Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bahasa Indonesia , Novel

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Cermati teks berikut!

(1) Kehidupan di Lhok Nga mulai bergerak remang. (2) Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. (3) Orang-orang sudah dari tadi kembali dari meunasah (beribadah). (4) Orang-orang mulai beranjak mengukir hari. (5) Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. (6) Yang bekerja di kantoran mandi, bersiap diri. (7) Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. (Hafalan Surat Delisa, Tere Liye)

Kalimat bermajas dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor...

a)

(2) dan (3)

b)

(3) dan (4)

c)

(2) dan (4)

d)

(6) dan (7)

e)

(2) dan (7)

2.

Cermati kutipan novel berikut!

Dari lantai dua ini, kalian bisa melihat pekerja konstruksi bakal town square dua ratus meter di sisi kiri gerai foto kopian tadi. Beberapa remaja berkumpul ramai di sana. Para pekerja yang memakai helm tak peduli dengan hujan. Mereka sedang mengejar target peresmian enam bulan lagi. Bersaing dengan dua pusat perbelanjaan lainnya yang serempak dibangun. Kota ini maju sekali meskipun itu harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

Keterkaitan isi novel tersebut dengan kehidupan masyarakat saat ini adalah...

a)

Kemajuan kota terkadang harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

b)

Para pekerja kontruksi harus siap bekerja di mana pun dan kapan pun.

c)

Para pekerja kontruksi tetap bekerja meskipun kondisi hujan.

d)

Adanya persaingan antara toko dengan pusat perbelanjaan.

e)

Para remaja sering berkumpul di toko cuci cetak foto.

3.

Cermati kutipan novel berikut dengan baik!

Wiraatmaja menggelengkan kepalanya. "Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik." "Bukan begitu Bapak!" kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. "Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah...

a)

Orang pertama sebagai pelaku pertama

b)

Orang ketiga serba tahu

c)

Orang pertama sebagai pengamat

d)

Orang ketiga terarah

e)

Orang ketiga bukan tokoh utama

4.

Cermatilah paragraf berikut!

Malam terasa dingin. Rasa dingin membuatku takut. Lolongan anjing yang terus menerus menyurutkan keberanianku untuk bangun. Perlahan-lahan kuselimuti tubbuhku dengan sarung, lalu kucoba berlindung di balik bantal. Terasa tegak hangat tubuhku.

Perbaikan kalimat yang tidak padu yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah...

a)

Angin malam berhembus ke arahku.

b)

Angin membuatku kedinginan.

c)

Hembusan angin malam itu begitu kencang.

d)

Semilir angin membangunkan bulu kudukku.

e)

Hembusan angin dari luar pintu terasa dingin.

5.

Cermati paragraf berikut!

Mereka terkejut melihat harimau ... melepaskan Pak Balam dari cengkeramannya. Harimau itu menghilang ke dalam hutan yang sangat gelap tengah malam itu. Dengan cepat mereka berlari dan menuju ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam lukanya ..., betisnya terkena gigitan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga terlihat tulang yang putih, dan darah yang mengalir...

Frasa berikut yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...

a)

sangat besar, besar benar, teramat banyak

b)

sangat besar, amat parah, amat banyak

c)

cukup besar, sakit sekali, bagaikan air

d)

agak besar, dalam sekali, tak tertahankan

e)

tinggi besar, paling besar, seperti air

6.

3. Perhatikan kembali kutipan Novel berikut!


Dyah Menur berbalik dengan memejamkan mata. Dyah Menur Hardiningsih yang mengendong anaknya dan Pradhabasu yang juga mengendong anaknya, berjalan makin jauh kearah surya di langit barat. Dan sang waktu sebagaimana kodratnya akan mengantarkan ke mana pun mereka melangkah. Sang waktu pula yang menggilas semua peristiwa menjadi masa lalu.


Majas yang dipakai dalam kalimat terakhir kutipan novel sejarah tersebut adalah …

a)

A. personifikasi

b)

B. metafora

c)

C. hiperbola

d)

D. asosiasi

e)

E. alegori

7.

4. Bacalah kutipan Novel berikut dengan cermat!


Pada hari kedua, pertemuan diadakan di gedung Oost Java Bioscoop yang ada di Koningsplein Noord tepat pukul 08.00 WIB. Pengunjung ternyata tetap banyak. Bahkan, sepengamatan Supratman tak hanya pemuda, tapi juga beberapa orang tua dan pemudi.

Hari ini yang akan diangkat adalah permasalahan pendidikan. Sayangnya, pembicara Ki Hajar Dewantara dan Jokosarwono berhalangan hadir. Untung pembicara lainnya, Ny. Purnomowulan dansarmidi Mangunsarkoro, cukup bias menggantikan mereka.

Kedua pembicara mengangkat topik yang hamper sama. Keduanya sepakat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula memiliki keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di rumah. Satu lagi, anak juga harus dididik secara demokratis.


1. Latar yang terdapat dalam kutipan novel di atas adalah ...

a)

A. Pagi hari, di gedung Oost Java Bioscoop, suasana kecewa

b)

B. Pagi hari, di gedung Oost Java Bioscoop, suasana tegang

c)

C. Pagi hari, di gedung Oost Java Bioscoop, suasana haru

d)

D. Pagi hari, di gedung Oost Java Bioscoop, suasana hening

e)

E. Pagi hari, di gedung Oost Java Bioscoop, suasasana ramai

8.

5. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!


Pada hari kedua, pertemuan diadakan di gedung Oost Java Bioscoop yang ada di Koningsplein Noord tepat pukul 08.00 WIB. Pengunjung ternyata tetap banyak. Bahkan, sepengamatan Supratman tak hanya pemuda, tapi juga beberapa orang tua dan pemudi.

Hari ini yang akan diangkat adalah permasalahan pendidikan. Sayangnya, pembicara Ki Hajar Dewantara dan Jokosarwono berhalangan hadir. Untung pembicara lainnya, Ny. Purnomowulan dansarmidi Mangunsarkoro, cukup bias menggantikan mereka.

Kedua pembicara mengangkat topik yang hamper sama. Keduanya sepakat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula memiliki keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di rumah. Satu lagi, anak juga harus dididik secara demokratis.


Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

A. Seorang anak sebaiknya mendapatkan pendidikan kebangsaan.

b)

B. Setiap pemuda sebaiknya menghadiri acara yangberkaitan dengan kepemudaaan.

c)

C. Kita sebaiknya tidak mencarikan pembicara lain yang berhalangan hadir.

d)

D. Orang tua sebaiknya tidak memaksakan anak untuk bersifat demokratis.

e)

E. Seorang anak pembicara seharusnya memberikan motivasi kepada prndengar.

9.

8. Perhatikan kutipan Novel berikut!


Petang semakin dingin, tetapi Larasati selalu memohon agar masih boleh menunggu beberapa menit. […] karenanya mereka telah membawa jas-jas hangat. Bahkan jas yang dipakai Bu Ananta adalah jas berbulu tebal, hadiah istri seorang Goodwill Mission dari Amerika yang bersimpati terhadap Larasati. Barangkali agak longgar sedikit untuk ibu, tetapi lebih baik begitu.


Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan novel tersebut adalah …

a)

A. Keadaaan di luar semakin gelap.

b)

B. Udara dingin di lereng gunung.

c)

C. Suasana pedesaan semakin sepi.

d)

D. Cahaya matahari mulai memudar.

e)

E. Suasana pedesaan semakin senyap.

10.

8. Perhatikan kutipan Novel berikut!


Petang semakin dingin, tetapi Larasati selalu memohon agar masih boleh menunggu beberapa menit. […] karenanya mereka telah membawa jas-jas hangat. Bahkan jas yang dipakai Bu Ananta adalah jas berbulu tebal, hadiah istri seorang Goodwill Mission dari Amerika yang bersimpati terhadap Larasati. Barangkali agak longgar sedikit untuk ibu, tetapi lebih baik begitu.


Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan novel tersebut adalah …

a)

A. Keadaaan di luar semakin gelap.

b)

B. Udara dingin di lereng gunung.

c)

C. Suasana pedesaan semakin sepi.

d)

D. Cahaya matahari mulai memudar.

e)

E. Suasana pedesaan semakin senyap.

11.

Cermati kutipan novel berikut!

(1)Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.

(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata,

“Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” (“Layar Terkembang” karya STA)

Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

12.

Cermati kutipan novel berikut!

Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan. (Sang Pemimpi. Andrea Hirata)


Amanat penggalan novel tersebut adalah . . .

a)

Jadilah guru sastra karena selalu menyenangkan.

b)

Jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.

c)

Tampilah dengan prima dan penuh gaya jika akan mengajar.

d)

Hargai diri sendiri aar dapat menghargai orang lain.

e)

Mengajarlah dengan sepenuh hati agar disukai oleh murid.

13.

Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua. (Sunset Bersama Rosie, Tere Liye)

Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Tanggapan tokoh lain

c)

Pikiran tokoh

d)

Tindakan tokoh

e)

Penjelasan langsung

14.

Cermati kutipan berikut!

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.


Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Gundah

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

15.

Cermati kutipan berikut!

Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.


Radit : “Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?

Trisna : “Lo dimana sekarang?” (Koala Kumal, Raditya Dika)

Kutipan novel diatas dibuka dengan ...

a)

Mendeskripsikan suasana

b)

Mendeskripsikan orang

c)

Mendeskripsikan tempat

d)

Mendeskripsikan waktu

e)

Mendeskripsikan objek

16.

Cermati kutipan novel berikut!

(1) Gak lama kemudian gue dan Trisna berangkat ke bioskop.

(2)Trisna memang tergila-gila sama Harry Potter semua blognya penuh dengan tulisan Harry Potter.

(3)Di buku hariannya di SMA di kolom cita-cita Trisna menulis pengen ketemu Harry Potterku untuk menyihirku menjadi gadisnya yang cantik.

(Koala Kumal, Raditya Dika)

Konjungsi temporal terdapat dalam kalimat nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

1 dan 2

e)

2 dan 3

17.

Sekalipun miskin, Sandat selalu menanamkan kepercayaan diri yang besar pada Cenana, anak semata wayangnya. ‘Hidup selalu berubah kau boleh punya impian, kita tahu bahwa kita masih hidup masih beruntung. Tapi jangan pernah memaksakan semua mimpimu jadi kenyataan, kejarlah yang kira-kira bisa kau capai saja. Ah kau makin besar, sehat , dan cantik.


(Perempuan-perempuan Matahari, Oka Rusmini)


Watak tokoh Sandat dalam kutipan tersebut adalah….

a)

Rendah diri

b)

Bijaksana

c)

Penyabar

d)

Baik hati

e)

Pesimis

18.

Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.

a)

klimaks

b)

antiklimaka

c)

retorika

d)

ironi

e)

personifikasi

19.

Pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari komisaris perusahaan tersebut. Tangan kanan merupakan ungkapan bagi orang yang setia dan dipercaya.

a)

hiperbola

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

klimaks

e)

irono

20.

Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.

a)

Personifikasi

b)

Litotes

c)

hiperbola

d)

sineldok

e)

repetisi

21.

Bacalah kutipan novel berikut!

Aku termangu menatap ke luar dari jendela kamarku. Perutku bergerak lagi. Aku mengusap-usapnya dengan lembut. Kalau kau lahir, anakku, apakah yang akan kautemui nanti. Hidup dalam rumah tangga ayah ibu yang tidak karu-karuan seperti ini, atau hidup jauh dari ayahmu? Perasaanku jadi tak menentu. Baru kusadari, di sinilah beratnya jadi perempuan. Kalau salah melangkah, anak sendiri yang jadi korban. Tapi salahkah aku? Kurang perhitungan? Entahlah! Harapanku baik, tapi alangkah susahnya untuk dijalani.

Novel Sebening Kaca karya Yati Maryati Wiharja

Pendeskripsian watak tokoh aku yang galau dalam kutipan novel tersebut adalah melalui …

a)

perbincangan tokoh lain

b)

jalan pikiran tokoh

c)

jalan pikiran tokoh lain

d)

ucapan-ucapan tokoh

e)

tindakan tokokh lain

22.

Bacalah kutipan teks novel Berikut! Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... *

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikai

d)

hiperbola

e)

metonimia

23.

Cermati kutipan berikut!

Tiap-tiap pemuda yang bersekolah di Betawi dalam bertamasyadi Danau Singkarak atau Sawahlunto dan singgah ke Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya. Rumah itu dibeli oleh Ibu Hanafi dan disanalah ia tinggal bersama Rapiah karena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan Ibu Hanafipun berkata hendak menurutkan orang kedua itu ke mana perginya.

Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri pada Syafei.

Ibu Hanafi memerlukan benar menyembelih ayam, tiap-tiap kedatangan anak-anak sekolah dari betawi. Pemuda-pemuda itu senang sekali datang berkunjung ke rumah orang yang peramah dan bijaksana itu.

(Salah Asuhan, Abdul Muis)

Hal dalam kutipan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekarang ini adalah…

a)

Jika bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawahlunto singgah ke rumah sanak saudara di sana.

b)

Hendaklah kita mengunjungi keluarga kita yang ada di daerah.

c)

Suatu Keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu.

d)

Ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu

e)

Tidak menikah lagi sesudah suami meninggal demi masa depan anak yang dicintai

24.

Bacalah kedua kutipan teks novel berikut!

Teks 1

Tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen, bisa rubuh berantakan. Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhammadiyah dan sore untuk SMP Muhammadiah. Maka kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama sembilan tahun di sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan sebangku pun tak berubah selama Sembilan tahun SD dan SMP itu.

(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)

Teks 2

Setelah aku diwisuda sebagai sarjana ilmu hukum, aku kemudian memilih pulang ke Rimbo Pematang. Aku membantu mengajar di SMA Rimbo Parit dengan status honorer, sekolah tempatku menyelesaikan sekolah dulu. Aku memegang mata pelajaran Tata Negara dan Sejarah. Seperti ketika sekolah dulu, aku bolak-balik dari rumah ke kota kecamatan tersebut; dari rumah jalan kaki beberapa ratus meter ke dermaga penyeberangan dengan perahu di pinggir sungai, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat ke Rimbo Parit. Begitu setiap hari pulang-pergi.

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Perbandingan sudut pandang yang digunakan dalam kedua teks di atas adalah ...

a)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

b)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

c)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

d)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

e)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III jamak, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III tunggal

25.

Bacalah teks berikut !

“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”Kemarau, A.A. Navis

Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

a)

Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama

b)

Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya

c)

Tuhan melarang perkawinan beda agama.

d)

Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

e)

Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan