wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS PAI V

Total questions: 20

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Mari Hidup Sederhana

Bacalah teks berikut !


Q.S. al-Furqan/25: 67 mengajarkan ciri-ciri orang yang hidup sederhana.


Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Q.S. al- Furqan/25: 67).


Menurut al-Qur’an, hidup sederhana itu adalah di antara berlebihan dan kikir.

Berlebihan artinya tidak wajar atau aneh-aneh, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa. Contoh sederhana misalnya makan bakso, antara makan dua mangkuk dengan seperempat mangkuk, maka yang dianggap sederhana dari itu adalah makan bakso satu mangkuk.


Meskipun Nabi Muhammad ﷺ seorang rasul dan pemimpin yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, namun ia selalu hidup sederhana dan menghindari hidup mewah dan boros. Menurut riwayat, Nabi Muhammad ﷺ selalu tidur beralaskan sehelai tikar, dan kalau ia terbangun dari tidurnya, terlihat ada bekas tikar di pipinya. Begitu sederhananya kehidupan ﷺ tapi ia sangat mulia di hadapan Allah ﷻ. Mampukah kita seperti nabi? Apa keuntungan hidup sederhana? Nabi Muhammad ﷺ teladan kita. Ketaatan dan kesederhanaan Nabi Muhammad ﷺ harus dicontoh dengan segenap kemampuan kita. Orang yang hidup sederhana bukan berarti orang miskin atau tidak punya.

Keuntungan sederhana antara lain seperti berikut.


Orang yang hidup sederhana berarti telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah ﷻ dan orang tersebut mendapat pahala.

Orang yang hidup sederhana berarti telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.

Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati, dan disenangi banyak orang.

Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah

Orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Perhatikan dan bacalah dengan sungguh-sungguh Q.S. al-Isra/17: 27 berikut ini.


Artinya: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Isra/17: 27)


Menurut ayat 27 surat al-Isra [17] di atas, pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah ﷻ Berarti orang yang suka boros adalah orang yang ingkar kepada Allah ﷻ Ingkar artinya tidak menuruti perintah Allah ﷻ. Aku harus bisa hidup sederhana. Semua orang bisa hidup sederhana, tergantung pada kemauannya. Mulailah dengan niat yang ikhlas untuk hidup sederhana, karena hidup sederhana adalah perintah Allah ﷻ. Mulailah dengan membiasakan makan-minum sederhana tidak berlebihan, menggunakan uang jajan secukupnya sesuai kebutuhan pokok saja, membeli pakaian tidak selalu mengikuti model, demikian seterusnya. Kalau hidup sederhana tidak dimulai dari sekarang, maka sikap boros itu pun akan

terus berlanjut sampai hari tua. Bahayanya, kalau sikap boros itu suatu ketika tidak dapat terpenuhi, maka timbullah berbagai macam permasalahan, seperti gelisah, marah,mengambil barang orang lain, dan menghalalkan segala cara.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


"Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) , mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar". adalah terjemahan dari....

a)

Q. S. Al-Furqon : 65

b)

Q. S. Al-Furqon : 66

c)

Q.S. Al-Furqon : 67

d)

Q. S. Al-Furqon : 68

2.

Mari Hidup Sederhana

Bacalah teks berikut !


Q.S. al-Furqan/25: 67 mengajarkan ciri-ciri orang yang hidup sederhana.


Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Q.S. al- Furqan/25: 67).


Menurut al-Qur’an, hidup sederhana itu adalah di antara berlebihan dan kikir.

Berlebihan artinya tidak wajar atau aneh-aneh, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa. Contoh sederhana misalnya makan bakso, antara makan dua mangkuk dengan seperempat mangkuk, maka yang dianggap sederhana dari itu adalah makan bakso satu mangkuk.


Meskipun Nabi Muhammad ﷺ seorang rasul dan pemimpin yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, namun ia selalu hidup sederhana dan menghindari hidup mewah dan boros. Menurut riwayat, Nabi Muhammad ﷺ selalu tidur beralaskan sehelai tikar, dan kalau ia terbangun dari tidurnya, terlihat ada bekas tikar di pipinya. Begitu sederhananya kehidupan ﷺ tapi ia sangat mulia di hadapan Allah ﷻ. Mampukah kita seperti nabi? Apa keuntungan hidup sederhana? Nabi Muhammad ﷺ teladan kita. Ketaatan dan kesederhanaan Nabi Muhammad ﷺ harus dicontoh dengan segenap kemampuan kita. Orang yang hidup sederhana bukan berarti orang miskin atau tidak punya.

Keuntungan sederhana antara lain seperti berikut.


Orang yang hidup sederhana berarti telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah ﷻ dan orang tersebut mendapat pahala.

Orang yang hidup sederhana berarti telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.

Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati, dan disenangi banyak orang.

Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah

Orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Perhatikan dan bacalah dengan sungguh-sungguh Q.S. al-Isra/17: 27 berikut ini.


Artinya: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Isra/17: 27)


Menurut ayat 27 surat al-Isra [17] di atas, pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah ﷻ Berarti orang yang suka boros adalah orang yang ingkar kepada Allah ﷻ Ingkar artinya tidak menuruti perintah Allah ﷻ. Aku harus bisa hidup sederhana. Semua orang bisa hidup sederhana, tergantung pada kemauannya. Mulailah dengan niat yang ikhlas untuk hidup sederhana, karena hidup sederhana adalah perintah Allah ﷻ. Mulailah dengan membiasakan makan-minum sederhana tidak berlebihan, menggunakan uang jajan secukupnya sesuai kebutuhan pokok saja, membeli pakaian tidak selalu mengikuti model, demikian seterusnya. Kalau hidup sederhana tidak dimulai dari sekarang, maka sikap boros itu pun akan

terus berlanjut sampai hari tua. Bahayanya, kalau sikap boros itu suatu ketika tidak dapat terpenuhi, maka timbullah berbagai macam permasalahan, seperti gelisah, marah,mengambil barang orang lain, dan menghalalkan segala cara.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah. Hal tersebut di jelaskan dalam....

a)

Q. S. Al-Isra : 27

b)

Q. S. Al-Furqon : 67

c)

Q. S. Al-Ma'idah : 15

d)

Q.S. Al-Baqoroh : 29

3.

Mari Hidup Sederhana

Bacalah teks berikut !


Q.S. al-Furqan/25: 67 mengajarkan ciri-ciri orang yang hidup sederhana.


Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Q.S. al- Furqan/25: 67).


Menurut al-Qur’an, hidup sederhana itu adalah di antara berlebihan dan kikir.

Berlebihan artinya tidak wajar atau aneh-aneh, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa. Contoh sederhana misalnya makan bakso, antara makan dua mangkuk dengan seperempat mangkuk, maka yang dianggap sederhana dari itu adalah makan bakso satu mangkuk.


Meskipun Nabi Muhammad ﷺ seorang rasul dan pemimpin yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, namun ia selalu hidup sederhana dan menghindari hidup mewah dan boros. Menurut riwayat, Nabi Muhammad ﷺ selalu tidur beralaskan sehelai tikar, dan kalau ia terbangun dari tidurnya, terlihat ada bekas tikar di pipinya. Begitu sederhananya kehidupan ﷺ tapi ia sangat mulia di hadapan Allah ﷻ. Mampukah kita seperti nabi? Apa keuntungan hidup sederhana? Nabi Muhammad ﷺ teladan kita. Ketaatan dan kesederhanaan Nabi Muhammad ﷺ harus dicontoh dengan segenap kemampuan kita. Orang yang hidup sederhana bukan berarti orang miskin atau tidak punya.

Keuntungan sederhana antara lain seperti berikut.


Orang yang hidup sederhana berarti telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah ﷻ dan orang tersebut mendapat pahala.

Orang yang hidup sederhana berarti telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.

Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati, dan disenangi banyak orang.

Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah

Orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Perhatikan dan bacalah dengan sungguh-sungguh Q.S. al-Isra/17: 27 berikut ini.


Artinya: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Isra/17: 27)


Menurut ayat 27 surat al-Isra [17] di atas, pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah ﷻ Berarti orang yang suka boros adalah orang yang ingkar kepada Allah ﷻ Ingkar artinya tidak menuruti perintah Allah ﷻ. Aku harus bisa hidup sederhana. Semua orang bisa hidup sederhana, tergantung pada kemauannya. Mulailah dengan niat yang ikhlas untuk hidup sederhana, karena hidup sederhana adalah perintah Allah ﷻ. Mulailah dengan membiasakan makan-minum sederhana tidak berlebihan, menggunakan uang jajan secukupnya sesuai kebutuhan pokok saja, membeli pakaian tidak selalu mengikuti model, demikian seterusnya. Kalau hidup sederhana tidak dimulai dari sekarang, maka sikap boros itu pun akan

terus berlanjut sampai hari tua. Bahayanya, kalau sikap boros itu suatu ketika tidak dapat terpenuhi, maka timbullah berbagai macam permasalahan, seperti gelisah, marah,mengambil barang orang lain, dan menghalalkan segala cara.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Dalam riwayat di jelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu tidur beralaskan (a)  

4.

Mari Hidup Sederhana

Bacalah teks berikut !


Q.S. al-Furqan/25: 67 mengajarkan ciri-ciri orang yang hidup sederhana.


Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Q.S. al- Furqan/25: 67).


Menurut al-Qur’an, hidup sederhana itu adalah di antara berlebihan dan kikir.

Berlebihan artinya tidak wajar atau aneh-aneh, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa. Contoh sederhana misalnya makan bakso, antara makan dua mangkuk dengan seperempat mangkuk, maka yang dianggap sederhana dari itu adalah makan bakso satu mangkuk.


Meskipun Nabi Muhammad ﷺ seorang rasul dan pemimpin yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, namun ia selalu hidup sederhana dan menghindari hidup mewah dan boros. Menurut riwayat, Nabi Muhammad ﷺ selalu tidur beralaskan sehelai tikar, dan kalau ia terbangun dari tidurnya, terlihat ada bekas tikar di pipinya. Begitu sederhananya kehidupan ﷺ tapi ia sangat mulia di hadapan Allah ﷻ. Mampukah kita seperti nabi? Apa keuntungan hidup sederhana? Nabi Muhammad ﷺ teladan kita. Ketaatan dan kesederhanaan Nabi Muhammad ﷺ harus dicontoh dengan segenap kemampuan kita. Orang yang hidup sederhana bukan berarti orang miskin atau tidak punya.

Keuntungan sederhana antara lain seperti berikut.


Orang yang hidup sederhana berarti telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah ﷻ dan orang tersebut mendapat pahala.

Orang yang hidup sederhana berarti telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.

Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati, dan disenangi banyak orang.

Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah

Orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Perhatikan dan bacalah dengan sungguh-sungguh Q.S. al-Isra/17: 27 berikut ini.


Artinya: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Isra/17: 27)


Menurut ayat 27 surat al-Isra [17] di atas, pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah ﷻ Berarti orang yang suka boros adalah orang yang ingkar kepada Allah ﷻ Ingkar artinya tidak menuruti perintah Allah ﷻ. Aku harus bisa hidup sederhana. Semua orang bisa hidup sederhana, tergantung pada kemauannya. Mulailah dengan niat yang ikhlas untuk hidup sederhana, karena hidup sederhana adalah perintah Allah ﷻ. Mulailah dengan membiasakan makan-minum sederhana tidak berlebihan, menggunakan uang jajan secukupnya sesuai kebutuhan pokok saja, membeli pakaian tidak selalu mengikuti model, demikian seterusnya. Kalau hidup sederhana tidak dimulai dari sekarang, maka sikap boros itu pun akan

terus berlanjut sampai hari tua. Bahayanya, kalau sikap boros itu suatu ketika tidak dapat terpenuhi, maka timbullah berbagai macam permasalahan, seperti gelisah, marah,mengambil barang orang lain, dan menghalalkan segala cara.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Apa yang dimaksud dengan sederhana?

4 lines
5.

Mari Hidup Sederhana

Bacalah teks berikut !


Q.S. al-Furqan/25: 67 mengajarkan ciri-ciri orang yang hidup sederhana.


Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Q.S. al- Furqan/25: 67).


Menurut al-Qur’an, hidup sederhana itu adalah di antara berlebihan dan kikir.

Berlebihan artinya tidak wajar atau aneh-aneh, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa. Contoh sederhana misalnya makan bakso, antara makan dua mangkuk dengan seperempat mangkuk, maka yang dianggap sederhana dari itu adalah makan bakso satu mangkuk.


Meskipun Nabi Muhammad ﷺ seorang rasul dan pemimpin yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, namun ia selalu hidup sederhana dan menghindari hidup mewah dan boros. Menurut riwayat, Nabi Muhammad ﷺ selalu tidur beralaskan sehelai tikar, dan kalau ia terbangun dari tidurnya, terlihat ada bekas tikar di pipinya. Begitu sederhananya kehidupan ﷺ tapi ia sangat mulia di hadapan Allah ﷻ. Mampukah kita seperti nabi? Apa keuntungan hidup sederhana? Nabi Muhammad ﷺ teladan kita. Ketaatan dan kesederhanaan Nabi Muhammad ﷺ harus dicontoh dengan segenap kemampuan kita. Orang yang hidup sederhana bukan berarti orang miskin atau tidak punya.

Keuntungan sederhana antara lain seperti berikut.


Orang yang hidup sederhana berarti telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah ﷻ dan orang tersebut mendapat pahala.

Orang yang hidup sederhana berarti telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.

Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati, dan disenangi banyak orang.

Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah

Orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Perhatikan dan bacalah dengan sungguh-sungguh Q.S. al-Isra/17: 27 berikut ini.


Artinya: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Isra/17: 27)


Menurut ayat 27 surat al-Isra [17] di atas, pemboros adalah saudara setan, sedangkan setan sangat ingkar kepada Allah ﷻ Berarti orang yang suka boros adalah orang yang ingkar kepada Allah ﷻ Ingkar artinya tidak menuruti perintah Allah ﷻ. Aku harus bisa hidup sederhana. Semua orang bisa hidup sederhana, tergantung pada kemauannya. Mulailah dengan niat yang ikhlas untuk hidup sederhana, karena hidup sederhana adalah perintah Allah ﷻ. Mulailah dengan membiasakan makan-minum sederhana tidak berlebihan, menggunakan uang jajan secukupnya sesuai kebutuhan pokok saja, membeli pakaian tidak selalu mengikuti model, demikian seterusnya. Kalau hidup sederhana tidak dimulai dari sekarang, maka sikap boros itu pun akan

terus berlanjut sampai hari tua. Bahayanya, kalau sikap boros itu suatu ketika tidak dapat terpenuhi, maka timbullah berbagai macam permasalahan, seperti gelisah, marah,mengambil barang orang lain, dan menghalalkan segala cara.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Tuliskan 3 keuntungan sederhana!

4 lines
6.

Mari Ikhlas Beramal


Bacalah teks berikut!

Apakah Ikhlas itu?

Ikhlas maknanya bersih. Bersih

dari kotoran. Ikhlas adalah perbuatan

hati,karena ikhlas itu ada di dalam hati.

Misalnya kalau dikatakan “ikhlas bersedekah” artinya memberikan

dengan hati bersih. Contoh lain, “Pak

Ahmad membantu dengan ikhlas”,

Artinya pak Ahmad membantu dengan hati bersih tanpa mengharapkan sesuatu balasan atau imbalan.


Kata “ikhlas” sering juga dihubungkan dengan kalimat “karena Allah ﷻ Misalnya, “Pak Ahmad membantu dengan ikhlas karena Allah ﷻ.”. Maka ketika Pak Ahmad membatu orang lain, di hatinya hanya ada semboyan “membantu adalah perintah Allah ﷻ.”. Tetapi, kalau Pak Ahmad membantu dengan berharap pujian orang, maka Pak Ahmad belum ikhlas.


Nah, bagaimana bila bekerja dan memperoleh gaji? Tidak selamanya berbuat atau bekerja yang mendapatkan imbalan atau bayaran dikatakan tidak ikhlas. Yang mendapatkan imbalan pun bisa disebut ikhlas. Contoh, ketika seseorang diminta membantu pekerjaan dengan imbalan 50 ribu rupiah, berarti orang tersebut sudah ikhlas membantu dengan imbalan yang disepakati. Di situ tidak ada yang merasa dirugikan atau pun yang mendapat pujian.


Suatu ketika Rasulullah saw. pernah bersabda:


“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu”. (H.R. Muslim).


Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman. Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.


Ikhlas Beramal Karena Allah ﷻ

Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.


Perhatikan dan bacalah firman Allah Swt. Q.S. al-Bayyinah/98: 5 berikut.


Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar).


Di dalam ayat di atas dinyatakan: “Menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas”, berarti melakukan ibadah Shalat harus dengan ikhlas karena Allah ﷻ. semata. Apabila beribadah Shalat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka Shalatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah ﷻ. pun harus dengan ikhlas.


Ciri –Ciri orang yang ikhlas antara lain sebagai berikut.

Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Pujian bukan harapan kita meskipun ada orang yang memuji.

Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah Swt. Tentu ada yang memuji, tetapi pujian bukan tujuan.

Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain.

Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut !

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar). Adalah terjemahan dari ….

a)

Q. S. Al-Bayyinah : 4

b)

Q. S. Al-Bayyinah : 5

c)

Q. S. Al-Bayyinah : 6

d)

Q. S. Al-Bayyinah : 7

7.

Mari Ikhlas Beramal


Bacalah teks berikut!

Apakah Ikhlas itu?

Ikhlas maknanya bersih. Bersih

dari kotoran. Ikhlas adalah perbuatan

hati,karena ikhlas itu ada di dalam hati.

Misalnya kalau dikatakan “ikhlas bersedekah” artinya memberikan

dengan hati bersih. Contoh lain, “Pak

Ahmad membantu dengan ikhlas”,

Artinya pak Ahmad membantu dengan hati bersih tanpa mengharapkan sesuatu balasan atau imbalan.


Kata “ikhlas” sering juga dihubungkan dengan kalimat “karena Allah ﷻ Misalnya, “Pak Ahmad membantu dengan ikhlas karena Allah ﷻ.”. Maka ketika Pak Ahmad membatu orang lain, di hatinya hanya ada semboyan “membantu adalah perintah Allah ﷻ.”. Tetapi, kalau Pak Ahmad membantu dengan berharap pujian orang, maka Pak Ahmad belum ikhlas.


Nah, bagaimana bila bekerja dan memperoleh gaji? Tidak selamanya berbuat atau bekerja yang mendapatkan imbalan atau bayaran dikatakan tidak ikhlas. Yang mendapatkan imbalan pun bisa disebut ikhlas. Contoh, ketika seseorang diminta membantu pekerjaan dengan imbalan 50 ribu rupiah, berarti orang tersebut sudah ikhlas membantu dengan imbalan yang disepakati. Di situ tidak ada yang merasa dirugikan atau pun yang mendapat pujian.


Suatu ketika Rasulullah saw. pernah bersabda:


“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu”. (H.R. Muslim).


Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman. Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.


Ikhlas Beramal Karena Allah ﷻ

Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.


Perhatikan dan bacalah firman Allah Swt. Q.S. al-Bayyinah/98: 5 berikut.


Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar).


Di dalam ayat di atas dinyatakan: “Menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas”, berarti melakukan ibadah Shalat harus dengan ikhlas karena Allah ﷻ. semata. Apabila beribadah Shalat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka Shalatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah ﷻ. pun harus dengan ikhlas.


Ciri –Ciri orang yang ikhlas antara lain sebagai berikut.

Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Pujian bukan harapan kita meskipun ada orang yang memuji.

Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah Swt. Tentu ada yang memuji, tetapi pujian bukan tujuan.

Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain.

Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut !

“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu” adalah hadits yang diriwayatkan oleh ….

a)

Muslim

b)

Bukhori

c)

An-Nasa'i

d)

Abu Dawud

8.

Mari Ikhlas Beramal


Bacalah teks berikut!

Apakah Ikhlas itu?

Ikhlas maknanya bersih. Bersih

dari kotoran. Ikhlas adalah perbuatan

hati,karena ikhlas itu ada di dalam hati.

Misalnya kalau dikatakan “ikhlas bersedekah” artinya memberikan

dengan hati bersih. Contoh lain, “Pak

Ahmad membantu dengan ikhlas”,

Artinya pak Ahmad membantu dengan hati bersih tanpa mengharapkan sesuatu balasan atau imbalan.


Kata “ikhlas” sering juga dihubungkan dengan kalimat “karena Allah ﷻ Misalnya, “Pak Ahmad membantu dengan ikhlas karena Allah ﷻ.”. Maka ketika Pak Ahmad membatu orang lain, di hatinya hanya ada semboyan “membantu adalah perintah Allah ﷻ.”. Tetapi, kalau Pak Ahmad membantu dengan berharap pujian orang, maka Pak Ahmad belum ikhlas.


Nah, bagaimana bila bekerja dan memperoleh gaji? Tidak selamanya berbuat atau bekerja yang mendapatkan imbalan atau bayaran dikatakan tidak ikhlas. Yang mendapatkan imbalan pun bisa disebut ikhlas. Contoh, ketika seseorang diminta membantu pekerjaan dengan imbalan 50 ribu rupiah, berarti orang tersebut sudah ikhlas membantu dengan imbalan yang disepakati. Di situ tidak ada yang merasa dirugikan atau pun yang mendapat pujian.


Suatu ketika Rasulullah saw. pernah bersabda:


“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu”. (H.R. Muslim).


Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman. Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.


Ikhlas Beramal Karena Allah ﷻ

Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.


Perhatikan dan bacalah firman Allah Swt. Q.S. al-Bayyinah/98: 5 berikut.


Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar).


Di dalam ayat di atas dinyatakan: “Menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas”, berarti melakukan ibadah Shalat harus dengan ikhlas karena Allah ﷻ. semata. Apabila beribadah Shalat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka Shalatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah ﷻ. pun harus dengan ikhlas.


Ciri –Ciri orang yang ikhlas antara lain sebagai berikut.

Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Pujian bukan harapan kita meskipun ada orang yang memuji.

Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah Swt. Tentu ada yang memuji, tetapi pujian bukan tujuan.

Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain.

Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut !

Ikhlas merupakan buah dan intisari dari (a)  

9.

Mari Ikhlas Beramal


Bacalah teks berikut!

Apakah Ikhlas itu?

Ikhlas maknanya bersih. Bersih

dari kotoran. Ikhlas adalah perbuatan

hati,karena ikhlas itu ada di dalam hati.

Misalnya kalau dikatakan “ikhlas bersedekah” artinya memberikan

dengan hati bersih. Contoh lain, “Pak

Ahmad membantu dengan ikhlas”,

Artinya pak Ahmad membantu dengan hati bersih tanpa mengharapkan sesuatu balasan atau imbalan.


Kata “ikhlas” sering juga dihubungkan dengan kalimat “karena Allah ﷻ Misalnya, “Pak Ahmad membantu dengan ikhlas karena Allah ﷻ.”. Maka ketika Pak Ahmad membatu orang lain, di hatinya hanya ada semboyan “membantu adalah perintah Allah ﷻ.”. Tetapi, kalau Pak Ahmad membantu dengan berharap pujian orang, maka Pak Ahmad belum ikhlas.


Nah, bagaimana bila bekerja dan memperoleh gaji? Tidak selamanya berbuat atau bekerja yang mendapatkan imbalan atau bayaran dikatakan tidak ikhlas. Yang mendapatkan imbalan pun bisa disebut ikhlas. Contoh, ketika seseorang diminta membantu pekerjaan dengan imbalan 50 ribu rupiah, berarti orang tersebut sudah ikhlas membantu dengan imbalan yang disepakati. Di situ tidak ada yang merasa dirugikan atau pun yang mendapat pujian.


Suatu ketika Rasulullah saw. pernah bersabda:


“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu”. (H.R. Muslim).


Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman. Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.


Ikhlas Beramal Karena Allah ﷻ

Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.


Perhatikan dan bacalah firman Allah Swt. Q.S. al-Bayyinah/98: 5 berikut.


Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar).


Di dalam ayat di atas dinyatakan: “Menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas”, berarti melakukan ibadah Shalat harus dengan ikhlas karena Allah ﷻ. semata. Apabila beribadah Shalat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka Shalatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah ﷻ. pun harus dengan ikhlas.


Ciri –Ciri orang yang ikhlas antara lain sebagai berikut.

Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Pujian bukan harapan kita meskipun ada orang yang memuji.

Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah Swt. Tentu ada yang memuji, tetapi pujian bukan tujuan.

Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain.

Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut !

Apa yang dimaksud dengan beramal?

4 lines
10.

Mari Ikhlas Beramal


Bacalah teks berikut!

Apakah Ikhlas itu?

Ikhlas maknanya bersih. Bersih

dari kotoran. Ikhlas adalah perbuatan

hati,karena ikhlas itu ada di dalam hati.

Misalnya kalau dikatakan “ikhlas bersedekah” artinya memberikan

dengan hati bersih. Contoh lain, “Pak

Ahmad membantu dengan ikhlas”,

Artinya pak Ahmad membantu dengan hati bersih tanpa mengharapkan sesuatu balasan atau imbalan.


Kata “ikhlas” sering juga dihubungkan dengan kalimat “karena Allah ﷻ Misalnya, “Pak Ahmad membantu dengan ikhlas karena Allah ﷻ.”. Maka ketika Pak Ahmad membatu orang lain, di hatinya hanya ada semboyan “membantu adalah perintah Allah ﷻ.”. Tetapi, kalau Pak Ahmad membantu dengan berharap pujian orang, maka Pak Ahmad belum ikhlas.


Nah, bagaimana bila bekerja dan memperoleh gaji? Tidak selamanya berbuat atau bekerja yang mendapatkan imbalan atau bayaran dikatakan tidak ikhlas. Yang mendapatkan imbalan pun bisa disebut ikhlas. Contoh, ketika seseorang diminta membantu pekerjaan dengan imbalan 50 ribu rupiah, berarti orang tersebut sudah ikhlas membantu dengan imbalan yang disepakati. Di situ tidak ada yang merasa dirugikan atau pun yang mendapat pujian.


Suatu ketika Rasulullah saw. pernah bersabda:


“Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hatimu”. (H.R. Muslim).


Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman. Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.


Ikhlas Beramal Karena Allah ﷻ

Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.


Perhatikan dan bacalah firman Allah Swt. Q.S. al-Bayyinah/98: 5 berikut.


Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (benar).


Di dalam ayat di atas dinyatakan: “Menyembah Allah ﷻ. dengan ikhlas”, berarti melakukan ibadah Shalat harus dengan ikhlas karena Allah ﷻ. semata. Apabila beribadah Shalat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka Shalatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah ﷻ. pun harus dengan ikhlas.


Ciri –Ciri orang yang ikhlas antara lain sebagai berikut.

Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Pujian bukan harapan kita meskipun ada orang yang memuji.

Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah Swt. Tentu ada yang memuji, tetapi pujian bukan tujuan.

Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain.

Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut !


Tuliskan ciri-ciri orang yang ikhlas!

4 lines
11.

Kisah Teladan Luqman


Bacalah teks berikut!


Luqman adalah hamba Allah ﷻ. yang Sholih. Ia tidak menerima

kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah ﷻ.

Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah

dari Allah ﷻ sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’an. Luqman adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi Daud a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah ﷻ.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Luqman hidup di dunia selama....

a)

1 tahun

b)

10 tahun

c)

100 tahun

d)

1.000 tahun

12.

Kisah Teladan Luqman


Bacalah teks berikut!


Luqman adalah hamba Allah ﷻ. yang Sholih. Ia tidak menerima

kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah ﷻ.

Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah

dari Allah ﷻ sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’an. Luqman adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi Daud a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah ﷻ.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Luqman berkebangsaan Habsyi dari kota....

a)

Kairo

b)

Sudan

c)

Makkah

d)

Madinah

13.

Kisah Teladan Luqman


Bacalah teks berikut!


Luqman adalah hamba Allah ﷻ. yang Sholih. Ia tidak menerima

kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah ﷻ.

Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah

dari Allah ﷻ sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’an. Luqman adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi Daud a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah ﷻ.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Luqman adalah anak dari (a)  

14.

Kisah Teladan Luqman


Bacalah teks berikut!


Luqman adalah hamba Allah ﷻ. yang Sholih. Ia tidak menerima

kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah ﷻ.

Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah

dari Allah ﷻ sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’an. Luqman adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi Daud a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah ﷻ.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Apa pekerjaan Luqman sebelum diangkat menjadi Qadhi (hakim)?

4 lines
15.

Kisah Teladan Luqman


Bacalah teks berikut!


Luqman adalah hamba Allah ﷻ. yang Sholih. Ia tidak menerima

kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah ﷻ.

Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah

dari Allah ﷻ sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’an. Luqman adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi Daud a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqman pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah ﷻ.


Menurut teks diatas, jawablah soal berikut!


Jelaskan cobaan yang Allah berikan ke Luqman setelah menikah!

4 lines
16.

Bacalah teks berikut!


Nasehat Luqman kepada Anaknya

1. Jangan Musyrik atau Menyekutukan Allah ﷻ


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 13 berikut!


Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi

pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah Swt.)

sesungguhnya mempersekutukan (Allah Swt.) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.

Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah.Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barangsiapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kezaliman yang besar. ¨alim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh kasing sayang.


2. Jangan Angkuh dan Sombong


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 18 berikut!


Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. Tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqman:18).


Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman/31: 18 di atas adalah:

memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),

berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan

membanggakan diri sendiri.


Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat sendiri. Misalnya; merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, dan paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah ﷻ. tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah ﷻ Hai anakku, Itulah beberapa contoh keteladanan akhlak mulia dan budi pekerti yang diajarkan Luqman al-Hakim yang harus kita teladan.


Hendaklah Berbuat Kebajikan


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 17 berikut!


Artinya: Hai anakku, dirikanlah ¡alat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik

dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah ﷻ). (Q.S. Luqman/31: 17).


Luqman berseru: “Hai Anakku”.


Dirikanlah Sholat wajib maupun salat sunah. shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

Kerjakanlah sesuatu yang baik.


Menurut teks diatas, jawablah pertanyaan berikut!


“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. Tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. Adalah terjemahan dari ….

a)

Q. S. Luqman : 13

b)

Q. S. Luqman : 17

c)

Q. S. Luqman : 18

d)

Q. S. Luqman : 20

17.

Bacalah teks berikut!


Nasehat Luqman kepada Anaknya

1. Jangan Musyrik atau Menyekutukan Allah ﷻ


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 13 berikut!


Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi

pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah Swt.)

sesungguhnya mempersekutukan (Allah Swt.) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.

Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah.Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barangsiapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kezaliman yang besar. ¨alim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh kasing sayang.


2. Jangan Angkuh dan Sombong


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 18 berikut!


Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. Tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqman:18).


Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman/31: 18 di atas adalah:

memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),

berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan

membanggakan diri sendiri.


Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat sendiri. Misalnya; merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, dan paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah ﷻ. tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah ﷻ Hai anakku, Itulah beberapa contoh keteladanan akhlak mulia dan budi pekerti yang diajarkan Luqman al-Hakim yang harus kita teladan.


Hendaklah Berbuat Kebajikan


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 17 berikut!


Artinya: Hai anakku, dirikanlah ¡alat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik

dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah ﷻ). (Q.S. Luqman/31: 17).


Luqman berseru: “Hai Anakku”.


Dirikanlah Sholat wajib maupun salat sunah. shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

Kerjakanlah sesuatu yang baik.


Menurut teks diatas, jawablah pertanyaan berikut!


Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku (a)   , tidak angkuh dan sombong.

18.

Bacalah teks berikut!


Nasehat Luqman kepada Anaknya

1. Jangan Musyrik atau Menyekutukan Allah ﷻ


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 13 berikut!


Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi

pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah Swt.)

sesungguhnya mempersekutukan (Allah Swt.) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.

Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah.Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barangsiapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kezaliman yang besar. ¨alim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh kasing sayang.


2. Jangan Angkuh dan Sombong


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 18 berikut!


Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. Tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqman:18).


Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman/31: 18 di atas adalah:

memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),

berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan

membanggakan diri sendiri.


Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat sendiri. Misalnya; merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, dan paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah ﷻ. tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah ﷻ Hai anakku, Itulah beberapa contoh keteladanan akhlak mulia dan budi pekerti yang diajarkan Luqman al-Hakim yang harus kita teladan.


Hendaklah Berbuat Kebajikan


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 17 berikut!


Artinya: Hai anakku, dirikanlah ¡alat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik

dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah ﷻ). (Q.S. Luqman/31: 17).


Luqman berseru: “Hai Anakku”.


Dirikanlah Sholat wajib maupun salat sunah. shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

Kerjakanlah sesuatu yang baik.


Menurut teks diatas, jawablah pertanyaan berikut!


Sebutkan Nasehat Luqman kepada anaknya!

4 lines
19.

Bacalah teks berikut!


Nasehat Luqman kepada Anaknya

1. Jangan Musyrik atau Menyekutukan Allah ﷻ


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 13 berikut!


Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi

pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah Swt.)

sesungguhnya mempersekutukan (Allah Swt.) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.

Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah.Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barangsiapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kezaliman yang besar. ¨alim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh kasing sayang.


2. Jangan Angkuh dan Sombong


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 18 berikut!


Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. Tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqman:18).


Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman/31: 18 di atas adalah:

memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),

berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan

membanggakan diri sendiri.


Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat sendiri. Misalnya; merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, dan paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah ﷻ. tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah ﷻ Hai anakku, Itulah beberapa contoh keteladanan akhlak mulia dan budi pekerti yang diajarkan Luqman al-Hakim yang harus kita teladan.


Hendaklah Berbuat Kebajikan


Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 17 berikut!


Artinya: Hai anakku, dirikanlah ¡alat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik

dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah ﷻ). (Q.S. Luqman/31: 17).


Luqman berseru: “Hai Anakku”.


Dirikanlah Sholat wajib maupun salat sunah. shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

Kerjakanlah sesuatu yang baik.


Menurut teks diatas, jawablah pertanyaan berikut!


Sebutkan seruan Luqman kepada Anaknya!

4 lines
20.

1. memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),

2. rajin beribadah

3. membanggakan diri sendiri.

4. gemar bersedekah

5. berjalan di muka bumi dengan angkuh


Berdasarkan teks diatas, ciri-ciri sikap angkuh dan sombong adalah ….

a)

1,3 dan 4

b)

1,3 dan 5

c)

2,4 dan 5

d)

2,3 dan 4