NEW
Font size
WorksheetsPPG modul 1
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Luas persegi 𝐴𝐵𝐶𝐷, jika diketahui luas persegi di dalamnya masing-masing 1 𝑐𝑚2, 4 𝑐𝑚2, 𝑑𝑎𝑛 9 𝑐𝑚2, (dalam satuan 𝑐𝑚2)
16
18
25
32
36
A, B, C, dan D adalah titik-titik pada suatu garis sedemikian hingga B membagi dua AC (bisektor) dan A membagi dua CD (bisector). Berapakah perbandingan AB dan CD?
1/4
1/3
1/2
2/3
3/4
Pada gambar di samping, jika 𝐶𝐸 adalah garis bagi sudut
𝐴𝐶𝐵, maka besarnya 𝑥 adalah ... (dalam satuan derajat)
45
50
55
65
70
𝐴𝐵𝐶𝐷 adalah jajargejang. ∆𝐸𝐹𝐺 = 6 𝑐𝑚2 dan 𝐷𝐸 = 𝐸𝐹 =1/3 𝐶𝐷. Luas daerah 𝐴𝐵𝐶𝐷 sama dengan .... (dalam
satuan 𝑐𝑚2)
72
64
44
42
36
Pada gambar berikut, ABCD adalah suatu persegipanjang, dan luas daerah segitiga ACE adalah 10. Berapakah luas daerah persegipanjang ?
18
22,5
36
44
45
Pada gambar berikut, luas jajargenjang EBFD dan AECF adalah 3 dan 2 secara berturut-turut. Berapaka luas daerah persegipanjang ABCD?
3
4
5
4√3
7
Pada gambar berikut, ABCD adalah jajargenjang. Berapakah nilai dari 𝑏?
46
48
72
84
96
ABCD adalah persegipanjang dimana BD adalah diagonal. F adalah sebuah titik pada AB dan CF berpotongan BD di E. Luas segitiga BEF dan segitiga BEC berturut-turut 20 𝑐𝑚2 dan 30 𝑐𝑚2. Luas segiempat ADEF sama
dengan ...
100
125
55
175
200
Luas daerah diarsir pada gambar berikut adalah 28 𝑐𝑚2. Luas daerah cincin (daerah antara dua lingkaran) tersebut adalah ...
56#
50#
46#
40#
36#
A dan 𝐵 adalah dua buah lingkaran yang saling bersinggungan satu dengan lainnya di luar seperti tampak pada gambar. Berapakah luas daerah lingkaran dengan diamater 𝐴𝐵?
4#
25/4#
9#
16#
25#
“Melalui dua titik, dapat tepat dibuat satu garis”, merupakan...
Aksioma
Definisi
Teorema
Teorema Akibat
Lemma (Teorema Khusus)
Jika U dan V bidang yang tak sejajar, (U, V) adalah …
Titik Persekutuan
Garis persekutuan antara bidang U dan V
Sudut antara bidang U dan V
Sudut Surut
Titik tembus
Jika g memiliki 2 titik potong pada bidang U, maka …
Garis g sejajar dengan bidang U
Garis g berpotongan dengan bidang U
Garis g menembus bidang U
Garis g terletak di bidang U
Garis g tegak lurus dengan bidang U
Pada kubus ABCD.EFGH, jika bidang frontalnya adalah CGE, maka sudut surutnya adalah … (O titik potong AC dan BD)
ABC
COB
AEF
AOC
DOC
Persekutuan bidang AFH dan ABCD berupa …
Titik
Garis
Bidang
Sudut
Ruas Garis
Untuk menunjukkan AF ⊥ BH, bidang yang memuat BH yang dipilih adalah …
ABGH
BDHF
BCHE
ABH
BDH
P adalah titik tengah AH. Jika XP adalah garis dari P tegak lurus AH, X dapat diganti dengan titik …
B atau C
C atau G
G atau F
F atau B
C atau F
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm. M adalah titik tengah EH. Jarak titik M ke AG adalah ...
4√6
4√5
4√3
4√2
4
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 10 cm. Nilai cosinus sudut antara garis GC dan bidang BDG adalah ...
1/3√6
1/2√3
1/2√2
1/3√3
1/3√2
Perbandingan volume 𝐻. 𝐴𝐵𝐹𝐸 dan 𝐻. 𝐵𝐶𝐺𝐹 pada balok 𝐴𝐵𝐶𝐷. 𝐸𝐹𝐺𝐻a dalah ...
1 : 1
1 : 2
2 : 1
2 : 3
3 : 2
Jika titik (a,b) dirotasi sejauh 270 berlawanan arah jarum jam terhadap titik pusat, kemudian dicerminkan terhadap y=b diperoleh titik (-4, 6-b), maka nilai a-b =…
22
14
10
5
- 10
Pernyataan berikut yang tidak tepat adalah….
Sebuah ruas garis dicerminkan terhadap garis, bayangannnya akan sama dengan panjang ruas garis itu.
Bayangan sebuah sudut yang dicerminkan terhadap sebuah garis memiliki besar (ukuran) yang sama dengan besar sudut tersebut.
Sebuah titik yang terletak pada sumbu cermin, pada pemcerminan tidak berpindah tempat.
Sebuah ruas garis yang terletak (berimpit) pada sumbu cermin, pada pencerminan dapat berpindah tempat yang disebut ruas garis invariant.
Suatu bangun yang memiliki simetri cermin bila dilipat menurut sumbu simetrinya maka bangun yang satu dapat menutup dengan tepat bagian bangun yang lain.
Jika titik P(a,b) dirotasikan dengan pusat O(0,0) sejauh 90,
-90, 180 , dan -180, maka bayangan dari P’ berturut-turut adalah …
(-b, a), (b, -a), (-a, -b), (a, b)
(-b, a), (b, -a), (a, b), (-a,-b)
(-b, a), (b, -a), (-a, -b), (-a,-b)
(-b, a), (b, -a), (a, b), (a, b)
(b, -a), (b, -a), (-a,-b), (-a,-b)
Bayangan garis 4𝑥 + 2𝑦 + 5 = 0 oleh transformasi yang bersesuaian dengan matriks
(0 −1
1 1) dilanjutkan oleh rotasi pusat O sejauh 180° adalah...
−4𝑥 + 2𝑦 + 5 = 0
2𝑥 + 2𝑦 + 5 = 0
−2𝑥 − 2𝑦 + 5 = 0
𝑥 − 2𝑦 + 5 = 0
2𝑥 − 𝑦 + 5 = 0
Diketahui gradien garis yang melalui titik O(0,0) dan P(a,b) adalah −4. Jika P dicerminkan terhadap sumbu X kemudian digeser 4 satuan ke bawah dan 2 satuan ke kiri, maka gradien garis yang melalui P’ dan O(0,0) adalah 6. Titik P adalah...
(4, −16)
(−4, 16)
(−4, −16)
(4,16)
(−16,4)
Persamaan bayangan lingkaran x2 + y2 = 4, bila dicerminkan terhadap garis x=2 dan dilajutkan dengan translasi (−3, 4) adalah …
x2 + y2-2x -8y +13 = 0
x2 + y2 +2x -8y +13 = 0
x2 + y2-2x +8y +13 = 0
x2 + y2 +2x +8y +13 = 0
x2 + y2 +8x -2y +13 = 0
Segitiga dengan titik-titik sudutnya A (0,0), B(1,2), dan C (-3,-6) dengan translasi (−5, 3) memiliki bayangan …
A’(-3,5), B’(-5,4), C’(5,-8)
A’(5,-3), B’(4,-5), C’(8,-5)
A’(-8,5), B’(-4,5), C’(-5,3)
A’(-5,3), B’(4,-5), C’(-8,5)
A’(-5,3), B’(-4,5), C’(-8,5)
Pada saat guru membimbing penyelidikan dalam menyelesaikan masalah guru memerlukan metode mengajar yang cocok. Pada fase guru pembimbing penyelidikan metode mengajar yang paling tepat adalah …
Ceramah
Ekspositori
Diskusi
Demonstrasi
Bermain peran
Berikut ini yang bukan fase-fase pembelajaran berbasis masalah adalah …
Guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan mempamerkannya
Mengorientasikan peserta didik pada masalah
Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Guru mengembangkan masalah melalui soal open ended
Salah satu peserta didik mempresentasi hasil eksplorsinya di depan kelas. Peserta didik tersebut mengembangkan hasil penyelidaknnya sampai pada tungkat HOTS. Apa yang dilakukan peserta didik tersebut pada pelakasanaan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan pada fase …
1
2
3
4
5
