NEW
Font size
WorksheetsQUIZ PERTUNJUKAN DRAMA 2
Total questions: 25
Worksheet time: 23mins
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan dua soal berikut:
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
santai
tegang
haru
seram
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan dua soal berikut:
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Latar tempat kutipan drama tersebut adalah ....
rumah guru
rumah Masut
ruang kerja
ruang kelas
Diceritakan di sebuah desa tinggalah seorang gadis cantik bersama neneknya. Gadis yang berusia 17 tahun itu bernama
Maurina Anindya. Ia yatim piatu sejak balita.
Uraian tersebut dalam naskah drama disebut . . .
prolog
epilog
dialog
monolog
Tersebutlah di sebuah perkampungan, terdapat keluarga yang sangat miskin. Ketika itu, tampak seorang anak menangis.
Ibunya sedang duduk di depan tungku dengan matanya yang berlinang.
Anak : Ma, lapar, Ma, lapar
Ibu : Sabar, Nak. Sebentar lagi bapakmu membawa makan. Sabar, ya sayang.
Cuplikan drama tersebut dinamakan . . . .
prolog
dialog
monolog
epilog
9.Di bawah ini yang merupakan unsur-unsur drama adalah ....
Tema, amanat, alur, penokohan, dialog, latar, dan bahasa.
Bait, larik, dan rima.
unsur lahir dan unsur batin.
Tema, amanat, nlai-nilai, riwayat pengarang.
Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!
Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.
Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?
Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!
Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?
Dikutip dari: Tangis, P. Harianto
Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…
kekhawatiran
ketakutan
kesedihan
kegembiraan
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pembual
pemarah
sombong
pemberani
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Perhatikan kutipan dialog berikut:
Salma : “Baiklah, maafkan aku, karena tidak berani jujur dan telah membuat kalian bingung.”
Naira : “Sudahlah, Sal, yang penting kamu tidak mengulanginya.”
Unsur drama yang paling dominan dalam kutipan tersebut adalah...
latar dan alur
amanat dan latar
tema dan tokoh
tokoh dan watak
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal berikut:
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ....
santai
tegang
seram
haru
Romeo: "Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatuakn aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi ... aku seorang Montague."
Juliet:" Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!"
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah ...
percintaan
kepercayaan
permusuhan
persahabatan
Siapa saja tokoh yang terdapat dalam drama tersebut?
Cahyo, bu Indarti, Inka, Agra
Anak-anak Cahyo Bu Indarti, Inka, Agra
Agra, Cahyo, Bu Indarti, Inka
Bu Indarti, Agra, Anak-anak Cahyo
Bacalah kutipan drama berikut.
Malam itu, di dalam kamar, seorang gadis kecil bernama KASIH, tidur di atas
tempat tidurnya, tapi ia sulit tertidur, karena
di luar udara begitu buruk dan suara kendaraan sangat bising.
Unsur yang terkandung dalam kutipan drama tersebut adalah...
latar dan amanat
watak dan tema
latar dan tokoh
tokoh dan tema
Perhatikan kutipan drama berikut.
Kuki sedang tidur di atas ranjangnya. Ketika layar dibuka dan lampu
dinyalakan, suasana menggambarkan subuh menuju ke fajar. Cahaya semakin terang. Kuki semakin jelas
terbaring di atas ranjangnya.
Dalam drama, kutipan di atas merupakan tahap...
prolog
dialog
monolog
epilog
Panggung pada gambar tersebut adalah jenis panggung...
yang berbentuk arena, sehingga penontonnya berada di sekeliling pemain
yang digunakan untuk pertunjukan, penontonnya melihat dari luar panggung
yang pemainnya mengelilingi penonton
yang pemainnya membaur dengan penonton, tidak ada batasan.
Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.
Anak : Cita-cita yang mana, Bu?
Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?
Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?
Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan kelaparan …”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui ….
Ciri-ciri fisik tokoh
Lingkungan sekitar tokoh
Perbincangan tokoh lain
reaksi tokoh-tokoh lain
Badi: “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi: “Tidak Bisa Ban,”
Bandi: “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Andini: “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adit: “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi: “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Ita: “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
isi cuplikan drama tersebut adalah...
Budi memberikan sontekan kepada sahabatnya
Budi bersikap teguh pendirian tidak akan bekerja sama dalam hal yang salah
Ita dan Budi mengerjakan soal latihan dengan cara bekerja sama
sekelompok siswa sedang mengerjakan soal-soal latihan
Perhatikan drama berikut!
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
latar tempat kutipan drama tersebut adalah...
Rumah guru
Ruang kerja
Ruang guru
Rumah Masut
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?
(menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal)
Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum)
Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Cermati percakapan dalam drama berikut !
Amir : Di, kita berangkat sekolah sekarang.
(Amir berdiri di depan pintu, lalu Dodi mendekat)
Dodi : Maaf, Mir, tunggu sebentar.
(Dodi mnyuruh Amir duduk)
Amir : Sebentar, apa lagi yang akan kamu kerjakan ?
Dodi : Biasa, mengisi dua bak mandi setiap hari.
Amanat cuplikan drama di atas adalah ....
Berangkat sekolah harus lebih pagi.
Bekerjalah sebaik mungkin
Jadilah anak yang rajin.
Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik.
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Tokoh Utama dalam penggalan drama tersebut adalah ....
Ari dan Adi
Elis dan Kakek
Kakek, Adi, dan Ari
Kakek, Ari, Adi, dan Elis
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Sikap Elis terhadap anaknya pada percakapan tersebut adalah ...
sayang
bijaksana
memanjakan
tegas
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fred
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran akan keselamatan surat penting
Perhatikan kutipan drama beriku!
Copet... Copet. (terdengar suara teriakan)
Polisi : He .. berhenti! Door (terdengar suara letusan)
Pencopet : Ampun Pak.
Penumpang : Periksa kantongnya. Hajar saja.
Pencopet : Ampun pak saya mencopet karena anak saya sedang sakit.
polisi : sekarang ikut saya ke kantor polisi.
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah ...
Seorang pencopet diperiksa polisi
Seseorang mencopet karena anaknya sakit
seorang pencopet yang tertembak polisi
seorang pencopet yang dibawa ke pos polisi
