WorksheetsBahasa Indonesia 3.9 Kelas 6 Tema 9 Subtema 1
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Perhatikan teks berikut ini!
Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragmnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.
Ibu segera menyambut Deo dengan membukakan pintu pagar. Ibu pun membantu. Deo memasukkan sepedanya di halaman rumah. Ibu mengambil tas Deo yang ikut kotor dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Setelah ibu memberikan minum, ibu memeriksa luka-luka gores di lutut dan siku Deo. Deo meringis kesakitan ketika luka-luka itu dibersihkan dan diberikan obat. Setelah Deo mulai terlihat tenang, ibu meminta Deo bercerita.
Latar dari cerita pada teks di atas adalah...
jalan raya
rumah
sekolahan
sepeda
Buku yang berisi kisahan ataupun cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi pengarang disebut buku …..
Anak
Fiksi
Non fiksi
Sejarah
Salah satu buku fiksi adalah buku ….
Naskah drama
Buku pelajaran
Buku sejarah
Buku petunjuk penggunaan alat
Setiap buku baik fiksi maupun non fiksi yang sudah dibaca bisa kita analisis menurut ….
Nilai kehidupan
Struktur dan kebahasaan
Intrinsik dan ekstrisik
Unsur dan contoh
Pelaku yang terdapat pada sebuah cerita disebut …..
Sudut pandang
Setting
Tokoh
Alur
Jalannya sebuah cerita sering alur atau …..
Sudut pandang
Point of view
Plot
Amanat
Keterangan mengenai tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan disebut ….
ide cerita
latar
judul
pernyataan
Perhatikan penggalan cerita berikut!
“Andi, kamu pandai berpuisi, kembangkan bakatmu,” puji Pak Tulus.
Sorak sorai teman-teman sekelas Andi bergemuruh. Pak Tulus kemudian menyuruh Andi membacakan puisinya di depan teman-teman. Tanpa malu-malu, Andi membacakan setiap kata dalam bait-bait puisinya.
Sikap tokoh utama pada teks cerita tersebut adalah ….
percaya diri
disiplin
pemalu
tegas
Perhatikan teks cerita berikut!
Baturaden
Suatu sore ketika ia sedang berjalan-jalan di sekitar pemandian, ia dikejutkan oleh jeritan seorang wanita. Suta segera mencari ke arah jeritan tadi. Akhirnya, ia tiba di dekat sebuah pohon besar. Dilihatnya putri Adipati menjerit-jerit di bawah pohon itu. Di dekatnya seekor ular raksasa menggelantung. Mulutnya menganga siap menelan putri tersebut. Suta sebenarnya ngeri melihat ular besar itu. Namun, ia kasihan melihat sang Putri pucat dan ketakutan. Timbul keberanian Suta untuk memukul ular tersebut. Diambilnya bambu yang cukup besar, dipukulnya kepala ular itu berkali-kali.
“Terima kasih, Kang Suta. Kamu telah menyelamatkan jiwaku.”
“Itu sudah menjadi tugas saya, Tuan Putri. Apalagi hamba ini abdi Sang Adipati, ayah Tuan Putri,” sahut Suta.
Kemudian, Sang Putri dan Suta pergi meninggalkan tempat itu menuju Kadipaten. Sejak kejadian itu Sang Putri semakin akrab dengan Suta. Bahkan, keduanya punya rencana mengikat hubungan itu dalam suatu pernikahan. Rencana itu diketahui Sang Adipati, maka marahlah Sang Adipati.
Watak tokoh Suta pada teks cerita tersebut adalah ….
penolong
pemberani
penakut
Penyayang
Perhatikan teks berikut ini!
Firman masih terjaga. Ditemani jam weker dan segelas susu hangat yang baru diantar ibunya. Mulutnya komat-kamit menghafal rumus metematika. Kadang matanya terpejam, berharap rumus yang dihafal dapat melekat di otak. Namun tasa kantuk yang kuat, sering menghapus hafalannya.
Harus bisa! Tekadnya dalam hati. Firman tak rela gelar juara pertamanya direbut oleh Andi untuk yang kedua kali. Apalagi ayahnya sudah berjanji akan membelikan sepeda baru kalau ia berhasil merebut kembali juara pertama. "Luas kerucut adalah...., adalah...aahhh...! Lupa lagi!" Keluhnya kesal.
Tokoh tambahan pada teks di atas adalah....
Firman
ibu
ibu guru
ayah
