wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Musculoskeletal 3 : lower limb

Total questions: 10

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Pasien laki-laki usia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri bagian belakang tumit saat bermain tennis pada 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan cekungan pada daerah posterior tungkai bawah. Pasien mengeluh tidak dapat berjinjit dan nyeri. Pasien dating dengan berjalan kaki.


Pemeriksaan khusus yang dilakukan dengan cara meremas gastrocnemius pasien dalam posisi supinasi disebut . . .

a)

Lachman test

b)

Posterior draw test

c)

Anterior draw test

d)

Thompson test

e)

Tredelenberg test

2.

Pasien laki-laki usia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri bagian belakang tumit saat bermain tennis pada 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan cekungan pada daerah posterior tungkai bawah. Pasien mengeluh tidak dapat berjinjit dan nyeri. Pasien dating dengan berjalan kaki.


Kecurigaan diagnose pasien tersebut adalah . . .

a)

ACL Rupture

b)

Ruftur tendon achilles

c)

fraktur tibia

d)

fraktur fibula

e)

fraktur malleolus

3.

Seorang laki-laki 59 tahun dating ke instalasi rawat jalan puskesmas dengan keluhan nyeri di bagian panggul kanan sejak sekitar 1 minggu terakhir. Nyeri muncul perlahan dan memberat, terus-menerus, bertambah jika pasien berdiri atau berjalan, dan berkurang jika pasien berbaring. Pasien memiliki riwayat kecelakaan lalu lintas 3 bulan lalu dan mengakui bahwa sendi panggul kanan tergeser, namun sudah diposisikan kembali oleh dokter dan pasien sempat bisa beraktivitas normal.


Pasien tampak kesakitan, pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Status lokalis pada daerah sendi panggul kanan: tidak tampak bengkak, kemerahan, ataupun deformitas, nyeri tekan (-), gerakan aktif dan pasif terbatas karena nyeri. Krepitasi(-). Panjang kedua ekstremitas bawah sama.


Kecurigaan diagnosis pada pasien tersebut adalah:

a)

Slipped capital femoral epiphysis

b)

Dislokasi posterior sendi paggul

c)

Dislokasi anterior sendi paggul

d)

Fraktur collum femur

e)

Nekrosis avascular caput femur

4.

Seorang laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan tulang paha kanan bergerak jika sedang berjalan dengan tongkat tetapi tidak nyeri. Pasien pernah kecelakaan lalu lintas 2 tahun yang lalu,riwayat dipijat dukun karena patah tulang paha kanan. Pada pemeriksaan fisik,tidak terdapat luka dan keadaan umum baik. Apa diagnosis yang paling mungkin...

a)

Delay union femur dextra

b)

Non union fraktur femur dextra

c)

Malunion femur dextra

d)

Union fraktur femur dextra disertai osteomielitis kronis

e)

Malunion femur dextra disertai atrofi otot quadriceps

5.

Nervus yang paling sering mengalami lesi akibat dislokasi hip ke posterior adalah . . .

a)

N. ischiadicus

b)

N. femoralis

c)

N. peroneus communis

d)

N. tibialis posterior

e)

N. tibialis anterior

6.

Nervus yang paling sering mengalami lesi akibat dislokasi hip ke anterior adalah . . .

a)

N. ischiadicus

b)

N. femoralis

c)

N. sciatic

d)

N. tibialis anterior

e)

N. tibialis posterior

7.

Atlit marathon usia 20 tahun mengeluhkan nyeri pada kaki kiri bagian distal. Nyeri timbul tiba-tiba saat berlatih. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan pengurangan kekuatan pada plantarfleksi kaki. Pada posisi istirahat, kaki akan terlihat dorsofleksi.


Apa pemeriksaan khusus selanjutnya untuk membantu menegakkan diagnosis kasus diatas?

a)

Barlow test

b)

McMuray test

c)

Simmonds test

d)

Anterior drawer test

e)

Allen test

8.

Laki-laki 45 tahun datang ke ugd dengan keluhan tungkai kanan nyeri dan tidak digerakan 30 menit yll. Sebelumnya kll, mobil yang berada ditumpangi mengerem mendadak, pasien duduk disamping sopir. Dari PF kesadaran kompos mentis, kesakitan dan tungkai kanan pasien tidak bisa diluruskan, sendi panggul dalam keadaan fleksi, adduksi, endorotasi.


Apakah diagnosis pasien tersebut ?

a)

dislokasi hip anterior

b)

dislokasi hip posterior

c)

dislokasi knee

d)

fraktur collum femur

e)

fraktur intertrochanter

9.

Seorang laki-laki berumur 45 tahun dibawa ke IGD segera setalah mengalami kecelakaan lalu lintas di Banjarbaru. Korban terus-menerus mengeluhkan nyeri seperti tertusuk di kaki kanan, skala nyeri 8. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan adanya luka terbuka pada kulit berupa tusukan tulang yang menembus kulit. Hasil pemeriksaan tanda vital: TD 140/90, RR 18x/menit N 100x/menit, suhu tubuh 37,5 C.


Hasil pemeriksaan status lokalis region cruris dextra:

Look: luka terbuka pada kulit (+), deformitas (+), edema (+), eritem (+)

Feel: tenderness (+), krepitasi (+)

Move: gerakan aktif dan pasif terhambat, nyeri bertambah bila digerakkan, false movement (+)


Hasil rontgen foto pada region cruris dextra terlihat fraktur pada os.tibia


Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut apabila didapatkan laserasi kulit >1 cm dan kerusakan jaringan sedang?

a)

Fraktur tertutup region cruris dextra tipe 1

b)

Fraktur tertutup region cruris dextra tipe 2

c)

Fraktur tertutup region cruris dextra tipe 3a

d)

Fraktur terbuka region cruris dextra tipe 1

e)

Fraktur terbuka region cruris dextra tipe 2

10.

Seorang laki-laki berumur 45 tahun dibawa ke IGD segera setalah mengalami kecelakaan lalu lintas di Banjarbaru. Korban terus-menerus mengeluhkan nyeri seperti tertusuk di kaki kanan, skala nyeri 8. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan adanya luka terbuka pada kulit berupa tusukan tulang yang menembus kulit. Hasil pemeriksaan tanda vital: TD 140/90, RR 18x/menit N 100x/menit, suhu tubuh 37,5 C.


Hasil pemeriksaan status lokalis region cruris dextra:

Look: luka terbuka pada kulit (+), deformitas (+), edema (+), eritem (+)

Feel: tenderness (+), krepitasi (+)

Move: gerakan aktif dan pasif terhambat, nyeri bertambah bila digerakkan, false movement (+)


Hasil rontgen foto pada region cruris dextra terlihat fraktur pada os.tibia


Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien tersebut setelah dilakukan penanganan emergensi?

a)

Membalut luka untuk menghentikan pendarahan, dengan memasukkan komponen tulang kembali ke dalam luka

b)

Memberi antibiotika untuk mencegah terjadinya infeksi

c)

Membersihkan luka fraktur dengan cara irigasi menggunakan NaCl fisiologis secara mekanis untuk mengeluarkan benda asing yang melekat

d)

Melakukan traksi skeletal, lalu difiksasi dengan fiksasi eksterna

e)

Merujuk ke dokter orthopaedi