WorksheetsHARI RAYA KARO
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Sebelum menyambut hari raya Karo masyarakat Tengger mengadakan Upakara dan musyawarah pada tanggal 14 Bulan Kasa,yang dilaksanakan dirumah Bapak Ki Petinggi dan dipimpin oleh Pandita Dukun, disebut dengan acara (a)
Masyarakat Tengger setelah melaksanakan Kumpul Karo di rumah Ki Petinggi. Pada tanggal malam 7 bulan Karo melaksanakan upakara menyambut datangnya Para Pitara atau Leluhur dirumah masing-masing hal ini disebut dengan acara (a)
Sebelum acara tekane ping pitu masyarakat tengger datang ke rumah ki petinggi memohon doa restu atau pangestu kepada ki petinggi dengan membawa kayu bakar untuk membantu kegiatan karo serta membawa uang sesari yang disebut dengan (a)
Masyarakat tengger setelah memohon doa restu atau pangestu dari ki petinggi selanjutnya memohon pangestu dengan membawa kemenyan untuk diberi mantra supaya berjalannya tekane ping pitu bisa lancar. Hal ini memohon memohon mantra kemenyan kepada (a)
Sebelum acara Resik dan Takir Kawung masyarakat tengger disetiap rumah memasang sesuatu yang bermakna memberikan sesaji berupa Patram Daun, Palam buah, serta upa boga berupa kain atau sandang. hal ini dilambangkan dengan memsang Penjor dan (a)
Sebelum menyambut hari raya karo diawali dengan Kumpul karo, tekane ping pitu, memasang penjor dan umbul umbul, dilanjutkan dengan acara (a) di rumah ki petinggi (lihati dijadwal karo)
Takir yang terbuat dari daun Kelapa atau Janur yang isinya berupa juwadah, pasung, pipis, tetelan, pisang,dodol, nasi, bera,iwak ati, iwak jatah,klepon,wajik, tetelan, digunakan sesaji hari Karo waktu sodorang disebut dengan Takir (a)
Upakara yang mempunyai makna tentang asal usul kehidupan didunia ini (Bhuwana Agung) dari dua unsur yaitu bibit laki-laki (Purusa) dan bibit perempuan (Pradana) dilmabangkan dengan Tari (a)
Pada waktu menari sodoran, penari menunjukkan satu telunjuk jari yang disebut dengan leloje, hal ini menunjukkan keagungan kepada sang pencipta alam semesta yaitu (a)
Hari Raya Karo Tahun 2020 dan 2021 masih dalam masa pandemi Corona Virus 19. untuk itu wabah ini adalah pageblug dunia. maka kita harus ingat ini adalah ujian dari Sang penguasa alam semesta yaitu Tuhan Yang maha Kuasa. maka dengan adanya seseorang yang meninggal semuanya dipasrahkan kepadaNya. Tidak usah percaya sama buta kala disuruh yang macam-macam. yang penting kita harus mematuhi PROKES apa singkatan PROKES (a)
Pada masa pandemi corona virus 19 atau pageblug dunia, kita sudah melaksanakan TRI HITA KARANA, Tiga macam hubungan yang selaras dan harmonis dengan Tuhan, Sesama manusia, dan Linggkungan alam semesta.
Bila ada Buta Kala yang merasuk pada seseorang dan menyuruh kita untuk melaksanakan ritual, kita sebagai umat Tuhan yang paling sempurna, maka ujilah buta kala tersebut dengan menghafal angka masih level 1 sebagai berikut : 7173245471248326474547481244818182457461705184170819451607196823021971. Kalau buta kala itu hafal berarti dia masih 25 % bisa dipercaya. silakan tulis angka tersebut diatas sebagai pengujinya (a)
Gedang ayu meruapakan sarana upakara pada waktu Hari Raya karo dan yang lainya, yang mempunyai makna tempat singgasana para Pitara atau leluhur. Sarananya berupa Pisang, Sirih,Pinang,Gambir,Tembakau,daun,uang satak, dan (a)
Sarana Agem agem terbuat dari Daun Pisang,Tanalayu,Daun putihan,Bunga Kenikir, dan deling petung/semat., yang melambangkan kesucian pada sarana agem agem adalah berupa (a)
Sarana agem agem meliputi daun pisang,tanalayu,putihan,bunga kenikir,deling petung/semat. yang melambangkan manusia supaya bisa membedakan yang baik dan benar supaya menggunakan wiweka yaitu pertimbangan dengan olah pikiran dilambangkan dengan (a)
Kain sebagai penutup tabir waktu Sesanding adalah berwarna putih, warna putih tersebut melambangkan (a)
pada waktu sesanding setelah pandita dukun melafalkan japa mantra. kita diwajibkan sungkem dengan para pitara/leluhur dengan tangan menyembah didada didepan sesaji sesanding, hal ini disebut dengan (a)
ho no co ro ko
do to so wo lo
po dho jo yo nyo
mo go bo tho ngo
aksara jawa ini berjumlah (a)
Pada masa pandemi corona virus 19 atau pageblug dunia, kita sudah melaksanakan TRI HITA KARANA, Tiga macam hubungan yang selaras dan harmonis dengan Tuhan, Sesama manusia, dan Linggkungan alam semesta.
Bila ada Buta Kala yang merasuk pada seseorang dan menyuruh kita untuk melaksanakan ritual, kita sebagai umat Tuhan yang paling sempurna, maka ujilah buta kala tersebut dengan menghafal AKSARA masih level 2 sebagai berikut : ngo tho bo go mo nyo yo jo dho po lo wo so to do ko ro co no ho. Kalau buta kala itu hafal berarti dia masih 25 % bisa dipercaya. silakan tulis AKSARA tersebut diatas sebagai pengujinya (a)
pada cerita jawa, aji saka mempunyai 2 murid yang setia beliau sangat menjunjung satya wacana yaitu jujur pada setiap perkataan yang diucapkan. murid itu bernama seco dan (a)
Acara permainan pukul dengan rotan atau njalin hal ini disebut dengan kesenian (a)
