NEW
Font size
WorksheetsSudut Pandang dan Gaya Bahasa (Majas)
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Malin kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.
Sudut pandang pengarang pada cuplikan cerita tersebut adalah …
Orang ketiga di luar cerita
Orang ketiga di dalam cerita
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Kejadian itu begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang, segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa mempesona semua orang yang melihatnya.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama sebagai pengamat
Orang ketiga terarah
Orang ketiga serba tahu
Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...
Orang ketiga
Orang ketiga pengamat
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
Pagi-pagi kesokan harinya, sebelum matahari terbit, Ni Negari telah bangun dan bekerja menyediakan kopi. Di bilik tempat tidurnya tidak kedapatan Ni Luh Sukreni, cuma I Gusti Made Tusan sudah terbangun dan berakaian pula.
“Berapa kali ia mandi,” kata Ni Negari dalam hatinya.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah...
Pertama pelaku utama
Pertama pelaku sampingan
Ketiga pelaku sampingan
Ketiga serba tahu
Cermati penggalan cerpen berikut!
Pemandangan kamar Yuli cukup indah. Hiasan dinding dan poster-poster dipasang menarik. Tempat tidur selalu dibersihkan dan tertata rapi. Di samping tempat tidur, terdapat meja belajar yang diberi hiasan keramik. Setiap pagi pintu kamar selalu dibuka sehingga udara segar masuk ke kamar, membuat suasana kamar sejuk.
Sudut pandang pengarang cuplikan cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga serba tahu
Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! Perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri. Perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. Setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang dimulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya. Sebagaimana pepatah menyatakan habis manis sepah dibuang.
Kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang sama dengan kalimat ...
Tidak, saya tidak mau lagi bertemu dengan dia, tidak juga sekarang dan nanti
Anak, cucu, ayah, ibu, nenek, kakek sampai bebuyutan hadir dalam pesta upacara adat itu
Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta Saudara-saudara saya minta kita harus tetap bersatu padu
Sekali merdeka, kita harus tetap mempertahankan dalam berbagai hal.
Pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.
Kata-kata si pegawai itu memberondong cepat bagai peluru yang mendesing memerahkan daun telinga laki-laki kurus itu. Biji mata laki-laki itu melotot berputar-putar cepat seolah-olah ...
Majas yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ...
hendak menatap anaknya dengan kasih sayang
mati memalingkan pemandangan bagiku
mati melihat seseorang dengan jelas
hendak mengawasi gerakan temannya
hendak melompat keluar dari kedua matanya
Walaupun tiap hari berpeluh keringat, tak sedikit pun Fahri mengeluh. Semangatnya keras bagaikan baja.
Kalimat kedua pada paragraf di atas mengandung majas ...
Metafora
Asosiasi
Personifikasi
Metonimia
Sinekdoke
Bacalah dialog berikut dengan saksama!
Nita: Fik, kamu mengerti tidak akibat orang yang suka mengonsumsi narkoba.
Ifik: Tahu kak. Kan sudah diajarkan dan dijelaskan panjang lebar oleh dokter sekolah kami.
Nita: Tetapi, mengapa kamu tidak melarang teman kamu si Kiki.
Ifik: Kakak Nita saja yang memberitahukan karena kalau saya, tidak mau menurut.
Nita: Ya, kamu jangan mencontoh dia ya. Kalau sudah tertangkap, menyesal juga tidak ada gunanya. Ibarat peribahasa ......
Peribahasa yang tepat untuk melanjutkan dialog tersebut adalah ...
Bergantung di akar lapuk
Nasi sudah menjadi bubur
Menangguk di air keruh
Berumah di tepi pantai
Besar kapal besar gelombang
Seseorang yang suka mengabaikan atau menunda-nunda pekerjaannya padahal waktu yang tersedia cukup banyak. Tetapi, setelah diketahui manfaat dan keuntungan dari pekerjaan tersebut, barulah dia memulai mengerjakannya. Namun waktu, pengerjaannya tinggal sedikit.
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi adalah ....
Mulutmu harimaumu yang akan menerkam kepalamu
Hari pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar
Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya
Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata buta
Ingat antara belum kena, hemat antara belum mobil-mobil
