NEW
Font size
WorksheetsAkuntabilitas Kinerja
Total questions: 10
Worksheet time: 2mins
Suatu ukuran/standar yang menunjukkan seberapa besar tingkat kesesuaian penyelenggaraan penyusunan kebijakan publik dengan peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku untuk organisasi bersangkutan adalah konsep akuntabilitas menurut:
Sadjiarto
UNDP
LAN-RI
Bappenas
Menurut Halim, akuntabilitas adalah:
Bentuk keharusan seorang (pimpinan/pejabat/pelaksana) untuk menjamin bahwa tugas dan kewajiban yang diembannya sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku
Kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban serta menerangkan kinerja dan tindakan seseorang, badan hukum atau pimpinan organisasi kepada pihak yang lain yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta kewajiban pertanggungjawaban dan keterangan
Hubungan antara pihak yang memegang kendali dan mengatur entitas dengan pihak yang memiliki kekuatan formal atas pihak pengendali tersebut
Evaluasi terhadap proses pelaksanaan kegiatan/kinerja organisasi untuk dapat dipertanggungjawabkan serta sebagai umpan balik bagi pimpinan organisasi untuk dapat lebih meningkatkan kinerja organisasi pada masa yg akan datang
Perspektif yang melihat bahwa akuntabilitas terdiri dari lima tahap berbeda dan dimulai dari tahapan yang lebih banyak membutuhkan ukuran obyektif dan dilanjutkan dengan tahapan yang membutuhkan ukuran subyektif adalah:
Perspektif akuntansi
Perspektif fungsional
Perspektif sistem akuntansi
Perspektif konstitusional
Berfokus pada hasil, menggunakan beberapa indikator untuk mengukur kinerja, menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan program/kebijakan, menghasilkan data secara konsisten dari waktu ke waktu, dan melaporkan hasil dan mempublikasikan secara teratur adalah akuntabilitas dari:
Perspektif akuntansi
Perspektif fungsional
Perspektif sistem akuntabilitas
Perspektif konstitusional
Salah satu pernyataan di bawah ini adalah prinsip akuntabilitas, yaitu:
Instrumen untuk merubah mindset dan culture set dalam penyelenggaraan birokrasi dari orientasi output menjadi outcome
Pemimpin dalam pemerintahan mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara yang digunakan untuk sebaik-baiknya pelayanan publik
Efektif mempromosikan penerapan pemakaian standar
Berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh
Salah satu ciri suatu manajemen organisasi dinyatakan akuntabel adalah:
Mengembangkan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
Dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
Komitmen dan staf yang tinggi dalam upaya mewujudkan misi organisasi
Mengedepankan kepentingan umum
Penyebab terjadinya resiko dan kelemahan dalam akuntabilitas adalah pernyataan di bawah ini, kecuali:
Lemahnya pengawasan dan pengendalian internal organisasi
Kelemahan pada Proses Pengadaan Barang dan Jasa
Kelemahan Akuntabilitas Pengelolaan Aset
Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku
Salah satu aspek penting yang harus ada di dalam organisasi untuk membangun akuntabilitas adalah:
Sistem keluhan dan respon
Profesionalisme
Manajemen resiko
Keterbukaan dalam menerima feedback
Hambatan dalam membangun akuntabilitas adalah pernyataan di bawah ini, kecuali:
Sistem akuntansi tidak memadai
Inkonsistensi individu di dalam organisasi
Tidak adanya kepatuhan terhadap hukum
Pengelolaan organisasi inefisien dan tidak efektif
Salah satu perilaku kunci di tingkat organisasi yang dapat mendukung terwujudnya akuntabilitas adalah:
Kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan standar yang telah ditetapkan
Kehati-hatian dalam mengambil keputusan
Adanya sistem pemantauan kinerja
Output dan outcome organisasi terukur
