wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Asuhan Gizi 2022

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasein ibu hamil trimester II dirawat di rumah sakit dengan preeklamsia dan anemia (Hb 9,1 g/dL). Pasien mengalami anoreksia, tekanan darah 150/100 mmHg. Status gizi pasien obesitas dengan LLA 30 cm. Asupan energi, protein, lemak, karbohidrat <80%. Manakah diagnosis gizi yang tepat untuk menggambarkan domain klinis kasus tersebut?

a)

Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan hipermetabolisme dibuktikan dengan Hb 9,1 g/dL

b)

Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan perubahan fisiologis kehamilan dibuktikan dengan hamil trimester II.

c)

Penurunan kebutuhan natrium berkaitan dengan hipertensi dibuktikan dengan TD 150/100 mmHg

d)

Kelebihan berat badan berkaitan dengan perubahan fisiologis kehamilan dan riwayat pola makan yang salah dibuktikan dengan LLA 30cm.

e)

Intake zat gizi inadekuat berkaitan dengan anoreksia dibuktikan dengan % asupan energi, protein, lemak, karbohidrat<80%.

2.

Seorang pasien ibu hamil trimester III dirawat di rumah sakit dengan komplikasi diabetes mellitus (GDS 210 g/dL). Pasien mengalami febris, anoreksia, dan tekanan darah 140/90 mmHg. Asupan energi 75%, protein 81%, lemak 79%, karbohidrat 70%. Manakah diagnosis gizi yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan perubahan fisiologis kehamilan dan hipermetabolisme dibuktikan dengan hamil trimester III dan febris

b)

Ketidakseimbangan asupan zat gizi berkaitan dengan anoreksia dibuktikan dengan asupan energi 75%, protein 81%, lemak 79%, karbohidrat 70%.

c)

Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik natrium berkaitan dengan hipertensi dibuktikan dengan tekanan darah 140/90mmHg

d)

Penurunan kebutuhan karbohidat kompleks berkaitan dengan gangguan metabolisme karbohidrat dibuktikan dengan GDS 210g/dL

e)

Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan diabetes mellitus dibuktikan dengan GDS 210 g/dL dan febris

3.

Seorang perempuan 40 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis combustio (luka bakar) derajat III – 40%. Hasil pengukuran RL = 156 cm, LLA 21 cm. Bagaimanakah status gizi pasien tersebut apabila diketahui LLA standar adalah 28,5 cm?

a)

Buruk

b)

Kurang

c)

Baik

d)

Overweight

e)

Obesitas

4.

Seorang perempuan 40 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis combustio (luka bakar) derajat III – 40%. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan AL tinggi, Hb rendah, AE rendah, AT tinggi. Bagaimanakah asesmen biokimia pasien tersebut?

a)

Anemia defisiensi besi, infeksi, risiko pendarahan

b)

Anemia defisiensi besi, infeksi, risiko penggumpalan darah

c)

Anemia pernisiosa, peradangan,trombositopenia

d)

Anema pernisiosa, infeksi,trombositopenia

e)

Anemia pernisiosa, peradangan,trombositosis

5.

Seorang perempuan 40 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis combustio (luka bakar) derajat III – 40%. Hasil pemeriksaan laboratorium, AL tinggi, Hb rendah, AE rendah, AT tinggi. Bagaimanakah diagnosis gizi yang paling tepat berdasarkan kasus tersebut?

a)

Peningkatan kebutuhan protein berkaitan dengan infeksi ditandai dengan Hb rendah

b)

Peningkatan kebutuhan Fe berkaitan dengan gangguan penyerapan Fe ditandai dengan Hb rendah

c)

Peningkatan kebutuhan Fe dan vitamin C berkaitan dengan anemia ditandai dengan Hb rendah

d)

Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan hipermetabolisme karena kondisi kritis ditandai dengan AL tinggi, Hb rendah, AE rendah, AT tinggi

e)

Penurunan kebutuhan cairan berkaitan dengan combustio (luka bakar) derajat III – 40% ditandai dengan AL tinggi, Hb rendah, AE rendah, AT tinggi

6.

Sebuah diagnosis gizi berbunyi Inadekuat mineral intake (Fe) berkaitan dengan pembatasan makanan dan adanya hipersensitivitas ditandai dengan asupan Fe 46%. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh pasien tersebut?

a)

Autis

b)

Pembatasan makanan

c)

Asupan mineral Fe yang tidak adekuat

d)

Hipersensitivitas

e)

Tidak mau makan

7.

Seorang wanita berpuasa Ramadhan di Indonesia dengan durasi selama ± 14 jam. Keadaan puasa tersebut menimbukan perubahan fisiologis terhadap cairan tubuh. Apakah contoh dari perubahan fisiologis tersebut?

a)

Berkurangnya tekanan darah

b)

Bertambahnya tekanan darah

c)

Berkurangnya volume plasma

d)

Berkurangnya Anti Diuretik Hormon

e)

Bertambahnya volume urin

8.

Presentase cairan tubuh pada pria pada umumnya lebih besar daripada wanita. Apakah yang menyebabkan perbedaan tersebut ?

a)

Wanita lebih dipengaruhi hormon estrogen sedangkan pria dipengaruhi hormon testosteron

b)

Tubuh wanita mempunyai lebih sedikit jaringan adiposa (lemak) daripada jaringan otot

c)

Tubuh wanita mempunyai lebih banyak jaringan adiposa (lemak) daripada jaringan otot

d)

Wanita mempunyai berat badan yang lebih ringan daripada pria

e)

Volume urin wanita lebih sedikit daripada pria

9.

Seorang wanita calon pengantin berusia 27 tahun, berat badan 42 kg, tinggi badan 160 cm, dan LLA 21 cm datang ke poli gizi Puskesmas dengan keluhan mengalami pusing, lemas, pucat mata wajah, dan ingin menaikkan berat badan. Dokter dari poli umum Puskesmas mendiagnosis pasien menderita anemia. Data dalam rekam media pasien menunjukkan kadar Hb 9 g/dL. Apakah materi konseling yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

Diet rendah lemak dan rendah protein

b)

Diet tinggi energi tinggi protein

c)

Diet tinggi energi dan tinggi serat

d)

Diet tinggi energi dan rendah garam

e)

Diet rendah purin dan rendah protein

10.

Untuk dapat melakukan konseling yang baik, konselor harus dapat membangun dasar konseling dengan tepat pada klien. Untuk mencapai dasar konseling yang baik diperlukan beberapa langkah. Apakah contoh kegiatan dalam langkah tersebut?

a)

Memberitahukan diagnosis gizi kepada klien/pasien

b)

Memperkenalkan diri/mengucapkan salam kepada klien/pasien

c)

Melakukan monitoring danevaluas ikepada klien/pasien

d)

Menanyakan asupan makan kepada klien/pasien

e)

Mengingatkan klien/ pasien untuk datang kembali ke ahli gizi

11.

Untuk dapat melakukan konseling yang baik, konselor harus dapat menggali permasalahan klien/pasien. Langkah dalam menggali permasalahan klien/ pasien dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Apakah contoh kegiatan dalam langkah tersebut?

a)

Memberitahukan diagnosis gizi kepada klien/pasien

b)

Memperkenalkan diri dan mengucapkan salam kepada klien/pasien

c)

Melakukan monitoring dan evaluasi kepada klien/pasien

d)

Menanyakan asupan makan kepada klien/pasien

e)

Mengingatkan klien/ pasien untuk datang kembali

12.

Konselor biasanya melakukan kegiatan seperti menanyakan kembali apakah materi konseling dapat dimengerti oleh klien/pasien. Disebut apakah kegiatan tersebut?

a)

menegakkan diagnosis gizi

b)

membangun dasar konseling

c)

melakukan monitoring dan evaluasi

d)

menggali permasalahan

e)

melakukan intervensi gizi

13.

Konselor biasanya melakukan kegiatan seperti menjelaskan tujuan diet, prinsip diet, serta porsi makan kepada klien/pasien. Disebut apakah kegiatan tersebut?

a)

menegakkan diagnosis gizi

b)

membangun dasar konseling

c)

melakukan monitoring dan evaluasi

d)

menggali permasalahan

e)

melakukan intervensi gizi

14.

Seorang mahasiswa semester 5 mempunyai pola makan yang tidak teratur, mahasiswa tersebut mempunyai persepsi bahwa makan yang teratur akan membuat gemuk karena akan membuatnya banyak makan, hal ini terjadi karena informasi yang didapatkan dari orang disekitarnya . Diagnosis gizi manakah yang tepat berkaitan dengan kasus tersebut?

a)

Persepsi yang salah tentang makanan berkaitan dengan informasi yang salah tentang makanan di tandai dengan pola makan yang tidak teratur dan persepsi makan teratur membuat gemuk

b)

Pola makan yang salah berkaitan dengan informasi yang salah ditandai dengan makan tidak teratur dan takut gemuk

c)

Informasi yang salah berkaitan dengan makanan yang ditandai dengan persepsi yang salah terhadap makanan

d)

Persepsi yang salah berkaitan dengan pola makan yang salah ditandai dengan pola makan tidak teratur

e)

Pola makan yang salah berkaitan dengan informasi mengenai makanan yang ditandai dengan takut gemuk

15.

Anak As. dirawat di sebuah rumah sakit selama 1 minggu, anak tersebut mempunyai berat badan 6 kg. Parameter apakah yang menunjukkan keberhasilan intervensi gizi pada anak tersebut?

a)

Peningkatan asupan setiap hari

b)

Peningkatan berat badan sebanyak 50 gr/ minggu

c)

Peningkatan berat badan minimal 300 gr/ minggu

d)

Peningkatan berat badan 300 gr/ hari

e)

Peningkatan status gizi menjadi -2SD

16.

Seorang pasien didiagnosis gizi “Inadekuat intake oral food and baverages berkaitan dengan gangguan gastrointestinal yang ditandai dengan adanya mual, muntal dan kesulitan menelan ditandai dengan asupan energi 50%,supan protein 70%, asupan lemak 56% dan asupan karbihidrat 66%”. Masalah apakah yang dihadapi oleh pasien tersebut?

a)

Kesulitan menelan

b)

Kesulitan menelan, mual, muntah

c)

Asupan yang tidak adekuat

d)

Adanya gangguan gatrointestinal

e)

Mual dan muntah

17.

Hasil asesmen seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit diketahui terdapat data : leptospira (+), adanya gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati, pasien nampak ikterik, angka leukosit yang tinggi. Manakah diagnosis gizi yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan adanya infeksi ditandai dengan angka leukosit tinggi dan leptospira (+).

b)

Peningkatan kebutuhan energi berkaitan dengan hiperkatabolisme ditandai dengan angka leukosit yang tinggi dan leptospira (+).

c)

Penurunan kebutuhan protein berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan fungsi ginjal yang menurun

d)

Penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan gangguan fungsi hati ditandai dengan adanya ikterik

e)

Asupan yang kurang berkaitan dengan kebutuhan yang meningkat ditandai dengan adanya infeksi yaitu angka leukosit tinggi, dan leptospira (+)

18.

Seorang pasien didiagnosis gizi ”Peningkatan kebutuhan zat gizi spesifik (Protein) berkaitan dengan hiperkatabolisme ditandai dengan angka leukosit yang tinggi, febris dan Z score -3,1 SD”. Apakah permasalahan yang dihadapai oleh pasien tersebut?

a)

Status Gizi anak adalah buruk

b)

Leukositosis

c)

Febris

d)

Peningkatan kebutuhan zat gizi protein

e)

Hiperkatabolisme

19.

Ahli gizi harus selalu memonitoring setiap intervensi yang dilakukannya. Monitoring apakah terkait Antropometri yang harus dimonitoring?

a)

rentang lengan

b)

tinggi badan

c)

suhu tubuh normal

d)

berat badan

e)

panjang lutut

20.

Seorang ahli gizi melakukan kunjungan ke ruang pasien baru dengan diagnosis thypoid fever. Asesment fisik apa sajakah yang diperlukan untuk menentukan diagnosis gizi?

a)

Anoreksia, opstipasi, stupor

b)

Mual, widal (+), diare

c)

Febris, gull culture (+), samnolen

d)

Mual, muntah, leukosit tinggi

e)

Lidah yang kotor, mual, nilai SGOT tinggi

21.

Seorang pasien dalam keadaan penurunan kesadaran yang tidak dapat dilakukan pengukuran. Parameter apakah yang digunakan untuk menentukan status gizi pasien tersebut?

a)

berat badan

b)

LILA

c)

Albumin darah

d)

Tekanan darah

e)

Dietary history

22.

Seorang bapak usia 51 tahun dibawa ke IGD sebuah rumah sakit setelah diperiksa laboratorium hasil BTA (+), angka leukosit 13.000 ml/dl, albumin 2,0 g/dl, HGB 12 gr/dl. Suhu tubuh pasien 37,7°C, tekanan darah 150/90 mmHg. Berat badan pasien 3 bulan lalu adalah 50 kg. Bagaimanakah status gizi pasien tersebut?

a)

obesitas

b)

normal

c)

kurang

d)

overweight

e)

tidak diketahui

23.

Seorang bapak usia 51 tahun diperiksa laboratorium hasil BTA (+), angka leukosit: 13.000 ml/dl, albumin 2,0 g/dl, HGB 12 gr/dl. Suhu tubuh pasien 37,7°C, tekanan darah 150/90 mmHg. Hasil recall asupan makan di rumah adalah energi 56%, protein 45%, lemak 47%, karbohidrat 51%. Pasien mengaku sulit menelan, dan tidak mau makan nasi karena akan menyebabkan sesak nafas. Manakah diagnosis gizi yang tepat bagi pasien tersebut?

a)

Inadekuat oral food and beverage intake berkaitan dengan infeksi saluran pernafasan dan gangguan GIT ditandai dengan sesak nafas yang sangat, batuk, dan asupan zat gizi kurang dari 80% dan sulit menelan

b)

Inadekuat oral food and beverage intake berkaitan dengan asupan yang kurang ditandai dengan asupan energi 56%, protein 45%, lemak 47%, karbohidrat 51%

c)

Ketidakseimbangan intake makanan berkaitan dengan gangguan pernafasan ditandai dengan asupan yang kurang dari 80%

d)

Inadekuat oral food and baverage intake berkaitan dengan adanya TB dan batuk ditandai dengan batuk berdarah, sesak nafas sangat dan asupan kurang 80%

e)

Asupan yang kurang berkaitan denga TB ditandai dengan diagnosis dokter TB, batuk, sulit menelan dan asupan kurang 80%

24.

Pasien pankreatitis yang disertai dengan nyeri abdomen ringan ataupun berat dianjurkan untuk berpuasa dalam kurun waktu 1 – 2 hari saat dimulainya serangan. Apakah tujuan puasa pada kasus tersebut?

a)

Memperbaiki status hidrasi

b)

Meningkatkan ketahanan tubuh

c)

Mencegah penurunan protein tubuh

d)

Mencegah peningkatan enzim pankreas

e)

Mencegah penurunan haemoglobin karena pendarahan

25.

Ny. N dirawat di RSS dengan diagnosis medis pankreatitis akut dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan atas, demam, tidak nafsu makan, dan BAB seperti dempul. Diketahui hasil pemeriksaan biokimia adalah: albumin 2,6 g/dL; Hb 8,7 g/dL, amylase 530 U/L, dan lipase 660 U/L. Kadar normal albumin (3,8-5,1 g/dL), Hb (12-16 g/dL), amylase (30-100 U/L), dan lipase (10-140 U/L). Kapan makanan oral dapat diberikan pada Ny. N?

a)

Ketika nafsu makan mulai muncul

b)

Ketika nyeri hilang dan nafsu makan mulai muncul

c)

Ketika nafsu makan mulai muncul dan peristaltik usus normal

d)

Ketika nyeri hilang, nafsu makan muncul, dan amylase < 3 kali normal

e)

Ketika nyeri hilang, nafsu makan muncul, lipase < 3 kali normal, dan peristaltik usus normal

26.

Ny. DY didiagnosis medis mengalami celiac disease. Diketahui daerah permukaan usus Ny. DY mengalami penurunan. Semenjak 3 HSMRS Ny. DY mengeluh diare, BAB seperti dempul, dan merasa BB turun. Terapi diet apa yang tepat diberikan kepada Ny. DY?

a)

diet bebas gluten

b)

diet rendah serat

c)

diet bebas laktosa

d)

diet rendah laktosa

e)

diet rendah sisa rendah serat

27.

Bp. Joni, seorang pasien berusia 56 tahun akan menjalani operasi terkait Benigna Prostat Hyperphlasia yang dideritanya. Sebelum dilakukan asesmen, tentunya telah dilakukan skrining untuk mendeteksi risiko malnutrisi pada pasien tersebut. Metode apakah yang dapat digunakan untuk proses skrining gizi pasien tersebut?

a)

PG-Subjective Global Assessment

b)

Nutritional Risk Screening

c)

Malnutrition Universal Screening Tool

d)

Mini Nutrition Assessment

e)

Short Nutritional Assessment Questionnaire

28.

An. Rizal, pasien anak berusia 8 tahun akan menjalani operasi amandel. Dietisien perlu mempertimbangkan beberapa faktor dalam pemberian diet untuk pasien tersebut. Pasien dijadwalkan menjalani operasi pada keesokan harinya. Pertimbangan apakah yang diberikan untuk pasien pada kondisi tersebut?

a)

Tidak diberikan diet tertentu

b)

H-1 diet rendah sisa

c)

Diet disesuaikan dengan jenis penyakitnya

d)

Puasa 4 – 5 jam

e)

TETP

29.

Tn. Munir telah diperbolehkan makan setelah menjalani laparatomi dan diberikan diet pascabedah digestif dengan memperhatikan salah satunya adalah faktor lokasi reseksi digestif. Nutrisi isoosmolar, bebas laktosa, dan lengkap mikronutrien diberikan apabila pasien mengalami reseksi pada bagian organ gastrointestinal. Organ manakah yang dimaksud?

a)

kolon

b)

duodenum

c)

jejunum

d)

illeum

e)

lambung

30.

Seorang Dietisien membuat NCP untuk pasien pascabedah. Jenis diet yang diberikan ahli gizi di rumah sakit pada pasien pascabedah non-komplikasi adalah diet TETP. Apa tujuan pemberian diet tersebut?

a)

Membantu menghilangkan retensi garam dan jaringan tubuh

b)

Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh

c)

Mengendalikan gula darah

d)

Membiasakan perilaku yang sehat

e)

Mengurangi rasa mual

31.

Ny. Z meminta konsultasi gizi dari Dietisien terkait kondisi fesesnya yang mengkilap. Dietisien menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami steatorrhea dan harus menjalani diet terkait tanda tersebut. Steatorrhea merupakan tanda dari malabsorbsi salah satu zat gizi di dalam tubuh. Zat gizi apakah yang dimaksud?

a)

energi

b)

protein

c)

lemak

d)

karbohidrat

e)

vitamin

32.

Budi dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis fraktur femur dan tidak dapat turun dari tempat tidur untuk dilakukan pengukuran berat dan tinggi badan. Metode apakah yang digunakan untuk asesmen gizi pasien tersebut?

a)

rentang lengan

b)

estimasi tinggi lutut

c)

IMT

d)

Lingkar lengan atas

e)

Relative body weight

33.

Seorang perempuan berusia 57 tahun dengan ulkus DM. Pasien masuk dengan keluhan lemas satu minggu, bengkak kemerahan pada kaki. TB 154 cm, LILA 30 cm, hasil RBW 114%. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb rendah, leukosit tinggi, Ht rendah, erithtrosit rendah, trombosit tinggi, eosinophil rendah, batang rendah, segmen tinggi, limfosit rendah, glukosa puasa tinggi, glukosa 2 JPP tinggi. Hasil vital sign menunjukkan TD 120/70 mmHg, Nadi 100x/menit, RR 19x/menit, suhu 36,5oC. Recall asupan energi 109, 19%; protein 149,18%, lemak 93,79%, karbohidrat 78,97%. Apakah yang menjadi keluhan utama pasien pada kasus di atas ?

a)

data subyektif

b)

data obyektif

c)

diagnosis medis

d)

antropometri

e)

biokimia

34.

Seorang perempuan berusia 57 tahun dengan ulkus DM. Pasien masuk dengan keluhan lemas satu minggu, bengkak kemerahan pada kaki. TB 154 cm, LILA 30 cm, hasil RBW 114%. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb rendah, leukosit tinggi, Ht rendah, erithtrosit rendah, trombosit tinggi, eosinophil rendah, batang rendah, segmen tinggi, limfosit rendah, glukosa puasa tinggi, glukosa 2 JPP tinggi. Hasil vital sign menunjukkan TD 120/70 mmHg, Nadi 100x/menit, RR 19x/menit, suhu 36,5oC. Recall asupan energi 109, 19%; protein 149,18%, lemak 93,79%, karbohidrat 78,97%. Apakah yang menjadi keluhan utama pasien pada kasus di atas ?

a)

data subjektif

b)

data objektif

c)

diagnosis medis

d)

asessment antropometri

e)

asessment biokimia

35.

Ny. K perempuan berusia 64 tahun dirawat di Ruang Teratai kelas 1 dengan diagnosis Ca nasopharing. Status gizi berdasarkan LLA normal 99%. Pasien mengalami anemia, hypokalemia dan hipoklorida. Tekanan darah dan vital sign normal namun mengalami dysphagia, lemas, tenggorokan kering, mual, muntah. Asupan energy 48,1%, protein 20,47%, lemak 53,71%, karbohidrat 56,8%. Manakah diagnosis gizi yang sesuai untuk kasus tersebut ?

a)

Peningkatan kebutuhan energy dan protein berkaitan dengan hiperkatabolisme protein dibuktikan dengan MCHC 32,3% (rendah), eosinophil 0,9% (rendah), batang 0,00% (rendah), segmen 84,1% (tinggi)

b)

Penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan pola makan yang salah dibuktikan dengan asupan lemak 53,71%.

c)

Intake zat gizi inadekuat berkaitan dengan dysphagia, lemas, tenggorokan kering, mual, muntah, dibuktikan dengan asupan energi 48,1%; P 20,47%; L 53,71%; KH 56,8%

d)

Penurunan kemampuan konsumsi makan berkaitan dengan penurunan fungsi GI dibuktikan dengan dysphagia

e)

Risiko penurunan status gizi berkaitan dengan dysphagia, lemas, tenggorokan kering, mual, muntah

36.

Ny. K berusia 64 tahun dirawat di Ruang Teratai kelas 1 dengan diagnosis Ca nasopharing. Status gizi berdasarkan LLA normal 99%. Pasien mengalami anemia, hypokalemia dan hipoklorida. Tekanan darah dan vital sign normal namun mengalami dysphagia, lemas, tenggorokan kering, mual, muntah. Asupan energy 48,1%, protein 20,47%, lemak 53,71%, karbohidrat 56,8%. Apakah maksud dysphagia pada kasus di atas ?

a)

kesulitan menelan

b)

kesulitan mengunyah

c)

kesulitan memetabolisme zat gizi

d)

kesulitan mencerna makanan

e)

kesulitan mengekskresikan sisa metabolisme

37.

Seorang anak laki- laki berusia 10 tahun dirawat di RS dengan diagnosis hepatitis A. Antropometri BB 26 kg, TB 135 cm sehingga diperoleh status gizi BB/U -1,67 SD, TB/U -0,93 SD, BB/TB -1,32 SD. Pasien composmentis dengan kondisi mata ikterik, TD 120/80 mmHg, nadi 104 x/menit, respirasi 26x/menit, suhu 36,4oC. Pemeriksaan laboratorium SGOT 307,3 µ/L dan SGPT 581,6 µ/L. Asupan E 99,89%, P 83,64%, L 121,89%, KH 98,36%. Terapi medis pasien memperoleh KaEN3B, infus RL, meticol, curvit, apialys dan vometa. Bagaimanakah status gizi pasien tersebut berdasarkan indicator BB/U?

a)

buruk

b)

kurang

c)

baik

d)

overweight

e)

obesitas

38.

Laki- laki berusia 61 tahun menderita sirosis hati dirawat di RS. LLA 25 cm (72,04% dari LLA standar), RL 164 cm. Pemeriksaan laboratorium SGOT 784 µ/L, SGPT 610 µ/L. Pasien mengalami sesak nafas, kedua kaki edema, mual muntah, perut kembung serta perut sebah. TD, suhu dan, nadi normal. Asupan energy 144,41%; P 86,80%; L 146,10%; KH 118,77%. Manakah diagnosis gizi yang benar untuk kasus di atas ?

a)

Intake energy, lemak, karbohidrat inadekuat berkaitab dengan pola makan yang salah dibuktikan dengan persen asupan energy 144,41% lemak 146,10%, karbohidrat 118,77%.

b)

Risiko penurunan status gizi berkaitan dengan mual muntah dibuktikan dengan persen asupan yang rendah

c)

Status gizi kurang berkaitan dengan riwayat pola makan yang tidak baik dibuktikan dengan LLA 72,04% dari standar

d)

Peningkatan kebutuhan energy dan protein berkaitan dengan sirosis hati dibuktikan dengan persen asupan energy, protein, lemak dan karbohidrat

e)

Peningkatan kebutuhan karbohidrat berkaitan dengan sesak nafas dibuktikan dengan respirasi > 24x/menit

39.

Laki- laki berusia 61 tahun menderita sirosis hati dirawat di RS. LLA 25 cm (72,04% dari LLA standar), RL 164 cm. Pemeriksaan laboratorium SGOT 784 µ/L, SGPT 610 µ/L. Pasien mengalami sesak nafas, kedua kaki edema, mual muntah, perut kembung serta perut sebah. TD, suhu dan, nadi normal. Asupan energy 144,41%; P 86,80%; L 146,10%; KH 118,77%. Parameter apakah yang tidak dapat dimonitor pada pasien tersebut ?

a)

berat badan

b)

edema

c)

SGPT dan SGOT

d)

Rentang lengan

e)

mual muntah

40.

Ny. A memiliki diagnosis gizi berbunyi pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan terbatasnya akses untuk makan makanan yang dianjurkan ditandai dengan tidak mengkonsumsi buah setiap hari dan keadaan social ekonomi yang rendah. Intervensi apakah yang harus dilakukan oleh ahli gizi pada kasus tersebut ?

a)

memberikan makanan tinggi serat

b)

memberikan bentuk makanan lunak

c)

Memberikan edukasi pemilihan makanan yang terjangkau oleh pasien

d)

Memberikan edukasi untuk selalu mengkonsumsi makanan seadanya

e)

Memberikan makanan melalui NGT

41.

Apakah bagian dari PAGT yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasi problem gizi melalui proses pengumpulan, verifikasi dan interpretasi data?

a)

skrining gizi

b)

assesment gizi

c)

diagnosis gizi

d)

intervensi gizi

e)

monitoring gizi

42.

Apakah komponen assessment gizi yang termasuk pada pertanyaan mengenai supplemen ataupun ONS yang dikonsumsi?

a)

food history

b)

antropometri

c)

biokimia

d)

fisik, klinis

e)

personal client

43.

Tn. R berusia 59 th sedang menjalani kemoterapi folfox siklus kelima. Setelah menjalani terapi, Tn. R mengeluhkan mual, muntah dan diare, mata cekung, tidak ada nafsu makan dan lemak subkutan +2. BB, Hb 10. dan TB Tn. R adalah 45 kg dan 156 cm. Apakah pengukuran fisik yang dapat dilakukan pada Tn. R untuk mengetahui kondisi malnutrisinya?

a)

PG-SGA SF

b)

hand grips

c)

IMT

d)

mual, muntah

e)

Hb

44.

disebut apakah kondisi akibat defisiensi zat besi yang ditandai dengan kuku berbentuk seperti sendok?

a)

glositis

b)

stomatitis

c)

gingivitis

d)

cheilosis

e)

koilonychia

45.

Seorang ahli gizi menggunakan leaflet 3J untuk pasien diabetes mellitus yang menjadi tanggung jawabnya. Selain leaflet, ahli gizi tersebut menggunakan daftar bahan makanan penukar untuk semakin memudahkan pasien. Apakah jenis strategi intervensi gizi yang dilakukan oleh ahli gizi tsb?

a)

konten

b)

aplikasi

c)

enteral feeding

d)

basis teori

e)

kolaborasi asuhan gizi

46.

SGA merupakan salah satu skrining yang dilakukan untuk menilai status gizi pasien sebelum masuk RS. Apakah komponen pemeriksaan fisik yang ada dalam SGA?

a)

kapasitas fungsional, edema

b)

gejala gastrointestinal, kehilangan otot

c)

perubahan BB, kehilangan lemak subkutan

d)

kecukupan asupan makan, kapasitas fungsional

e)

edema, kehilangan lemak subkutan

47.

Berapakah jumlah pertanyaan pada bagian skrining gizi yang ada di dalam MNA?

a)

lima

b)

enam

c)

sepuluh

d)

delapan

e)

dua belas

48.

Manakah yang bukan termasuk pengertian skrining gizi?

a)

sensitif untuk mendeteksi pasien yang berisiko malnutrisi

b)

proses sederhana dan cepat

c)

dilakukan sesegera mungkin dan maksimal 24 jam mulai pasien masuk RS

d)

mengidentifikasi kondisi termasuk komplikasi

e)

tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya

49.

Apakah komponen skrining berdasarkan ESPEN yang menggambarkan kondisi memburuk pada pasien?

a)

peningkatan kebutuhan protein

b)

IMT

c)

Kehilangan BB

d)

penurunan asupan makan

e)

edema

50.

Apakah jenis skrining gizi yang memiliki komponen kelambatan hipersensitivitas kulit pada interpretasinya?

a)

prognostic nutritional index

b)

nutritional risk index

c)

nutritional screening initiative

d)

mini nutritional assessment

e)

nutrition service screening assessment