WorksheetsTeks Drama
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Kalimat dalam teks drama yang ditulis dalam kurung, tidak didialogkan, melainkan diaktingkan disebut...
prolog
wawancang
kramagung
monolog
Dahlan: "Kamis malam Jumat? Jumat apa?"
Rosana : "Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?"
Dahlan : "Ya, betul. Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan, tetapi... juga ada kelemahannya."
Rosana : "Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna."
Dahlan : "Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?"
Rosana : "Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?"
Dahlan : "Apa? Bapak rasa tidak ada!" (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : "Maaf, Pak.. Ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang, habis terjual!"
Dahlan : "Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu!" (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!"
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
manusia berusaha untuk sempurna
Tempat pementasan yang menunjukkan setting cerita dengan didukung dekorasi atau properti disebut..
naskah
aktor
panggung
tata lampu
"aku tak sanggup hidup seperti ini."
Penulisan dialog di atas salah, karena....
Seharusnya tidak diisi nama tokoh
Tanda petik dalam teks hanya satu
Penulisan huruf pertama setelah tanda petik seharusnya menggunakan huruf kapital
Semua jawaban benar
Jenis drama yang menggabungkan cerita sedih dan lucu disebut ...
Tragedi
Komedi
Melodrama
Tragikomedi
Narasi di awal cerita, kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita yang biasanya disampaikan oleh narator atau dalang disebut ...
Dialog
Epilog
Orientasi
Prolog
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek? (menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum) Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Bacalah penggalan teks drama berikut!
Jupri : "Teman-teman, bolehkah aku bergabung bersama kalian?"
Lenih: "Oh, tentu saja mari sini!"
Jupri: "Kalian sedang apa?"
Wilda: "Kami sedang mengumpulkan baju-baju bekas untuk disumbangkan ke komunitas anak jalanan."
Jupri: "Waaah, kebetulan! Aku punya banyak sekali pakaian bekas. Boleh aku sumbangkan?"
Leni: "Tentu boleh."
Watak Wilda dalam penggalan teks di atas adalah ...
sombong
pemurah
peduli
suka pamer
Peristiwa mulai terjadinya permasalahan antartokoh sampai pada puncaknya disebut bagian....dalam alur drama.
komplikasi
klimaks
resolusi
amanat
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Percakapan yang harus diucapkan pemeran disebut...
kramagung
wawancang
prolog
epilog
Penulisan kalimat langsung yang benar adalah...
"Saya rasa, Anda memang tidak tahu diri, ya?". Kata Pak Ikmal.
Bu Silmi berujar. "Lain kali, sedia payung sebelum hujan".
"Adakah yang bersedia membantuku? tanya Kak Salwa".
Pak Fajri bertanya, "Siapa yang meminum kopiku semalam?"
Meski saat itu sangat terik, teman-teman Ani tetap datang.
Yuni dan Hani : (memberi salam bersama)
Ibu : (datang dari dapur) Teman-teman Ani, ya?
Yuni : Iya, Bu. Kami teman-teman Ani.
Ibu : Mari, masuk! Silakan duduk dulu! Ibu panggilkan Ani. Ani ...! Itu teman-teman kamu sudah datang.
Ani : Hai! Tuk, langsung saja kita mulai.
Yuni dan Hani : Ayo!
Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.
Latar kutipan naskah drama tersebut adalah ....
di kantor, sore hari
di rumah, siang hari
di rumah sakit, siang hari
di hotel, sore hari
Perhatikan kutipan dialog berikut !
(1) Ratu : "Apakah cerimin itu milikmu?"
(2) Pemuda : (berkata dengan takut-takut) "Benar ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini." Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi.
(3) Ratu : "Hah, kurang ajar. Kubunuh kau pemuda!"
(4) Pemuda : (berkat sambil menunduk) "Maaf, Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang."
(5) Ratu : (memandang ke arah pemuda) "Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?"
(6) Pemuda : "Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu."
(7) Ratu : "Kau ingin bila bahwa aku serakah?"
(8) Pemuda : "Hamba hanya ingin mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebih walaupun sebenarnya tidak begitu penting."
(9) Ratu : "Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah? Sudah sepantasnya aku memiliki banyak cermin karena aku adalah ratu."
(10) Pemuda : "Tapi Ratu ..."
(11) Ratu : "Pengawal, ambilkan pedang siapkan tiang gantungan untuk pemuda lancang ini!"
Bukti bahwa sang ratu serakah terdapat pada dialog nomor …
1,2
2,3
8,9
10,11
Perhatikan kutipan teks drama berikut !
Mobil yang dinaiki Indra mulai berjalan lambat dan akhirnya berhenti di depan rumah neneknya. Sang nenek sedang menyapu.
Indra : "Nek!" (keluar mobil dan berlari dan berteriak)
Nenek : "Hai cucuku!" [...]
Indra : "Bapak dan Kak Ani ikut juga, Nek!" (membenamkan kepala dalam pelukan hangat)
Nenek : "Ya, ya, dan teman-temanmu juga!"
Petunjuk lakuan yang tepat untuk melengkapi kutipan naskah drama tersebut adalah ....
Membuang sapu, berlari menuju mobil, dan bersalaman
Meletakkan sapu, membentangkan tangan, dan memeluknya
Memegang sapu, menoleh, memandang dengan senang
Melemparkan sapu, mendekati mobil, memegang
Perhatikan kutipan teks berikut!
Indah : "Interupsi ... (sambil berdiri dan tatapan muka yajam) Saudara Adi, sekadar mengingatkan dan ruangan ini sebagai saksinya. Bukankah bakti sosial pernah kita laksanakan?"
Adi : "Maksud Saudari?"
Indah : "Kita kan sudah kumpulkan baju layak pakai, buku, dan tetek bengek lainnya untuk kita sumbangkan di daerah itu. Mengapa harus ke daerah itu lagi? Bukan begitu Saudara Pimpinan Rapat?"
Banu : (mengangguk-angguk) "Ya, ya....."
Indah : "Maksud Saudara?"
Banu : "Tidak ada masalah kalau daerah itu kita bantu lagi."
Latar tempat pada naskah drama tersebut adalah ....
Ruang rapat
Wilayah konflik
Posko bencana
Daerah benccana
Perhatikan kutipan teks berikut !
Ibu : "Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu!"
Anak 2 : "Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah bukan balita lagi."
Ayah : "Man, jangan kasar kepada ibumu!" (Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa)
Anak 2 : "Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!"
Ibu : ….
Anak 1 : "Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan."
Ayah : "Keadilan macam apa?"
Anak 1 : "Keadilan bagi rakyat jelata."
Konflik pada kutipan naskah drama tersebut adalah ....
Orang tua yang mempunyai anak yang masih balita
Orang tua memahami keadilan yang dituntut anaknya
Seorang anak yang bentrok dengan polisi karena menuntut keadilan
Orang tua yang mencemaskan salah satu anaknya yang belum pulang
Perhatikan kutipan teks berikut !
Gelandangan : (masih ragu-ragu) "Tapi aku tidak boleh menerima sesuatu dari orang lain yang belum aku kenal."
Pemuda : [ ... ] (1)
Gelandangan : Kakakku
Pemuda : [ ... ] (2)
Gelandangan : "Iya, sudah dua hari ini aku belum makan nasi, terima kasih."
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang drama tersebut adalah ....
Mengapa begitu (1)
Kakakmu benar, mungkin agar kamu hati-hati (2)
Siapa yang melarangmu? (1)
Tidak apa-apa, kamu lapar kan? (2)
Siapa yang melarangmu? (1)
Kakakmu benar, agar kamu hati-hati (2)
Tapi kamu lapar, kan? Mengapa kamu dilarang? (1)
Ambillah, tidak apa-apa. Biar kamu nggak lapar (2)
Perhatikan kutipan berikut !
Ayah : Kau sepertinya tidak suka melihat ayah di sini, Dam. (1)
Adam : Ya. Aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zuz dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong. (2)
Ayah : (menggeleng) Aku tidak bohong! (3)
Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini. (4)
Taani : Diam! (Taani berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon, jangan lakukan itu. Itu ayah Dam. Ayah Kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu ayah Dam. (5)
Ayah : Baik...baik lah. (ayah berdiri, matanya redup) (6)
Taani : Jangan pergi! (berlari menahan lengan ayah) Aku mohon, Ayah jangan pergi. (7)
Ayah : Ayah tidak kemana-mana bukan ? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini (menunjuk kuburan). (8)
Taani : Apa? Ayah mau tinggal di sini? (9)
Bukti latar kutipan drama di kuburan ditunjukan dengan nomor....
1 dan 3
4 dan 5
6 dan 7
8 dan 9
Perhatikan kutipan berikut !
Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.
Anak : Cita-cita yang mana, Bu?
Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?
Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?
Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan kelaparan …”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui ….
Ciri-ciri fisik tokoh
Lingkungan sekitar tokoh
Perbincangan tokoh lain
reaksi tokoh-tokoh lain
Perhatikan kutipan berikut !
Badi: “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi: “Tidak Bisa Ban,”
Bandi: “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Andini: “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adit: “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi: “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Ita: “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
isi cuplikan drama tersebut adalah...
Budi memberikan sontekan kepada sahabatnya
Budi bersikap teguh pendirian tidak akan bekerja sama dalam hal yang salah
Ita dan Budi mengerjakan soal latihan dengan cara bekerja sama
sekelompok siswa sedang mengerjakan soal-soal latihan
Perhatikan kutipan berikut !
Harsono : (marah) Kau tidak melihat? Taruh di mana matamu?
Pekerja : Maaf Tuan , saya tidak melihat Tuan .
Berdasarkan penggalan di atas, watak Harsono adalah ......
Tidak berperasaan
Tidak peduli
Pemaaf
Pemarah
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
Perhatikan kutipan drama berikut.
Kuki sedang tidur di atas ranjangnya. Ketika layar dibuka dan lampu
dinyalakan, suasana menggambarkan subuh menuju ke fajar. Cahaya semakin terang. Kuki semakin jelas
terbaring di atas ranjangnya.
Dalam drama, kutipan di atas merupakan tahap...
prolog
dialog
monolog
epilog
Perhatikan kutipan drama beriku!
"Copet... Copet." (terdengar suara teriakan)
Polisi : "He .. berhenti!" Door (terdengar suara letusan)
Pencopet : Ampun Pak.
Penumpang : "Periksa kantongnya. Hajar saja."
Pencopet : "Ampun pak saya mencopet karena anak saya sedang sakit."
polisi : "Sekarang ikut saya ke kantor polisi."
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah ...
Seorang pencopet diperiksa polisi
Seseorang mencopet karena anaknya sakit
seorang pencopet yang tertembak polisi
seorang pencopet yang dibawa ke pos polisi
