NEW
Font size
Worksheetscerita rakyat
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!
Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri Nilai, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri Kuning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyum ramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Karakteristik hikayat yang menonjol dalam penggalan cerita rakyat di atas adalah .…
a. anonim
b. kemustahilan
c. istanasentris
d. kesaktian tokoh
e. menggunakan bahasa Melayu klasik
Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ....
a. diam dan tuan
b. daripadanya dan merebut
c. raja dan tamasya
d. rimba dan akal
d. hamba dan buraksa
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Amanat dalam hikayat tersebut adalah ....
a. mendahulukan kepentingan umum
b. menghormati perasaan orang lain
c. menegur orang dengan bahasa yang sopan
d. menolong orang yang sedang menderita
e. membantu orang yang sedang bersedih hati
Nilai yang berkaitan dengan budi pekerti disebut ....
a. nilai moral
b. nilai sosial
c. nilai budaya
d. nilai edukasi
e. nilai agama
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....
a. harusnya orang makan daging
b. pentingnya menepati janji
c. harus menghormati orang lain
d. kita harus pandai membahagiakan orang lain
e. hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ....
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
a. Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
b. Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
c. Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
d. Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
e. Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
a. diusir
b. diminta
c. diperintah
d. diizinkan
e. diharapkan
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah ....
a. metafora
b. alegori
c. antonomasia
e. personifikasi
d. simile
Bahasa yang digunakan hikayat adalah ....
a. bahasa Jawa
b. bahasa Melayu
c. bahasa Sulawesi
d. bahasa Banjarmasin
e. bahasa Indonesia
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri ....
a. cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
b. kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
c. kesaktian dan keunggulan ceritanya
d. kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
e. emustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
