NEW
Font size
WorksheetsBindo kelas 9
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Bacalah kutipan teks laporan observasi berikut!
Perkembangan teknologi sungguh pesat. Setelah ditemukan tulisan, berikutnya alat-alat komunikasi, seperti radio, telepon, TV, dan komputer. Pesan dapat disampaikan ke tempat yang lebih jauh sehingga orang dapat bercakap di mana saja.
Ide pokok paragraf di atas adalah...
Dengan telepon, orang dapat bercakap di mana saja.
Telepon memudahkan orang untuk berkomunikasi.
Telepon memiliki kemajuan yang pesat.
Perkembangan teknologi alat komunikasi sangat pesat.
Radio, telepon, TV, dan komputer ditemukan setelah tulisan.
Bacalah kutipan teks laporan observasi berikut!
Berdasarkan uraian tersebut, penulis mengemukakan bahwa telepon membawa dampak positif jika digunakan sesuai fungsinya. Sebaliknya, telepon membawa dampak negatif apabila digunakan secara berlebihan.
Paragraf di atas termasuk ke dalam struktur...
orientasi
deskripsi khusus
deskripsi umum
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
Kalimat di bawah ini yang termasuk kalimat definisi adalah...
Daun sirsak digunakan sebagai obat kanker.
Daun sirih adalah daun yang merambat di pohon.
Daun kamboja sangat disukai karena indah.
Daun pisang sangat baik untuk menurunkan panas.
Daun mangga berwarna hijau muda.
Bacalah kutipan cerita berikut!
Maura sudah mulai berburu menjelajahi toko-toko bermerk untuk membeli pashmina dengan motif yang disukai maminya. Hanya aku yang tak mempersiapkan apa-apa untuk biyungku.
“Kok biyung, sih?” tanya Maura dengan mimik lucu. “ Kenapa gak panggil mama, mami, atau ibulah yang paling umum?” ujarnya lagi. Aku hanya tersenyum.
“Orang Jawa zaman dulu memang kebanyakan memanggil ibu mereka dengan sebutan ‘biyung’. Sama saja, kok, artinya dengan mami, mother, mom, dan yang lainnya,” jelasku sambil tersenyum.
Terlihat lirikan mata Yesha dengan senyuman yang membiasakan ejekan. Aku tak peduli.
Tokoh utama dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
aku
Maura
biyung
Yesha
Bacalah kutipan cerita berikut!
Maura sudah mulai berburu menjelajahi toko-toko bermerk untuk membeli pashmina dengan motif yang disukai maminya. Hanya aku yang tak mempersiapkan apa-apa untuk biyungku.
“Kok biyung, sih?” tanya Maura dengan mimik lucu. “ Kenapa gak panggil mama, mami, atau ibulah yang paling umum?” ujarnya lagi. Aku hanya tersenyum.
“Orang Jawa zaman dulu memang kebanyakan memanggil ibu mereka dengan sebutan ‘biyung’. Sama saja, kok, artinya dengan mami, mother, mom, dan yang lainnya,” jelasku sambil tersenyum.
Terlihat lirikan mata Yesha dengan senyuman yang membiasakan ejekan. Aku tak peduli.
Cerita di atas termasuk jenis prosa...
Cerbung
Dongeng
Cerpen
Legenda
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Kejengkelanku yang sudah mulai hilang kini muncul kembali. (2)’ Hebat’ betul si Siti ini. (3) Mana ada, sih, pembantu yang ngambek kalau diomeli majikan? (4) Kalau begini caranya, lebih baik dipecat saja dia. (5) Nanti kalau ibu pulang akan kulaporkan ulahnya. (6) Akan kubujuk ibu agar memecatnya. (7) Biar tahu rasa dia. (8) Yang mau jadi pembantu pasti masih banyak, tidak usah khawatir mengenai penggantinya.
Bukti watak tokoh aku suka mengadu terdapat pada nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(5) dan (6)
(7) dan (8)
Bacalah teks berikut !
Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.
Karakter tokoh Aku yang patut di contoh yaitu ….
pantang menyerah
suka menolong
rajin belajar
suka membaca
Bacalah teks berikut !
Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.
Cerpen tersebut menggunakan sudut pandang …
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga terbatas
Bacalah teks berikut!
“Benar, semua itu Nenek lakukan atas persetujuan seluruh keluarga. Hanya perasaan Nenek tak bisa dibohongi. Nenek, sebagai seorang ibu, merasa lari dari tanggung jawab dan sangat rindu pada keluarga karena jauh dari mereka.”
“Menurut aku, Nenek seorang ibu yang bertanggung jawab.”
“Itulah sebabnya Nenek kurang setuju kau tulis riwayat Nenek.”
Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
Nenek pergi jauh demi tanggung jawabnya kepada keluarga.
Aku, seorang cucu, yang sayang kepada neneknya.
Aku gagal menulis riwayat hidup nenek tercinta.
Nenek merasa bersalah karena telah meninggalkan keluarga.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Hai Gemblong!” sapa kawan-kawan Daryati dengan nada penuh candaan. Memang, ia sering mendapat sapaan ibarat itu di kelasnya, bahkan juga dari mitra kelas lain. Tubuh Daryati tidak gemuk. Sapaan itu didiberikan karena ibunya memang seorang bakul gemblong, masakan dari ketela pohon yang dikukus kemudian ditumbuk halus. Namun untaian candaan itu tak pernah dipedulikannya meski secara jujur Daryati merasa tak nyaman. Ia merasa mendapat daerah untuk latihan sabar.
Penyebab konflik yang dialami tokoh pada kutipan kisah tersebut yaitu ….
sering dipanggil dengan nada ejekan
badan Daryati gemuk alias gendut
ibunya seorang bakul gemblong
ia harus sabar setiap hari
