wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

DIKLAP/REFRESHING TENAGA PEMERIKSA SARANA PERKERETAAPIAN

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Pada lokomotif CC 201 dan CC 203, standar tekanan angin reducer adalah

a)

5 kg/cm2

b)

6 kg/cm2

c)

5,5 kg/cm2

d)

4,5 kg/cm2

2.

Pada lokomotif CC 201 dan 203, berapa tekanan angin brake pipe

a)

50 psi atau 344 kpa

b)

60 psi atau 413 kpa

c)

55 psi atau 378 kpa

d)

70 psi atau 482 kpa

3.

Standar interval waktu injak lepas pedal deadman hingga terjadi ​ safety control energized (Pneumatic Control/PC Open) adalah

a)

59” injak – 9” lepas

b)

50” injak – 4” lepas

c)

90” injak – 5” lepas

d)

60” injak – 5” lepas

4.

Komponen yang digunakan pada lok CC 201 / 203 untuk setting tekanan udara pipa abar (pengereman rangkaian) adalah

a)

Regulating valve

b)

Cut out pilot valve

c)

Safety valve

d)

Reducer valve

5.

Pada lokomotif CC 201, 203 dan 204, berapa tekanan angin safety valve main reservoir ?

a)

130-140 psi

b)

145-200 psi

c)

145-155 psi

d)

120-140 psi

6.

Pada lokomotif CC 201 dan 203, berapa standar tekanan angin (cut in dan cut out) pada ACPS

a)

Cut in ​ ​ : 135-140 psi, Cut out :150-155 psi

b)

Cut in : 125-130 psi, Cut out : 140-145 psi

c)

Cut in : 120-125 psi, Cut out : 135-140 psi

d)

Cut in ​ ​ ​ : 125-135 psi, Cut out ​ ​ : 140-145 psi

7.

Berapa isi minyak pelumas compresor CC 201, 203 dan 204

a)

9 Liter

b)

9,7 Liter

c)

13 Liter

d)

11.5 Liter

8.

Berapa isi minyak pelumas governor MD CC 201 dan 203

a)

1,7 Liter

b)

1,9 Liter

c)

2 Liter

d)

2,7 Liter

9.

Lampu indicator yang menyala apabila terjadi kegagalan pengisian battery adalah

a)

HEL

b)

NBCL

c)

GRL

d)

SETK

10.

Pada RPM idle dan notch 8 (pada suhu kerja motor diesel), berapa tekanan minyak pelumas ?

a)

Idle min 20 psi, Notch 8 min 120 psi

b)

Idle min 25 psi, Notch 8 min 70 psi

c)

Idle min 25 psi, Notch 8 min 170 psi

d)

Idle min 25 psi, Notch 8 min 85 psi

11.

Berapa tekanan bahan bakar lok CC 201 / CC 203

a)

30 psi

b)

35 psi

c)

40 psi

d)

45 psi

12.

Pada lokomotif CC 201 dan 203, pemeriksaan WSR 4 dan 5 standarnya harus

a)

Kabel ​ power AA tidak putus

b)

Kabel senur harus tidak hubung

c)

Kabel power F tidak putus

d)

Kabel senur tidak putus

13.

Pada lokomotif CC 201 dan 203, relay WSR mempunyai fungsi sebagai

a)

Sebagai alat pengaman apabila Lokomotif terjadi hot engine

b)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi roda selip

c)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi ground

d)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi PC open

14.

Pada sistem control elektrik Lokomotif fungsi dari HWTS adalah :

a)

Sebagai alat pengaman apabila Lokomotif terjadi hot engine

b)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi roda selip

c)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi ground

d)

Sebagai alat pengaman apabila terjadi PC open

15.

Apa yang bisa terjadi bila finger contactor (pada power kontaktor) kotor ?

a)

Ground

b)

Tidak bisa transisi kecepatan

c)

PC Open

d)

Tegangan battery drop

16.

Pada lokomotif CC 203 dan 201, berapa jarak langkah silinder rem

a)

60-100 mm

b)

70-110 mm

c)

70-100 mm

d)

90-120 mm

17.

Berapa ketebalan minimum untuk rem blok pada lokomotif

a)

8 mm

b)

10 mm

c)

12 mm

d)

15 mm

18.

Berapa isi minyak pelumas axle cup CC 201, 203 dan 204

a)

1,7 Liter

b)

1,9 Liter

c)

2 Liter

d)

2,7 Liter

19.

Berikut ini adalah yang termasuk GO NO GO ITEM, kecuali

a)

Stop blok, wiper, lampu sorot, speedometer, suling lok

b)

Bendera, stop blok, wiper, apar, lampu kabin

c)

Lampu kabin, lampu sorot, stop blok, wiper, speedometer

d)

Apar, suling, wiper, stop blok, lampu kabin

20.

Cara mereset apabila lok CC 201, 203, 204, 206 terjadi PC open adalah

a)

Letakkan automatic brake ke posisi supression

b)

Letakkan automatic brake ke posisi full service

c)

Letakkan automatic brake ke posisi service

d)

Letakkan automatic brake ke posisi emergency

21.

Berapa besaran volt dan watt untuk lampu sorot CC 206

a)

30 V dan 200 watt

b)

30 V dan 350 watt

c)

75 V dan 200 watt

d)

75 V dan 350 watt

22.

Berapa tekanan HSD CC 206 saat idle ( normal ) :

a)

5,9 – 6,7 kgf/cm2

b)

5,6 – 60 kgf/cm2

c)

5,0 – 6,5 kgf/cm2

d)

5,8 – 6,8 kgf/cm2

23.

Berapa tekanan oli / pelumas motor diesel CC 206 saat idle ( normal )

a)

1,2 – 2,9 kgf/cm2

b)

1,6 – 2,1 kgf/cm2

c)

1,5 – 2,5 kgf/cm2

d)

1,7 – 2,8 kgf/cm2

24.

Berapa suhu air pendingin CC 206 saat idle ( normal ) :

a)

73 – 85 ⁰C

b)

63 – 75 ⁰C

c)

75 – 80 ⁰C

d)

70 – 82 ⁰C

25.

Berapa suhu oli / pelumas motor diesel CC 206 saat idle ( normal ) :

a)

72 – 86 ⁰C

b)

73 – 85 ⁰C

c)

74 – 87 ⁰C

d)

75 – 88 ⁰C