wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS KEPERAWATAN KELUARGA I

Total questions: 45

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Pengkajian keluarga didapatkan data bayi laki-laki usia 11 bulan dengan berat badan 5,2 kg, susah makan dan dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) penimbangan berat badan terakhir berada pada garis merah. Keluarga menganggap anaknya biasa-biasa saja. Apa masalah keperawatan keluarga yang terjadi pada keluarga diatas?

a)

Kurangnya komunikasi keluarga dengan tenaga kesehatan

b)

Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk bayi

c)

Ketidakmampuan keluarga menyediakan makanan bergizi

d)

Ketidakmampuan keluarga memberikan perawatan bayi gizi buruk

e)

Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

2.

Perawat melakukan pengkajian kepada keluarga pasien, dan diketahui seorang pasien perempuan 20 tahun mengeluh nyeri kepala, leher, wajahnya terasa kaku, kedua tungkai kakinya kesemutan, dan tekanan darahnya 170/90 mmHg. Kepala keluarga mengatakan ia lebih senang membeli obat sakit kepala diwarung terdekat meskipun telah mendapatkan obat dari puskesmas dan menganggap penyakit anaknya merupakan penyakit biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Penyebab masalah keluarga tersebut adalah …….

a)

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

b)

Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat

c)

Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

d)

Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan

e)

Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

3.

Tn. N berusia 70 tahun mengalami asam urat. Pasien mengeluh nyeri pada pergelangan kaki dan sering kesemutan. Keluhan ini dirasakan sejak 2 tahun lalu. Pasien mengatakan tidak pernah memeriksakan penyakitnya. Ia hanya memijit bagian yang sakit meskipun jarak puskesmas hanya 100 m dari rumahnya. Keluarga pasien sering menghidangkan makanan yang berasal dari kacang-kacangan. Keluarga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kriteria hasil yang tepat untuk mengatasi kasus tersebut adalah ………..

a)

Keluarga mampu memodifikasi lingkungan

b)

Keluarga mampu mendefinisikan asam urat

c)

Keluarga memahami diet rendah purin

d)

Keluarga mampu mengambil keputusan

e)

Keluarga mampu mengurangi nyeri

4.

Hasil pengkajian sebuah keluarga, didapatkan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun kurus, pucat dan kurang aktif dalam beraktivitas. Dari KMS (Kartu Menuju Sehat) diketahui bahwa berat badan anak tersebut tidak naik dalam 4 bulan terakhir. Keluarga mengatakan bahwa anaknya lebih suka jajan di warung daripada makanan yang disajikan keluarga. Keluarga menganggap yang terpenting anak mereka mau makan. Tindakan keperawatan prioritas yang diberikan untuk keluarga tersebut adalah ………..

a)

Memberikan obat penambah nafsu makan

b)

Memberikan edukasi tentang sumber makanan bergizi bagi anak

c)

Mengajarkan keluarga cara menstimulasi tumbuh kembang anak

d)

Menganjurkan untuk mengatur pola makan anak dan menimbang berat badan anak secara rutin di Posyandu

e)

Memberikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein

5.

Perawat X melakukan kunjungan rumah, ditemukan bayi laki-laki berusia 10 bulan memiliki berat badan 6 kg, lingkar lengan atas (LILA) 4 cm, belum mampu duduk sendiri, dan hanya mempu mengangkat kepala serta dada. Keluarga tidak pernah berusaha membantu melatih anaknya untuk tengkurap dan berjalan karena memang tidak mengetahui caranya. Tindakan keperawatan yang diberikan perawat pada keluarga tersebut adalah ………

a)

Melatih ROM

b)

Merujuk anak ke rumah sakit

c)

Memberikan suplemen multivitamin pada anak

d)

Menilai tumbuh kembang anak dengan lembar DDST

e)

Memberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak

6.

Tn. Y dan Ny. R memiliki 4 anak. Tn. Y mengeluh batuk berdahak sejak 1 bulan lalu, dada terasa sakit saat batuk, tidak nafsu makan, dan badan terasa lemas. Tn. Y sering meludah di sembarang tempat. Kondisi lingkungan tempat tinggal pasien kumuh dan satu-satunya ventilasi adalah pintu rumah. Ny. R mengatakan tidak tahu cara untuk mengatasi penyakit suaminya tersebut. Intervensi keperawatan yang utama pada kasus tersebut adalah ………..

a)

Mengajarkan cara menciptakan lingkungan yang sehat

b)

Memberikan penjelasan tentang tanda dan gejala penyakit

c)

Mengajarkan cara menyajikan makanan yang tepat untuk pasien

d)

Memberikan penjelasan tentang penyakit pasien

e)

Mengajarkan etika batuk dan membuang ludah yang benar

7.

Ny. W berusia 35 tahun datang ke Puskesmas untuk konsultasi anaknya yang berusia 14 bulan belum bisa berjalan. Keluarga merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tindakan keperawatan pertama yang harus dilakukan perawat pada kasus ini adalah …………

a)

Memberikan edukasi kepada keluarganya tentang tumbuh kembang balita

b)

Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya latihan fisik

c)

Melakukan pendampingan latihan motorik kasar pada anak

d)

Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk latihan berjalan

e)

Mengukur tumbuh kembang balita

8.

Di Desa X terdapat 40% siswa SD kelas 2 yang mengalami sakit gigi. Diketahui bahwa sebagian besar gigi siswa kotor dan mengalami karies gigi. Intervensi utama yang perlu dilakukan perawat pada siswa SD tersebut adalah ………….

a)

Pendidikan kesehatan

b)

Pemeriksaan gigi secara rutin

c)

Pemberian tablet kalsium

d)

Mengajarkan oral hygiene

e)

Merujuk ke puskesmas

9.

Saat Perawat C melakukan kunjungan ke rumah, didaptakan anak usia 2 tahun mengalami cacar air. Ibu pasien mengatakan bahwa pada malam hari anaknya sering menggaruk kulit karena terasa gatal. Edukasi apa yang sebaiknya di berikan oleh perawat?

a)

Pentingnya mengoleskan cream kortison untuk mencegah gatal

b)

Cara memakaikan sarung tangan yang terbuat dari kain lunak pada anak

c)

Berikan anak minum susu hangat sebelum tidur untuk membantu tidur pulas

d)

Anak ditidurkan pada kamar dengan kipas angina pada malam hari

e)

Menunda memberikan edukasi pada keluarga tersebut

10.

Pengkajian keluarga didapatkan data bahwa bayi perempuan usia 9 bulan dengan berat badan 4 kg, susah makan, dan dalam kartu KMS penimbangan berat badan berada pada garis merah. Keluarga menganggap kondisi anaknya biasa-biasa saja. Masalah keperawatan keluarga yang terjadi pada keluarga tersebut adalah …………..

a)

Kurangnya komunikasi keluarga dengan tenaga kesehatan

b)

Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk pada bayi

c)

Ketidakmampuan keluarga memberikan perawatan bayi gizi buruk

d)

Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

e)

Ketidakmampuan keluarga menyediakan makanan bergizi

11.

Perawat S melakukan kunjungan ke rumah keluarga R. Salah satu anggota keluarga mengalami ulkus diabetikum. Kemarin, pasien baru saja pulang dari RS. Keluarga mengatakan bingung bagaimana agar lukanya tidak semakin parah. Tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut adalah ……….

a)

Memberikan insulin

b)

Melakukan perawatan luka

c)

Menyarankan selalu cek gula darah

d)

Menyediakan serbuk kopi agar tidak bau

e)

Memberikan edukasi mengenai diet DM dan perawatan luka

12.

Nenek J berusia 69 tahun mengalami katarak pada mata kirinya. Nenek tersebut tinggal di rumah dengan kondisi lampu remang-remang, lantai licin dan terasa pengap karena tidak ada ventilasi. Nenek merasa bahwa kondisi tersebut biasa saja. Masalah keperawatan utama pada kasus tersebut adalah …….

a)

Risiko jatuh

b)

Gangguan aktivitas

c)

Kurang pengetahuan

d)

Risiko munculnya penyakit

e)

Gangguan persepsi sensorik penglihatan

13.

Perawat N berkunjung ke rumah keluarga Tn. B. Saat berkunjung, Ny. M sedang sakit. Ny. M mengeluh nyeri pada kaki kiri dan susah digerakkan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan kemerahan dan bengkak pada kaki kiri Ny. M. Selama sakit, aktivitasnya dibantu oleh suami dan anaknya. Kadar asam urat Ny. M 12 mg/dl. Pemberian edukasi yang tepat pada keluarga tersebut adalah ……….

a)

Pendkes mengenai makanan rendah garam

b)

Pendkes mengenai makanan rendah kalori

c)

Pendkes mengenai makanan rendah kalsium

d)

Pendkes mengenai makanan rendah purin

e)

Pendkes mengenai makanan rendah protein

14.

Perawat E melakukan kunjungan ke rumah keluarga yang memiliki anak usia 4 tahun dengan berat badan 11 kg. Keluarga ini tergolong ekonomi menengah ke bawah. KEluarga dan perawat menyepakati bahwa anak ini mengalami kurang gizi. Rencana keperawatan yang utama pada kasus tersebut adalah ………

a)

Pendkes mengenai makanan tambahan untuk anak

b)

Pendkes mengenai makanan yang bergizi

c)

Pemberian obat penambah nafsu makan

d)

Pemberian vitamin untuk usianya

e)

Pemberian susu formula

15.

Perawat O melakukan kunjungan ke rumah keluarga Tn. T. Tn. T berusia 38 tahun dan istrinya berusia 34 tahun. Mereka memiliki 2 orang anak, yang pertama berusia 12 tahun dan anak kedua berusia 10 tahun. Tahapan keluarga yang sedang berjalan dikeluarga tersebut adalah …………

a)

Keluarga dengan anak prasekolah

b)

Keluarga dengan anak sekolah

c)

Keluarga dengan anak dewasa

d)

Keluarga dengan anak remaja

e)

Keluarga child bearing

16.

Perawat J melakukan kunjungan ke rumah keluarga Tn. S. Didaptkan, salah satu anggota keluarga mengalami TBC. Keluarga tersebut mengatakan bingung dan takut tertular. Selama ini, yang menggunakan masker hanya penderita saja. Intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut adalah ……….

a)

Pendkes mengenai pengobatan yang tepat

b)

Menganjurkan klien mengkonsumsi obat teratur

c)

Pendkes mengenai cara menjaga lingkungan yang bersih

d)

Pendkes mengenai perawatan klien dengan infeksi menular

e)

Menganjurkan klien untuk tidak tinggal serumah dengan anggota keluarga yang lain

17.

Saat melakukan kunjungan, Perawat S melihat seorang Ibu sedang bermain dengan anaknya. Ibu tersebut mengajari anaknya cara menjawab salam temannya dan berbagi mainan. Fungsi keluarga yang sedang dijalankan pada keluarga tersebut adalah ………

a)

Afektif

b)

Ekonomi

c)

Sosialisasi

d)

Reproduksi

e)

Perawatan kesehatan

18.

Tn. B dan Ny. A memiliki 2 anak yang menginjak dewasa. Saat pertemuan keluarga, Ny. A berbincang dengan anak pertamanya. Keluarga tersebut sedang membicarakan persiapan pernikahan anak pertama. Fungsi keluarga yang sedang dijalankan oleh keluarga tersebut adalah ………

a)

Afektif

b)

Ekonomi

c)

Sosialisasi

d)

Reproduksi

e)

Perawatan kesehatan

19.

Tn. D memiliki 3 anak, yaitu dua anak usia sekolah dan seorang anak masih balita. Saat perawat J berkunjung ke rumah Tn. D, anak-anaknya sedang bermain bersama. Kedua anaknya yang besar sedang menyayangi dan membelai rambut adiknya dengan lembut. Fungsi keluarga yang sedang dijalankan oleh keluarga tersebut adalah ………

a)

Afektif

b)

Ekonomi

c)

Sosialisasi

d)

Reproduksi

e)

Perawatan kesehatan

20.

Seorang perawat sedang berkunjung ke rumah keluarga dan mendapati anak usia 7 tahun sedang bermain tanah dengan teman-temannya, tangan terlihat kotor. Dalam penerapan promosi kesehatan pada keluarga. Manakah tindakan yang sebaiknya dilakukan perawat?

a)

Melatih daya kreatifitas anak dalam bermain

b)

Mengajarkan kepada orang tua tentang cara menghadapi anak

c)

Menjelaskan kepada orangtua agar melarang anak bermain di tanah

d)

Mengajarkan pada anak dan orang tua cara mencuci tangan yang benar

e)

Mengajak orang tua dan anak pergi ke petugas Kesehatan belajar yankes

21.

Seorang perawat keluarga melakukan konseling kepada keluarga untuk menjelaskan jenis jenis, jadwal dan cara pemberian, manfaat, keuntungan dan efek samping imunisasi balita pada keluarga yang memiliki bayi baru lahir. Perawat memberi kesempatan pada keluarga untuk memutuskan akan melakukan atau tidak imunisasi kepada bayinya. Apakah prinsip etika yang digunakan perawat dalam kasus diatas?

a)

Justice

b)

Veracity

c)

Otonomi

d)

Beneficence

e)

Nonmaleficence

22.

Ns. B selalu mengkoordinir pelayanan keperawatan, mengatur ketenagaan yang akan bertugas dan memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan di RS. MTMH. Apa peran yang dilakukan Ns B tersebut?

a)

Pelaksana

b)

Koordinator

c)

Advocat

d)

Pendidik

e)

Konsultan

23.

Ns. T membantu klien R dalam pengambilan keputusan, melindungi serta memfasilitasi keluarga klien R dalam pelayanan keperawatan. Peran perawat apakah yang sedang dilakukan Ns. T?

a)

Pelaksana

b)

Koordinator

c)

Advocat

d)

Pendidik

e)

Konsultan

24.

Ns. A memberikan asuhan keperawatan secara profesional yang meliputi: pengkajian, penegakan diagnosa, pembuatan intervensi, implementasi, hingga membuat evaluasi asuhan keperawatan, merupakan peran perawat sebagai ……….

a)

Pendidik

b)

Koordinator

c)

Advocat

d)

Pelaksana

e)

Konsultan

25.

Ns. A merupakan perawat senior di ruang mawar. Setiap selesai melakukan operan dinas pada pagi hari, Ns A selalu memperhatikan kebersihan tempat tidur pasien, saat hendak memberikan diet pasien, perawat membersihkan meja makan dan memperhatikan kondisi kebersihan alat makan yang akan digunakan pasien. Berdasarkan situasi tersebut, perawat mengaplikasikan model keperawatan menurut …………..

a)

Jean Watson

b)

Imogene King

c)

Calista Roy

d)

Florence Nightingle

e)

Betty Neuman

26.

Tn dan Ny P memiliki 2 orang anak berjenis kelamin perempuan, dimana ke dua anaknya telah menikah dan bertempat tinggal di luar kota. Sebenarnya ada rasa sedih yang dirasakan oleh Tn dan Ny. P karena jauh dari anaknya, namun mereka menerima keadaan tersebut karena menyadari bahwa kedua anaknya sudah memiliki keluarga yang baru. Tn dan Ny P fokus agar dapat menjaga kesehatan dengan melakukan berbagai aktivitas seperti menerapkan pola makan yang sehat dan olahraga teratur. Tn dan Ny P juga semakin akrab dengan saling memperhatikan kebutuhan dan kondisi rumah tangganya. Dari kasus tersebut, tugas perkembangan keluarga berada pada tahap .............

a)

Tahap III

b)

Tahap IV

c)

Tahap V

d)

Tahap VI

e)

Tahap VII

27.

Pasangan suami istri (Tn. T dan Ny. E) menikah 2 tahun lalu dan sudah dikarunia seorang anak 2 bulan lalu. Berdasarkan tahap perkembangan keluarga, hal yang perlu diperhatikan pada tahap tersebut, yaitu ……………..

a)

Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat

b)

Membina hubungan dengan teman sebaya dan kelompok sosial

c)

Mengenali secara dini dan menangani masalah-masalah kesehatan fisik anak dengan tepat

d)

Kekuatan dan fungsi fisik menghilang

e)

Penganiayaan dan pengabaian anak

28.

Pak Andi merupakan keluarga yang memiliki pendapatan yang sangat kurang dalam mencukupi ketiga anaknya dan istri. Dalam kesehariannya Pak Andi bekerja sebagai galikubur, sedangkan istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan anaknya masih sekolah. Pak Andi tinggal di rumah yang sangat sederhana dan dipakai untuk tinggal ketiga anaknya dan istrinya. Dari kasus ini yang bukan merupakan kriteria KPS terhadap keluarga miskin Pak Andi di atas yaitu:.…

a)

Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari dari 14 m persegi per orang

b)

Sumber air minum berasal dari sungai atau air hujan yang di tendon

c)

Mengkonsumsi daging,susu dalam sebulan sekali

d)

Sumber penerangan masih menggunakan lilin

e)

Jenis dinding terbuat dari bambu, kayu

29.

Perawat berkunjung disebuah keluarga. Dalam keluarga tersebut terdapak bapak X berumur 35 tahun dan Ibu Y berumur 30 tahun serta dua orang anak perempuan. Bapak X menceritakan bahwa seminggu yang lalu diukur tekanan darah 150/90 mmHg. Tingkat pencegahan apa yang dapat dilakukan dalam keluarga tersebut untuk mencegah dampak yang lebih jauh?

a)

Rehabilitasi

b)

Pencegahan tersier

c)

Pencegahan Primer

d)

Melakukan skrining

e)

Pencegahan sekunder

30.

Bapak Ali seorang kepala rumah tangga di keluarganya. Bapak Ali memiliki seorang istri dan seorang anak yang masih dalam proses menyusui. sebagai pengambil keputusan,Bapak Ali selalu memutuskan masalah dalam keluarganya dengan cara diam dan tanpa komunikasi dengan anggota keluarganya. Bapak. Ali terlalu cuek dengan istrinya yang mengurus rutinitas rumah tangganya hanya seorang diri. Sehingga masalah yang ada dalam keluarga tidak dibicarakan secara terbuka. Hal ini salah satu pengkajian pada struktur keluarga apa?

a)

Struktur kekuatan keluarga

b)

Struktur peran keluarga

c)

Nilai dan norma

d)

Struktur peran

e)

Fungsi keluarga

31.

Bapak A tinggal dengan istrinya ibu B dan dua anak perempuannya yang berusia 19 tahun dan 16 tahun. Keluarga tersebut merupakan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Berikut ini salah satu pernyataan yang berhubungan dengan keluarga sejahtera adalah, kecuali....

a)

Bertaqwa kepada TYME

b)

Dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah

c)

Salah satu anggota keluarga memiliki gangguan kejiwaan

d)

Memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antar anggota

e)

Mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang layak

32.

Tn. X dan Ny. X merupakan pasangan yang telah menjadi keluarga bahagia yang telah menikah 4 tahun lalu. Keluarga ini telah memiliki seorang anak yang berusia 2,5 tahun. Fungsi dari orang tua disini harus mampu memenuhi tuntutan baru dalam perawatan dan pengasuhan bayi. Sedangkan perawat sendiri bertugas mengkaji peran menjadi orang tua. Dari kasus tersebut keluarga Tn. X telah memasuki perkembangan keluarga pada tahap....

a)

Child bearing family

b)

Keluarga pasangan baru

c)

Keluarga dengan anak remaja

d)

Keluarga dengan anak sekolah

e)

Keluarga dengan anak prasekolah

33.

Pada keluarga kecil tuan A yang tinggal di sebuah perkampungan kumuh yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. anak kedua berumur 3 tahun, dan anak keempat berumur 1 tahun. Keadaan lingkungan rumah keluarga tersebut sangat kumuh, sehingga menyebabkan anak keempat sering mengalami diare akibat keadaan lingkungan yang kotor dan nutrisi yang kurang bergizi. Apa tindakan perawat apa yang perlu dilakukan?

a)

Membiarkan keadaan keluarga tersebut

b)

Memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut

c)

Menganjurkan keluarga untuk mengajukan program raskin

d)

Mengajak keluarga untuk pindah ke rumah yang lebih layak

e)

Membantu keluarga untuk memodifikasi lingkungan sekitar rumah keluarga tersebut

34.

Dalam keluarga Tn. X diberlakukan sistem disiplin yang sangat baik, dalam memecahkan masalah keluarga ini selalu memusyawarahkan dengan berkumpul semua anggota keluarga dan kemudian membahas masalah yang terkait tanpa perlu disembunyikan, jelas dan tidak boleh ada kata berbohong. Oleh karena itu, strategi koping keluarga apakah yang diterapkan oleh keluarga Tn. X dalam menangani sebuah masalah?

a)

Strategi koping komunitas

b)

Strategi koping sumber dukungan keluarga

c)

Strategi koping pemecahan masalah bersama

d)

Strategi koping komunikasi terbuka dan jujur

e)

Strategi koping untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan

35.

Seorang pasangan muda, baru menikah 2 hari yang lalu, pada saat itu pasangan tersebut baru mendiskusikan rencana memiliki anak dan merencanakan program KB, untuk mengurangi adanya penyakit kelamin pasangan tersebut tiap bulannya berencana untuk mengkonsultasikan keadaan kesehatan reproduksinya kepada pihak kesehatan/ pihak medis dari kasus di atas termasuk pada tugas perkembangan keluarga tahap...?

a)

Tahap I

b)

Tahap II

c)

Tahap III

d)

Tahap IV

e)

Tahap V

36.

Tn. A 67 tahun dan Ny. B 64 tahun adalah merupakan pasangan suami istri yang sudah memasukiusia lansia. Perawat E yg kebetulan mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan didaerah pasangan tersebut mendatangi keluarga Tn.A dan memeriksa lingkungan tempat tinggal mereka karena belakangan ini Tn.A sering mengeluh batuk karena alergi. Berdasarkan ilustrasi di atas proses pengkajian keluarga yang dilakukan perawat termasuk dalam proses pengkajian ?

a)

Mengidentifikasi data sosial-budaya

b)

Stress dan strategi koping keluarga

c)

Struktur keluarga

d)

Data lingkungan

e)

Fungsi keluarga

37.

Sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu serta 2 orang anak. Ayah sedang menderita TBC sedangkan dia harus tetap menghidupi keluarganya karena istrinya hanya seorang ibu rumah tangga. Anak sulung mengalami gangguan mental sejak lahir. Persyaratan yang harus dipenuhi seorang perawat agar bisa memberikan asuhan keperawatan keluarga tersebut adalah, kecuali:....

a)

Memiliki institusi yang mempunyai kewenangan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga

b)

Mempunyai banyak ilmu dan pengalaman untuk mengatasi masalah keluarga

c)

Telah menyelesaikan pendidikan formal Ners (Perawat) yang diakui

d)

Mematuhi standar praktik dan etik profesi

e)

Telah melakukan proses legislasi

38.

Ketika perawat K melakukan pengkajian pada keluarga Bapak M ditemukan bahwa anak N yang berusia 8 bulan mengalami diare. Menurut data objektif dari perawat yaitu lantai rumah tampak kotor, anak dibiarkan main di atas lantai yang kotor, serta personal hygiene dari ibu F sangat buruk. Ibu F jarang melakukan cuci tangan ketika akan menyiapkan susu ataupun makanan untuk anaknya. Intervensi keperawatan apakah yang tepat untuk keluarga Bapak B menurut teori Pencapaian Tujuan King ?

a)

Manajemen laktasi

b)

Latihan fisik pada anak N

c)

Pemberian nutrisi yang cukup untuk keluarga

d)

Pembentukan mekanisme koping dalam keluarga

e)

Membantu keluarga dalam merubah kebiasaan perilaku keluarga menjadi perilaku hidup sehat dan bersih

39.

Ns. M seorang perawat puskesmas sedang terjun ke wilayah kerjanya yaitu desa W. Ns.M akan melakukan kegiatan pengkajian sampai evaluasi keperawatan pada keluarga Tn.D yang mengalami stroke. Kegiatan yang dilakukan Ns. M adalah proses keperawatan keluarga. Alasan diperlukan adanya proses keperawatan keluarga yang dilakukan Ns. M adalah....

a)

Menggali setiap permasalahan yang dihadapi keluarga dalam membentuk suatu keluarga yang sejahtera sesuai dengan tahap perkembangannya

b)

Melakukan penelitian mengenai masalah yang banyak dihadapi keluarga untukmendapatkan teori baru

c)

Mendapatkan jawaban dari pengkajian yang dilakukan Ns. M

d)

Pendekatan secara holistik terhadap keluarga Tn. D

e)

Melakukan evaluasi terhadap masalah keluarga

40.

Keluarga Tn. E mempunyai kehidupan yang cukup. Paling tidak mereka makan bersama minimal sekali dalam sehari. An. G berumur 17 tahun yang merupakan anak pertama dari keluarga Tn. Y aktif dalam organisasi Karang Taruna di desanya. Keluarga Tn. Y mengadakan rekreasi di luar rumah 6 bulan sekali. Keluarga Tn. Y termasuk dalam tahapan....

a)

Keluarga miskin

b)

Keluarga sejahtera I

c)

Keluarga sejahtera II

d)

Keluarga sejahtera III

e)

Keluarga sejahtera III plus

41.

Tn. T mengalami stroke dan sudah dalam tahap rehabilitasi. Keluarga Tn. T selalumembantu Tn. T dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tn. T mengalami lumpuhpada kakinya sehingga menjadi bed rest total. Ny. V, istri dari Tn. T selalu menyuapi,membantu Tn. T mandi, ganti pakaian dan kebutuhan lainnya. Sesuai dengan teori Orem,maka keluarga Tn. T termasuk dalam kategori....

a)

Tidak ada jawaban benar

b)

Bantuan sepenuhnya

c)

Tidak perlu bantuan

d)

Bantuan sebagian

e)

Mandiri

42.

Tn. Bejo memilki anak berusia 12 tahun bernama Selamet. Sekarang anak Tn. Bejo memasuki ajaran baru di SMP Maju Jaya. Ketika masuk sekolah, Selamet ingin mengikuti kegiatan eksta disekolah yaitu mengikuti kegiatan renang. Namun Tn. Bejo khawatir nanti Selamet tertinggal pelajaranan disekolahnya karena sibuk dengan kegiatan renangnya. Disisi lain Selamet ingin seperti teman-temanya dan dapat berinteraksi denganteman sebayanya. Dari kasus diatas Tn. Bejo memasuki tahapan perekembangan keluarga tahap?

a)

I

b)

II

c)

III

d)

IV

e)

V

43.

Tn. X (45 th) adalah kepala keluarga dengan penghasilan di atas rata-rata. Setiap bulan keluarga Tn. X selalu rekreasi keluara kota bersama, dan setiap bulan paling tidak keluarga tersebut membeli baju baru. Sesuai tahapan keluarga sejahtera, maka keluargaTn. X dapat dikategorikan masuk dalam tahapan keluarga sejahtera yang mana?

a)

Keluarga sejahtera I

b)

Keluarga sejahtera II

c)

Keluarga sejahtera III

d)

Keluarga pra sejahtera

e)

Keluarga sejahtera plus

44.

Dari hasil survey di suatu RW didapatkan data jumlah balita sebanyak 340 anak (27,50%), ibu tidak memberikan ASI pada balita, hasil penimbangan di KMS saat ini 4 balita berada dibawah garis kuning dan 2 balita berada dibawah garis merah. Apakah intervensi yang tepat untuk kasus diatas?

a)

Pembentukan posyandu bagi ibu dan balita

b)

Lomba bayi dan balita sehat tingkat posyandu

c)

Pendidikan kesehatan tentang kesehatan ibu dan anak

d)

Pendidikan kesehatan tentang gizi bagi bayi dan balita

e)

Pelatihan tentang Kesehatan gizi dan bayi pada keluarga

45.

Pada saat melakukan Praktek Belajar Lapangan mahasiswa STIKes Murni Teguh Medan di kelurahan Gedung Pangkalan Mansyur Kecamatan Medan Johor Kota Medan, mahasiswa Budi melakukan kunjungan ke 2 untuk melakukan pengkajian lebih lanjut kepada keluarga Tn. A (44 th) yang tinggal bersama Ny. B (40 th) dan An. C (15 th). Dari data riwayat kesehatan keluarga bahwa Tn. A pernah mengalami TBC dan An. A pernah di rujuk ke RS. Paru-Paru Kota Medan. Pada saat melakukan intervensi mahasiswa Budi mengajarkan cara batuk efektif dan membuang dahak yang benar kepada Tn. A dan An. C yang didampingi peran serta Ny. B. Pada kasus tersebut mahasiswa Budi memandang keluarga sebagai.....?

a)

Keluarga sebagai konteks

b)

Keluarga sebagai satu klien

c)

Keluarga sebagai masyarakat

d)

Keluarga sebagai fokus sentral

e)

Keluarga sebagai kumpulan anggota