WorksheetsBahasa Indonesia Teks Cerpen 9
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Siang begitu terik. Wasis sedang menunggu angkutan yang akan membawanya pulang. Tiba-tiba dia melihat selembar uang kertas jatuh dari kantong celana seorang pemuda. Selembar uang lima puluh ribuan itu segera diinjaknya. ”Lumayan buat beli jajan,” pikir Wasis. Setelah pemilik uang naik ke angkutan dipungutnya uang itu.Tapi kemudian hatinya gundah. Wasis takut berdosa,tapi untuk mengembalikan uang tersebut tidak jelas tidak mungkin sebab si pemilik sudah lenyap dari pandangan.
Amanat yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah . . .
Jangan sia-siakan rezeki yang datang
Jangan gundah jika menemukan uang
Jangan terlalu banyak jajan
Jadilah anak yang jujur
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Siang begitu terik. Wasis sedang menunggu angkutan yang akan membawanya pulang. Tiba-tiba dia melihat selembar uang kertas jatuh dari kantong celana seorang pemuda. Selembar uang lima puluh ribuan itu segera diinjaknya. ”Lumayan buat beli jajan,” pikir Wasis. Setelah pemilik uang naik ke angkutan dipungutnya uang itu.Tapi kemudian hatinya gundah. Wasis takut berdosa,tapi untuk mengembalikan uang tersebut tidak jelas tidak mungkin sebab si pemilik sudah lenyap dari pandangan
Bukti watak Wasis curang,terdapat pada kalimat ....
“Lumayan buat beli jajan,” pikir Wasis.
Tapi kemudian hatinya gundah
Tiba-tiba ia melihat selembar uang kertas lima puluh ribuan jatuh
Setelah pemilik uang itu naik angkutan, dipungutnya uang itu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan
Kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang .…
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan
Berdasarkan strukturnya, kutipan cerpen tersebut merupakan bagian .…
orentasi
rangkaian kejadian
komplikasi
resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Perlawanan terhadap alam itu berakhir ketika tahun yang oleh peneliti disebut El Nino itu tiba. Kekeringan membakar kampung saya. Banyak bangunan dan lahan yang hangus. Saat musim hujan tiba banjir besar melanda. Rumah-rumah hanya kelihatan atapnya. Saya sedang duduk di atas atap rumah ketika bantuan puluhan perahu itu tiba.
Berdasarkan strukturnya, kutipan cerpen tersebut merupakan bagian .…
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Bacalah dengan cermat kutipan cerpen di bawah ini!
Sebenarnya rambut pemuda itu sudah terlalu panjang, tetapi karena bentuknya kriting, sehingga terkesan kurang terurus. Bentuk mukanya yang bulat membuat rambutnya yang gondrong itu menutupi sebagian mukanya.
Perawakannya pun tidak terlalu tinggi. Warna kulitnya sawo matang sedikit gelap. Dengan baju yang tampak tidak pernah disetrika, membuat penampilannya kurang menarik bagi kaum hawa
Berdasarkan strukturnya, kutipan cerpen tersebut merupakan bagian .…
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
(1) Sapaan tidak terlalu keras itu mengejutkan Arini. (2) Mungkin karena senyapnya ruang perpustakaa itu.(3) Arini menyungging senyum pada si penyapa. (4) “Intan ngga ikut?” lanjut Andi sembari meneliti judul-judul buku pada rak di hadapan mereka.(5) “Ngga,mana mau dia diajak ke perpustakaan.Dia lebih memilih bermain atau tidur,” lanjut Arini. (6) Dari dulu sifatnya tidak pernah berubah.”
Bukti latar tempat kutipan cerpen tersebut di perpustakaan ditandai dengan nomor ....
(1), (2), (3)
(2), (3),(4)
(2), (4), (5)
(3), (5), (1)
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
(1). Harum bunga kopi merayap dibawa angin.
(2). Bintang bertaburan di langit.
(3). Suara jangkrik dan kodok menjadi musik alam.
(4). Aku serasa sedang berada di surga
Bukti latar waktu pada kutipan cerpen tersebut malam hari ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
Ingin rasanya aku berteriak mendengar pertanyaan bodoh adikku ini. Biasanya aku akan bilang, “Ya enggak gitu, bodoh!” Tapi mama sudah melarangku mengatakan kata itu lagi. Katanya, anak baik tidak boleh berkata kasar. “ Priska tidak bodoh, Vin. Dia ingin pintar seperti kamu, “kata Mama.
Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut ....
tegang dan kesal
sedih dan kecewa
tegang dan haru
senang dan tenang
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
“Emak, berapa lama lagi bedug magrib?” tanya Marni sambil mendekat padanya kemudian menyandarkan kepalanya di punggung Salamah. Angin sore itu bertiup kencang, menghempas-hempas rumbia gubuknya di bawah jembatan. “Sebentar Nak, sebentar lagi. Lihat langit-langit sudah mulai memerah. Itu pertanda
matahari mau tenggelam dan magrib tiba. Kau sudah mulai lapar, Nak?”
Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah…
siang hari, menjelang adzan dzuhur di jembatan
sore hari, menjelang magrib di gubuk deket jembatan
sore hari, magrib, di bawah kolong jembatan
sore hari, menjelang magrib, di gubuk, di bawah jembatan
