NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS Pengendalian Vektor Dan Tikus
Total questions: 40
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
Seorang Sanitarian melakukan pengendalian terhadap tikus yang ada di wilayah kerjanya, karena tikus adalah binatang pengerat, selain dapat merugikan karena merusak barang-barang dan membuat kotor lingkungan, tikus juga berperan membawa vector penyebab penyakit. Apa nama penyakit yang disebabkan oleh vector pada kasus tersebut…
a)
Penyakit hepatitis
b)
Penyakit pneumonia
c)
Penyakit filariasis
d)
Penyakit leptospirosis
e)
Penyakit Malaria
2.
Seorang Sanitarian melakukan survai lalat, dan berhasil menangkap beberapa ekor lalat yang mempunyai ciri-ciri lalat ini termasuk dalam genus Sarcophaga, Ukuran mereka besar dan terdapat bintik merah pada ujung badan mereka, berwarna abu-abu tua, berukuran sedang sampai besar, kira-kira 6-14 mm, lalat ini bersifat viviparous. Apa nama lalat yang diidentifikasi pada kasus tersebut…
a)
Lalat kecil (Fannia canicularis)
b)
Lalat Rumah (Musca Domestica)
c)
Lalat kandang (Stomaxys calaitrans)
d)
Lalat daging (Sarcophaga)
e)
Lalat hijau (Lucilia sertica)
3.
Seorang Sanitarian menduga adanya resistensi pada nyamuk sehingga banyak yang tidak dapat terbunuh oleh insektisida. Peristiwa perkembangan kekebalan ini menjadi faktor penghambat utama dalam melakukan pengendalian vektor menggunakan insektisida. Sanitarian tersebut melakukan sesuatu uji untuk mengetahui apakah sudah terjadi kekebalan terhadap vector. Apa nama uji yang dilakukan pada kasus tersebut…
a)
Uji bio assay
b)
Uji kerentanan
c)
Uji bio kerentanan
d)
Identifikasi parasit dalam tubuh vektor
e)
Analisis BI, CI, HI
4.
Seorang Sanitarian menyarangkan kepada masyarakat pada saat malam hari, menggunakan obat nyamuk bakar, replant, atau semprotan nyamuk dengan tujuan melakukan pengendalian vector nyamuk untuk mengendalikan nyamuk Anopheles yang merupakan vector penyakit malaria. Apa nama metoda pengendalian pada kasus tersebut…
a)
Pengendalian mekanik
b)
Pengendalian kimia
c)
Pengendalian fisika-mekanika
d)
Pengendalian biologi
e)
Pengendalian pengolahan lingkungan
5.
Seorang Sanitarian melakukan pengendalian vektor dengan menggunakan beberapa metode yang bersinergi sehingga mampu menurunkan potensi penularan penyakit. Pengendalian ini bersifat rasional, ramah lingkungan serta berkelanjutan. Apa nama pengendalian dalam kasus tersebut…
a)
Pengendalian vektor terpadu
b)
Pengendalian vektor mekanika
c)
Pengendalian vektor biologis
d)
Pengendalian vektor kimia
e)
Pengendalian vektor Fisika
6.
Seorang sanitarian sedang mengidentifikasi binatang yang bisa menjadi penular penyalkit bersumber binantang. Binatang yang diidentifikasi mempunyai ciri-ciri adanya sepasang gigi seri ( incisor ) pada setiap rahang, tidak mempunyai taring sehingga terdapat kekosongan gigi yang disebut diastema , dan mempunyai ekor yang hampir gundul dan beruas – ruas kecil. Binatang apakah yang diidentifikasi pada kasus tersebut….
a)
Kecoa
b)
Nyamuk
c)
Tikus
d)
Kucing
e)
Anjing
7.
Seorang sanitarian melakukan survai perilaku nyamuk untuk memudahkan pelaksanaan pengendaliannya seperti perilaku menggigit manusia. Dari hasil survai, diketahui banyak nyamuk yang tidak menggigit manusia, tetapi nyamuk tersebut lebih menyukai darah binatang. Apakah istilah perilakui nyamuk pada kasus tersebut….
a)
Endofilik
b)
Eksopagic
c)
Zoophilic
d)
Eksofilik
e)
Antropozoofilik
8.
Seorang sanitarian melakukan survai perilaku nyamuk pada sebuah desa. Dari hasil survei, sanitarian tersebut mendapatkan perilaku nyamuk lebih suka beristrihat dalam rumah. Apakah istilah perilaku nyamuk pada kasus tersebut….
a)
Endofilik
b)
Eksopagic
c)
Zoophilic
d)
Eksofilik
e)
Antropozoofilik
9.
Seorang sanitarian melakukan identifikasi vector pada fase telurnya dengan melakukan survai telur nyamuk.. Sanitarian tersebut berkesimpulan bahwa telur nyamuk yang ditemukan memiliki ciri ciri telur nyamuk yang bertindak sebagai vektor penyakit malaria. Apakah tanda tanda dari telur nyamuk pada kasus tersebut ….
a)
Dengan pelampung, satu persatu di air
b)
Tanpa pelampung, satu persatu pada bejana
c)
Tanpa pelampung,tersusun seperti rakit di air
d)
Dengan pelampung bergerombol pada dinding bejana
e)
Dengan pelampung, bergerombol dan menempel pada tumbuhan air
10.
Seorang sanitarian melakukan survei identifikasi vector lalat di pasar tradisional dengan melakukan penangkapan lalat.. Dari hasil survei tersebut didapatkan lalat dengan morfologi mempunyai pada thorax terdapat 4 garis hitam dan 1 garis hitam medial pada abdomen punggung. Tubuh berwarna coklat dan kehitam-hitaman. Jenis lalat apakah yang ditemukan pada kasus tersebut…
a)
Lalat kandang (Stomaxys calaitrans)
b)
Lalat daging (Sarcophaga)
c)
Lalat hijau (Lucilia sertica)
d)
Lalat kecil (Fannia canicularis)
e)
Lalat Rumah (Musca Domestica}
11.
Untuk dapat membedakan berbagai jenis tikus sanitarian melakukan identifikasi tikus secara langsung dengan menangkap tikus dengan perangkap tikus yang diberikan umpan. Hasil pengukuran dapat diketahui secara langsung di lapangan. Beberapa tikus dari famili Muridae berhasil ditangkap. Dari famili Muridae tersebut yang sering disebut dengan tikus pohon adalah….
a)
Mus musculus
b)
Rattus exulans
c)
Rattus norvegicus
d)
Rattus tiomanicus
e)
Rattus rattus diardi
12.
Seorang sanitarian melakukan survei jentik nyamuk di wilayah kerjanya, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 250 container. Dari hasil pemeriksaan di ditemukan container yang positif terdapat jentik nyamuk adalah sebanyak 75 container. Berapakah Container Indek (CI) pada kasus tersebut…
a)
5 %
b)
10 %
c)
15 %
d)
30 %
e)
45 %
13.
Seorang sanitarian melakukan survei jentik nyamuk di wilayah kerjanya, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 300 rumah.. Hasil survei diperoleh jumlah rumah yang positif jentik 120 rumah, sedangkan nyamuk tertangkap sementara istirahat 200 ekor, nyamuk tertangkap menggigit 125 ekor. Berapa House Index (HI) pada kasus tersebut…
a)
10 %
b)
15 %
c)
25 %
d)
35 %
e)
40 %
14.
Seorang sanitarian melakukan pengukuran tingkat kepadatan nyamuk di wilayah kerjanya, dengan melakukan penangkapan nyamuk pada 95 rumah oleh 5 orang penangkap dengan melakukan penangkapan selama 40 menit per jam. Didapatkan 180 ekor An. Sundaicus. Penangkapan nyamuk dilakukan dari jam 18.00 -24.00. Berapa Man Hour Density (MHD) pada kasus tersebut…
a)
8
b)
9
c)
10
d)
20
e)
30
15.
Seorang sanitarian melakukan pengukuran tingkat kepadatan nyamuk di wilayah kerjanya, dengan melakukan penangkapan nyamuk pada 200 rumah oleh 2 orang penangkap selama 300 menit. Hasilnya diperoleh nyamuk tertangkap sedang menggigit sebanyak 150 ekor. Berapa Man Baiting Rate (MBR) pada kasus tersebut…
a)
5
b)
10
c)
15
d)
20
e)
30
16.
Seorang sanitarian melakukan pengukuran tingkat kepadatan nyamuk di wilayah kerjanya, dengan melakukan pemeriksaan jentik di persawahan selama 2 jam. Jumlah jentik spesies An sundaicus yang tertangkap sebanyak 175 ekor. Jumlah cidukan untuk menangkap An. sundaicus sebanyak 25 ciduk. Berapakah tingkat kepadatan jentik An sundaicus pada kasus tersebut…
a)
0,5
b)
1,0
c)
2,0
d)
5,0
e)
7,0
17.
Seorang warga masyarakat pergi ke tempat pelayanan kesehatan dan diduga menderita penyakit yang ditularkan melalui makanan yang sudah tercemari urin/feses tikus. Penyakit demam tipes ini ditandai dengan gejala klinis yang luas.yaitu Salmonellosis. Apakah penyebab penyakit pada kasus tersebut...
a)
Bakteri Yersinia Pestis
b)
Bakteri thyposa
c)
Bakteri Leptospira
d)
Bakteri salmonella
e)
Bakteri Tubercolosa
18.
Seorang sanitarian mengamati bahwa pada pergantian musim penghujan dan musim kemarau banyak ditemukan kasus penyakit demam berdarah di wilayah kerjanya, sehingga harus segera melakukan pengukuran tingkat kepadatan nyamuk yang menjadi vektor penyakit tersebut. Jenis nyamuk apakah yang menjadi vector penyakit pada kasus tersebut…
a)
Nyamuk Anopheles sp.
b)
Nyamuk Mansonia sp.
c)
Nyamuk Culex sp.
d)
Nyamuk Toxorhynchites sp
e)
Nyamuk Aedes sp.
19.
Pada musim hujan banyak warga masyarakat yang terkena banjir, dan hal ini harus di antisipasi adanya penyakit yang terjadi karena banjir tersebut. Di Puskesmas ada warga diduga menderita penyakit yang ditularkan melalui binatang tikus. Penyakit demam akut ini ditandai dengan gejala klinis yang luas.yaitu leptospirosis. Bagaimana cara transmisi penyakit pada kasus tersebut...
a)
Kontak udara
b)
Kontaminasi makanan
c)
Kontak urine tikus
d)
Bersentuhan dengan tikus
e)
Kontak dengan pinjal tikus
20.
Pada awal bulan januari 2020 mahasiswa poltekkes telah melakukan praktik lapangan dengan melakukan kunjungan rumah di kelurahan Tanah Tinggi Ternate. Jumlah container yang diperkisa jentiknya sebanyak 100 buah, namun yang positif terdapat jentik sebanyak 55 container. Berdasarkan kasus tersebut, untuk penilaian kepdatan vector indicator apakah yang dipergunakan…
a)
House Indeks
b)
Density Figure
c)
Container Index
d)
Breateu Index
e)
Angka Bebas Jentik
21.
Sebuah desa yang berada di daerah yang sulit mendapatkan air, dari hasil survei sering di jumpai keberadaan bak – bak penampungan air yang berukuran besar dan sering di jumpai keberadaan larva Aedes. Metode pengendalian apa yang dapat dilakukan untuk mengendalikan larva di daerah tersebut…
a)
Abatasisasi
b)
Pengurasan
c)
Alikasi larvasida
d)
Melaksanakan 3M
e)
Aplikasi Predator ikan
22.
Seorang sanitarian melakukan pengukuran tingkat kepadatan lalat dengan survey fly grill. Sanitarian tersebut meletakan alat fly grill pada breeding places, kemudian lalat yang hinggap dihitung dan diulang beberapa kali pengukuran. Dari hasil pengukuran didapatkan rata – rata kepadatan lalat yaitu 5. Jika di interpretasi kedalam indek populasi lalat maka pada kasus tersebut kepatan lalat masuk dalam golongan…
a)
rendah
b)
sedang
c)
tinggi
d)
padat
e)
sangat padat
23.
Seorang sanitarian melakukan survey kepadatan lalat di sebuah permukiman di sekitar TPA menggunakan metode fly grill. Hasil pencatatan yang lalat hinggap disusun secara array sebagai berikut: 14, 10, 9, 8, 7, 5, 4, 4, 3, 2. Berapa densitas lalat pada kasus tersebut…
a)
3,6
b)
6
c)
6,3
d)
9
e)
9,6
24.
Seorang sanitarian melakukan pengukuran tingkat kepadatan nyamuk pada suatu area permukiman dengan cara menangkap nyamuk menggunakan alat penghisap pada saat nyamuk menggigit atau beristirahat. Apa nama alat pada kasus tersebut….
a)
Ovitrap
b)
mosquito net
c)
Aspirator
d)
paper cup
e)
Dipper
25.
Seorang sanitarian melakukan upaya pengendalian secara kimia pada nyamuk dewasa dengan metoda pengabutan (fogging) di wilayah yang terkena penyakit demam berdarah. Sanitarian memutuskan menggunakan jenis insektisida pada kegiatan pengabutan tersebut adalah cynof 25 EC. Apakah jenis bahan pelarut yang sebaiknya digunakan pada kasus tersebut….
a)
Air
b)
Solar
c)
Gasolin
d)
Premium
e)
Pertamax
26.
Seorang sanitarian melakukan kegiatan survei kepadatan jentik nyamuk di wilayah kerjanya dengan menggunakan parameter breteau index (BI). Kemudian sanitarian tersebut melakukan suvey jentik dengan melakukan pengamatan pada kontainer-kontainer pada rumah-rumah yang diperiksa. Bagaimanakah cara menghitung tingkat kepadatan pada kasus tersebut...
a)
Jumlah larva dibagi jumlah kontainer yang diperiksa
b)
Jumlah rumah positif larva di bagi jumlah rumah yang diperiksa kali 100 %
c)
Jumlah ovitrap yang positif larva dibagi jumlah ovitrap yang digunakan kali 100 %
d)
Jumlah kontainer positif jentik di bagi jumlah kontainer yang diperiksa kali 100 %
e)
Jumlah kontainer positif jentik di bagi jumlah rumah yang diperiksa kali 100 %
27.
Seorang sanitarian akan melakukan pengendalian nyamuk pada suatu desa yang terjangkit kasus filariasis dan telah meluas pada wilayah desa tersebut. Sanitarian tersebut ingin melakuakan pengendalian metoda biologi dengan memelihara ikan di kolam/selokan yang selama ini tidak terurus. Apa jenis ikan yang efektif sebagai pengendalian pada kasus tersebut….
a)
Ikan kepala timah
b)
Ikan sapu sapu
c)
Ikan gurameh
d)
Ikan emas
e)
Ikan nila
28.
Petugas Kesehatan melakukan kegiatan survei nyamuk di suatu desa dalam wilayah kerjanya. Nyamuk hasil survei dilakukan identifikasi dan menemukan ciri nyamuk yang paling dominan berupa palpi sama panjang dengan proboscis, bulu antena jarang, sayap berbercak hitam, terdapat gelang pucat di ujung palpi. Apakah nama genus yang dominan pada kasus tersebut….
a)
Aedes sp.
b)
Mansonia sp.
c)
Anopheles sp.
d)
Armigeres sp.
e)
Toxorhynchites sp.
29.
Petugas Kesehatan mengidentifikasi jentik nyamuk yang diperoleh dari hasil survey pada suatu wilayah kerjanya. Jentik diletakkan di dalam masing-masing wadah yang telah terisi air. Setelah berkembang menjadi dewasa, nyamuk diidentifikasi dan terlihat jenis nyamuk yang memiliki palpi lebih pendek dari proboscis, antena berbulu jarang. Nyamuk apakah yang memiliki ciri pada kasus tersebut…
a)
Aedes sp.
b)
Mansonia sp.
c)
Anopheles sp.
d)
Armigeres sp.
e)
Toxorhynchites sp.
30.
Petugas Kesehatan mengidentifikasi tikus yang diperoleh dari hasil survey tikus di wilayah kerjanya. Hasil identifikasi diperoleh ciri-ciri tikus yaitu moncong sampai anus = 210 mm, anus sampai ujung ekor = 220 mm, tumit hingga ujung kuku = 40 mm. Bagian yang diamati warna bulu dan jumlah mamae = 3+3=12. Apakah nama spesies tikus hasil identifikasi pada kasus tersebut….
a)
Bandicota indica
b)
Ratus norvegicus
c)
Ratus ratus diardi
d)
Ratus argentiventer
e)
Bandicota bengalensis
31.
Seorang sanitarian yang bekerja di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), melakukan survei jentik nyamuk di wilayah kerjanya. Sanitarian tersebut menemukan banyak jentik pada kontainer-kontainer tempat di sekitar pelabuhan tersebut. Apa upaya yang seharusnya dilakukan oleh sanitarian pada kasus tersebut…
a)
Melakukan fogging
b)
Melakukan larvaciding
c)
Melarang kapal sandar
d)
Membersihkan kapal yang sandar
e)
Pemberantasan sarang nyamuk
32.
Pengawasan terhadap keberadaan tikus dilakukan menggunakan perangkap tikus sebanyak 5 buah dengan menggunakan umpan makanan selama 5 hari. Hasilnya adalah jumlah tikus yang tertangkap sebanyak 15 ekor. Berapakah kepadatan tikus…
a)
0,33%
b)
0,6%
c)
33,3%
d)
60%
e)
66,6%
33.
Pada kantin disalah satu taman bermain di kawasan Perbukitan di Kota Padang sangat diminati pengunjung. Makanan olahan yang disajikan bervariasi, pihak kantin menyiapkan tempat sampah dibeberapa sudut, tetapi para pengunjung banyak yang tidak membuang sampah pada tempat yang disediakan, sehingga masih banyak sampah yang berserakan disekitar kantin, yang berdampak pada keberadaan lalat di sampah tersebut. Pengukuran apakah yang harus dilakukan pada lingkungan tersebut…
a)
Kepadatan lalat
b)
Timbulan sampah
c)
Kepemilikan sampah
d)
Jumlah pengunjung
e)
Volume tempat sampah
34.
Petugas Sanitarian Puskesmas melakukan survei terhadap keberadaan tikus, dalam rangka pengendalian wabah penyakit pes. Tujuan dari survei tersebut adalah untuk mengetahui kepadatan pinjalnya. Hasil survei didapat sebanyak 70 ekor tikus, dan setelah dilakukan penyisiran diperoleh 150 pinjal. Berapakah indeks kepadatan pinjalnya…
a)
0,46
b)
2,14
c)
46,6
d)
80,0
e)
214
35.
Lipas/kecoak menghasilkan sekresi yang baunya sangat mengganggu dan mempengaruhi aroma dari makanan yang dicemarinya. Pada populasi yang tinggi sebaran bau ini dapat menjadi ciri khas dari serangan. Kecoak dapat menjadi vektor penyebar penyakit-penyakit bakterial seperti diare dan disentri. Bagaimanakah siklus hidup serangga tersebut…
a)
Telur-Nimfa-Dewasa
b)
Nimfa-Telur-Dewasa
c)
Telur-Pupa-Nimfa-Dewasa
d)
Pupa-Telur-Nimfa-Dewasa
e)
Nimfa-Telur-Nimfa-Dewasa
36.
Dalam upaya peningkatan pasar sehat, maka petugas sanitarian melakukan pemantauan kesehatan lingkungan di pasar tradisional yang ada di wilayah kerjanya. Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui kepadatan lalatnya, yaitu dengan melakukan pengukuran menggunakan alat fly grill. Hasil pengukuran dari 10 kali pengulangan adalah sebagai berikut : 3,4,2,2,4,5,8,9,7,6. Berapakah indeks kepadatannya…
a)
7 ekor/block fly grill
b)
34 ekor/ block fly grill
c)
44 ekor/ block fly grill
d)
4,4 ekor/block fly grill
e)
8,8 ekor/block fly grill
37.
Dalam rangka pengendalian penyakit malaria yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles petugas sanitarian puskesmas melakukan berbagai upaya seperti penggunaan kelambu berinsektisida. Selain itu juga melakukan survey terhadap kepadatan larvanya. Hasil dari survey larva di lagun dengan jumlah cidukan sebanyak 100 kali didapat sebanyak 10 ekor larva An. Sundaicus. Berapakah kepadatan larvanya…
a)
0,10
b)
1,0
c)
9,9
d)
10
e)
90
38.
Tempat penampungan pengungsi yang diakibatkan oleh bencana alam menjadi perhatian khusus petugas sanitarian. Untuk mencegah terjadinya KLB yang ditularkan melalui vektor nyamuk, maka petugas sanitarian melakukan survey terhadap jenis spesies nyamuk yang berada di tempat tersebut. Hasil dari survey menunjukkan bahwa nyamuk yang tertangkap speciesnya adalah Culex sp. Penyakit apakah, yang ditimbulkan oleh nyamuk tersebut…
a)
Malaria
b)
Filariasis
c)
Meningitis
d)
Demam Kuning
e)
Demam Berdarah
39.
Pada musim hujan telah terjadi banjir dimana-mana. Dalam keadaan demikian ditemukan banyak tikus yang berkeliaran didalam rumah penduduk. Dengan demikian biasanya akan berdampak kepada bahan makanan yang disimpan karena tercemar oleh kotoran tikus-tikus tersebut. Penyakit apakah yang dapat ditimbulkan oleh binatang terebut…
a)
Pes
b)
Hanta virus
c)
Leptospirosis
d)
Rat-bit fever
e)
Murine thypus
40.
Survei kepadatan vektor dilakukan terhadap telurnya yaitu dengan menggunakan ovitrap. Alat tersebut dipasanga diluar dan didalam rumah warga yang disurvei. Pada saat sanitarian melakukan survei pada 80 rumah, dengan ovitrap sebanyak 80 buah yang diletakkan didalam rumah dan 80 bah diletakkan diluar rumah. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 90 ovitrap ditemukan ada telurnya. Berapakah ovitrap indeksnya…
a)
0,5625 %
b)
1,125 %
c)
1,143 %
d)
11,25 %
e)
56,25%
Reset
