Worksheets1 B.INDONESIA KD 3.9 TEMA 9 ST 1
Total questions: 10
Worksheet time: 3hrs 30mins
Menjelang malam pekerjaan Pino selesai. Ia memandang dengan puas tiga kaleng minyak tanah yamh kosong dan uang hasil penjualannya. Lalu ia mendayung perahu menuju mercusuar untuk melapor pada ayahnya.
"Bagus, Pino. Kelak kamu akan jadi pemimpin. Kamu bisa membaca situasi dan mengambil tindakan yang tepat. Ayah bangga padamu," kata ayah Pino. "Lain kali, kalau di desa ada pesta bertepatan dengan mobil tangki minyak datang, kita akan memperingatkan para tetangga untuk tidak lupa membeli minyak."
Pino tertawa dan berkata, "Kupikir tidak apa-apa kalau mereka lupa. tadi mereka membeli dengan ahrga yang lebih mahal sedikit. jadi aku dapat untung sedikit."
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah ....
Pak Manuel
ayah Pino
penduduk
Pino
Menjelang malam pekerjaan Pino selesai. Ia memandang dengan puas tiga kaleng minyak tanah yamh kosong dan uang hasil penjualannya. Lalu ia mendayung perahu menuju mercusuar untuk melapor pada ayahnya.
"Bagus, Pino. Kelak kamu akan jadi pemimpin. Kamu bisa membaca situasi dan mengambil tindakan yang tepat. Ayah bangga padamu," kata ayah Pino. "Lain kali, kalau di desa ada pesta bertepatan dengan mobil tangki minyak datang, kita akan memperingatkan para tetangga untuk tidak lupa membeli minyak."
Pino tertawa dan berkata, "Kupikir tidak apa-apa kalau mereka lupa. tadi mereka membeli dengan ahrga yang lebih mahal sedikit. jadi aku dapat untung sedikit."
Pesan kehidupan yang dapat diambil pada kutipan cerita tersebut adalah ....
Pandailah dalam membaca situasi dan mengambil tindakan yang tepat
Berdiskusilah sebelum bertindak
Ambillah untung sebesar-besarnya saat ada situasi darurat
Jangan mudah menyerah saat menghadapi situasi yang sulit
Bacalah kutipan cerita berikut!
Di sepanjang jalan yang agak macet dan panas, Rino masih berharap andai mereka bisa berlibur ke pantai. Karena ayah Rino mulai kehausan, ia menepikan mobil di dekat restoran pinggir jalan.
Latar tempat pada kutipan cerita di atas adalah ....
rumah
restoran
pinggir jalan
peternakan
Bacalah kutipan cerita berikut !
"Ya, sudah. Kesukaan orang kan lain-lain. Kita lihat saja nanti. Nenek bawa obat bosan yang bagaimana!" kata Mbok Nah. Empat puluh menit kemudian Nenek datang. Lili menyambutnya dengan gembira. Nenek mengeluarkan beberapa buah buku dari tasnya.
"Ya, obat bosannya buku. Lili kan malas baca buku!" seru Lili dengan kecewa.
"Hei, kamu belum tahu nikmatnya membaca buku rupanya. Kalau sudah senang membaca, kamu tidak akan pernah merasa bosan lagi. Nah, sekarang coba kamu baca buku yang ini !" kata Nenek sambil memberikan sebuah buku cerita bergambar.
"Kalau tebal, malas ah bacanya!" kata Lili dengan segan. "Tidak, ini cuma 24 halaman. Tiap halaman ada gambarnya dan teksnya sedikit. Ceritanya tentang beruang kecil. Bagus, lho! Anak-anak di berbagai negara sudah membaca buku ini!" Nenek memberi semangat.
Lili mulai membaca. Eh, ternyata menarik juga. Nenek tersenyum dan berkata, "Kamu sudah kelas enam. Sayang sekali kamu belum mengenal banyak cerita yang bagus. Sebetulnya buku bukan hanya buku cerita, tetapi ada juga buku tentang berbagai pengetahuan. Misalnya kamu mau tahu asal minyak tanah, atau cara kerja tukang pos, atau tentang menanam bunga atau apa saja, semua ada bukunya !"
Tokoh utama pada kutipan cerita di atas adalah ...
Mbok Nah
Lili
Nenek
Ibu
Bacalah kutipan cerita berikut !
"Ya, sudah. Kesukaan orang kan lain-lain. Kita lihat saja nanti. Nenek bawa obat bosan yang bagaimana!" kata Mbok Nah. Empat puluh menit kemudian Nenek datang. Lili menyambutnya dengan gembira. Nenek mengeluarkan beberapa buah buku dari tasnya.
"Ya, obat bosannya buku. Lili kan malas baca buku!" seru Lili dengan kecewa.
"Hei, kamu belum tahu nikmatnya membaca buku rupanya. Kalau sudah senang membaca, kamu tidak akan pernah merasa bosan lagi. Nah, sekarang coba kamu baca buku yang ini !" kata Nenek sambil memberikan sebuah buku cerita bergambar.
"Kalau tebal, malas ah bacanya!" kata Lili dengan segan. "Tidak, ini cuma 24 halaman. Tiap halaman ada gambarnya dan teksnya sedikit. Ceritanya tentang beruang kecil. Bagus, lho! Anak-anak di berbagai negara sudah membaca buku ini!" Nenek memberi semangat.
Lili mulai membaca. Eh, ternyata menarik juga. Nenek tersenyum dan berkata, "Kamu sudah kelas enam. Sayang sekali kamu belum mengenal banyak cerita yang bagus. Sebetulnya buku bukan hanya buku cerita, tetapi ada juga buku tentang berbagai pengetahuan. Misalnya kamu mau tahu asal minyak tanah, atau cara kerja tukang pos, atau tentang menanam bunga atau apa saja, semua ada bukunya !"
Tokoh yang memiliki sifat pemberi semangat pada kutipan cerita di atas adalah ...
Ayah
Lili
Nenek
Ibu
(1) Keesokan harinya, pagi-pagi petualangan di desa sudah dimuali. Eka mengajak Ayu dan Ardani mandi di sebuah pancuran alam, memancing bersama kakek Eka di sungai yang jernih dan memetik buah-buahan di kebun Kakek. Ayu sungguh menikmati acara itu. Namun siang harinya ia mengutarakan niatnya untuk pulang.
(2) "Kenapa?" Kedua kawannya hampir serentak bertanya.
(3) "Kasihan ibuku, mungkin belum selesai mejejaitan, kata Ayu.
(4) "Tapi, kamu senang di sini, kan?" Eka bertanya.
(5) "Tentu saja, ini liburan yang menyenangkan," kata Ayu. "Tapi Ibu tetap terpikirkan olehku."
Kalimat yang menunjukkan watak tokoh Ayu sayang terhadap ibunya terdapat pada nomor ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
3 dan 5
(1) Keesokan harinya, pagi-pagi petualangan di desa sudah dimuali. Eka mengajak Ayu dan Ardani mandi di sebuah pancuran alam, memancing bersama kakek Eka di sungai yang jernih dan memetik buah-buahan di kebun Kakek. Ayu sungguh menikmati acara itu. Namun siang harinya ia mengutarakan niatnya untuk pulang.
(2) "Kenapa?" Kedua kawannya hampir serentak bertanya.
(3) "Kasihan ibuku, mungkin belum selesai mejejaitan, kata Ayu.
(4) "Tapi, kamu senang di sini, kan?" Eka bertanya.
(5) "Tentu saja, ini liburan yang menyenangkan," kata Ayu. "Tapi Ibu tetap terpikirkan olehku."
Berdasarkan jenis perwatakannya, Ayu adalah tokoh ....
protagonis
antagonis
penengah
kameo
"Satu pikul Rp 250,-! kata Iwan.
"Biar, empat pikul pun tak apa-apa. Aku akan membayarnya!" seru Rosa, lalu keluar untuk memesan air tak jauh dari rumah.
Mas Edi, Mas Iwan, dan Lisa tertawa.
Latar tempat kutioan teks tersebut adalah ....
rumah
jalan
halaman
taman
Kathrin adalah gadis yang sangat tertib. Karena khawatir bangun terlambat, ia terbangun di tengah malam. Ia mengira cahaya bulan yang terang adalah cahaya matahari terbit. Maka, ia bergegas ke dapur dengan panik untuk membuat api.
Sayangnya, kayu-kayu di dapur agak lembap sehingga tak bisa dinyalakan. Kathrin cemas kalau ia tak sempat membuat sarapan. Ia melihat ke jendela dapur dan melihat cahaya di timur.
"Ada orang yang membuat api unggun! Syukurlah!" seru Kathrin lega.
Ia segera berlari keluar rumah. Di padang rumput, sekitar dua puluh meter dari rumah Bu Liam, tampak ada api unggun kecil menyala. Ia berlari cepat membawa panci untuk meletakkan bara.
Ketika tiba di dekat api unggun, ia melihat tiga pria berpakaian putih. Mereka duduk di dekat api unggun tanpa bicara sama sekali.
"Maaf... bolehkah ... bolehkan aku meminta satu atau dua batu bara?" tanya Kathrin dengan takut-takut.
Kalimat dalam cerita tersebut yang menunjukkan latar tempat di dapur adalah .....
Ia melihat ke jendela dapur dan melihat cahaya di timur
Di padang rumput, sekitar dua puluh meter dari rumah Bu Liam, tampak ada api unggun kecil menyala
Ketika tiba di dekat api unggun, ia melihat tiga pria berpakaian putih
Mereka duduk di dekat api unggun tanpa bicara sama sekali
Kathrin adalah gadis yang sangat tertib. Karena khawatir bangun terlambat, ia terbangun di tengah malam. Ia mengira cahaya bulan yang terang adalah cahaya matahari terbit. Maka, ia bergegas ke dapur dengan panik untuk membuat api.
Sayangnya, kayu-kayu di dapur agak lembap sehingga tak bisa dinyalakan. Kathrin cemas kalau ia tak sempat membuat sarapan. Ia melihat ke jendela dapur dan melihat cahaya di timur.
"Ada orang yang membuat api unggun! Syukurlah!" seru Kathrin lega.
Ia segera berlari keluar rumah. Di padang rumput, sekitar dua puluh meter dari rumah Bu Liam, tampak ada api unggun kecil menyala. Ia berlari cepat membawa panci untuk meletakkan bara.
Ketika tiba di dekat api unggun, ia melihat tiga pria berpakaian putih. Mereka duduk di dekat api unggun tanpa bicara sama sekali.
"Maaf... bolehkah ... bolehkan aku meminta satu atau dua batu bara?" tanya Kathrin dengan takut-takut.
Tokoh utama pada kutipan cerita tersebut adalah .....
tiga pria berpakaian putih
Bu Liam
Kathrin
Nenek
