Font size
WorksheetsKARDIO 2018
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
1. Selama penelitian uji klinis yang menguji efek olahraga pada pria berusia antara 20 dan 30 tahun dievaluasi selama 15 menit menggunakan treadmill. Denyut rata-rata untuk 2 menit terakhir sesi adalah 175 / mnt. Selama menit terakhir latihan, berbagai pengukuran dilakukan. Dibandingkan dengan pengukuran sebelum sesi, yang mana dari yang berikut ini kemungkinan besar akan menurun?
Output jantung
Konsumsi oksigen
Volume stroke
Tekanan darah sistolik
Total resistansi perifer total
2. Seorang pria berusia 58 tahun dievaluasi selama pertemuan rutin dan bertanya untuk saran tentang penilaian risiko jantung. Saat ini tidak ada gejala penyakit jantung, rutin olahraga 4 hari per minggu, dan tidak pernah merokok. Dia tidak memiliki masalah kesehatan kronis dan tidak minum obat. Dia tidak tahu ada alergi obat. Hasil pemeriksaan fisik normal. Dari hasil perhitungan risiko kardiovaskular menggunakan Pooled Cohort Equations memprediksi risiko 6% dari infark miokard atau kematian koroner di AS 10 tahun ke depan. Manakah dari tes berikut yang harus dilakukan selanjutnya?
Pencitraan cardiac magnetic resonance
Cardiac CT angiography
Profil lipoprotein terfraksi
Uji high sentivity CRP
Pemeriksaan troponin
3. Seorang pria berusia 65 tahun datang dengan keluhan nyeri dada substernal untuk pertama kali. Pasien kemudian dipindahkan segera ke unit jantung terdekat untuk menjalani intervensi koroner perkutan primer. Dari hasil tindakan didapatkan adanya trombosis pada cabang coroner sirkumfleksa kiri (LCX). Angioplasti dilakukan dan dilakukan pemasangan stent. Gambaran EKG apa yang paling mungkin terjadi pada EKG pada saat pertama kali datang?
Depresi segmen ST pada sadapan V1-4
Elevasi segmen ST pada sadapan V1-6
Depresi segmen ST pada sadapan II, III dan AVF
Elevasi segmen ST pada sadapan V5-6
Elevasi segmen ST pada sadapan II, III dan AVF inferior (RCA)
4. Seorang pasien datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Dari pemeriksaan fisis didapatkan murmur sistolik dan disimpulkan kemungkinan terdapat regurgitasi mitral. Pemeriksaan khas apa yang dilakukan pada pasien tersebut?
Murmur lebih keras pada inspirasi
Murmur lebih keras dengan pasien dalam posisi lateral kiri.
Murmur lebih keras di atas garis midclavicular ruang interkostal kedua
Tanda Corrigan
Tekanan nadi sempit
5. Seorang pasien berusia 56 tahun diantar ke Unit Gawat Darurat dan saat tiba pasien dalam keadaan tidak sadar tetapi jalan napas paten dengan saturasi oksigen 97%. Dari pemeriksaan tidak didapatkan denyut nadi radial ataupun karotis. Tim code blue memutuskan memberi kejut jantung. Gambaran EKG yang mungkin pada pasien ini adalah
Fibrilasi Atrial
Fibrilasi ventrikel
Flutter Atrial
Takikardia Supraventrikular
Takikardia ventrikel polimorfik
6. Seorang laki-laki berusia 62 tahun mengalami keluhan berdebar-debar dan rasa tidak nyaman pada dada. Pada gambaran EKG didapatkan atrial fibrilasi dengan kecepatan ventrikel sekitar 130x/menit. Ia ringan ketidaknyamanan dada sentral tetapi tidak tertekan akut. Keluhan pertama kali dirasakan sekitar 3 jam sebelum datang ke rumah sakit. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 90/50 mmHg, nadi lemah, tidak kuat angkat, akral dingin. Manajemen awal pada pasien ini adalah?
Antikoagulan dengan heparin dan mulai bisolprolol dengan dosis standar harian
kardioversi DC
Berikan bisoprolol dan verapamil, dan berikan warfarin
Coba kardioversi dengan flecainide IV
Tunggu untuk melihat apakah ada kembali spontan ke irama sinus
7. Seorang wanita 69 tahun datang dengan keluhan jantung berdebar yang hilang timbul berlangsung beberapa jam kemudian berhenti secara spontan. Pasien juga juga menderita asma. Dari pemeriksaan EKG didapatkan fibrilasi atrium paroksismal Manajemen yang paling tepat pada pasien ini adalah?
Digoxin bisa efektif digunakan untuk mencegah kembali ke Aritmia
Tidak perlu antikoagulas
Sotalol bisa efektif digunakan pada pasien ini
Amiodarone harus dihindari
Flecainide secara oral dapat mencegah kembalinya ke Aritmia
8. Seorang laki-laki 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang memberat dengan aktivitas dan berbaring datar memberat 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ictus cordis teraba di axillaris anterior intercostal VI kiri dan rhonki basah halus di kedua basal paru. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah :
Mioglobin
Troponin T
Troponin C
NT pro-BNP (lab)
CKMB
9. Seorang pria 71 tahun sedang dirawat karena gagal jantung kongestif dengan berbagai kombinasi obat-obatan. Saat ini pasien mengeluh mual dan anoreksia, dan tampak gambaran cincin kuning di sekitar lampu ?????. Denyut nadinya 53 / menit dan tidak teratur serta Tekanan darahnya 128/61 mmHg. Manakah dari obat-obatan berikut ini yang mungkin menyebabkan gejala-gejala ini?
Lisinopril
Spironolakton
Digoxin
Furosemide
Bisoprolol
10. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dirujuk untuk manajemen lanjut dengan hipertensi. Tekanan darah rata-rata pasien 165/85 mmHg, dengan adanya delay pada radiofemoral. Terdapat murmur mid-sistolik dengan punctum maksimum di area aorta, dan menjalar ke punggung. Dari pemeriksaan fisis dan EKG sesuai dengan gambaran hipertrofi ventrikel kiri. Apa kelainan patologi yang paling mungkin mendasarinya?
Kardiomiopati obstruktif hipertrofik
Stenosis aorta kongenital
Koarktasio aorta
Patent ductus ateriosus
Defek septum atrium
11. Seorang pria 59 tahun datang untuk skrining kesehatan. Kemudian dilakukan pemeriksaan jantung, respirasi dan neurologis dan tidak ditemukan kelainan signifikan pada pasien ini, kecuali didapatkan adanya murmur mid sistolik klik yang oleh murmur late sistolik dengan punctum maksimum di apex. Pasien menyangkal gejala apa pun. Diagnosis yang paling memungkinkan pada pasien ini adalah:
Sindrom Barlow
Austin Flint murmur
Patent ductus arteriosus
Patent ductus arteriosus
Carey Coombs murmur
12. Seorang pria 59 tahun datang untuk skrining kesehatan. Kemudian dilakukan pemeriksaan jantung, respirasi dan neurologis dan tidak ditemukan kelainan signifikan pada pasien ini, kecuali didapatkan adanya murmur mid sistolik klik yang diikuti oleh murmur continuous murmur. Pasien menyangkal gejala apa pun. Diagnosis yang paling memungkinkan pada pasien ini adalah: murmur di infraklavikula sinistra
Sindrom Barlow
Austin Flint murmur
Patent ductus arteriosus
Graham Steell murmur
Carey Coombs murmur
13. Seorang pria berusia 56 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada dada saat aktivitas dan membaik dengan istirahat. Kemudian dilakukan pemeriksaan EKG yang menunjukkan bahwa pasien memiliki blok jantung derajat pertama (AV Blok derajat 1). Manakah dari kelainan EKG berikut ini biasanya terlihat pada blok jantung tingkat pertama?
Interval PR > 120 ms
Interval PR > 300 ms
Interval PR < 200 ms
Interval PR > 200 ms
Interval PR < 120 ms
14. Seorang laki-laki 65 tahun datang ke IGD dengan keluahan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ictus cordis teraba di axillaris anterior intercostal VI kiri. Pada evaluasi klinis tidak ditemukan tanda-tanda serangan jantung akut.auskultasi jantung terdengar bising sistolic grade 3/6 di apeks. Bising jantung ini diakibatkan oleh :
Aorta stenosis
Mitral stenosis
Aorta regurgitasi
Mitral regurgitasi
Trikuspid regurgitas
15. Seorang pria berusia 63 tahun masuk ke Unit Gawat Darurat 2 hari setelah dirawat dengan Infark Miokard tanpa komplikasi yang rumit. Saat ini pasien mengeluh sesak napas yang memberat 48 jam terakhir tetapi tidak ada nyeri dada berlanjut. Dari pemeriksaan fisis didapatkan takipneu, pernapasan 30x/menit, memiliki denyut nadi teratur 110 / menit. Tekanan vena jugularis meningkat dan didapatkan murmur pan-sistolik dengan punctum maksimum di parasternal kiri. Apakah kemungkinan diagnosis dari pasien ini?
Mitral insufisiens
Defek septum ventrikel
Stenosis aorta
Sindrom Dressler: secondary pericarditis with or without a pericardial effusion
Infark miokard berulang
16. Seorang pria 50 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada, pada anamnesis keluhan timbul saat beraktivitas,berkurang bila beristirahat, pemeriksaan fisis ditemukan Tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 72 x/menit, TB 156 cm, BB 75 kg, paru dan jantung dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan EKG dalam batas normal. Dokter jaga sangat curiga suatu angina pectoris stabil. Untuk membuktikan hal tersebut dianjurkan pemeriksaan awal :
Echocardiography
Foto thorax PA/lateral
Periksa troponin T tiap jam
Langsung angiografi coroner
Uji latih jantung dengan beban
17. Seorang laki-laki 54 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri dada diatas ulu hati. Nyeri dirasakan 3 jam yang lalu. Pasien adalah perokok berat dan mengalami kurang tidur karena ada tugas kantor yang harus dikerjakan. Pada pemeriksaan EKG terdapat depresi segmen ST di V5-V6. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan untuk menunjang diagnosis adalah :
CRP
CK-MB
Troponin
LDH
Mioglobin
18. Seorang laki-laki 54 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri dada diatas ulu hati. Nyeri dirasakan 1 jam yang lalu. Pasien adalah perokok berat dan mengalami kurang tidur karena ada tugas kantor yang harus dikerjakan. Pada pemeriksaan EKG terdapat depresi segmen ST di V5-V6. Untuk memonitoring kondisi pasien tersebut setelah mengalami infark, maka pemeriksaan laboratorium yang harus diperiksa adalah sebagai berikut, kecuali :
AGD
Complete blood Count
AST dan ALT
Elektrolit
Elektrolit
19. Seorang perempuan 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik suhu tubuh 38,8oC, ditemukan arthritis dan nodul subkutan. Pemeriksaan EKG kesan atrial fibrilasi. Dua minggu sebelumnya mengeluh demam, disertai menggigil dan nyeri tenggorokan. Pemeriksaan tambahan laboratorik yang perlu dianjurkan adalah :
Kultur darah
Kultur cairan sendi
Swab nasal
Swab kulit
Serologis
20. Seorang perempuan 50 tahun pasca menopause datang ke laboratorium ingin mengetahui apakah mengalami resiko penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan untuk pasien ini adalah :
LDH
SGOT
SGPT
Profil lipid
CRP
21. Seorang perempuan 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada yang khas (typical angina pectoris) sejak 3 hari yang lalu. Episode nyeri sekitar 5 menit. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, hasil EKG normal, riwayat DM sejak lama. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan untuk monitor pemberian terapi adalah :
SGOT
CK total
CK-MB
LDH
LDL
22. Seorang laki-laki 61 tahun riwayat infark miokard 1 tahun yang lalu. Sekarang ia ingin mencegah munculnya infark miokard berikutnya dan dianjurkan untuk memulai program latihan/olahraga, dan mengubah pola makanannya. Perubahan kadar dari pemeriksaan laboratorium manakah berikut ini yang akan menunjukkan keberhasilan pola hidupnya?
Cholesterol
Glucose
Potassium
Renin
Calcium
23. Seorang laki-laki 65 tahun masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada sejak 30 menit sebelum dibawa ke RS. Nyeri dirasakan menjalar ke lengan kiri. Pasien mengaku seorang perokok berat dan memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi tapi tidak berobat teratur. Pemeriksaan laboratorium yang disarankan untuk menunjang diagnosis pasien adalah :
NT-ProBNP
Troponin
CK
hs-CRP
h-FABP
24. Seorang perempuan 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada kaki kiri disertai kemerahan sejak beberapa hari yang lalu. Pasien juga mengeluh kaki kirinya kram, hilang rasa dan kadang terasa nyeri. Pasien dalam keadaan hamil 35 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 92x/menit, suhu 36,8oC. Pemeriksaan ekstremitas ditemukan pitting edema, pulsasi arteri popliteal normal. untuk menunjang diagnosis pasien ini, pemeriksaan laboratorium yang disarankan adalah :
CBC
CRP
LED
D-Dimer
Profil lipid
25. Anak perempuan berumur 5 tahun datang ke Puskesmas diantar oleh ibunya dengan keluhan sering sesak napas dan bibir kebiruan. Riwayat penyakit yang sama dialami sejak lahir dan dilakukan pemeriksaan tambahan pasien tersebut didiagnosa dengan Tetralogy of Fallot. Kelainan apakah yang dapat ditemukan pada pasien ini ?
Aortic Stenotik
Mitral Stenotik
Mitral insufisiensi
Atrial Septal Defeck
Right ventricle hypertrophy
26. Seorang anak perempuan berumur 3 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kadang sesak napas. Dialami sejak lahir terutama saat batuk-batuk semakin lama semakin sering mengalami sesak. Riwayat kebiruan pada bibir tidak ada. Riwayat cepat lelah saat beraktivitas terutama aktivitas yang berat. Riwayat lahir cukup bulan dan berat badan sesuai masa kehamilan. Pada saat berumur 2 tahun pernah dilakukan pemeriksaan Echocardiografi dan didapatkan Patent Ductus Arteriosus. Struktur apakah yang terkait dengan kelainan di atas?
A. Pulmonalis Dextra
A. Pulmonalis Sinistra
V. Pulmonalis
Aorta Ascendens
Arcus Aorta
27. Seorang laki-laki 75 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas yang disertai nyeri pada dada. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien dengan gagal jantung kronik. Pada pemeriksaan Jugular Vein Pressure (JVP) didapatkan + 4 cm. Otot apakah yang disilang oleh vena tersebut di atas?
M. Trapezius
M. Digastricus
M. Platysma Myodes
M. Omohyoideus
M. Strenocleidomastoideus
29. Seorang wanita 75 tahun mengeluhkan rasa cepat lelah sejak 1 tahun yang lalu. Selama ini ia mengeluhkan pusing yang sifatnya paroksismal, dan sering pingsan. Pemeriksaan fisik; demam (-), nadi 40x/menit, pernapasan 16x/menit, tekanan darah 100/60 mmHg. Kelainan pada paru dan jantung tidak ada. EKG normal. Setelah dilakukan stimulus parasimpatik (vagal) denyut jantung melambat. Dimanakah kelainan yang paling mungkin ditemukan?
Nodus Atrioventricular
Berkas His
Ganglion simpatis
Ganglion parasimpatis
Nodus Sinoatrial
29. Seorang bayi yang baru lahir, ditemukan adanya kelainan murmur sistolik pada pemeriksaan fisik. Pada Echokardiografi menunjukkan adanya kelainan berupa defek pada septum intraventrikuler. Setelah 30 tahun kemudian defek tersebut menghilang. Sel-sel apakah yang paling mungkin berproliperasi sehingga kelainan tersebut tidak ditemukan lagi?
Sel lemak
Sel Konduksi
Sel Endotelial
Fibroblast
Stem cells
30. Seorang anak laki-laki 5 tahun dibawah oleh kedua orang tuanya ke Poli Penyakit anak, dengan keluhan mengalami kesulitan bernapas setelah beraktifitas, sejak 5 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisis; Tensi 95/60 mmHg, nadi 81x/menit, pernapasan 19 x/menit, suhu 370C. Krepitasi pada bilateral paru. Pada perkusi disertai bunyi redup dibagian dasar. Pada auskultasi terdengar murmur sistolik. Radiologi: Batas paru jantung jelas, tampak infiltrate interstitial paru. Gambaran pada jantung anak tersebut terlihat pada gambar dibawah ini.
Kelainan apakah yang ditemukan pada anak tersebut?
Aortic regurgitation
Coronary atherosclerosis
Nonbacterial thrombotic endocarditis
Pulmonary hypertension
Restrictive cardiomyopathy
31. Seorang laki-laki 17 tahun mengeluhkan rasa sakit yang hebat di kakinya ketika berjalan 200 meter. Pada pemeriksaan fisis; Tensi 165/90 mmHg, Nadi 76x/menit, pernapasan 22x/menit, suhu 36,90C. Pulsasi arteri radialis 4+, dan pulsasi arteri dorsalis pedis 1+. Saturasi oksigen normal. Kelainan apakah yang paling mungkin ditemukan pada anak tersebut?
Stenosis katub aorta
Koartasio aorta
Patent Ductus Arteriosus
Transposisi pembuluh darah besar
Atresia katub Tricuspid
32. Seorang wanita 45 tahun dirawayat di Rumah Sakit, karena mengalami Neri dada yang memberat dengan aktivitas dan tidak menghilang walaupun dengan nitral sublingual. Pada pemeriksaan mikroskopik dari ventrikel kiri terlihat seperti gambar tersebut dibawah ini. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Acute rheumatic myocarditis
Aortic Dissection
Myocardial infarction
Stable Angina Pectoris
Stable Angina Pectoris
33. Seorang pria 40 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada, pada anamnesis keluhan timbul saat beraktivitas, berkurang bila beristirahat, pemeriksaan fisis ditemukan Tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 72 x/menit,TB 156 cm, BB 72 kg,paru dan jantung dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan EKG dalam batas normal. Untuk membuktikan hal tersebut dianjurkan pemeriksaan awal :
Echocardiography
Foto thorax PA/lateral
Periksa troponin T tiap jam
Langsung angiografi coroner
Uji latih jantung dengan beban
34. Pria berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke lengan kiri yang baru pertama kali dialami. Lama nyeri 5 menit dantidak ada riwayat trauma dada. Pada EKG ditemukan elevasi segmen-ST di V1-V3. Setelah diberikan isosorbit dinitrat sublingual, 5 menit kemudian nyeri dada hilang dan EKG ulang ST-elevasi menghilang. Diagnosis pada pasien ini adalah :
Prinzmetal angina
Angina pectoris stabil
Physio-physiologic reaction
Infark miokard transmural
Infark miokard transmural
35. Seorang wanita 25 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan berdebar-debar. Ada riwayat penyakit gondok sejak 2 tahun lalu dan telah satu minggu tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisis tekanan darah 100/70 mmHg, nnadi 135 x/mnt, bunyi pernafasan vesiculer. Tidak ada ronki, terdengar bising jantung derajat 2/6 di hampir semua area katup. Apa obat yang sesuai dan rasional untuk penderita ini :
Propranolol
Dilfiazem
Amiodaron
Enalaprin
Digoxin
36. Seorang wanita 25 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan berdebar-debar. Ada riwayat penyakit gondok sejak 2 tahun lalu dan telah satu minggu tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisis tekanan darah 100/70 mmHg, nnadi 135 x/mnt, bunyi pernafasan vesiculer. Tidak ada ronki, terdengar bising jantung derajat 2/6 di hampir semua area katup. Pasien ada riwayat sesak napas dan riwayat penyakit asma. Apa obat yang sesuai dan rasional untuk penderita ini :
Propranolol
Dilfiazem
Amiodaron
Enalaprin
Digoxin
37. Laki-laki 56 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan cepat lelah. Ada riwayat serangan jantung sebulan yang lalu. TD : 130/80 mmHg, nadi 110 x/mnt, pernapasan 30 x/mnt, DVS 10 mmH2O pada posisi baring 30 derajat. EKG menunjukkan gambaran nekrosis dinding anterior. Penyebab keluhan utama diatas adalah :
Gagal jantung kiri
Infark ventrikel kiri
Dilatasi aorta ascendens
Aneurisma ventrikel kiri
Infark baru yang ekstensif
38. Wanita 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan sejak seminggu terakhir timbul keluhan sesak nafas yang makin hari bertambah berat. Tidak ada sakit dada. Badan terasa lemas. Dari fisis ditemukan BJ I dan II normal melemah. TD 90/50 mmHg, HR 120x/mnt, pulsus alternans (mungkin electrical alternans), pernapasan 28 x/mnt, afebris. EKG : 'Low voltage', foto thorax kardiomegali. Riwayat kanker payudara kiri sekitar 10 tahun lalu, telah dilakukan mastektomi dan kemoterapi. Dianjurkan pemeriksaan ekokardiografi. Ekokardiografi berfungsi untuk mendeteksi adanya :
Vegetasi
Efusi perikard
Kardiomiopati
Radang perikard
Aneurisma ventrikel
39. Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II wide fixed split, tidak ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Kemungkinan diagnosis dari pasien ini adalah :
MR
ToF
ASD
VSD
MVP
40. Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II sistolik ejeksi, ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Kelainan struktur yang terjadi pada pasien ini adalah :
Defek Septum Atrial
Overriding Aorta
Stenosis Trikuspid
Hipertrofi ventrikel kiri
Coarctatio aorta
41. Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II wide fixed split, tidak ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Pemeriksaan penunjang non invasif yang dianjurkan untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini adalah :
Foto thoraks PA
CT scan thoraks
Ekokardiografi
Thalium Scintigraphy
MRI
42. Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II wide fixed split, tidak ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Gambaran radiologi yang didapatkan pada pasien ini adalah ASD:
Kardiomegali dengan densitas ganda
Kardiomegali dengan penonjolan aurikel kiri
Kardiomegali dengan penyempitan ruang retrosternal
Kardiomegali dengan penyempitan ruang retrokardial
Kardiomegali dengan dilatasi serta elongasi aorta
43. Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II wide fixed split, tidak ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Pembesaran jantung pada kasus diatas disebabkan oleh :
RA volume overload
RV vol. Overload
LV vol. Overload
LV pressure overload
RV pressure overload
44. seorang perempuan berusia 18 tahun, datang dengan keluhan cepat Lelah dan berdebar-debar sejak seminggu terakhir. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit. Didapatkan bunyi jantung II wide fixed split, tidak ada sianosis, dari pemeriksaan penunjang didapatkan P tall dan gambaran R/S di V1 > 1 serta didapatkan S persisten. Pembesaran jantung pada kasus diatas disebabkan oleh :
Katup Aorta dan Mitral
Katup Aorta dan Pulmonal
Katup Mitral dan Pulmonal
Katup Mitral dan Trikuspid
Katup Pulmonal dan Trikuspid
45. Seorang laki-laki berusia 60 tahun masuk dengan keluhan sesak napas yang memberat 24 jam terakhir. Pasien baru saja dipulangkan dari CVCU dengan diagnosis Acute Anterior Infark. Saat ini pasien mengeluh sesak napas yang memberat disertai myeri dada. Dari pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 80/50 mmHg, Nadi 110x/menit, DVS 10 mmHg posisi 300. Dari pemeriksan thoraks didapatkan rhonki di seluruh lapangan paru disertai friction rub. Tidak ada murmur. Sudah diberikan steroid dan narkotik tetapi tidak membaik. Etiologi dari keadaan ini adalah :
Regurgitasi mitral akut akibat ruptur m papillaries
Ruptur dinding posterior jantung
Perluasan infark miokard akut
Ruptur septum ventrike
Infark ventrikel kanan
46. Seorang laki-laki berusia 60 tahun masuk dengan keluhan sesak napas yang memberat 24 jam terakhir. Pasien baru saja dipulangkan dari CVCU dengan diagnosis Acute Anterior Infark. Saat ini pasien mengeluh sesak napas yang memberat disertai myeri dada. Dari pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 80/50 mmHg, Nadi 110x/menit, DVS 10 mmHg posisi 300. Dari pemeriksan thoraks didapatkan rhonki di seluruh lapangan paru disertai friction rub. Tidak ada murmur. Sudah diberikan steroid dan narkotik tetapi tidak membaik. Gambaran EKG yang dapat muncul pada pasien ini adalah :
Depresi segmen ST >2 mV di leads V1-V4
elevasi segmen ST di V3R dan V4R
elevasi segmen ST di semua leads
poor R progression di V1-V3
poor R progression di V1-V3
47. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Dari pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan ada gambaran mitral stenosis berat. Dokter menganjurkan untuk operasi mitral valve repairment tetapi pasien menolak. Dokter kemudian memberikan terapi warfarin 2 mg/hari. Salah satu tujuan pemberian warfarin pada pasien ini adalah ?
Cegah aritmia fatal
Mengurangi stenos mitral
Mencegah komplikasi stroke
Mengurangi gagal jantung berat
Mencegah kejadian PJK
48. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Dari pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan ada gambaran mitral stenosis berat. Dokter menganjurkan untuk operasi mitral valve repairment tetapi pasien menolak. Dokter kemudian memberikan terapi warfarin 2 mg/hari. Pemeriksaan fisis yang khas didapatkan pada pasien ini adalah :
Opening snap
Crescendo Decrescendo sistolik
Wide fixed split
Sistolik ejeksi
Early diastolic
49. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Dari pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan ada gambaran mitral stenosis berat. Dokter menganjurkan untuk operasi mitral valve repairment tetapi pasien menolak. Gejala sisa yang mungkin muncul pada pasien ini adalah :
Mitral regurgitation
AV blok
LV failure
Pulmonary stenosis
Restenosis dari katup mitral
50. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Dari pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan ada gambaran mitral stenosis berat. Dokter menganjurkan untuk operasi mitral valve repairment tetapi pasien menolak. Gambaran radiologi yang bias ditemukan pada pasien ini adalah :
rib notching
Apex grounded
Apex grounded
Gambaran double contour
Vaskularisasi paru meningkat
51. Seorang pria umur 55 tahun, merokok 1 bungkus per hari, mengeluh sesak napas disertai nyeri dada sejak 3 jam lalu. EKG ditemukan ST elevasi V1-3 dan HR 115 kali permenit, irreguler. Tekanan darah 150/90 mmhg, denyut nadi 99 kali permenit, irregular. Manajemen yang tepat diberikan pada pasien ini adalah :
Antibiotik
Diuretik
Analgetik
Trombolitik
Penenang ringan
52. Seorang laki-laki berusia 65 tahun diantar ke UGD dengan keluhan nyeri dada hebat di sebelah kiri menjalar ke punggung dan lengan kiri sejak 1 jam yang lalu. Nyeri dirasakan terus menerus disertai keringat dingin. Pada pemeriksaan elevasi di sandapan V4-V6. Yang mana tindakan pengobatan yang paling tepat yang perlu diambil :
Infus trombin
Infus fibrinogen
Infus heparin
Transfusi trombosit
Infus fibrinolitik
53. Seorang laki-laki berusia 65 tahun diantar ke UGD dengan keluhan nyeri dada hebat di sebelah kiri menjalar ke punggung dan lengan kiri sejak 1 jam yang lalu. Nyeri dirasakan terus menerus disertai keringat dingin. Pada pemeriksaan elevasi di sandapan V4-V6. Setelah itu pasien diberikan statin untuk mengatasi dislipidemianya. Kerja dari obat tersebut adalah :
Menghambat enzim HMG-KoA reductase
Meningkatkan enzim HMG KoA reductase
Meghambat enzim HMG-KoA sintease
Menghambat enzim Mevalonat kinase
Menghambat enzim Mevalonat kinase
54. Seorang wanita berusia 75 tahun dirawat dengan infark miokard akut dan gagal jantung kongestif, kemudian mengalami episode takikardia ventrikel. Dia diresepkan beberapa obat dan membuat pasien kebingungan dan bicara tidak jelas. Penyebab paling mungkin dari kebingungan ini adalah:
Captopril
Digoxin
Furosemide
Nitrogliserin
Lidocaine
55. Seorang wanita berusia 75 tahun dirawat dengan infark miokard akut dan gagal jantung kongestif, kemudian mengalami episode takikardia ventrikel. Dia diresepkan beberapa obat dan membuat penglihatan pasien berwarna kuning dan mual muntah. Mekanisme obat yang memungkinkan terjadi efek tersebut adalah:
Peningkatan sintesis ATP
Modifikasi dari molekul aktin
Stimulasi reseptor beta di jantung
Penurunan pengambilan kalsium oleh retikulum sarkoplasma
Menghambat pompa sodium sehingga penumpukan sodium intracellular
56. Pada suatu kelainan jantung penting untuk dilakukan monitoring kondisi pasien baik untuk perjalanan penyakit maupun untuk monitoring terjadinya komplikasi. Pemeriksaan yang penting untuk tujuan tersebut diatas adalah :
DR, AGD, Fungsi hati dan profil lipid
DR, UR, profil lipid dan kadar elektrolit
DR, UR, AGD, elektrolit dan fungsi hati
DR, UR, AGD, fungsi hati dan profil lipid
DR, AGD, fungsi hati, profil lipid dan elektrolit
57. Seorang wanita usia 20 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan berdebar-debar disertai keringat dingin. Pasien dengan riwayat penyakit gondok dan dalam sebulan terakhir pasien berhenti minum obat. Saat masuk Tekanan darah pasien 130/90 mmHg, Nadi 140 kali permenit, irreguler. Tidak didapatkan tanda-tanda kongestif. Obat apa yang paling tepat diberikan pada penderita ini :
Diltiazem
Nifedipin
Lisinopril
Propanolol
Digoxin
58. Seorang wanita 55 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri dada tembus belakang, Nyeri dirasakan memberat dengan aktivitas dan membaik dengan istirahat. Dari pemeriksaan fisis ditemukan Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 84 kali permenit. Pemeriksaan fisis dan EKG juga tidak ditemukan kelainan. Pengobatan awal yang dapat diberikan pada pasien ini adalah :
Nitrat
Captopril
Statin
Streptase
Diltiazem
59. Seorang pria 45 tahun datang dengan keluhan Sesak napas berat sejak 1 minggu terakhir. Pasien mengeluh makin sesak bila berbaring terlentang dan sering terbangun tengah malam karena sesak. Saat masuk Tekanan darah pasien 150/90 mmHg, Nadi 120 kali permenit, irreguler, pernapasan 32 kali permenit. Pengobatan awal yang dapat diberikan pada pasien ini adalah :
Furosemid
Amlodipin
Ramipril
Propanolol
Aspirin
60. Seorang laki-laki umur 50 tahun masuk ke Instalasi Rawat Darurat dengan keluhan sesak napas sejak 6 jam sebelum masuk Rumah Sakit. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 110 kali permenit, pernapasan 32 kali per menit. Hasil rekaman EKG didapatkan qST elevasi di sandapan V1-V5 dengan LVH strain. Penderita diberikan aspilet 80 mg, furosemid 40 mg injeksi intravena, kaptopril 3 kali 6.25 mg/hari. Alasan diberikan kaptopril pada pasien ini adalah :
Mencegah retensi cairan
Menurunkan tekanan darah
Menurunkan aktivitas simpatis
Mencegah remodeling ventrikel kiri
Menghambat pompa sodium
61. Seorang wanita berusia 38 tahun tanpa riwayat penyakit medis masa lalu disajikan dengan dispnea aktivitas ringan dan kelelahan selama satu bulan. BP adalah 90/60 mmHg. HR adalah 95 denyut per menit dan ritme tidak teratur tidak teratur, S1 ditekankan, dan snap pembuka terdengar. Kateterisasi jantung mengkonfirmasi temuan stenosis mitral kritis. temuan fisik khas pada pasien ini adalah ?
friction rub
Pulsus deficit
Mid sistolik klik
Murmur holosistolik
Narrow pulse pressure
62. Saat memeriksa bagian miokardium dengan mikroskop, Anda melihat sekelompok sel di lapisan subendocardial, yang memiliki gambaran glikogen di dalam sitoplasma. Manakah dari struktur berikut berikut yang Anda jelaskan?
Fibroblas
Serat Purkinje
Cardiac muscles
Sel endotel
Akson saraf
63. Seorang penderita Marfan Syndrome laki-laki usia 18 tahun datang untuk pemeriksaan rutin dan saat ini tidak ada gejala. Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya adalah CT scan yang memperlihatkan ukuran aorta ascendes 4,2 cm. Manajemen selanjutnya pada pasien ini adalah :
Memulai terapi beta bloker dan Rujuk untuk pembedahan
Memulai terapi beta bloker dan lakukan CT scan ulang 6 - 12 bulan kemudian
CT scan ulang 6 - 12 bulan kemudian
Tidak ada penangan khusus
Pemasangan stent pada aorta
64. Seorang laki-laki 60 tahun datang dengan ke Rumah Sakit dengan keluhan nyeri pada kedua bokong dan paha terutama saat beraktivitas. Pasien riwayat perokok dan sudan menjalani Coronary Artery Bypass Graft. Pasien mengalami kesulitan berdiri dalam waktu lama dan disertai keluhan nyeri punggung. Dari pemeriksaan didapatkan ABI kaki kanan =1,01 dan ABI kaki kiri 1,02. Pemeriksaan selanjutnya pada pasien ini adalah :
MRI lumbal spine
CT angiografi aorta dan extremitas bawah
Pemeriksaan sonografi Arterial
Ulang pemeriksaan ABI setelah treadmill test
Lakukan pemeriksaan Toe-brachial index bilateral
65. Seorang laki-laki 72 tahun datang dengan keluhan nyeri pada tungkai terutama setelah jalan sekitar 500 meter. Pasien riwayat perokok dan saat ini menderita diabetes mellitus, hipertensi, dan hyperlipidemia. Nyeri membaik dengan istirahat, kemudian setelah 5 menit istirahat pasien dapat berjalan kembali. ABi kaki kanan 0,78 dan kaki kiri 0,83. Saat ini pasien mengkonsumsi aspirin 162 mg/hari, Lisinopril pioglitazone, dn simvastatin. Dari pemeriksaan tekanan darah didapatkan 130/80 mmHg, HbA1C 7,2, dan LDL 66 mg/dL. Langkah selanjutnya pada pasien ini adalah :
Rujuk untuk rehabilitasi program latihan dan berikan cilostazol
Tambahkan clopidogrel pada regimen terapi pasien saat ini
Tambahkan warfarin bila risiko perdarahan kecil
Rencanakan arteriografi dan mempersiapkan kemungkinan stent pada a.femoral
Ganti terapi obat diabetic oral dengan insulin
Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan bengkak pada bengkak kanan. Nyeri sudah dirasakan sejak 2 minggu terakhir, disertai bengkak dan kemerahan serta pelebaran vena. Pasien bekerja sebagai pilot dan baru pulang dari perjalanan ke eropa. Dari pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Diagnosis yang memungkinkan pada pasien ini adalah :
Raynaud disease
Takayasu disease
Kawasaki disease
Thrombophlebitis
Tromboangitis obliteran
67. Seorang laki-laki 29 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada kaki kiri terutama pada jari-jari memberat sejak 1 hari terakhir. Sebenarnya dirasakan nyeri sejak 1 minggu terakhir, namun hanya dirasakan bila berjalan. Penderita mengeluh jarak tempuh makin lama makin pendek dan sering berhenti karena nyeri. Penderita seorang perokok berat. Pemeriksaan fisik secara umum normal, pada ekstremitas inferior sinistra tidak teraba pulsasi a. dorsalis pedis dan tibialis posterior, terlihat warna biru kehitaman pada jari-jari kaki. pemeriksaan lab normal. Manakah diagnosis yg paling mungkin?
Diabetic arteriopathy
Acute arterial occlusion
Thromboangitis obliterans
Chronic arterial thrombosis
atherosclerotic peripheral arterial occlusive disease
68. Seorang atlit sepeda wanita berusia 26 tahun dantang dengan keluhan kelelahan pada betis kiri setelah bersepeda kurang dari 1 jam sehingan harus memperlambat lajunya. Gelaja berlurang dalam beberapa menit setelah memperlambat laju sepedanya atau berhenti. Pasien tidak pernah merokok dan tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Dari pemeriksaan vaskular saat istirahat semua normal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :
Atherosklerosis PAD
Coarctasio Aorta
Neurologic Claudication
External iliac endofibrosis
Vasculitis
69. Laki-laki 23-tahun terkena pisau cukur pada saat berhias. Beberapa detik setelah cedera, pendarahan berhenti. Manakah dari mekanisme berikut yang paling mungkin berkaitan dengan mekanisme tersebut ?
aktivasi Protein C
Vasokonstriksi
agregasi trombosit
kemotaksis neutrofil
polimerisasi fibrin
70. Seorang pria 20 tahun tiba-tiba mengalami nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik, suhunya 36,9o C, dan auakultasi tidak ada kelainan. Rontgen dada menunjukkan mediastinum yang melebar. Ekokardiografi menunjukkan aorta melebar. Manakah dari berikut ini adalah kemungkinan penyebab sebagian besar temuan ini
Scleroderma
Diabetes mellitus
Systemic hypertension
Marfan syndrome
Wegener granulomatosis
71. Wanita 70 tahun , masuk ke IGD rumah sakit dengan keluhan nyeri dada dialami terutama bila beraktifitas. Batuk kadang-kadang dikeluhkan tapi tidak lama. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 170/100 mmhg, ronchi basah basal bilateral. Kolesterol total 260 g/dl. Tg 160 g/dl. Foto toraks: iskemia inferior. Echo: LVH(left ventricle hyperthrophy). Diduga akibat sklerosis arteri koroner. Apakah yang membedakan gambaran histologi arteri koronaria pada orang normal dengan pasien tersebut?
pada tunika intima ditemukan sel lemak
pada tunika intima tidak ditemukan sel lemak
pada tunika media ditemukan sel lemak
pada tunika adventisia ditemukan sel lemak
pada tunika adventisia tidak ditemukan sel lemak
72. Faktor utama keterbatasan kapasitas fungsional pada gagal jantung, yang sering dikeluhkan sebagai sesak nafas dan lelah, adalah:
Intoleransi latihan
Distribusi normal aliran regional
Peningkatan sistem parasimpatis
Transformasi serat tipe 1
Peningkatan kapasitas enzim oksidatif
73. Penderita laki-laki, 25 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 1 hari sebelum masuk RS, nyeri dirasakan seperti tertusuk di dada bagian tengah dan dan kiri terus menerus memberat saat aktivitas, dan agak berkurang jika penderita duduk agak membungkuk. Penderita adalah seorang perokok berat. Kemungkinan diagnosis pada penderita ini adalah:
Angina Stabil
Angina Tidak Stabil
Perikarditis akut
Emboli paru akut
Diseksi aorta
74. Seorang wanita 34 tahun datang ke puskesmas untuk control. Pasien riwayat dirawat di Rumah Sakit oleh spesialis jantung dan dikatakan pericarditis akut. Yang manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan gejala dan tanda klinis yang khas untuk peyakit tersebut :
Nyeri dada angina dan EKG menunjukkan elevasi ST yang konkaf
Nyeri dada pleuritik, 'friction rub', dan EKG-nya menunjukkan depresi segmen ST
Nyeri dada pleuritik, echo menunjukkan adanya gambaran efusi perikard dan EKG menunjukkan inversi gelombang T
Nyeri dada angina dan EKG menunjukkan adanya inversi gelombang T yang difus
Nyeri dada pleuritik dan adanya 'biphasic or tiphasic friction rub
75. Seorang wanita, 49 tahun datang dengan keluhan sesak napas hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu dan makin memberat 1 minggu terakhir. Terdapat riwayat hipertensi dan teratur kontrol di puskesmas dengan obat yang diberikan adalah amlodipine 10 mg. Penderita menjalani mastektomi radikal 1 tahun yang lalu. Foto thorax menunjukkan gambaran kardiomegali. Di bawah ini mungkin ditemukan pada pemeriksaan penderita tersebut, KECUALI :
Bunyi jantung mengeras
Ewart's sign
Friction rub dengan intensitas yang lemah
EKG menunjukkan gambaran 'low voltage'
Adanya 'electrical alternans' pada EKG
76. Seorang wanita, 49 tahun datang dengan keluhan sesak napas hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu dan makin memberat 1 minggu terakhir. Terdapat riwayat hipertensi dan teratur kontrol di puskesmas dengan obat yang diberikan adalah amlodipine 10 mg. Penderita menjalani mastektomi radikal 1 tahun yang lalu. Foto thorax menunjukkan gambaran kardiomegali. Yang manakah pernyataan yang BENAR terhadap pemeriksaan fisik pada penderita tersebut :
Adanya peningkatan tekanan perikardium, pulsus paradoxus dan hipertensi sistemik
Kussmaul's sign
Peningkatan JVP, hipotensi dan pulsus paradoksus
JVP dalam batas normal dan adanya pulsus alternas
Roth spot sign
77. Penderita wanita, 36 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 1 minggu sebelum MRS yang makin hari semakin memberat. Penderita saat ini sedang dalam masa nifas hari ke-10 dengan lokia berwarna merah kecoklatan. Kadang-kadang disertai batuk terutama saat berbaring dengan dahak berwarna putih. Saat batuk, seringkali timbul nyeri pada dada. Pemeriksaan tambahan yang PERLU dilakukan pada penderita saat ini adalah, KECUALI:
Echocardiography
Treadmill Test
Electrocardiography
Chest X Ra
Cardiac MRI
78. Berdasarkan modifikasi kriteria Duke, penderita manakah yang paling mungkin menderita endokarditis infeksiosa :
Penderita yang manifestasi endokarditis tidak ditemukan lagi setelah hari ke-4 pemberian antibiotik
Penderita yang pada pemeriksaan ditemukan Roth spot, demam dan mempunyai predisposisi untuk endokarditis infeksiosa
Penderita yang dari pemeriksaan echocardiography ditemukan adanya massa intrakardiak yang bergerak dan mempunyai faktor risiko terhadap endocarditis infeksiosa
Penderita yang dari pemeriksaan echocardiography ditemukan adanya massa intrakardiak yang bergerak dan terdapat 2 hasil kultur darah yang positif
Penderita yang memenuhi 3 kriteria minor dari kriteria Dukes
79. Berikut ini adalah kondisi yang memerlukan pemberian terapi profilaksis untuk endokarditis infeksiosa :
Penderita dengan riwayat menderita endokarditis infeksiosa sebelumnya dan akan menjalani ekstraksi gigi
Penderita rencana ekstraksi kuku dengan riwayat penyakit jantung reumatik tanpa kelainan katup
Penderita Atrial Septal Defect yang akan dilakukan appendektomi
Rencana eksktrasi gigi dengan riwayat Coronary Artery Bypass Graft
Pemasangan alat pacu jantung
80. 1. Seorang laki-laki 56 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak disertai dengan berdebar, keluhan ini dirasakan sejak kurang lebih 5 tahun terakhir, pasien juga ada riwayat menderita stroke 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan tanda vital : TD : 140/90, N : 60-80x/mnt irreguler, P: 26x/mnt, T : 36,5. Pemeriksaan fisis terdapat rochi basah halus di kedua basal paru, tidak terdapat bunyi tambahan maupun murmur. Pada pemeriksaan EKG :
Komplikasi tersering dari aritmia diatas adalah :
Henti jantung
Infark miokard
Stroke non hemoragik
Stroke hemoragik
Encephalopathy
81. Seorang wanita 19 tahun masuk dengan keluhan dada berdebar dialami sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Dada berdebar dirasakan secara tiba-tiba dan terus menerus. Tidak ada riwayat begini sebelumnya. Pasien merasa lemas, tanda vital TD : 70/p, N : 170x/mnt reguler, P: 26x/mnt, T : 36,5. Pemeriksaan fisis dalam batas normal. Pemeriksaan EKG menunjukkan :
EKG diatas menunjukkan aritmia :
Fibrilasi Atrium
Fibrilasi Atrium
Fibrilasi Ventrikel
Takikardi Ventrikel
Takikardi Supraventrikular
82. Seorang laki-laki 47 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk yang tidak sembuh setelah meminum obat kaptopril. Riwayat menderita DM dan hipertensi. Sebulan kemudian penderita merasa terganggu dengan adanya batuk-batuk kering. Mengapa ACEI merupakan obat lini pertama untuk penderita ini?
Karena ACEI mencegah konversi renin menjadi angiotensin I
ACEI dapat menyebabkan hipokalemia yang menghambat sekresi insulin
ACEI dapat mencegah diaforesis yang umumnya terjadi pada hipoglikemia
ACEI terbukti dapat menurunkan progresi kejadian proteinuria pada penderita DM
Semua efek samping ACEI yang tak diinginkan dapat dihindari dengan menggunakan obat ARB
83. Seorang anak perempuan berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat RS karena tiba-tiba tidak sadarkan diri setelah mengikuti upacara bendera. Pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 70x/ menit dan lemah serta tekanan darah 100/70 mmHg. Mediator manakah berikut ini yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah melalui vasodilatasi pembuluh darah:
Aldosteron
Endotelin
Angiotensin I
Nitrit oxide
Serotonin
84. Seorang pasien laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan suka pusing dan badan lemah. Hasil pemeriksaan didapati pasien menderita hipertensi dengan diabetes mellitus (DM). Bila saudara ingin mengobati hipertensinya, maka drug of choice untuk pasien ini ialah :
Diuretic
β bloker
α bloker
ACE-Inhibitor
Vasodilator
85. Seorang wanita hamil datang dengan keluhan sering pusing. Hasil pemeriksaan fisis dan laboratorium menunjukkan wanita hamil tersebut menderita hipertensi tanpa kelainan yang lain. Drug of choice untuk pasien ini adalah :
Nifedipin
Klonidin
Metildopa
Reserpine
Reserpine
86. Seorang perempuan, 30 tahun datang ke poliklinik jantung untuk memeriksakan diri akibat cepat capek bila mencuci pakaian. Pemeriksaan fisis, BP 110/75 mmHG, nadi 90/menit. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan adanya stenosis mitral tanpa disertai regurgitasi mitral, tapi telah ditandai dengan adanya pembesaran ventrikel kanan dan tekanan arteri pulmonalis sekitar 30 mmHg. Sewaktu dilakukan auskultasi, terdengar adanya bising jantung; kemungkinan bising yang didengar adalah?
Bising diastolik akibat hipertrofi ventrikel kanan
Bising sistolik karena hipertrofi ventrikel kiri
Bising sistolik akibat insufisiensi trikuspidal
Bising diastolik akibat stenosis triskuspidal
Bising diastolik akibat hipertensi pulmonal
87. Wanita usia 48 tahun, tiga tahun yang lalu menjalani operasi katup septum mitralis dan dilakukan pemasangan patch dari Teflon. Kondisi seperti ini sering menimbulkan terjadinya hemolisis intravascular. Oleh karena itu diperlukan monitoring dari pemeriksaan laboratorium. Adapun jenis pemeriksaan laboratorium yang dimaksud adalah :
D-dimer
Ferritin
Fibrinogen
Protrombin time
Kadar besi darah dan serum
88. Seorang perempuan 55 tahun masuk rumah sakit dengan pucat, gelisah dan disorientasi. Pada pemeriksaan fisis ditemukan ekstremitas dingin, tekanan darah tak terukur, nadi tak teraba. Gambaran EKG menunjukkan LBBB. Laboratorium : troponin T +, dan CK-MB 100 U/L. Apa yang dialami oleh penderita ini?
IMA dengan edema paru akut
IMA dengan syok kardiogenik
IMA dengan takikardia ventrikel
Infark lama dengan syok kardiogenik
Infark lama dengan fibrilasi ventrikel
89. Seorang wanita umur 25 tahun dikonsulkan dari bagian kebidanan dengan hamil 20 minggu (G1P0A0) + bising jantung. Pada pemeriksaan: TD 130/80 mmHg, nadi 100/menit, pernapasan 28/menit. Inspeksi: iktus kordis tampak, teraba pada sela iga ke-6- 1 jari lateral line medio klavikularis kiri, pada auskultasi terdengar bising sistolik derajat 4/6 di apex. EKG: ada tanda-tanda HVK volume overload. Dugaan kelainan jantung pada kasus ini adalah?
Stenosis aorta
Stenosis mitral
Regurgitasi aorta
Regurgitasi mitral
Regurgitasi trikuspidal
90. Penderita diabetes mellitus sudah 20 tahun, mengeluh luka pada tumit kanan sudah 2 minggu, tidak mau sembuh dan berbau busuk dan nyeri. Pemeriksaan fisik didapatkan perabaan arteri tibialis posterior lemah. Hasil laboratorium : GDS 360 mg/dL, Leukosit 13.000/mm3. Hasil Pemeriksaan USG Doppler: ada kalsifikasi berat pada arteri tibialis anterior dan posterior dengan aliran yang lambat. Ditemukan banyak kollateral. Pertanyaan :Apa diagnosis yang paling sesuai pada penderita diatas?
Vaskulitis
Ulkus venous
Iskemia tungkai akut
Trombosis vena dalam
Iskemia tungkai kronik kritis
91. Seorang bayi berusia 7 hari lahir spontan, menangis segera setelah lahir, dengan APGAR score 7/10, berat lahir bayi 3900 gram. 8 hari kemudian bayi terlihat kebiruan dan direncanakan pemeriksaan foto thoraks. Gambaran radiologi yang diharapkan pada pasien ini adalah :
Carpet shaped
Egg-shaped
Boot-shaped
Peer-shaped
Snowman like appearance
92. Soerang anak perempuan berusia 2 tahun, datang ke Rumah Sakit dengan keluhan sesak, terutama saat berakitivitas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan perbedaan pulsasi antar ekstremitas antas dan ekstremitas bawah. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah :
ToF
TGA
DORV
Coarctatio Aorta
Pulmonal Stenosis
93. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun, datang ke klinik dengan keluhan batuk. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bising ejeksi sistolik grade 4/6 dengan punctum maximum di upper left sternal border. Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah. Stenosis pulmonal??
VSD
PDA
ASD
TGA
DORV
94. Seorang laki-laki berusia 60 tahun diantar ke UGD dalam keadaan pingsan yang baru dialami pertama kali. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/95 mmHg, denyut jantung 100x/menit. Terdengan bising ejeksi sistolik pada ruang sela iga 2 kanan yang menjalar ke region karotis. Bagaimana bunyi jantung ke2 pada penderita tersebut?
A2 dan P2 pevah terfiksasi
Intensitas S2 menurun
S2 pecah dan melebar
P2 mengeras
Normal
95. Perempuan 35 tahun, berlibur di negara musim dingin, tiba-tiba mengeluh nyeri dada, dan dirujuk ke UGD. Pada EKG terlihat tanda iskemia dan oleh dokter diberi nitrat dan CCB. EKG 15 menit kemudian hasilnya normal. Apa patogenesis yang terjadi pada gambaran klinis penderita?
Ada obstruksi trombus di arteri koroner
Ada spasme arteri koroner
Ruptur plak arteri koroner
Ateroma srteri koroner non-obstructive
Hipertensi berat mempengaruhi suplai arteri coroner
96. Nn.A, 28 tahun, datang dengan jantung berdebar sekitar 3 jam yang lalu, tidak demam, tidak mual, tetapi ia menderita diare 15 kali sehari sebelumnya. Dia tidak mengalami nyeri dada, tetapi nafas pendek dan lemah. Tidak ada riwayat hipertensi, diabetes dan hiperkolesterolemia.Diagnosis pada pasien ini adalah
PVC Bigeminy
PVC Trigeminy
PAC Bigeminy
PAC Trigeminy
PAC polymorphic
97. Seorang laki-laki, 70 tahun yang diketahui menderita hipertensi dan DM dibawa ke UGD dengan keluhan sesak napas yang memberat sewaktu berbaring. Tidak ada nyeri dada, tapi pada pemeriksaan fisis DJ 130/menit dan ada krepitasi pada kedua basal paru. Gambaran EKG menunjukkan fibrilasi atrium. Pertanyaan: Apa yang menyebabkan penderita ini mengeluh sesak napas.
Emboli paru
Edema alveolar
Hipertensi pulmonal
Disfungsi ventrikel kiri
Gangguan fungsi ventrikel kanan
98. Wanita 62 tahun dengan riwayat fibrilasi atrium sejak setahun yang lalu, berobat tidak teratur. Tiba-tiba mengeluh nyeri pada kaki kiri, terasa panas, dan bertambah bila berjalan. Saat diperiksa kaki kiri tampak pucat, pada palpasi nadi masih teraba, jari-jari bisa digerakkan. Pulsasi arteri poplitea kiri tidak teraba. Dokter menganjurkan pemeriksaan ekokardiografi. Tujuan pemeriksaan ekokardiografi adalah untuk melihat kemungkinan adanya?
Stenosis aorta
Efusi perikard
Dilatasi atrium kanan
Thrombus atrium kiri
Ruptur korda tendine
99. Seorang laki-laki, 37 tahun masuk ke UGD dengan keluhan pusing dan nyeri uluhati sejak 6 jam yang lalu. Dia menyatakan bahwa selama 3 hari terakhir dia telah pingsan 2 kali. Pada pemeriksaan fisis tekanan darah 85/60 mmHg, DJ 35/menit, pernapasan 24/menit. Selama ini berobat di poliklinik jantung dengan diagnosis PJK. Anda mendiagnosis saat ini dengan sindroma koroner akut. Gambaran EKG yang terlihat adalah ?
ELevasi segmen ST di V1-V4
Depresi segmen ST di II,III dan aVF
AV blok total disertai elevasi segmen ST di V2-V6
Elevasi segmen ST di II,III, aVF disertai AV-blok total
Sinus bradikardia dengan inversi gelombang T yang dalam
100. Seorang perempuan 26 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan palpitasi dan sesak napas. Ada riwayat menderita penyakit tiroid sejak 2 tahun yang lalu dan tidak minum obat untuk penyakitnya sejak minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisis tekanan darah 140/70 mmHg, nadi 135/menit,Ro : kardiomegali disertai Kerley-B line. Apa obat yang paling tepat dan rasional untuk penderita ini?
ACE inhibitor
Propranolol + furosemide
Furosemide+ACE inhibitor+Digoxin
ACE inhibitor+Hidrochlorothiazide
Digoxin+furosemide+propanolol
