NEW
Font size
WorksheetsRemedial Teori Farmakologi Dasar 2021
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Intravaskuler adalah proses obat yang langsung masuk ke dalam pembuluh darah tanpa melalui tahap absorbsi. Berikut ini merupakan efek sistemik dari intravaskuler adalah ….
Intra kutan
Intra peritonial
Intra muskular
Intra vena
Intra vagina
Antimikotika adalah Obat-obat yang berdaya menghentikan pertumbuhan atau mematikan jamur yang menghinggapi manusia. Infeksi jamur yang dapat menyerang permukaan dan lapisan kulit hingga organ dalam tubuh manusia disebut dengan.......
Mikotika
Mycosis
Tinea
Sporozoit
Spora
Tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui.
Kondisi dimana suatu obat tidak boleh diberikan pada kondisi tertentu dan harus mempertimbangkan keuntungan lebih besar dibandingkan kerugiannya.
Dari definisi diatas merupakan istilah dari ….
Indikasi obat
Mekanisme kerja obat
Efek samping obat
Kontra indikasi obat
Interaksi obat
Pada kemoterapeutika antimikroba, obat golongan sulfonamida yang memiliki indikasi berupa Infeksi saluran urin, alat kelamin, saluran cerna, pernapasan adalah......
Kotrimoksazol
Sulfametoksazol
Sulfadoksin
Sulfasalazin
Silverdiazin
Metabolisme obat (biotransformasi) adalah proses perombakan dari senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga mudah dikeluarkan oleh tubuh. Dari definisi diatas hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi kecepatan biotransformasi suatu obat ….
Konsentrasi obat, fungsi jantung, pemakaian obat lain, genetika, usia
Konsentrasi obat, fungsi paru, pemakaian obat lain, genetika, usia
Konsentrasi obat, fungsi ginjal, pemakaian obat lain, genetika, usia
Konsentrasi obat, fungsi hati, pemakaian obat lain, genetika, usia
Konsentrasi obat, fungsi lambung, pemakaian obat lain, genetika, usia
Pada kemoterapeutika antimikroba, mekanisme kerja dari obat golongan polipeptida adalah
Menghambat biosintesis protein kuman
Permeabilitas membran sel diperbesar
Menghalangi sintesis dinding sel kuman
Merintangi sintesis polipeptida kuman
Menghalangi pembentukan DNA/RNA
Ada 2 cara pemberian obat di dalam tubuh, yakni secara sistemik dan secara lokal.
Berikut ini cara pemberian obat secara lokal adalah ….
Peroral
Rektum
Sublingual
Subkutan
Topikal
Pada kemoterapeutika antimikroba, eritromisin merupakan salah satu obat dari golongan makrolida. Adapun dosis dari eritromisin pada orang dewasa yang diberikan secara oral adalah......
1x sehari 250-500 mg
2x sehari 250-500 mg
3x sehari 250-500 mg
4x sehari 250-500 mg
5x sehari 250-500 mg
Setiap obat memiliki onset obat, waktu puncak obat, waktu paruh (t½), dan durasi obat yang berbeda-beda. Semua ini berkaitan dengan efektivitas suatu obat.
Dari uraian di atas, yang dimaksud dengan “waktu yang dibutuhkan obat dari mulai memberikan efek sampai hilangnya efek” disebut ….
Waktu paruh (t½)
Onset Obat
First pass effect
Durasi obat
Waktu puncak obat
Pada kemoterapeutika antimikroba, Sefalosporin memiliki beberapa generasi obat diantara nya generasi 1, 2, 3 dan 4. Obat sefalosporin generasi ke 4 memiliki kemampuan kerja dengan spektrum yang luas, selain itu juga sangat tahan laktamase yang merupakan protein yang dapat membuat sefalosporin menjadi tidak aktif. Berikut yang termasuk dalam obat sefalosporin yang merupakan obat generasi ke 4 adalah...............
Sefadroksil
Sefpirom
Sefuroksim
Sefotaksim
Seftriaksin
Absorpsi obat adalah proses penyerapan/masuknya obat dari tempat tertentu ke dalam sirkulasi sitemik.
Berikut merupakan mekanisme absorpsi obat yaitu ….
Difusi pasif, difusi terfasilitas, transport aktif, pinositosis
Absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi
Difusi pasif, difusi terfasilitas, transport pasif, pinositosis
Difusi pasif, first pass effect, transport pasif, pinositosis
Difusi pasif, difusi terfasilitas, transportasi, pinositosis
Pada kemoterapeutika antimikroba, levofloksasin yang merupakan obat golongan dari senyawa kuinolon memiliki dosis
1x sehari 250-500 mg
1-2x sehari 250-500 mg
2x sehari 250-500 mg
2-3x sehari 250-500 mg
3x sehari 250-500 mg
Distribusi obat adalah penyebaran obat dari pembuluh darah ke jaringan tempat kerjanya. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi obat adalah ….
Sifat fisika kimia dan kelarutan
Cara pemberian obat
Dosis yang diberikan
Besarnya partikel obat
Ikatan obat dengan plasma
Obat golongan antibiotika antimikotik pada kemoterapeutika parasit yang memiliki mekanisme kerja berupa penghambatan sintesis RNA adalah
Griseofulvin
Amfoterisin B
Nistatin
Ketokonazol
Tiokonazol
Perbandingan antara dosis yang menghasilkan efek pada 50% hewan percobaan (ED50) dengan dosis mematikan 50% hewan percobaan (LD50) disebut ….
Antagonismei obat
Toleransi obat
Resistensi obat
Indeks terapi
Desensitisasi obat
Pada kemoterapeutika parasit, derivat triazol merupakan salah satu golongan obat antimikotika. Itrakonazol merupakan salah satu obat golongan derivat triazol yang memiliki kemampuan kerja sebagai fungistatik. Dosis obat Itrakonazol tersebut pada infeksi Vaginitis candida adalah
oral 1x sehari 200 mg untuk 1 hari
oral 2x sehari 200 mg untuk 2 hari
oral 1x sehari 200 mg untuk 3 hari
oral 1x sehari 200 mg untuk 4 hari
oral 1x sehari 200 mg untuk 5 hari
Suatu keadaan ketika efek dari suatu obat menjadi berkurang atau hilang sama sekali yang diakibatkan keberadaan satu obat lainnya disebut ….
Spesifik Selektif
Agonis
Non spesifik
Antagonisme obat
Spesifik Non selektif
Pada kemoterapeutika parasit, Asam-asam organik merupakan salah satu golongan obat antimikotika. Unguentum Whitfield merupakan nama dagang dari obat
Asam benzoat
Asam propionat
Asam salisilat
Asam kaprilat
Asam undesilinat
Istilah yang digunakan pada hilangnya efektivitas antibiotika terhadap suatu bakteri disebut ….
Potensi obat
Toleransi obat
Resistensi obat
Indeks terapi
Desensitisasi obat
Malaria adalah penyakit infeksi dengan demam berkala yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan oleh sejenis nyamuk tertentu (Anopheles). Dari keempat Golongan obat berdasarkan titik-kerja obat pada siklus hidup parasit serta tujuan terapi yang dikehendaki, yang termasuk ke dalam kelompok obat penyembuh/pencegah demam adalah
Proguanil
Pirimethamin
Klorokuin
Primakuin
Atovaquon
