NEW
Font size
WorksheetsBAHASA INDONESIA TEMA 9 SUBTEMA 1
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Perhatikan teks berikut ini!
Firman masih terjaga. Ditemani jam weker dan segelas susu hangat yang baru diantar ibunya. Mulutnya komat-kamit menghafal rumus metematika. Kadang matanya terpejam, berharap rumus yang dihafal dapat melekat di otak. Namun tasa kantuk yang kuat, sering menghapus hafalannya.
Harus bisa! Tekadnya dalam hati. Firman tak rela gelar juara pertamanya direbut oleh Andi untuk yang kedua kali. Apalagi ayahnya sudah berjanji akan membelikan sepeda baru kalau ia berhasil merebut kembali juara pertama. "Luas kerucut adalah...., adalah...aahhh...! Lupa lagi!" Keluhnya kesal.
Tokoh utama pada teks di atas adalah...
ayah
ibu
Firman
ibu guru
Perhatikan teks berikut ini!
Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragmnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.
Ibu segera menyambut Deo dengan membukakan pintu pagar. Ibu pun membantu. Deo memasukkan sepedanya di halaman rumah. Ibu mengambil tas Deo yang ikut kotor dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Setelah ibu memberikan minum, ibu memeriksa luka-luka gores di lutut dan siku Deo. Deo meringis kesakitan ketika luka-luka itu dibersihkan dan diberikan obat. Setelah Deo mulai terlihat tenang, ibu meminta Deo bercerita.
Latar dari cerita pada teks di atas adalah...
jalan raya
rumah
sekolah
pasar
Perhatikan teks berikut ini!
Tak lama berselang, Kak Argia telah duduk di samping Rino dengan membawa komputer jinjingnya. "Nah, mari kita gunakan teknologi untuk membantu memecahkan masalahmu, Rin! Kakak akan membantumu mencari tahu cara membuatnya melalui internet. Dengan internet, kita dapat terhubung dengan berbagai situs yang dapat membantu kita, tergantung bagaimana kita mencari dan menggunakannya. Di sini, kamu juga bisa mencari ide untuk menentukan bentuk gantungan kunci yang kamu mau"! Kak Argia menjelaskan sambil tangannya lincah menggerakkan jarinya mencari yang ia perlukan melalui komputer jinjingnya.
Rino terkagum-kagum melihatnya. "Wah, kakak hebat! Terima kasih sekali, kak," tatap Rino tak percaya. "Tapi, Rin. kamu hanya boleh menggunakan atau membuka situs-situs itu dengan ditemani kakak atau orang dewasa lainnya, ya. Kamu belum cukup umur untuk membuka situs-situs melalui internet itu. Tidak semua yang dapat terhubung dengan internet itu sesuai dengan usiamu," jelas Kak Rino.
"Baiklah, kak Argia, yang penting kita bisa selesaikan proyek ini, ya! Terima kasih, lho kak!" seru Rino riang.
Watak dari kak Argia dalam teks di atas adalah...
jujur
tanggung jawab
hebat
periang
Perhatikan teks berikut ini!
Ketika Arya dan Ayah hendak maju untuk membayar tiket, tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka.
"Aduh, Bu. Perutku sakit sekali!" seru seseorang di belakang Arya dan Ayah. Seketika mereka menoleh ke belakang. Tampak seorang anak perempuan sebaya Arya sedang memegang perut. Wajahnya pucat. Keringat tampak mengucur di dahinya. Ibu anak perempuan itu pun terlihat panik. Beberapa kali si ibu menghibur anaknya untuk bertahan dalam antrean.
"Ibu, silakan ibu beli tiket dulu. Kasihan anak ibu," tiba-tiba Arya berkata kepada ibu si anak itu. Si ibu langsung menatapnya dan melihat Ayah. Ayah mengangguk dan mempersilakan keduanya untuk maju mengambil antrean mereka.
Setelah Si ibu mengucapkan terima kasih, mereka maju untuk membeli tiket mereka dan segera beranjak pergi menuju toilet bioskop. Film memang masih akan dimulai 30 menit lagi.
Sikap Arya berdasarkan cerita di atas adalah...
taat beribadah
rasa ingin tahu
gemar membaca
peduli terhadap sesama
Tokoh yang paling banyak diceritakan dalam sebuah cerita pendek disebut...
tokoh pendukung
tokoh tambahan
tokoh utama
pemeran pendamping
Keterangan mengenai ruang, waktu, serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa di dalam suatu cerita fiksi adalah ....
tokoh
penokohan
alur
latar
Perhatikan cerita berikut !
Sahabat Karibku
Hari ini temanku, Zahira berulang tahun. Aku mempunyai kejutan untuknya. Aku ingin membuatnya marah agar dia lupa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
“Za, sebenarnya aku nggak suka denganmu.”
“Kenapa, apa salahku, Hani?” katanya dengan mata berkaca-kaca sambal meninggalkan diriku.
“Zahira, ayo kita ke kantin. Ayolah cepat sedikit. Aku ingin makan nasi goreng,” kata Hani ketus.
Dengan mata berkaca-kaca Zahira mengikuti Hani menuju kantin.
“Happy birthday to you … Zahira I love you,” kataku sambal bernyanyi.
“Makasih teman-teman, ini kejutan yang hebat,”katanya.
Kejutan dari teman-teman untuk Zahira adalah ….
mengajak makan nasi goreng di kantin
mengajak Zahira bernyanyi bersama-sama
membuat Zahira menangis karena memusuhinya
memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Zahira
Perhatikan kutipan cerita berikut!
Sabtu pagi aku bangun dengan suasana hati riang. Aku sadar bahwa ini adalah kamar istimewaku. Aromanya menenangkan khas jeruk nipis pewangi ruangan kamarku.
Setelah bangun tidur, tokoh aku merasa ….
sedih
senang
risau
kecewa
Bacalah teks berikut!
Beni, Jonas, Udin, dan Bayu bermain bola di lapangan. Ketika Jonas menendang bola, Jonas tidak sengaja mengenai bahu Joni. Jonas segera meminta maaf kepada Beni. Beni pun memaafkan Jonas. Mereka kembali bermain dengan akur.
Tema dari teks di atas adalah ….
persahabatan
kebudayaan
pendidikan
pekerjaan
Bacalah cerita berikut !
Udin diminta Bu Indah untuk membawa buku-buku dari perpustakaan.Buku-buku tersebut dibawa ke ruang guru. Udin kesulitan membawa buku yang jumlahnya cukup banyak. Melihat hal itu, Beni segera membantu Udin walaupun Udin tidak memintanya.
Watak tokoh Beni pada cerita tersebut adalah ….
penyayang hewan
setia kawan
ramah
jujur
Perhatikan teks berikut ini!
Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragmnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.
Ibu segera menyambut Deo dengan membukakan pintu pagar. Ibu pun membantu. Deo memasukkan sepedanya di halaman rumah. Ibu mengambil tas Deo yang ikut kotor dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Setelah ibu memberikan minum, ibu memeriksa luka-luka gores di lutut dan siku Deo. Deo meringis kesakitan ketika luka-luka itu dibersihkan dan diberikan obat. Setelah Deo mulai terlihat tenang, ibu meminta Deo bercerita.
Latar dari cerita pada teks di atas adalah...
jalan raya
rumah
sekolahan
sepeda
Buku yang berisi kisahan ataupun cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi pengarang disebut buku …..
Anak
Fiksi
Non fiksi
Sejarah
Salah satu buku fiksi adalah buku ….
Naskah drama
Buku pelajaran
Buku sejarah
Buku petunjuk penggunaan alat
Setiap buku baik fiksi maupun non fiksi yang sudah dibaca bisa kita analisis menurut ….
Nilai kehidupan
Struktur dan kebahasaan
Intrinsik dan ekstrisik
Unsur dan contoh
Pelaku yang terdapat pada sebuah cerita disebut …..
Sudut pandang
Setting
Tokoh
Alur
Jalannya sebuah cerita sering alur atau …..
Sudut pandang
Point of view
Plot
Amanat
Keterangan mengenai tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan disebut ….
ide cerita
latar
judul
pernyataan
Perhatikan penggalan cerita berikut!
“Andi, kamu pandai berpuisi, kembangkan bakatmu,” puji Pak Tulus.
Sorak sorai teman-teman sekelas Andi bergemuruh. Pak Tulus kemudian menyuruh Andi membacakan puisinya di depan teman-teman. Tanpa malu-malu, Andi membacakan setiap kata dalam bait-bait puisinya.
Sikap tokoh utama pada teks cerita tersebut adalah ….
percaya diri
disiplin
pemalu
tegas
Perhatikan teks cerita berikut!
Baturaden
Suatu sore ketika ia sedang berjalan-jalan di sekitar pemandian, ia dikejutkan oleh jeritan seorang wanita. Suta segera mencari ke arah jeritan tadi. Akhirnya, ia tiba di dekat sebuah pohon besar. Dilihatnya putri Adipati menjerit-jerit di bawah pohon itu. Di dekatnya seekor ular raksasa menggelantung. Mulutnya menganga siap menelan putri tersebut. Suta sebenarnya ngeri melihat ular besar itu. Namun, ia kasihan melihat sang Putri pucat dan ketakutan. Timbul keberanian Suta untuk memukul ular tersebut. Diambilnya bambu yang cukup besar, dipukulnya kepala ular itu berkali-kali.
“Terima kasih, Kang Suta. Kamu telah menyelamatkan jiwaku.”
“Itu sudah menjadi tugas saya, Tuan Putri. Apalagi hamba ini abdi Sang Adipati, ayah Tuan Putri,” sahut Suta.
Kemudian, Sang Putri dan Suta pergi meninggalkan tempat itu menuju Kadipaten. Sejak kejadian itu Sang Putri semakin akrab dengan Suta. Bahkan, keduanya punya rencana mengikat hubungan itu dalam suatu pernikahan. Rencana itu diketahui Sang Adipati, maka marahlah Sang Adipati.
Watak tokoh Suta pada teks cerita tersebut adalah ….
penolong
pemberani
penakut
Penyayang
Perhatikan teks berikut ini!
Firman masih terjaga. Ditemani jam weker dan segelas susu hangat yang baru diantar ibunya. Mulutnya komat-kamit menghafal rumus metematika. Kadang matanya terpejam, berharap rumus yang dihafal dapat melekat di otak. Namun tasa kantuk yang kuat, sering menghapus hafalannya.
Harus bisa! Tekadnya dalam hati. Firman tak rela gelar juara pertamanya direbut oleh Andi untuk yang kedua kali. Apalagi ayahnya sudah berjanji akan membelikan sepeda baru kalau ia berhasil merebut kembali juara pertama. "Luas kerucut adalah...., adalah...aahhh...! Lupa lagi!" Keluhnya kesal.
Tokoh tambahan pada teks di atas adalah....
Firman
ibu
ibu guru
ayah
