WorksheetsKuis Fabel
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Si Kancil berjalan berjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut dan menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan itu telah diberi getah nangka sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dan sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap Kancil.
Sifat Kancil adalah ...
Suka mencuri dan pemberani
suka berjalan-jalan di kebun
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Si Kancil berjalan berjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut dan menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan itu telah diberi getah nangka sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dan sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap Kancil.
Tokoh dalam cerita adalah ...
kura-kura dan kelinci
kancil dan Pak Tani
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Si Kancil berjalan berjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut dan menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan itu telah diberi getah nangka sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dan sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap Kancil.
Di manakah latar cerita?
rumah
kebun Pak Tani
sekolah
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Rubah terus mengejar Kelinci. Rubah tidak menyerah begitu saja. Rubah itu memiliki kemampuan berlari tanpa henti sehingga dia mampu mengejar Kelinci tanpa kelelahan. Meskipun demikian, Kelinci melompat dengan sangat cepat menghindari kejaran Rubah. Rubah kehilangan jejak Kelinci. Rubah mulai mengendus bau Kelinci. Tidak lama kemudian dia menemukan Kelinci itu. Kini dia mengejarnya lebih cepat dari sebelumnya, tetapi Kelinci itu tidak dapat dia kejar. Akhirnya, Rubah itu menyerah dan tidak melakukan pengejaran terhadap Kelinci itu lagi.
Siapa tokoh dalam cerita?
rubah dan kelinci
kancil dan serigala
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Paman Belalang .... “Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Demikianlah, semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya.
Di manakah latar cerita?
kampung
kota
desa
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Paman Belalang .... “Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Demikianlah, semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya.
Hewan apa saja tokohnya?
belalang, serangga, kodok, dan cacing.
ular, rusa, rubah, dan kera
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil di lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun dari tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!” Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterima kasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.” Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan dari seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kapankah cerita terjadi?
zaman dahulu kala
sekarang
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil di lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun dari tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!” Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterima kasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.” Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan dari seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.
Bagaimana watak singa?
pemarah
pemberani
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”. Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Watak kupu-kupu adalah ...
penolong dan baik hati
pemaaf dan pemberani
Baca fabel berikut dan jawab pertanyaan di bawah!
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”. Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Di manakah letak cerita?
kebun
taman
