Font size
WorksheetsTeks Narasi
Total questions: 20
Worksheet time: 13mins
Kalimat berikut yang tidak menggunakan kata sambung penanda urutan waktu adalah ….
Farta sampai di planet Mars dan bertemu Tatao, hal itu terjadi dua tahun kemudian.
Setelah kantong ajaib terbuka Doraemon kembali ke masa lampau.
Akhirnya, Nataga bingung mendengar kekalahan pasukan serigala.
Tanpa di duga labu itu berisikan perhiasan emas dan berlian.
Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah ….
Dengan gugup Cinderella berkata, “Saya ingin pergi ke pesta, tapi mereka meninggalkan aku di sini”.
“Mengapa engkau menangis, Cinderella”, sebuah suara lembut berbisik
Ibu Peri berkata, “Pergilah Cinderella, tapi kamu harus pulang sebelum tengah malam”.
Sekarang saatnya kamu harus pergi Cinderella, “Bisik ibu peri”.
Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.
Paragraf tersebut dikembangkan dengan pola
Narasi
Deskripsi
Eksposisi
Argumentasi
Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.
Paragraf tersebut bertujuan untuk ….
menjelaskan sesuatu
menggambarkan sesuatu
menceritakan sesuatu
mempengaruhi orang
Pagi itu indah sekali di Puncak Pas.Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau. Sepanjang mata memandang , tampak kebun teh yang hijau segar. Langit sangat bersih dan berwarna biru cerah, menjadi pemandangan yang sungguh indah.
Pembuka cerpen di atas berisi tentang ….
Latar
Tema
Alur
Penokohan
Darko memiliki pembawaan sikap yang ramah, tidak mengherankan jika orang-orang kampung segera merasa akrab dengan dirinya. Dia suka pula menceritakan kisah lucu di sela pijatannya. Dia juga tulus dalam melayani pelanggannya. Meskipun begitu, kami tetap tidak tahu asal usulnya dengan jelas. Jika kami menanyakan hal itu, dia selalu mengatakan bahwa dirinya berasal dari kampung yang jauh di kaki gunung.
Berikut yang bukan karakter Darko adalah ….
Ramah
Supel
Ikhlas
Rajin
Kami tiba di terminal. “Lebih baik Om naik Indah Murni saja,” kataku. Bus ini lewat jalan tol, paling-paling cuma setengah jam ke Cililitan.
Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ….
Cililitan
Bus Indah Murni
Terminal
Jalan Tol
Penulisan kalimat langsung yang benar dalam penulisan cerpen adalah …
“Teman Ibu,ya? tanya Ita kepada ibunya.”
“Teman Ibu, ya?” Tanya Ita kepada Ibunya.
“Teman Ibu, ya?” tanya Ita kepada ibunya.
“Teman ibu,ya?” tanya Ita kepada ibunya.
Upik masih saja cemberut dari kemarin karena tidak tidak dibelikan kue stroberi di toko dekat rumahnya. Walau ibunya sudah menasihati, Upik tetap saja merengek-rengek kepada ibunya. Ibunya tahu bahwa Upik tidak suka makanan yang manis masam seperti kue stroberi yang dimintanya.
Penggalan cerpen tersebut berisi tentang ….
Setiing
Tema
Alur
Penokohan
Walau tak mampu, aku berjuang sampai titik darah penghabisan untuk bisa meraih cita-cita.
Kalimat tersebut menggunakan majas/gaya bahasa ….
Repetisi
Alegori
Hiperbola
Metafora
Aku mempunyai seorang teman di kelasku yang baru. Pertama-tama dia mulai mendekatiku. Aku sangat senang mempunyai seorang teman baru. Dia sangat pintar. Selain itu dia juga lucu dan enak diajak bicara. Sejak saat itu dia selalu bersama-sama denganku di mana saja, bagai sampul lengket dengan prangko.
Penggalan cerpen tersebut mengandung majas/gaya bahasa ….
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
Bacalah teks berikut!
Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.
“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.
Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!
Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.
Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.
Di mana setting tempat pada paragraf pertama?
(a)
Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.
“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.
Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!
Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.
Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.
Siapa tokoh utama dalam penggalan cerpen di atas?
(a)
Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.
“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.
Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!
Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.
Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.
Bagaimana watak tokoh utama yang digambarkan dalam paragraf pertama?
(a)
Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.
“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.
Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!
Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.
Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.
Menggunakan alur apa penggalan cerpen di atas?
(a)
contoh majas perumpamaan
Wataknya keras seperti batu
Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.
Wajar saja semua warga dijadikan kaki tangan Pak Bowo, mereka mudah sekali meminta bantuan pada orang terkaya itu
Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai Lovina
Contoh Majas Metafora
Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik, sehingga berbuah manis.
Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya
Pikirannya pasti melayang kemana-mana karena banyak masalah beberapa waktu belakangan
Memang cantik rupa si Aisyah, bagaikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya
Contoh Majas Personifikasi
Mukanya putih bersih seperti susu
Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.
Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku Ayah
Pendiriannya kuat bagaikan batu karang
Contoh Majas Hiperbola....
Mentalnya tangguh seperti baja, membuatnya semakin idealis
Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai Lovina
Singa memang kuat, sehingga pantas kalau ia dijuluki raja hutan
Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.
Contoh majas alegori....
Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari diatas kertas.
Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik, sehingga berbuah manis.
Dua kakak beradik itu seperti air dan minyak, bertengkar saja kerjanya
Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.
