NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL PAT KELAS 4 TEMA 8
Total questions: 35
Worksheet time: 55mins
Sikap dalam menghadapi perbedaan Agama antarteman yaitu..
Menghormati teman yang sedang melakukan ibadah.
Memilih dalam berteman
Mengusilkan teman yang berbeda agama.
Membuat keributan ketika ada teman yang sedang melakukan ibadah.
Keberagaman karakteristik yang ada di rumah meliputi, kecuali…
Jenis kelamin
Kegemaran
Usia
Tempat tinggal
Setiap hari Ahad pagi Doni bermain badminton Bersama dengan teman- temannya, sedangkan Ayah melakukan Lari pagi di Alun- laun kota. Perbedaan karakteristik yang ada pada Doni dan Ayah adalah..
Kegemaran
Fisik
Usia
Tempat tinggal
Keberagaman yang terdapat pada gambar adalah…
Agama
Usia
Profesi
Kegemaran
Si Pitung
Suatu sore Si Pitung melihat kelakuan anak buah Babah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menarik pajak tinggi. Sebagian hasil rampasan itu diberikan kepada pemerintah Belanda.
Si Pitung bertekad untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudian, dia berguru kepada Haji Naipin, seorang ulama yang juga pandai ilmu bela diri. Si Pitung cepat menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin.
”Pitung, gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain,” pesan Haji Naipin.
Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liem yang sedang merampas harta rakyat jelata.
”Heh, Anak Muda! Siapa kau? Beraninya menghentikan kami!” tanya salah satu anak buah Babah Liem.
”Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,” jawab Si Pitung.
Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun, Si Pitung bisamengalahkan mereka semua. Sejak saat itu, nama Si Pitung terkenal di kalangan penduduk.
Si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertekad untuk mengambil kembali hak yang sudah dicuri oleh tuan tanah dan mengembalikannya kepada rakyat. Dia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.
Kelakuan Si Pitung tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.
Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.
Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.
”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.
”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung
dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, si pahlawan rakyat jelata.
Tokoh utama dalam cerita “Si Pitung” adalah…
Haji naipin
Pak piun
Babah liem
Si pitung
Si Pitung
Suatu sore Si Pitung melihat kelakuan anak buah Babah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menarik pajak tinggi. Sebagian hasil rampasan itu diberikan kepada pemerintah Belanda.
Si Pitung bertekad untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudian, dia berguru kepada Haji Naipin, seorang ulama yang juga pandai ilmu bela diri. Si Pitung cepat menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin.
”Pitung, gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain,” pesan Haji Naipin.
Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liem yang sedang merampas harta rakyat jelata.
”Heh, Anak Muda! Siapa kau? Beraninya menghentikan kami!” tanya salah satu anak buah Babah Liem.
”Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,” jawab Si Pitung.
Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun, Si Pitung bisamengalahkan mereka semua. Sejak saat itu, nama Si Pitung terkenal di kalangan penduduk.
Si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertekad untuk mengambil kembali hak yang sudah dicuri oleh tuan tanah dan mengembalikannya kepada rakyat. Dia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.
Kelakuan Si Pitung tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.
Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.
Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.
”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.
”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung
dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, si pahlawan rakyat jelata.
Tokoh antagonis pada cerita “Si Pitung” adalah…
Haji naipin
Pak piun
Babah liem
Si pitung
Si Pitung
Suatu sore Si Pitung melihat kelakuan anak buah Babah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menarik pajak tinggi. Sebagian hasil rampasan itu diberikan kepada pemerintah Belanda.
Si Pitung bertekad untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudian, dia berguru kepada Haji Naipin, seorang ulama yang juga pandai ilmu bela diri. Si Pitung cepat menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin.
”Pitung, gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain,” pesan Haji Naipin.
Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liem yang sedang merampas harta rakyat jelata.
”Heh, Anak Muda! Siapa kau? Beraninya menghentikan kami!” tanya salah satu anak buah Babah Liem.
”Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,” jawab Si Pitung.
Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun, Si Pitung bisamengalahkan mereka semua. Sejak saat itu, nama Si Pitung terkenal di kalangan penduduk.
Si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertekad untuk mengambil kembali hak yang sudah dicuri oleh tuan tanah dan mengembalikannya kepada rakyat. Dia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.
Kelakuan Si Pitung tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.
Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.
Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.
”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.
”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung
dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, si pahlawan rakyat jelata.
Tokoh yang bernama Haji Naipin pada cerita “ Si Pitung” merupakan tokoh..
Deutragonis
Campuran
Antagonis
Protagonis
Si Pitung
Suatu sore Si Pitung melihat kelakuan anak buah Babah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menarik pajak tinggi. Sebagian hasil rampasan itu diberikan kepada pemerintah Belanda.
Si Pitung bertekad untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudian, dia berguru kepada Haji Naipin, seorang ulama yang juga pandai ilmu bela diri. Si Pitung cepat menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin.
”Pitung, gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain,” pesan Haji Naipin.
Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liem yang sedang merampas harta rakyat jelata.
”Heh, Anak Muda! Siapa kau? Beraninya menghentikan kami!” tanya salah satu anak buah Babah Liem.
”Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,” jawab Si Pitung.
Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun, Si Pitung bisamengalahkan mereka semua. Sejak saat itu, nama Si Pitung terkenal di kalangan penduduk.
Si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertekad untuk mengambil kembali hak yang sudah dicuri oleh tuan tanah dan mengembalikannya kepada rakyat. Dia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.
Kelakuan Si Pitung tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.
Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.
Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.
”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.
”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung
dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, si pahlawan rakyat jelata.
Watak si pitung di dalam cerita adalah…
Pemberani dan Peduli
Pemberani dan penyabar
Peduli dan baik hati
Baik hati dan penyabar
Perbedaan petani di daerah dataran rendah dan petani di daerah dataran tinggi terletak pada tanaman yang mereka tanam. tanaman yang di tanam di dataran tinggi adalah…
Padi dan palawija.
Kol dan wortel
Bawang dan palawija
Kubis dan Palawija
kondisi geografis negara Indonesia merupakan salah faktor yang menyebabka perbedaan mata pencaharian penduduk Indonesia. Dari kondisi tersebut mata pencaharian yang paling banyak di lakukan masyarakat di Indonesia adalah…
Berlayar
Bertani
Budi daya ikan
Berburu
Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang mempunyai banyak tempat pariwisata. Banyak orang yang menghabiskan hari liburnya di Yogyakarta. Dengan demikian Usaha yang sangat cocok di lakukan di yogyakarta adalah..
Mendirikan tempat penginapan
Mendirikan tempat pariwisata
Membuat kerajinan tangan
Membuat berbagai pertunjukan
Orang yang melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa disebut ...
Konsumsi
Konsumen
Produksi
Produsen
karya seni rupa yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi, serta memiliki volume disebut…
Karya dua dimensi
Karya tiga dimensi
Karya satu dimensi
Karya empat dimensi
Pada notasi angka lagu Yamko Rambe Yamko menggunakan nada yang di gunakan adalah…
Nada tinggi dan nada sedang.
Nada tinggi dan nada cepat.
Nada tinggi dan nada rendah.
Nada Lambat dan nada sedang.
Tinggi rendah nada yang berurutan dalam sebuah lagu disebut …
Tempo
Intonasi
Melodi
Birama
Tari Srimpi Sangopati dan tari Gambyong dari Jawa Tengah merupakan contoh tarian…
Tari Kreasi baru
Tari tradisional
Tari modern
Tari semi modern
Pengaruh gaya terhadap benda yang menunjukkan benda bergerak dan berubah arahnya yaitu…
Bola kasti yang dilempar kemudian dipukul.
Pembuatan asbak dan pembuatan bata merah.
Mobil mogok yang kemudian didorong.
Mobil yang melaju kemudian direm
Gaya yang terdapat pada permainan ketapel adalah…
Gaya Tarik
Gaya otot
Gaya pegas
Gaya gesek
Perpindahan kedudukan suatu benda terhadap benda lainnya, baik perpindahan kedudukan yang mendekati maupun menjauhi suatu benda atau tempat asal akibat benda itu dikenai gaya disebut . . .
Gerak
Suhu
Gaya
Energi
Suatu kekuatan yang mengakibatkan benda yang dikenainya dapat mengalami gerak, perubahan kedudukan, atau perubahan bentuk disebut . . .
Gerak
Suhu
Gaya
Energi
Yang bukan termasuk manfaat atas keragaman karakteristik masyarakat Indonesia adalah . . .
Belajar bersosialisasi.
Belajar toleransi.
Saling melengkapi sesama individu.
Tidak menghargai teman yang berbeda
Yang bukan termasuk manfaat keragaman karakteristik individu dalam masyarakat dalam kegiatan ekonomi adalah. . .
Menumbuhkan Sikap Nasionalisme
Menciptakan Identitas Bangsa di Mata Internasional
Alat pemecah bangsa
Sebagai Ikon Pariwisata
Asal Mula Telaga Warna
Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum dikarunia anak. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Akhirnya, Raja memutuskan untuk bertapa di hutan.
Di hutan Raja terus berdoa kepada Yang MahaKuasa. Raja meminta agar segera dikarunia anak. Doa Raja pun terkabul.
Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Raja dan Permaisurisangat bahagia. Seluruh rakyat juga bersuka cita menyambut kelahiran Putri Raja.
Raja dan Permaisuri sangat menyayangi putrinya. Mereka juga sangat memanjakannya. Segala keinginan putrinya dituruti. Tak terasa Putri Raja telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Hari itu dia berulang tahun ketujuh belas. Raja mengadakan pesta besar-besaran. Semua rakyat diundang ke pesta.
Raja dan Permaisuri telah menyiapkan hadiah istimewa berupa kalung. Kalung terbuat dari untaian permata berwarna-warni. Saat pesta berlangsung, Raja menyerahkan kalung itu.
”Kalung ini hadiah dari kami. Lihat, indah sekali, bukan? Kau pasti menyukainya,” kata Raja.
Raja bersiap mengalungkan kalung itu ke leher putrinya. Sungguh di luar dugaan, Putri menolak mengenakan kalung itu.
”Aku tak suka kalung ini, Ayah,” tolak Putri dengan kasar. Raja dan Permaisuri terkejut. Kemudian, Permaisuri berusaha membujuk putrinya dengan lembut. Permaisuri mendekat dan hendak memakaikan kalung itu ke leher putrinya.
”Aku tidak mau! Aku tidak suka kalung itu! Kalung itu jelek!” teriak Putri sambil menepis tangan Permaisuri. Tanpa sengaja, kalung itu terjatuh. Permata-permatanya tercerai-
berai di lantai. Permaisuri sangat sedih. Permaisuri terduduk dan menangis. Tangisan Permaisuri menyayat hati. Seluruh rakyat yang hadir turut menangis. Mereka sedih melihat tingkah laku Putri yang mereka sayangi.
Tidak disangka, air mata yang tumpah ke lantai berubah menjadi aliran air. Aliran air menghanyutkan permata-permata yang berserakan. Air tersebut mengalir ke luar istana dan membentuk danau. Anehnya, air danau berwarna-warni seperti warna-warna permata kalung Putri. Kini danau itu dikenal dengan nama Telaga Warna.
Yang termasuk tokoh-tokoh dalam cerita diatas adalah . . .
Raja, Permaisuri, Putri Raja dan Rakyat.
Raja, Permaisuri, si Pitung dan Putri Raja.
Raja, Permaisuri, Putri Raja dan Haji Naim.
Raja, Permaisuri, Putri Raja dan Babaeh Liem.
Yang termasuk sifat dari Putri Raja adalah . . .
Pemarah dan Tekun
Pemarah dan Manja
Baik Hati dan Tidak Sombong
Baik Hati dan Manja
Orang yang melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa disebut . . .
Produsen
Produksi
Konsumen
Konsumsi
Kegiatan memakai barang-barang hasil produksi disebut . . .
Produksi
Distribusi
Komsumsi
Konsumen
Orang yang melakukan kegiatan menyalurkan barang dan jasa hasil produksi dari produsen ke konsumen disebut . . .
Produksi
Konsumsi
Distribusi
Distributor
Kegiatan pertanian teh dan peternakan sapi merupakan jenis kegiatan ekonomi yang terdapat di daerah . . .
dataran tinggi
dataran rendah
daerah pantai
daerah perkotaan
Ukuran kecepatan dalam birama lagu disebut . . .
Intonasi
Tempo
Nada
Lirik
Benda-benda yang berbentuk menyerupai bangunan kubus atau balok disebut . . .
Bebas
Kubistis
Silindris
Tidak Jelas
Benda-benda yang berbentuk menyerupai silinder (elips) disebut . . .
Kubistis
Bebas
Tidak jelas
Silindris
Benda-benda yang bentuknya tidak beraturan disebut . . .
Bebas
Kubistis
Silindris
Tidak Jelas
Bola yang ditendang akan mengalami perubahan dari diam menjadi bergerak. Hal tersebut terjadi dikarenakan ada . . . yang mengenai bola.
Gerak
Gaya
Magnet
Gravitasi
Yang bukan merupakan pengaruh gaya terhadap suatu benda adalah . . .
Gaya dapat memengaruhi benda menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya
Gaya dapat memengaruhi benda bergerak menjadi diam.
Gaya dapat memengaruhi benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat
Gaya dapat memengaruhi arah gerak suatu benda.
Contoh kejadian sehari-hari yang tidak berhubungan dengan gaya adalah . . .
Mobil yang bergerak
Pengereman Sepeda
Bola yang Kempes
Meja yang bergeser
