NEW
Font size
WorksheetsLatihan PTS bahasa Indonesia
Total questions: 25
Worksheet time: 31mins
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Gembiara hati tiada tara
Nira diolah untuk sedekah
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(2) Senyum saja sudah ibadah
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(2) Untuk menambah sanak saudara
Rumput jadi rakit sederhana
Ringan ada di air tengah
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun rumpang tersebut adalah .…
(2) Prestasi pasti akan diraih
(2) Kerja keras dan ibadah
(2) Jangan lupa bersedekah
(2) Mari kita tebalkan iman
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
(1) Jalan-jalan ke Pasar Lempayung
(2) [...]
(3) Jika ingin selalu sayang
(4) [...]
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Rajin mengaji dan sembahyang
(2) Membeli kain barang sehelai
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa membeli nanas
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Salat mengaji janganlah lalai
Dari Jakarta, menuju Semarang
Jangan lupa beli sutra
Engkau senang, aku senang
Karena kita memang Saudara
Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah ....
Buah lengkung enak rasanya
Beli murah di Temanggung
Kita memang bersaudara
Susah senang kita tanggung
Makan gulai di atas batu
Kerasnya batu tak terasakan
Jika boleh aku bertamu
Datang bertamu sambil berjalan
Jika kenyang karena makan
Janganlah lupa akan minumnya
Jika datang dengan ancaman
Akan kuterima dengan gembira
Jika engkau pergi ke Pati
Belikan aku sekilo duku
Jika engkau berbaik hati
Bantulah aku bawakan buku
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat adalah....
Buah salak buah kedondong;
Rasanya asam sebelum matang.
Barang siapa mencari ilmu;
Maka carilah kepada guru.
Buah manggis;
Buah nagka.
Buah nagka manis rasanya;
Tak menangis baik budinya.
Dengan ibu jangan durhaka;
Supaya Tuhan tidak murka.
Isi puisi tersebut menyatakan bahwa....
Sikap durkaha itu tidak baik.
Tuhan tidak senang kepada orang yang menyakiti orang lain.
Setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan.
Kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan.
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringi menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri.
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi di atas termasuk...
Pantun
Syair
Syiir
Gurindam
Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun disebut ....
Bait
Baris
Rima
Sampiran
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
Tokoh
Alur
Tema
Latar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Berikut penggunaan keterangan tempat yang tepat adalah
Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan.
Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum.
Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang
Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
Pendendam
Pemaaf
Penyayang
Pemarah
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”
“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”
Latar tempat pada fabel tersebut adalah ....
Di dalam hutan
di pinggir sungai.
Di bawah pohon dan di pinggir sungai.
Di dalam hutan dan di pinggir sungai.
