NEW
Font size
WorksheetsAl-Hadits 6 (Hadits Tentang Adab Berpakaian)
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Q1. Hadits adalah perkataan, perbuatan dan ketetapan . . . .
Allah
Rasulullah
ulama
pemimpin
Q2. Berikut ini yang termasuk perawi hadits adalah .....
Abu Ubaidah
Abu Thalib
Abu Darda'
Abu Daud
Q3. Rasulullah melarang kita berlebih-lebihan dalam hal berikut, kecuali . . . .
makanan dan minuman
berpakaian
belajar
shodaqoh
Q4. Allah tidak akan memandang orang yang menjulurkan pakaiannya (hingga terseret) karena ....
Kata yang tepat untuk melengkapi hadits di atas adalah ....
mubazir
sombong
terlalu indah
akan terkena kotoran
Q5. Lanjutan hadits berikut لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ . . . .
فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ
فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى
ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا
Q6. Hukum bagi orang yang menjulurkan pakaiannya hingga terseret karena sombong adalah ….
sunah
makruh
haram
syubhat
Q7. Hukum bagi orang yang menjulurkan pakaiannya hingga terseret bukan karena sombong adalah . . . .
halal
haram
makruh
sunnah
Q8. Arti hadits berikut adalah….
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
Allah tidak akan memandang orang yang menjulurkan pakaiannya (hingga terseret) karena sombong.
bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam perkelaian, akan tetapi orang yang sungguh kuat adalah yang dapat melawan hawa nafsunya ketika marah.
Apabila salah seorang di antara kalian memakai sandal, maka hendaklah ia memulainya dengan kaki kanan dan apabila melepasnya, maka hendaklah memulainya dengan kaki kiri.
Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal. Hendaklah ia memakai kedua-duanya atau melepas kedua-duanya.
Q9. Kita disunnahkan untuk mendahulukan anggota yang kanan saat melakukan hal-hal di bawah ini, kecuali . . . .
memakai pakaian
memakai alas kaki
masuk kamar kecil
berwudhu
Q10. Hadits tentang adab berpakaian yang berhubungan dengan kesopanan adalah . . . .
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
Q11. Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal. Hendaklah ia . . . kedua-duanya atau melepas kedua-duanya ….
memakai
meninggalkan
membiarkan
melupakan
Q12. Contoh makruh adalah . . . .
pinjam-meminjam
jual beli
makan daging kelinci
merokok
Q13.
.... إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ
أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ
وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ
Q14. Lengkapi hadits berikut!
أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ ....
وَإِذَا نَزَعَ
إِذَا انْتَعَلَ
فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ
فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى
Q15.
“إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ ” (رواه .... )
الترميذي وأبو داود
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
إِبْنُ مَاجَّة وَالتِّرْمِيْذِى
أَبُوْ دَاوُدْ وَالتِّرْمِيْذِى
Q16. Jadikanlah kaki kanan yang pertama memakai (dari keduanya) dan kaki kiri untuk melepasnya. Maksud arti hadits di atas adalah….
kaki kanan lebih baik dari kaki kiri
kaki kiri lebih baik dari kaki kanan
kaki kanan didahulukan saat mengenakan pakaian
kaki kiri didahulukan saat mengenakan pakaian
17. Larangan memakai alas kaki sebelah ditunjukkan pada hadits . . . .
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّي الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
Q18. Di bawah ini yang bukan hadits tentang adab berpakaian adalah....
إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ، لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
Q19. لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا (رواه . . . )
وَالتِّرْمِيْذِى وَ أَحْمَدْ
إِبْنُ مَاجَّة وَالتِّرْمِيْذِى
أَبُوْ دَاوُدْ وَالتِّرْمِيْذِى
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Q20. “Saat memakai pakaian sunnah mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri”. Hadits yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah . . . .
لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ
إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْنِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، فَلْتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيْعًا أَوْلِيَخْلَعْهُمَا جَمِيْعًا
إِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْت وَ أَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
