NEW
Font size
WorksheetsBAHASA INDONESIA KELAS 4 TEMA 8 SUB TEMA 2
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
tokoh dalam cerita yang berwatak kurang baik dan selalu bdertentangan dengan cerita disebut tokoh ...
protagonis
antagonis
figuran
utama
Tokoh yang berperan penting pada teks fiksi dinamakan tokoh....
awal
utama
tambahan
protagonis
Tokoh yang berperan baik, sabar, tekun dan bijaksana dalam cerita fiksi disebut ....
protagonis
antagonis
narasi
deskripsi
Sedangkan tokoh yang berperan jahat, kejam, suka marah-marah dan semena-mena dalam cerita fiksi disebut ....
protagonis
antagonis
narasi
deskripsi
Tokoh yang sering dimunculkan dalan cerita dan berperan penting dinamakan tokoh ....
tambahan
utama
antagonis
protagonis
Sedangkan tokoh yang berperan tidak penting dan jarang dimunculkan dalam cerita fiksi dinamakan tokoh ....
utama
tambahan
antagonis
protagonis
Cerita fiksi mempunyai ciri-ciri antara lain adalah ….
Mempunyai tokoh yang hebat
Disukai oleh semua orang
Berdasarkan kisah nyata
Berdasarkan imajinasi penulisnya
Alkisah, ada dua pengelana yang sedang melintasi gurun pasir. Kedua pengelana itu memiliki sifat yang berbeda. Lihatlah setiap kali berhenti. Kohar tidak langsung membuka bekal makanannya. Ia menunggu sampai Abdullah menawarinya makan dan minum. Senyum terkembang di bibir Kohar karena mendapat makanan dan air gratis. Jadi, bekal air dan makanan Kohar masih utuh. Begitulah selama beberapa hari, Kohar makan dari bekal rekan seperjalanannya.
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah ....
Kohar
Abdullah
Penduduk gurun pasir
Kedua pengelana
Ketika lahir anak itu tidak menangis. Ia diberi nama Rara Anteng. Setelah dewasa dia menjadi gadis cantik. Suatu hari ia dilamar bajak laut yang kejam. Rara Anteng minta dibuatkan laut di tengah gunung. Tetapi akhirnya Rara Anteng menikah dengan Joko Seger, karena bajak laut gagal memenuhi permintaanya.
Tokoh antagonis dalam cerita di atas adalah …
Rara Anteng
Bajak laut
Joko Seger
Rara Anteng dan Joko Seger
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya.
Perbedaan watak Ajeng Ayu dan Ajeng Rara adalah …
Ajeng Ayu sangat cantik jelita, sebaliknya Ajeng Rara sangat buruk.
Ajeng Ayu sangat ramah dan Ajeng Rara pendengki.
Ajeng Ayu sangat baik hati dan Ajeng Rara sangat jahat.
Ajeng Ayu jahat dan Ajeng Rara baik
soal untuk nomor 8 s.d 9
Namun kegembiraan mereka mendadak lenyap setelah mengetahui ternyata di kepala si bayi laki-laki itu ada tanduknya. Mereka merasa malu dan takut dihina maupun diejek oleh orang-orang desa. Pada malam hari, bayi laki-laki itu dimasukkan ke dalam peti, bersama sebutir telur ayam dan secangkir beras lalu dihanyutkan ke sungai.Kakak perempuan si bayi mengetahui perbuatan orang tuanya. Ia sangat sedih. Diam-diam ia meninggalkan rumah dan mengikuti adiknya yang dihanyutkan ke sungai.
Watak tokoh kakak perempuan dalam penggalan cerita rakyat di atas adalah ….
Cuek
Kasihan
Penyayang
Biasa saja
(1) Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. (2) Beliau bertakhta di prambanan. (3) Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. (4) Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging... (Kemdikbud, 2013)
Berdasarkan isi petikan teks tersebut, teks ini dapat dikategorikan ke dalam cerita...
Fiksi
Non fiksi
Kenyataan
Sejarah
Alkisah, ada dua pengelana yang sedang melintasi gurun pasir. Kedua pengelana itu memiliki sifat yang berbeda. Lihatlah setiap kali berhenti. Kohar tidak langsung membuka bekal makanannya. Ia menunggu sampai Abdullah menawarinya makan dan minum. Senyum terkembang di bibir Kohar karena mendapat makanan dan air gratis. Jadi, bekal air dan makanan Kohar masih utuh. Begitulah selama beberapa hari, Kohar makan dari bekal rekan seperjalanannya.
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah ....
Kohar
Abdullah
Penduduk gurun pasir
Kedua pengelana
Alkisah, ada dua pengelana yang sedang melintasi gurun pasir. Kedua pengelana itu memiliki sifat yang berbeda. Lihatlah setiap kali berhenti. Kohar tidak langsung membuka bekal makanannya. Ia menunggu sampai Abdullah menawarinya makan dan minum. Senyum terkembang di bibir Kohar karena mendapat makanan dan air gratis. Jadi, bekal air dan makanan Kohar masih utuh. Begitulah selama beberapa hari, Kohar makan dari bekal rekan seperjalanannya.
Sifat kedua pengelana pada cerita tersebut adalah . . . .
Kohar dan Abdullah memiliki sifat pelit
Kohar dan Abdullah memiliki sifat baik
Kohar memiliki sifat baik, Abdullah memiliki sifat pelit
Abdullah memiliki sifat baik, Kohar memiliki sifat pelit
Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan. Ia mengeluh. Tampak putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya tekun bekerja. "Sabarlah, Nak! Janganlah kamu terus-terusan mengeluh! Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah." Begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.
Dikutip dari ”Si Lancang” dalam Kumpulan Cerita Rakyat, Citra Aji Parama, 2007)
Berikut ini merupakan sifat si Lancang, kecuali . . . .
suka mengeluh
mudah putus asa
tekun bekerja
tidak sabar
