunan sedang anion gap
Normal anion gap
Penurunan ringan anion gap
Penurunan berat anion gap
Peningkatan anion gap
Seorang pasien mendapat terapi oksigen dari silinder ukuran E dengan aliran 3 liter/menit. Pengukur tekanan silinder menunjukkan angka 1000 PSI yang menunjukkan kapasitas oksigen dalam silinder tinggal separuh. Dengan terapi oksigen pada pasien tersebut maka isi silinder akan habis dalam waktu
110 menit
60 menit
75 menit
30 menit
90 menit
Pria 60 kg dengann komorbid hipertensi dimasukkan ICU setelah pembedahan darurat laparatomi karena kebocoran pembedahan oesophagectomy sebelumnya. Di ruang pulih sadar pasien cenderung hipertensi dan hipotermi namun dengan penghangatan menggunakan matras dan selimut udara sekarang normotermi. Pemeriksaan lain, tekanan darah 95/40 mmhg, frekuensi denyut jantung 110x/menit. Cardiac index 3,2 L/m2, PAOP 4 mmHg, SVR 550 dynes/cm/sec-5,base excess -7 mmol, 2 jam terakhir produksi urine 30 ml. Tindakan apakah yang tepat untuk kondisi terakhir dari pasien tersebut?
Pemberian norephinephrine
Pemberian cairan kristaloid untuk fluid challenge
Pemberian furosemide 40mg iv
Pemberian dobutamine
Pemberian mannitol 0,5 g/kg iv
Anda mendapat konsultasi dari sejawat bedah, seorang wanita 22 tahun akan dilakukan operasi laparatomi eksplorasi karena adanya batu empedu. Dari anamnesa didapatkan pasien rutin mengkonsumsi obat fluoxetine tablet 10 mg pagi hari dan amitriptiline tablet 10 mg pada malam hari. Riwayat asma, hipertensi, alergi disangkal. PF dan penunjang dbn. Bagaimana jawaban/keputusan anda untuk kondisi pasien seperti di atas?
Pasien dikonsulkan dokter spesialis jiwa
Operasi dilakukan dengan pendampingan dokter spesialis jiwa
Pasien ditunda tiga hari setelah berhenti minum fluoxetine
Pasien ditunda tujuh hari setelah berhenti minum fluoxetine
Sebagaimana biasa
Pria 45 tahun berat badan 60kg dengan cedera otak berat akan dilakukan intubasi kontrol ventilasi dengan target normokarbi. Untuk mencegah terjadinya gejolak hemodinamik saat intubasi diberikan fentanyl kombinasi obat anestesi intravena. Diketahui target konsentrasi fentanyl 2 ug/L, volume distribusi pada kondisi steady state 360 L dan volume pada kompartemen sentral sebesar 13 L, volume distribusi pada peak effect 75 L. Berapa dosus bolus fentanyl pada pasien tersebut yang paling optimal agar tidak terjadi gejolak hemodinamik?
150 mcg
720 mcg
50 mcg
75 mcg
26 mcg
Sistem pernafasan bayi kurang efisien jika dibandingkan dewasa karena:
Diafragma berbentuk kubah (dome shape)
Otot pernafasan kekurangan sel tipe l
Otot intercostalis belum berfungsi
Posisi costae vertical
Otot diafragma banyak sel tipe l
Tiga kurva dari gambar di bawah sesuai urutannya (1-2-3) adalah
MAP – PaCO2 – CPP
ICP – MAP – CPP
PaO2 – PaCO2 – MAP
PaCO2 – ICP – CPP
CPP – ICP – MAP
Sugammadex merupakan relaxant binding agent yang bersifat selektif dan ada yang menyebut injectable receptor. Obat tersebut efektif untuk mengikat pelumpuh otot:
Cisatracurium
Rocuronium
Semua pelumpuh non depolarising bisa di reverse oleh sugammadex
Pancuronium
Atracurium
Wanita didiagnosis tumor orbita direncanakan ekseterasi bulbi. Status fisik ASA1, pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Dilakukan anestesi umum menggunakan propofol, 100mg, fentanyl 100mcg, rocuronium 30mg, rumatan sevoflurane 2%. Beberapa saat setelah tindakan dimulai frekuensi denyut jantung pasien menurun dari 90x/menit menjadi 40x/menit. Tindakan apakah yang akan pilih sebagai langkah awal penatalaksanaan kasus ini
Meminta operator menghentikan stimulasi pada mata
Injeksi lidocaine topical untuk mengahmbat persarafan nervus trigeminus sehingga dapat menurunkan rangsang vagal
Injeksi sulfas atropine untuk meningkatkan frekuensi denyut jantung
Memastikan ventilasi, oksigenasi, dan kedalaman anestesi yang adekuat
Injeksi epinefrin subcutan untuk menigkatkan frekuensi denyut jantung dan mempertahankan tekanan darah agar tidak turun
Primigravida umur 27 tahun, hamil usia gestasi 37 minggu masuk kamar bersalin dengan keluhan pusing, mata kabur dan confused. Pemeriksaan selanjutnya, tekanan darah 190/110, refleks2 meningkat, clonus dan proteinuria 3+. Terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah:
Hydralazine dan magnesium
Labetalol tablet
Kehamilan segera diterminasi
Methyldopa tablet
Observasi ketat, terapi segera diberikan jika kondisi memburuk
Obat pelumpuh otot yang mengalami hidrolisa di plasma adalah
Cisatracurium
doxacurium
Pancuronium
Rocuronium
Vecuronium
Agar tidak terjadi rebreathing, aliran oksigen nafas spontan dengan Mapleson A adalah
sama dengan nafas semenit
sangat tinggi dan sulit diramalkan
0.5 kali naafas semenit
2 kali volume nafas semenit
40 ml/kgBB/menit
Pasien usia 45 tahun dilakukan craniotomi karena trauma untuk evakuasi hematom intrakranial. Anestesi menggunakan isoflurane dan fentanyl. Pemeriksaan gas darah sebelum pembedahan PaCO2 34 mmHg, PaO2 135 mmHg (FiO2 30%). Pada waktu membuka cranium, ahli bedah mengatakan ada peningkatan TIK. Tindakan apa yang perlu untuk mengurangi TIK dengan cepat?
Meningkatkan “minute volume” agar paco2 mencapai 25 mmhg
Infus manitol 0,25-0,5 gr/kg intravena
Infus vasopressor untuk meningkatkan MAP 90 mmhg
Infus nacl 0,9% agar hematokrit menjadi 30%
Dexamethasone 8 mg intravena
Pasien dengan nyeri kronis daerah leher akan dilakukan pengelolaan nyeri dengan pendekatan farmakologis. Antara lain dengan obat golongan glukokortikoid. Pilihan terbaik jika obat golongan glukokortikoid akan diberikan secara injeksi adalah
Dexamethasone
Prednison
Hidrocortisone
Prednisolone
Betamethasone
Pasien usia 20 thn dilakukan laparascopy appendektomi darurat. Induksi dengan teknik RSI. Rumatan anestesi inhalasi isoflurane suplemen fentanil. Saat pembedahan berlangsung frekuensi denyut jantung naik dari 80 menjadi 130X / menit. Tekanan darah meningkat dari 120/70 menjadi 150/90 dan ETCO2 naik dari 41 menjadi 59. Pasien berkeringat banyak dan suhu 39,5 derajat. Langkah pertama yg harus dilakukan adalah
Beri dantrolene intravena sesuai dosis standar untuk hipertermi maligna
Diskoneksi vaporizer dan ventilasi dengan oksigen 100%
Hentikan pembedahan dan pasien dibawa ke icu
Ganti mesin anestesi yg tidak dilengkapi vaporizer
Periksa terhadap potensi terjadinya dan tanda2 “compartment syndrome”
Jika indikator tekanan pada silinder N20 ukuran E mulai menunjukkan penurunan dari tekanan awal yg stabil pada 750 psi (berisi penuh), maka kira2 tinggal berapa liter gas N20 yg tersisa dalam tabung tersebut
750 liter
tidak dapat diperkirakan
600 liter
400 liter
200 liter
Wanita 24 th G2P1. Melahhirkan bayi laki-laki dengan bantuan ekstraksi vakum. Setelah bayi lahir diberikan Syntosinon dan 30 menit setelah plasenta dilahirkan, ibu mengalami perdarahan sekitar 400 cc. Penyebab tersering dari perdarahan postpartum adalah :
Trauma vagina
Trauma perineum
Coagulopaty
Atonia Uteri
Retensi jaringan plasenta
Anda memeriksa anak usia 10 th dengan kelainan penyakit down syndrome yang akan dilakukan pembedahan appendectomy. Pemeriksaan menunjukkan ada bising pansistolik, leukositosis dan tanda2 sepsis. Pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi tsb adalah
Sering disertai kelainan berupa leher pendek, retardasi mental dan microglossia
Endocardial cushion defect dan ventricular septal defect merupakan kelainan jantung bawaan yang tersering
Potensial terjadi emboli udara paradoksal akibat eisenmengers sindrom
Resiko dislokasi sendi atlanto-occipital
Sering terjadi penyulit pasca bedah stridor karena kesalahan pemilihan ukuran pipa ET
Larutan thiopental 2,5% mempunyai pH :
8
2
>10
4
6
Posisi larinx bayi
Lebih anterior dan caudad
Lebih anterior dan chepalad
Sama dengan posisi dewasa
Lebih posterior dan chepalad
Lebih posterior dan caudal
Sensitivitas serabut saraf terhadap efek obat lokal anestesi tergantung pada diameter axonal, myelinisasi dan faktor fisioanatomi, urutan berdasarkan sensitivitas adalah:
motorik > autonomik > sensoris
sensoris > autonomik > motorik
autonomik > sensoris > motorik
autonomik > motorik > sensorik
motorik > sensorik > autonomic
Wanita 37 tahun dirawat di ICU dengan gejala sesak nafas dan hipotensi. Hipotensi menetap meski telah diresusitasi dan terapi intensif. Frekwensi nadi 110 kali/menit dan tekanan darah 92/50 mmHg. Pemesangan kateter arteri pulmonalis menunjukkan RV pressure 65/12 mmHg, PA pressure 80/30, PA wedge pressure 36 mmHg. Kombinasi terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah
Noradrenaline dan propranolol
Nitroglycerine dan dobutamine
Noradrenaline dan dobutamine
Noradrenaline dan Nitroglycerine
Furosemide dan dobutamine
Wanita 52 tahun direncanakan pembedahan karena fraktur femur. Riwayat sakit liver karena konsumsi kronis alcohol. Pada pemeriksaan pasien sadar baik, jaundice tapi tidak ada tanda encephalopathy, tidak ada ascites. Pemeriksaan kimia darah; serum bilirubin 1.5mg/dL, serum albumin 3.6 g/dL. Status nutrisi baik. Manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat menggambarkan perkiraan mortalitas perioperative ?
Berdasarkan kriteria Child’s, termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 10%
Berdasarkan kriteria Child’s, termasuk klasifikasi C dengan mortalitas 2-5%
Berdasarkan kriteria Child’s, termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 3%
Berdasarkan kriteria Child’s, termasuk klasifikasi A dengan mortalitas <1%
Berdasarkan kriteria Child’s, termasuk klasifikasi C dengan mortalitas < 1%
Pasien 50 tahun dilakukan craniotomy tumor fossa posterior dengan posisi duduk, anestesi dan pembedahan berlangsung lancer sampai 2 jam, kemudian mendadak etCO turun, nadi sedikit meningkat, tekanan darah turun. Diduga penyebab kondisi pasien tersebut adalah emboli udara pulmoner. Pemantauan yang membantu diagnosis emboli tersebut adalah :
Kateter vena sentral
Pericardial stethoscope
Transesophageal echocardiography
Pulse oximeter
Etco2 monitor
Termasuk non-catecholamine sintetik kerja tak langsung adalah:
Phenylephire
Dopamine
Isoproterenol
Ephedrine
Dobutamine
Trakeobronkeal tree pada orang dewasa
Bronkus kiri lebih panjang dan sempit
Diliputi sel squamus
Bronkus utama terpisah pada sudut berbeda sehingga benda asing cenderung ke kiri
Trakea dilindungi oleh 18-20 cincin kartilago sirkuler
Paru kanan terdiri dari 2 lobus, paru kiri 3 lobus
Tentang sirkulasi darah pada hepar
Aliran darah terbanyak melalui sistem porta hepatis
Jika vena hepatica konstraksi akan menambah darah disirkulasi hingga 1 liter
Hepar bisa menyimpan kelebihan sirkulasi hingga 2 liter
Autoregulasinya diatur system parasimpatis
Aliran darah arteri hepatica tidak berpengaruh terhadap oksigenasi hepar
Minimal alveolar concetration berkurang pada keadaan dibawah ini
Keracunan alcohol akut
Hypernatremia
Penggunaan cocain
Usia remaja
Kecanduan alcohol kronis
Pria 60 tahun bb 60kg dgn diagnosis ca rectum akan dilakukan hemikolektomi dgn GA. Pemeriksaan prabedah disimpulkan ASA 2. Beberapa bulan sebelum operasi pasien mengkonsumsi obat butorphanol secara rutin untuk mengatasi nyerinya. Induksi menggunakan propofol, pelumpuh otot dan rumatan menggunakan sevoflurane dgn dosis cukup. Analgesik selama pembedahan menggunakan fentanyl dosis maksimal. Akan tetapi analgesi pd pasien tsb masih kurang dan berdasarkan monitoring, pasien masih menunjukan tanda nyeri. Apakah penyebab pasien tersebut masih nyeri?
Dosis fentanyl masih kurang
Sblm operasi rutin menggunakan butorphanol
Sebelum operasi tidak mendapatakna premedikasi
Dosis pelumpuh otot masih kurang
Terjadi down regulation reseptor µ
Berikut ini manakah yang merupakan cara untuk menilai fungsi klinis system saraf simpatis
Menilai TD dgn meminta pasien untuk meniup kedalam mouthpiece dgn tekanan 40 mmHg selama 15 detik
Menilai laju nadi dgn meminta pasien untuk menarik nafas dalam sebanyak 6 kali dalam 1 menit
Menilai laju nadi dgn meminta pasien untuk merubah posisi dari supine menjadi posisi berdiri
Menilai laju nadi dgn meminta pasien untuk meniup kedalam mouthpiece dengan tekanan 40 mmHg selama 15 detik
Menilai TD dgn meminta pasien untuk merubah posisi dari supine menjadi posisi berdiri
Protein plasma yang mempunyai peran terbesar pada tekanan osmotic koloid plasma adalah:
β globulin
α-2 globulin
α-1 globulin
gamma globulin
albumin
Pria 70 tahun BB 60kg dgn diagnosis hidronefrosis dextra direncanakan tindakan URS. Dari pemeriksaan ditemukan kadar serum kreatinin 6mg% pemeriksaan lainnya dalam batas normal. Sebelum dilakukan tindakan anestesi, dokter yang merawat ingin tahu besarnya creatinine clearance. Berapa creatini clearance pada pasien ini?
0,872 ml/menit
97.2 ml/menit
9.72 ml/menit
19.72 ml/menit
72 ml/menit
Seorang laki laki 32 tahun, datang ke igd rumah sakit dengan riwayat KLL sebelumnya. Dari hasil pemeriksaa fisik, Airway unclear, dan dijumpai stridor, dengan RR 36x/I dengan SpO2 82%.
Dimanakah diantara cedera saraf motorik berikut yang menghasilkan stridor dan distress nafas dengan plica vokalis yang hampir tertutup yang didapatkan dari hasil pemeriksaan ?
Unilateral acute superior laryngeal nerve injury
Unilateral chronic superior laryngeal nerve injury
Bilateral acute superior laryngeal nerve injury
Bilateral chronic superior laryngeal nerve injury
Seorang perempuan 45 tahun, datang ke igd rumah sakit dengan riwayat KLL sebelumnya. Dari hasil pemeriksaa fisik, Airway unclear, dijumpai stridor dan gelisah, dengan RR 34x/I dengan SpO2 84%
Reflex faringeal ataupun reflex batuk dimediasi oleh kombinasi dari nervus morik dan sensorik ?
Nervus V (Sensorik) nervus X (motoric)
Nervus IX (Sensorik) nervus X (motoric)
Nervus V (Sensorik) nervus IX (motoric)
Nervus X (Sensorik) nervus X (motoric)
Seorang laki laki 40 tahun, datang ke igd rumah sakit dengan riwayat KLL sebelumnya. Dari hasil pemeriksaa fisik, Airway unclear, dijumpai stridor dan snooring, dengan RR 36x/I dengan SpO2 81%.
Dimana diantara pernyataan berikut yang tepat
Kartilago krikoid merupakan bagian yang paling sempit dari jalan nafas anak umur 10 tahun
Adam`s apple merepresentasikan tulang hyoid
Nervus laryngeal internal memberikan sensasi dibawah plica vokalis dan jalan nafas bagian distal
. Krikotiroidotomi merupakan maneuver kegawatdaruratan jalan nafas yang memasukkan selang dibawah level dari plica vokalis
Perempuan usia 67 tahun direncanakan akan menjalani operasi pengangkatan tumor didaerah payudaranya. Sebagai seorang dokter anestesi anda memilih agen induksi anestesi berjenis inhalasi yaitu sevofluran.
Dimanakah diantara tekanan parsial berikut ini yang digunakan sebagai marker pada agen inhalasi untuk menentukan kedalam anestesi di otak
P arterial
P vena
P kapiler
P alveolar
Laki laki usia 60 tahun direncanakan akan menjalani operasi pengangkatan tumor didaerah abdomen. Sebagai seorang dokter anestesi anda memilih agen induksi anestesi berjenis inhalasi yaitu desfluran
Bagaimanakah shunt intra kardial dari kiri ke kanan memberikan efek terhadap kecepatan induksi dari agen inhalasi
Meningkat
Menurun
Tidak ada perubahan yang signifikan
Bukan salah satu diatas
