Font size
WorksheetsTeks Drama kelas 8
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
di bawah ini adalah pengertian drama menurut bahasa, kecuali
berbuat
berlaku
berbicara
bertindak
Percakapan dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut ?
prolog
dialog
monolog
epilog
di bawah ini adalah bagian wawancang dalam drama kecuali . . . .
monolog
dialog
epilog
tema
Orang yang mengatur jalannya pentas teater disebut . . . .
penata rias
pelakon
sutradara
penata lampu
Gambaran tempat, ruang, waktu, dan suasana cerita disebut....
setting
plot
bloking
panggung
Kalimat dalam teks drama yang ditulis dalam kurung, tidak didialogkan, melainkan diaktingkan disebut...
monolog
pantomim
kramagung
wawancang
Tokoh baik yang selalu berada di pihak yang benar yang disegani penonton…
Trigonis
Figuran
Protagonis
Antagonis
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Percakapan yang harus diucapkan pemeran disebut...
kramagung
wawancang
prolog
epilog
Hari telah menunjukkan pukul 18.30. kakek dan nenek berada di dalam rumah.
Nenek :(bicara sendiri) Ah, dasar kayak nggak pernah ingat, sudah pikun! Pekerjaannya tak ada cara lain. Cuma bersolek. Dikiranya masih ada gadis-gadis yang suka memandang. Hem ... (mengambil cangkkir lalu minum)
Kakek :(masuk) Bagaimana kalau aku pakai pakaian ini, Bu? (tetap bercermin membiarkan nenek masuk ke kamar)
Nenek : Astaga! Tuan rumah mau pesiar?
Kakek : Tidak ke mana-mana. Cuma mau duduk-duduk saja sambil membaca koran.
Nenek : Mengapa membaca koran pakai kopiah segala.
Kakek : Agar komplit, Bu.
Nenek : Ya…. Waktu dulu kau jadi juru tulis, empat puluh tahun lampau…. Hebat sekali memang. Tapi sekarang, kopiah hanya bernilai tambah belaka… (mendekati dan berdiri disebelah kakek hingga berdiri sejajar)
Latar pada kutipan naskah drama tersebut adalah …
pagi hari di kamar
sore hari di rumah
sore hari di dapur
malam hari di kamar
(1) Ratu : Apakah cermin itu milikmu?
(2) Pemuda : (berkata dengan takut-takut) benar ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini. Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi.
(3) Ratu : Hah, kurang ajar. Kubunuh kau pemuda!
(4) Pemuda : (berkat sambil menunduk) Maaf Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang.
(5) Ratu : (memandang ke arah pemuda) Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?
(6) Pemuda : Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu.
(7) Ratu : Kau ingin bila bahwa aku serakah?
(8) Pemuda : Hamba hanya ingin mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebih walaupun sebenarnya tidak begitu penting.
(9) Ratu : Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah? Sudah sepantasnya aku memiliki banyak cermin karena aku adalah ratu.
(10) Pemuda : Tapi Ratu ...
(11) Ratu : Pengawal, ambilkan pedang siapkan tiang gantungan untuk pemuda lancang ini!
Suasana yang tergambar pada naskah drama tersebut adalah ...
duka
marah
kecewa
haru
Indah : Interupsi ... (sambil berdiri dan tatapan muka yajam) Saudara Adi, sekadar mengingatkan dan ruangan ini sebagai saksinya. Bukankah bakti sosial pernah kita laksanakan?
Adi : Maksud Saudari?
Indah : Kita kan sudah kumpulkan baju layak pakai, buku, dan tetek bengek lainnya untuk kita sumbangkan di daerah itu. Mengapa harus ke daerah itu lagi? Bukan begitu Saudara Pimpinan Rapat?
Banu : (mengangguk-angguk) Ya, ya.....
Indah : Maksud Saudara?
Banu : Tidak ada masalah kalau daerah itu kita bantu lagi.
Latar tempat pada naskah drama tersebut adalah ....
Ruang rapat
Wilayah konflik
Posko bencana
Daerah benccana
di bawah ini adalah ciri-ciri drama tradisional kecuali
tidak menggunakan naskah
aktor bisa improvisasi
ada pemain peran
tidak ada pemeran antagonis
teater adalah
cerminan kehidupan manusia
gedung pertunjukan
tari-tarian yang dipertontonkan
konser penyanyi solo
di bawah ini adalah tiga komponen dalam bermain peran kecuali
penghayatan
rima
vokal
penampilan
sebagai sutradara, kita harus bisa menentukan karakter tokoh. agar aktor memerankan sesuai dengan karakternya, dapat dilihat dari cara berikut ini kecuali
fisik
nasionalis
sosiologis
psikis
di bawah ini adalah tahapan belajar dalam bermain peran, kecuali
●keseluruhan isi naskah
●Hubungan tokoh yang kamu perankan dengan tokoh lain
●Latar belakang sosial budaya yang ada dalam teks
●Bentuk panjang pendek naskah sebelum diperankan
Badi: “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi: “Tidak Bisa Ban,”
Bandi: “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Andini: “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adit: “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi: “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Ita: “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
isi cuplikan drama tersebut adalah...
Budi memberikan sontekan kepada sahabatnya
Budi bersikap teguh pendirian tidak akan bekerja sama dalam hal yang salah
Ita dan Budi mengerjakan soal latihan dengan cara bekerja sama
sekelompok siswa sedang mengerjakan soal-soal latihan
Perhatikan drama berikut!
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
latar tempat kutipan drama tersebut adalah...
Rumah guru
Ruang kerja
Ruang guru
Rumah Masut
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?
(menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal)
Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum)
Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!
Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi....
Fenita : Tidak perlu basa-basi, kalau tidak aku yang memutuskan, titik!
Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian....
komplikasi
orientasi
resolusi
penyelesaian
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fred
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran akan keselamatan surat penting
Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....
kepercayaan
persahabatan
permusuhan
percintaan
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
menjengkelkan
mengelisahkan
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
"Ah, sudahlah, semua usahaku sia-sia. Aku tak akan berhasil memperbaikinya."
Nada saat mengucapkan kutipan dialog di atas adalah ....
cemas
putus asa
lega
malas
Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu sukaAnak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kira tidak makan nasi
Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!
Anak : . . . . .
Dialog yang dapat di ungkapkan tokoh anak untuk melengkapi cuplikan tersebut adalah. . . .
Tapi, mengapa bapak lama sekali? Bapak pergi ke mana, ma?
Bapak itu siapa namanya? Apa pekerjaannya, ma?
Asep akan menangis lagi karena tidak bisa sekolah.
Kalau nanti sudah makan, Asep akan pergi ke sungai, menangkap ikan.
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang
Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
sosial
moral
budaya
agama
Salah satu unsur intrinsik teks drama, kecuali
Perwatakan
Tema
Naskah
Sudut pandang
Berikut yang termasuk contoh judul drama tradisional adalah ...
Sabahat Sejati
Gara-Gara Utang
Legenda Jaka Tarub
Sahabat Gadungan
