WorksheetsKomunikasi Efektif - Kelas 7
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Proses penyampaian pesan yang dilakukan baik secara verbal, non verbal maupun antara komunikator kepada komunikan sehingga terjadi proses saling berbagi informasi satu sama lain, merupakan pengertian dari
Komunikasi interpersonal
Komunikasi Efektif
Konseling
Komunikasi
Proses penyampaian tujuan, pesan, gagasar serta perasaan dengan cara yang baik melalui kontak sosial yang baik pula, sehingga ada kesamaan persepsi dan pemahaman serta dapat membangun sikap dan perilaku yang positif, merupakan pengertian dari
Komunikasi interpersonal
Komunikasi Efektif
Konseling
Komunikasi
Komunikasi efektif dalam pemberdayaan keluarga sehat sudah mulai diterapkan pada saat tenaga puskesmas melakukan
Penyuluhan di UKBM-UKBM seperti Posyandu/Poskesdes
Pendataan kesehatan keluarga, melalui kunjungan rumah
Diskusi Kelompok Terarah (DKT) atau Focus Group Discussion melalui Dasawisma dari PKK
Pemeriksaan pasien di Puskesmas
Penerapan komunikasi efektif dalam membudayakan perilaku sehat di keluarga, merupakan intervensi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) yang harus memperhatikan beberapa faktor yaitu
Faktor predisposisi (predisposing factors), faktor pendukung/pemudah (enabling factors) serta faktor pendorong/penguat (reinforcing factors)
Faktor demografi, sosial dan ekonomi dari sasaran
Faktor individu, keluarga dan kelompok/masyarakat
Faktor internal dan eksternal dari sasaran
Segala upaya fasilitasi yang bersifat non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan individu, keluarga dan kelompok/masyarakat agar dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan potensi yang dimiliki serta merencanakan dan melakukan pemecahan masalah tersebut dengan memanfaatkan potensi yang ada, merupakan pengertian dari
Kemandirian
Potensi sumber daya
Mobilisasi
Pemberdayaan
Salah satu langkah praktis dalam melakukan komunikasi interpersonal/konseling, yang juga perlu dilakukan dalam pelaksanaan kunjungan rumah yaitu
SAPA (Salam, Ajak Bicara, Peringatkan dan Andalkan)
SARA (Salam, Ajak Bicara, Rasakan dan Alihkan)
SAJI (Salam, Ajak Bicara, Jelaskan dan Ingatkan)
SATU (Salam, Ajak Bicara, Tanyakan, Uraikan)
Diantara teknik-teknik dalam komunikasi interpersonal dan konseling yang efektif salah satunya yang perlu dikuasai adalah teknik menggunakan media KIE, tujuan dari menggunakan media KIE adalah
Memperbanyak pesan yang disampaikan
Membantu klien/sasaran untuk memahami informasi yang disampaikan
Membangkitkan ketertarikan sasaran terhadap gambar media
Mempermudah sasaran dalam menjawab pertanyaan
Komunikasi efektif dalam pelaksanaan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, untuk penerapannya maka Pembina Keluarga dapat melakukan salah satunya adalah
Kunjungan rutin kepada keluarga yang perlu dilakukan pendekatan secara personal
Kunjungan rumah dalam kegiatan membangun komunikasi interpersonal
Pemantauan terhadap sasaran keluarga yang prioritas diberikan perhatian khusus
Pemantauan terhadap rumah sasaran keluarga di wilayah kerja Puskesmas
Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pembina keluarga dengan jalan mendatangi atau mengunjungi rumah keluarga sasaran program adalah pengertian dari
Kunjungan rumah
Kunjungan rutin keluarga
Pemantauan keluarga
Pemantauan rumah sasaran
Melakukan diskusi dengan keluarga tentang masalah kesehatan yang dihadapinya, faktor-faktor penyebabnya, upaya untuk mencegah atau mengatasi masalah kesehatan tersebut serta potensi yang dimilikinya untuk menjaga serta meningkatan status kesehatan keluarganya, hal ini merupakan salah satu dari tujuan kegiatan
Kunjungan rumah
Kunjungan rutin keluarga
Pemantauan keluarga
Pemantauan rumah sasaran
Komunikasi efektif dapat berbentuk komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal yang efektif adalah yang memiliki ciri-ciri berikut, kecuali
Cara penyampainnya mudah diterima
Disertai dengan humor
Bahasa yang digunakan harus bahasa daerah setempat
Mempunyai tujuan yang jelas
Berkaitan dengan komunikasi non-verbal, dalam membangun komunikasi efektif, sebaiknya Pembina Keluarga
Mempertahankan kontak mata
Mempertahankan sikap duduk/berdiri yang sempurna
Mempertahankan senyum sepanjang proses komunikasi
Mempertahankan volume suara yang lantang sepanjang proses komunikasi
Pada penerapan komunikasi efektif dalam pelaksanaan Program Indonesia Sehat yang dikembangkan melalui pendekatan keluarga, maka Pembina Keluarga juga dapat melakukan pendekatan kelompok. Pengertian dari pendekatan kelompok adalah
Kegiatan arisan warga yang dilakukan oleh kelompok masyarakat sekaligus untuk pembahasan masalah kesehatan di suatu wilayah binaan puskesmas
Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara langsung pada kelompok dalam konteks komunitas disuatu wilayah binaan puskesmas
Kegiatan pelayanan masyarakat yang dilakukan secara tidak langsung pada kelompok tertentu yang sudah mempunyai prestasi di bidangnya
Kegiatan pelayanan masyarakat yang dilakukan secara langsung/tidak langsung pada kelompok yang mempunyai masalah kesehatan
Waktu pelaksanaan kegiatan diskusi kelompok dapat ditentukan berdasarkan
Ketersediaan waktu dari petugas puskesmas
Kesepakatan antara petugas puskesmas dan kepala puskesmas
Kesepakatan antara petugas dengan kelompok sasaran
Ketersediaan waktu dari kelompok sasaran
Hal yang dilakukan oleh Pembina keluarga pada saat perencanaan kegiatan pendekatan kelompok diantaranya adalah
Melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat yang memiliki kemampuan sumber daya yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan diskusi kelompok
Melakukan identifikasi keberadaan kelompok-kelompok potensial yang paling populer dan memiliki kemampuan finansial cukup di wilayah binaan puskesmas
Mengarahkan masyarakat untuk menyiapkan jadwal kegiatan diskusi kelompok termasuk sekaligus menyiapkan tempat pertemuan
Membuat jadwal kegiatan diskusi kelompok keluarga sehat termasuk tempat pertemuan
