WorksheetsSIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Total questions: 20
Worksheet time: 45mins
Adanya zat terlarut dapat mengakibatkan
kenaikan tekanan osmotik
Kenaikan titik beku
penurunan titik didih
Kenaikan tekanan uap jenuh
Penurunan titik beku
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1. proses penyerapan air dalam tanah oleh akar
2. membasmi lintah dengan garam dapur
3. menentukan massa molekul relatif
4. pemakaian urea untuk mencairkan salju
5. penambahan glikol pada radiator mobil
Penerapan sifat koligatif yang berhubungan dengan tekanan osmotik adalah ....
3 dan 4
1 dan 4
1 dan 2
3 dan 5
2 dan 3
Dengan memperhatikan tabel, larutan yang memiliki tekanan osmotik paling besar adalah nomor. (R = 0,082, T = 27oC)
2
1
5
4
3
Di antara larutan berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah ....
Na2CO3 0,3M
CuSO4 0,2M
Ca(NO3)2 0,4M
CH3COOH
C6H12O6
Dari diagram PT tersebut yang menyatakan titik didih larutan urea 0,4 m adalah....
A
B
C
D
E
Sebanyak 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam 500 gram air. Titik didih larutan adalah …. (Kb air = 0,52oC/m)
100,42oC
98,9oC
50,89oC
100,54oC
65,78oC
Berapa banyaknya Al2(SO4)3 (Mr = 342) yang harus dilarutkan dalam 250 gram air, agar larutan tersebut membeku pada suhu -3 adalah …. (Kf air = 1,86oC/m)
30,5 gram
45,60 gram
27,6 gram
25,5 gram
25,4 gram
Pada suhu 27oC, glukosa C6H12O6 (Mr = 180) sebanyak 8,5 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 500 ml R= 0,082 L atm mol-1 K-1. Tekanan osmosis larutan yang terjadi sebesar ….
2,35 atm
2,34 atm
2,33 atm
2,32 atm
2,31 atm
Tekanan uap murni pada temperatur 50 adalah 92.50 mmHg. Ketika di dalam air dimasukkan sejumlah gula (sukrosa), maka tekanan uapnya turun menjadi 92.20 mmHg. Maka penurunan tekanan uap yang terjadi adalah ….
0.80 mmHg
0.70 mmHg
0.30 mmHg
0.20 mmHg
0.50 mmHg
8 gram alumunium sulfat dalam 200 gram air, jika derajat ionisasi adalah 0.9 ( (Al = 27, S = 32, O = 16). Apabila Kb air = 0,52oC/molal, maka titik didih larutan tersebut adalah ….
100,28oC
100,27oC
100,26oC
100,25oC
100,24oC
Sebanyak 4 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam 750 gram air. Jika derajat ionisasi larutan NaOH 75% dan Kf air 1,86oC m-1 maka penurunan titik beku larutan NaOH adalah ….
-0,43oC
-0,23oC
0,23oC
0,43oC
0,73oC
Glukosa (C6H12O6) yang massanya 45 gram dilarutkan dalam 250 gram air (Kf air = 1,86oC/molal). Jika diketahui Ar C = 12, H = 1, dan O = 16 maka titik beku larutan tersebut adalah …
1,86oC
0,46oC
0,23oC
-0,46oC
-1,86oC
Pada suhu 27oC, sukrosa ( C12H22O11) Mr = 342 gram/mol. Sebanyak 17,1 gram dilarutkan dalam air sampai mencapai volume 500 mL. jika diketahui R = 0,082 L atm/mol K-1, tekanan osmosis larutan yang terjadi adalah ….
0,39 atm
2,46 atm
2,64 atm
4,80 atm
3,24 atm
tekanan osmosis larutan NaCl 0,1 M pada suhu 27oC adalah 4,8 atm. Maka persentase derajat ionisasi larutan tersebut adalah ….
0,95
0,90
0,85
0,80
0,75
Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan sama = 0,10 molal) adalah ....
C12H22O11
CuSO4
CO(NO2)2
NiCl2
NH4NO3
Jika 30 g dari masing-masing zat berikut dilarutkan dalam 1 kg air, zat yang akan memberikan larutan dengan titik didih paling tinggi adalah...(Ar C=12; H=1; O=16)
C2H5OH
C3H8O3
C6H12O6
CH3OH
CH3OCH3
Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 6 g urea (Mr = 60) ke dalam satu liter air. Larutan lain diperoleh dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr= 180) dalam satu liter air. Pada suhu yang sama, tekanan osmotik larutan pertama ….
1/3 larutan kedua
3 kali larutan kedua
2/3 larutan kedua
sama dengan kedua
3/2 larutan kedua
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku bergantung pada ….
jenis zat terlarut
konsentrasi molal larutan
jenis pelarut
jenis partikel zat terlarut
jumlah partikel zat terlarut
Larutan 5,8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .…
larutan sukrosa 5,8% dalam air
larutan 5,8% glukosa dalam air
larutan 0,2 molal sukrosa
larutan 1 molal glukosa
larutan 4 molal glukosa
Jika garam NH4Cl dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk larutan yang ..
titik didih pelarutnya lebih tinggi daripada titik didih larutannya
titik beku pelarutnya lebih rendah daripada titik beku larutannya
tekanan uap jenuh pelarut murninya lebih tinggi dari pada tekanan uap jenuh larutannya
tekanan osmotik pelarutnya lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya
pH pelarutnya lebih besar daripada pH larutannya
