Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Internalisasi MSR

Total questions: 20

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Dalam hubungan kerja fungsi Kepatuhan Internal dengan fungsi pengawasan lainnya bahwa Kepatuhan memiliki sifat before the fact atau ex-ante. Dibawah ini pernyataan yang paling tepat mengenai ex-ante dalam kaitannya Kepatuhan Internal yang paling tepat adalah ....

a)

Memeriksa dan memberikan rekomendasi atas pengendalian internal organisasi dalam rangka memberikan keyakinan memadai kepada manajemen bahwa tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai

b)

Mencegah dan mendeteksi pengambilan suatu keputusan atau kebijakan yang dapat menimbulkan penyimpangan atau pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.

c)

Memastikan agar kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur serta kegiatan operasional yang memiliki nilai yuridis yang kuat dalam kaitannya mewujudkan tatanan Good Governance.

d)

Meminimalisir risiko sebelum dikeluarkannya Peraturan dengan cara melakukan mitigasi risiko yang baik dengan pendekatan hukum dengan berkoordinasi UPKF terkait.

2.

Untuk mewujudkan BPJS Kesehatan sebagai organisasi yang comply, telah dibentuk unit pengelola Kepatuhan Internal yang dijalankan dengan beberapa aspek. Yang merupakan prinsip dari Kepatuhan Internal menurut Pedoman Pengelolaan Kepatuhan Internal BPJS Kesehatan adalah ....

a)

Relevan

b)

Dinamis

c)

Akuntabel

d)

Komitmen Individu

3.

Dibawah ini yang paling tepat dalam inventarisasi Daftar Kewajiban Kepatuhan Kepwil dan Kantor Cabang adalah …

a)

Peraturan Presiden, Peraturan Gubernur, Peraturan Walikota

b)

Peraturan Presiden, Peraturan OJK, Peraturan Menteri

c)

Peraturan Gubernur, Peraturan Walikota, Perjanjian Kerjasama

d)

Undang-undang, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri

4.

Kantor Cabang A melakukan proses pengadaan Belanja Barang Modal (BBM) dengan nominal Rp.400 juta, kemudian setelah dilakukan audit terdapat temuan ketidaksesuaian proses pengadaan yang dilakukan dan terdapat kemahalan harga barang yang diperoleh.

Berdasarkan contoh berikut identifikasi yang perlu dilakukan jika terjadi kasus tersebut…

a)

Identifikasi Produk Hukum / Regulasi terkait

b)

Identifikasi Risiko Kepatuhan

c)

Identifikasi aktivitas pengendalian dan penanganan

d)

Semua benar

5.

Berikut yang bukan merupakan Prinsip Pengelolaan Kepatuhan sesuai dengan pedoman adalah ...

a)

Sinergi Fungsi Kepatuhan internal

b)

Komitmen Duta BPJS Kesehatan

c)

Pimpinan sebagai Role Model

d)

Organisasi yang taat azas

6.

Perdir Nomor …………………… tentang Pedoman Manajemen Risiko adalah merupakan hasil reviu dari Pedoman Manajemen Risiko Terintegrasi sesuai Perdir Nomor 46 Tahun 2020 adalah:

a)

Perdir 60 Tahun 2020

b)

Perdir 61 Tahun 2020

c)

Perdir 62 Tahun 2020

d)

Perdir 63 Tahun 2020

7.

Penggunaan kriteria kemungkinan oleh pemilik risiko pada Pedoman Manajemen Risiko sesuai Perdir nomor 60 Tahun 2020, adalah dengan mempertimbangkan diantara 2 kemungkinan kejadian, yakni:

a)

Kemungkinan dan Dampak

b)

Jarang terjadi dan hampir pasti terjadi

c)

Peluang kejadian dan frekuensi kejadian

d)

prosentase dan frekuensi kejadian

8.

Penilaian efektifitas pengendalian internal dilakukan untuk mendapatkan nilai risiko ……..

a)

Inherent

b)

Residual

c)

Aktual

d)

Current

9.

Klasifikasi risiko BPJS Kesehatan sesuai Pedoman Manajemen Risiko Perdir Nomor 60 Tahun 2020 adalah

a)

Strategis, operasional, tata kelola dan kepatuhan

b)

Strategis, operasional, kecurangan, dukungan dana

c)

Strategis, operasional, kecurangan, kepatuhan

d)

Strategis, operasional, asuransi, dukungan dana

10.

......... terdiri dari proses identifikasi risiko, analisis risiko, dan penanganan risiko

a)

Penetapan konteks risiko

b)

Perencanaan manajemen risiko

c)

Asesmen risiko

d)

Monitoring dan evaluasi manajemen risiko

11.

Pendekatan GRC mengintegrasikan 3 kapabilitas utama organisasi yaitu penerapan

a)

Tata kelola, pengelolaan risiko dan pemenuhan kepatuhan

b)

Proses bisnis, pengelolaan risiko dan pemenuhan kepatuhan

c)

Tata kelola, kode etik, dan budaya

d)

Tata kelola, pengelolaan risiko dan pengawasan internal

12.

Komponen dalam pengelolaan GRC terdiri dari:

a)

Plan, do, cek, action

b)

Planning, organizing, actuating, controling

c)

Learn, align, perform, review

d)

Penetapan konteks, asesmen risiko, pemantauan dan peninjauan pengelolaan risiko

13.

Lini …... Adalah sebagai pelaksana proses, pengelolaan risiko dan kepatuhan di unit kerja masing-masing

a)

Pertama

b)

Kedua

c)

Ketiga

d)

semua salah

14.

Tujuan pelaksanaan asesmen GRC:

a)

a. mendapatkan tingkat kematangan implementasi GRC BPJS Kesehatan

b)

b. mendapatkan masukan perbaikan dan penyempurnaan implementasi GRC

c)

c. mendapatkan gambaran nilai pengelolaan GRC

d)

a dan b benar

15.

Mekanisme penerapan GRC terdiri dari:

a)

Perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, perbaikan berkelanjutan

b)

Penetapan konteks, asesmen risiko, pemantauan dan peninjauan

c)

Analisis, design , development, implementasi, evaluasi

d)

Konteks eksternal, konteks internal, budaya, dan pemangku kepentingan

16.

Pelaksanaan monitoring implementasi Pro-Ops dan IK sesuai dengan Perdir No 68 tahun 2018 tentang Pedoman Manajemen Proses Bisnis dilaksanakan pada :

a)

Seluruh Pro-Ops dan IK yang berlaku pada Kedeputian Wilayah dan Kantor Cabang

b)

Pro-Ops dan IK utama

c)

Sebagian Pro-Ops dan IK yang ditentukan oleh Process Business Owner

d)

Pro-Ops dan IK untuk kondisi darurat

17.

Yang dimaksud dengan Prosedur Operasional (Pro-Ops) adalah :

a)

Dokumen tentang kumpulan proses utama organisasi yang saling terkait yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian tujuan utama organisasi.

b)

Dokumen berisikan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan tentang proses pelaksanaan aktifitas kritis organisasi, bagaimana, kapan, dimana dan oleh siapa dilakukan

c)

Dokumen yang memuat serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan tentang proses pelaksanaan aktifitas organisasi, bagaimana, kapan, dimana dan oleh siapa dilakukan

d)

Dokumen tentang bagian terkecil dari aktivitas yang menjelaskan langkah-langkah harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

18.

Manakah yang menjadi tugas dan fungsi Business and Risk Coordinator (BRICO) adalah sebagai berikut:

a)

Menyediakan panduan tentang tatacara pelaksana proses dalam menyelesaikan ketidaksesuaian yang terjadi selama implementasi proses

b)

Mengimplementasikan aplikasi bispro secara aktif

c)

Melakukan dan mengkoordinasikan pelaksanaan sosialisasi Prosedur Operasional (Pro-Ops) dan Instruksi Kerja (IK) di Wilayah kerja

d)

Memantau dan memastikan tujuan kinerja proses terpenuhi dan diambil tindakan korektif jika tidak terpenuhi dalam bentuk perbaikan proses (process improvement).

19.

Perbaikan proses bisnis dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

a)

Identifikasi masalah, Analisa data, Pengumpulan Data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

b)

Identifikasi masalah, Pengumpulan data, Analisa data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

c)

Identifikasi masalah, Pengumpulan data, Analisa data, Stabilitas solusi, dan Pelaksanaan solusi

d)

Pengumpulan data, Identifikasi masalah, Analisa data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

20.

Pernyataan dibawah ini yang menunjukkan pentingnya proses bisnis adalah, kecuali :

a)

Proses bisnis menjadi panduan dalam melaksanakan kegiatan operasional

b)

Proses bisnis meningkatkan kecepatan dan mutu layanan

c)

Proses bisnis membantu pencapaian target kinerja operasional

d)

Proses bisnis mengurangi risiko operasional yang telah terjadi