wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Narasi

Total questions: 20

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Kalimat berikut yang tidak menggunakan kata sambung penanda urutan waktu adalah ….

a)

Farta sampai di planet Mars dan bertemu Tatao, hal itu terjadi dua tahun kemudian.

b)

Setelah kantong ajaib terbuka Doraemon kembali ke masa lampau.

c)

Akhirnya, Nataga bingung mendengar kekalahan pasukan serigala.

d)

Tanpa di duga labu itu berisikan perhiasan emas dan berlian.

2.

Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah ….

a)

Dengan gugup Cinderella berkata, “Saya ingin pergi ke pesta, tapi mereka meninggalkan aku di sini”.

b)

“Mengapa engkau menangis, Cinderella”, sebuah suara lembut berbisik

c)

Ibu Peri berkata, “Pergilah Cinderella, tapi kamu harus pulang sebelum tengah malam”.

d)

Sekarang saatnya kamu harus pergi Cinderella, “Bisik ibu peri”.

3.

Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.


Paragraf tersebut dikembangkan dengan pola

a)

Narasi

b)

Deskripsi

c)

Eksposisi

d)

Argumentasi

4.

Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.


Paragraf tersebut bertujuan untuk ….

a)

menjelaskan sesuatu

b)

menggambarkan sesuatu

c)

menceritakan sesuatu

d)

mempengaruhi orang

5.

Pagi itu indah sekali di Puncak Pas.Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau. Sepanjang mata memandang , tampak kebun teh yang hijau segar. Langit sangat bersih dan berwarna biru cerah, menjadi pemandangan yang sungguh indah.


Pembuka cerpen di atas berisi tentang ….

a)

Latar

b)

Tema

c)

Alur

d)

Penokohan

6.

Darko memiliki pembawaan sikap yang ramah, tidak mengherankan jika orang-orang kampung segera merasa akrab dengan dirinya. Dia suka pula menceritakan kisah lucu di sela pijatannya. Dia juga tulus dalam melayani pelanggannya. Meskipun begitu, kami tetap tidak tahu asal usulnya dengan jelas. Jika kami menanyakan hal itu, dia selalu mengatakan bahwa dirinya berasal dari kampung yang jauh di kaki gunung.


Berikut yang bukan karakter Darko adalah ….

a)

Ramah

b)

Supel

c)

Ikhlas

d)

Rajin

7.

Kami tiba di terminal. “Lebih baik Om naik Indah Murni saja,” kataku. Bus ini lewat jalan tol, paling-paling cuma setengah jam ke Cililitan.

Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ….

a)

Cililitan

b)

Bus Indah Murni

c)

Terminal

d)

Jalan Tol

8.

Penulisan kalimat langsung yang benar dalam penulisan cerpen adalah …

a)

“Teman Ibu,ya? tanya Ita kepada ibunya.”

b)

“Teman Ibu, ya?” Tanya Ita kepada Ibunya.

c)

“Teman Ibu, ya?” tanya Ita kepada ibunya.

d)

“Teman ibu,ya?” tanya Ita kepada ibunya.

9.

Upik masih saja cemberut dari kemarin karena tidak tidak dibelikan kue stroberi di toko dekat rumahnya. Walau ibunya sudah menasihati, Upik tetap saja merengek-rengek kepada ibunya. Ibunya tahu bahwa Upik tidak suka makanan yang manis masam seperti kue stroberi yang dimintanya.

Penggalan cerpen tersebut berisi tentang ….

a)

Setiing

b)

Tema

c)

Alur

d)

Penokohan

10.

Walau tak mampu, aku berjuang sampai titik darah penghabisan untuk bisa meraih cita-cita.

Kalimat tersebut menggunakan majas/gaya bahasa ….

a)

Repetisi

b)

Alegori

c)

Hiperbola

d)

Metafora

11.

Aku mempunyai seorang teman di kelasku yang baru. Pertama-tama dia mulai mendekatiku. Aku sangat senang mempunyai seorang teman baru. Dia sangat pintar. Selain itu dia juga lucu dan enak diajak bicara. Sejak saat itu dia selalu bersama-sama denganku di mana saja, bagai sampul lengket dengan prangko.

Penggalan cerpen tersebut mengandung majas/gaya bahasa ….

a)

metafora

b)

simile

c)

hiperbola

d)

personifikasi

12.

Bacalah teks berikut!

Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.

“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.

Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!

Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.

Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.


Di mana setting tempat pada paragraf pertama?

(a)  

13.

Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.

“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.

Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!

Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.

Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.


Siapa tokoh utama dalam penggalan cerpen di atas?

(a)  

14.

Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.

“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.

Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!

Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.

Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.

Bagaimana watak tokoh utama yang digambarkan dalam paragraf pertama?

(a)  

15.

Pagi itu sangat cerah. Semua berjalan dengan lancar. Jarang sekali hal ini terjadi, bahkan hanya sebulan sekali aku bisa bangun sepagi ini. Sebenarnya semuanya sudah kusiapkan kemarin malam. Yang kulakukan sekarang hanya mempersiapkan diri. Setelah semua siap, aku pun berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah untuk berkemah bersama teman-teman serta guruku.

“ Bu, aku berangkat dulu ya!”kataku kepada ibu.

Tak lama kemudian ibuku menyahut,“Iya Eno, hati-hati di jalan!

Aku pun berangkat ke sekolah naik angkutan umum.

Pagi itu pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah. Suasana sekolah sudah ramai sekali karena anak-anak sudah datang. Semua mengobrol tentang barang-barang yang mereka bawa. Ada yang membawa matras, tikar, makanan, bantal guling, dan masih banyak lagi. Walaupun saat itu sekolah sudah ramai, bapak dan ibu guru baru datang pukul 07.00.

Menggunakan alur apa penggalan cerpen di atas?

(a)  

16.

contoh majas perumpamaan

a)

Wataknya keras seperti batu

b)

Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.

c)

Wajar saja semua warga dijadikan kaki tangan Pak Bowo, mereka mudah sekali meminta bantuan pada orang terkaya itu

d)

Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai Lovina

17.

Contoh Majas Metafora

a)

Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik, sehingga berbuah manis.

b)

Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya

c)

Pikirannya pasti melayang kemana-mana karena banyak masalah beberapa waktu belakangan

d)

Memang cantik rupa si Aisyah, bagaikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya

18.

Contoh Majas Personifikasi

a)

Mukanya putih bersih seperti susu

b)

Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.

c)

Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku Ayah

d)

Pendiriannya kuat bagaikan batu karang

19.

Contoh Majas Hiperbola....

a)

Mentalnya tangguh seperti baja, membuatnya semakin idealis

b)

Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai Lovina

c)

Singa memang kuat, sehingga pantas kalau ia dijuluki raja hutan

d)

Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.

20.

Contoh majas alegori....

a)

Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari diatas kertas.

b)

Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik, sehingga berbuah manis.

c)

Dua kakak beradik itu seperti air dan minyak, bertengkar saja kerjanya

d)

Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.