wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PEDAGOGIK KB 1

Total questions: 108

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

. Di dalam prosespembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi dimana ia bebas untuk mengumpulkan data , membuat dugaan (hipotesis), mencoba – coba (trial anderror), mencari dan menemukan keteraturan ( pola ), menggeneralisasi atau menyusunrumus beserta bentuk umum, membuktikan benartidaknya dugaan itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar....

a)

Humanistic

b)

Konstruktivistik

c)

Sibernetik

d)

Kognitivistik

2.

Tokoh teori belajar dari Behavioristik

a)

Thorndike skiner

b)

Ausubel, bruner, haburmas

c)

Piaget,skiner,Peter honey

d)

Haburmas,Alan Mumford, David kolb

3.

Thorndike (Schunk, 2012) kemudian merumuskan peran yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran, yaitu

a)

Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya.

b)

Berhati-hati jangan sampai membentuk kebiasaan yang nantinya harus diubah, karena mengubah kebiasaan yang telah terbentuk adalah hal yang sangat sulit

c)

Jangan membentuk kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.

d)

Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.

e)

kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan dalam konsep

4.

Operant conditioning yang di bawa oleh

a)

Skiner

b)

Thorduke

c)

Aunsabel

d)

piaget

5.

Tokoh teori belajar kognitip

a)

Piaget,skiner,Peter honey

b)

Alan Mumford, David kolb, bruner

c)

Haburmas,Alan Mumford, David kolb

d)

David Ausubel erome Bruner piaget

6.

tokoh dari tahap perkembangan Sensorimotor,Properasiona,Operasional Kongkrit,Operasional formal

a)

Piaget

b)

Thurduke

c)

Jerome Bruner

d)

David Ausubel

7.

Tahap sensomotorik umur 0-2 ciri perkembangan adalah

a)

Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah

b)

Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif

c)

• Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan

d)

Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas

8.

Properasional 2 - 7/8 tahun 2 - 7/8 Ciri Pokok Perkembangan

a)

Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah

b)

Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan

c)

Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas

d)

Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif

9.

Operasional Kongkrit Operasional Kongkrit 7/8 - 11/12 tahun Ciri Pokok Perkembangan

a)

Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah

b)

Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif

c)

Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan

d)

Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas

10.

Operasional formal 11/12 - 18 tahun Ciri Pokok Perkembangan

a)

Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas

b)

Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif

c)

Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan

11.

Bruner. Beliau adalah seorang pengikut setia teori kognitif, khususnya dalam studi perkembangan fungsi kognitif. Ia menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut:

a)

Perkembangan intelektual ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi rangsangan.

b)

Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan system penyimpanan informasi secara realis

c)

Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain memalui kata-kata atau lambang tentang apa yang akan dilakukan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan pada diri sendiri.

d)

Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya.

e)

Perkembangan kognitif ditandai dnegan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi.

12.

Tahap enaktif

Tahap ikonik

Tahap simbilik

a)

Pioget

b)

Jerome Bruner

c)

aunsabel

d)

habernas

13.

Tokoh Teori belajar Konstruktivistik

a)

Driver dan Oldhan Lev Vygotsky

b)

Jean Piaget

c)

Jerome Bruner

d)

David Ausubel

14.

Vygotsky mengemukakan ada empat tahapan ZPD yang terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran

a)

Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain.

b)

Tindakan anak yang didasarkan atas inisiatif sendiri.

c)

Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi.

d)

Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir abstrak.

e)

Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir konsep n menganalisis

15.

Merupakan tanda-tanda atau lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya

a)

mediasi

b)

semantik

c)

Scafholding

16.

Tandatanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu diluar pemahamannya ini didapat dari hal yang belum ada di sekitar kita, kemudian dibuat oleh orang yang lebih faham untuk membantu mengkontruksi pemikiran kita dan akhirnya kita menjadi faham terhadap hal yang dimaksudkan

a)

Mediasi semantik

b)

Mediasi nometik

c)

Mediasi semiontik

d)

Scafholding

17.

Tanda-tanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya ini didapat dari hal yang memang sudah ada di suatu lingkungan

a)

Mediasi semantik

b)

mediasi semiotik

c)

Scafholding

18.

Tokoh teori Belajar Humanistik

a)

David A. Kolb Peter Honey dan Alan Mumford n Jurgen Hubermas

b)

David A. Kolb David Ausubel dan Alan Mumford n Jurgen Hubermas

c)

Jean pioget Bruner Vygotsky

d)

David Ausubel Bruner habernas

19.

Peserta didik tipe aktivis,

Peserta didik tipe reflektor,

Peserta didik tipe teoris

Peserta didik tipe pragmatis pandangan tersebut menurut

a)

Peter Honey dan Alan Mumford

b)

Habernas

c)

Vigosty

d)

Jerume Bruner

20.

Benjamin Samuel Bloom,Jurgen Hubermas ,n Peter Honey dan Alan Mumford, David A. Kolb Tokoh teori belajar

a)

Kognitip

b)

Humanistik

c)

Kontruktivisme

d)

Behabioristik

21.

Di dalam prosespembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi dimana ia bebas untuk mengumpulkan data , membuat dugaan (hipotesis), mencoba – coba (trial anderror), mencari dan menemukan keteraturan ( pola ), menggeneralisasi atau menyusunrumus beserta bentuk umum, membuktikan benartidaknya dugaan itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar....

a)

Humanistic

b)

Konstruktivistik

c)

Sibernetik

d)

Kognitivistik

22.

Pada tahap konseptualisasi, kemampuan ygdimiliki oleh pesertadidik adalah...

a)

Mampu membuat peraturan

b)

Mampu memahami sebuah kejadian

c)

Mampu memahami masalah

d)

d. Mampu mengalami sebuah kejadian

23.

Menurut Bruner, apabila seseorang memahami obyek-obyek atau dunianya melalui gambar - gambar dan visualisasi verbal dengan kata lain peserta didik belajar melalui bentuk perumpamaan atau perbandingan, hal ini merupakan tahapan dari....

a)

Ikonik

b)

Simbolik

c)

Enaktif

24.

Dibawahini adalah tipebelajar menurut Habermas, kecuali

a)

Belajar praktis

b)

Belajar teknis

c)

Belajar emansipatoris

d)

Belajar aktif

e)

Belajar konsep

25.

Seluruh komponen pendidikan memiliki tujuan yg sama yaitu terbentuknya manusia yang ideal, manusia yg dicita-citakan, yaitu manusia yang mampu mencapai aktualisasi diri. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari teori ...

a)

Sibernetik

b)

Konstruktivistik

c)

c. Kognitivistik

d)

d. Humanistik

26.

Teori belajar yg mengutamakan perubahan tingkah laku pada individu yg belajar dengan mengutamakan hubungan stimulus dan respon merupakan teori belajar.

a)

a. Kognitivistik

b)

b. Konstruktivistik

c)

c. Humanistik

d)

d. Behavioristik

27.

Contoh penerapan teori behavioristik yg bisa dilakukan oleh guru dalam praktik pembelajaran adalah....

a)

a. Memberikan penjelasan pengetahuan baru

b)

b. Membimbing siswa dalam memperoleh pengetahuan baru

c)

c. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka kengekspresikan gagasannya

d)

e. Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa penataan lingkungan belajar

28.

Apabila dalam proses belajar peserta didik melakukan sesuatu sampaidengan mendapatkan respon yg tepat dan sesuai dengan apa yg diinginkan serta menghilangkannya apabila dirasakan tidak sesuai, hal ini merupakan prinsip belajar dari ....

a)

Conditioning

b)

Shaping

c)

Konseptualisasi

d)

Stimulus respon

e)

Trial and error

29.

11. Kemampuan berfikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan obyek-obyek bersifat konkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia

a)

A. 0 – 2 tahun

b)

B. 2 — 7 tahun

c)

C. 7 — 11/12 tahun

d)

D. 11/12/ — 14/15 tahun

30.

Tahap Perkembangan Kognitif Piaget sensorimotor pada umu

a)

a. 0 – 2 tahun

b)

b. 2 – 7/8 tahun

c)

c. 7/8 th – 11/12 th

d)

d. 11/12 th – 18 th

31.

Tahap Perkembangan Kognitif Piaget operasianal kongrit pada umur

a)

0 – 2 tahun

b)

2 – 7/8 tahun

c)

7/8 th – 11/12 th

d)

11/12 th – 18 th

32.

14.Tahap Perkembangan Kognitif Piaget properasional pada umur

a)

0 – 2 tahun

b)

2 – 7/8 tahun

c)

7/8 th – 11/12 th

d)

11/12 th – 18 th

33.

Tahap Perkembangan Kognitif Piaget operasional formal pada umur

a)

0 – 2 tahun

b)

2 – 7/8 tahun

c)

7/8 th – 11/12 th

d)

11/12 th – 18 th

34.

Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf merupakan teori yang disampaiakn oleh ….

a)

Piaget

b)

Gardner

c)

Ausubel

d)

Bruner

e)

Guthrie

35.

Yang termasuk kawasan afektif

a)

Receiving, naturalisasi,karakterisasi, ketepatan

b)

Peniruan,valuing,organization,perangkaian

c)

Receiving,valuing, organizational, karakterisasi

d)

Receiving,valuing, organizational, karakterisasi

36.

Urutan komponen afektif yang benar

a)

Responding,receiving, valuing, karakterisasi, organization

b)

Receiving,responding,valuing, karakterisasi, organization

c)

Receiving,responding,valuing, karakterisasi, organization

d)

Receving,responding,valuing, organization, karakterisasi

37.

Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Pengamatan aktif

c)

Eksperimen aktif

d)

Konseptualisasi

38.

Peserta didik bertipe teoris

a)

Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan

b)

Tidak suka bertele- tele,praktis

c)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

39.

Tipe ini biasanya sangat kritis, suka menganalisis, selalu berfikir rasional menggunakan penalarannya. Segala pendapat pendapat harus berlandaskan dengan teori sehingga. Mereka tidak menyukai penilaian yang bersifat subyektif. Dalam melakukan atau memutuskan sesuatu, kelompok teoris penuh dengan pertimbangan, sangat skeptis dan tidak menyukai hal-hal yang bersifat spekulatif

a)

Peserta didik tipe aktivis,

b)

Peserta didik tipe teoris

c)

Peserta didik tipe reflector

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

40.

Tipe ini menaruh perhatian besar terhadap aspekaspek praktis dalam segala hal, mereka tidak suka bertele-tele dalam membahas aspek toeritis-filosofis dari sesuatu. Bagi mereka, sesuatu dikatakan ada gunanya dan baik hanya jika bisa dipraktikkan

a)

Peserta didik tipe aktivis,

b)

Peserta didik tipe reflector

c)

Peserta didik tipe teoris

d)

Peserta didik tipe pragmatis

41.

Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe kecuali

a)

Peserta didik tipe aktivis,

b)

Peserta didik tipe reflector

c)

Peserta didik tipe teoris

d)

Peserta didik tipe pragmatis

e)

Peserta tipe Teknis

42.

Peserta didik bertipe reflektor

a)

Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan

b)

Tidak suka bertele- tele,praktis

c)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

43.

Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe kecuali

a)

Peserta didik tipe aktivis,

b)

Peserta didik tipe reflector

c)

Peserta didik tipe teoris

d)

Peserta didik tipe pragmatis

e)

Peserta tipe Teknis

44.

Peserta didik bertipe reflektor

a)

Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan

b)

Tidak suka bertele- tele,praktis

c)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

45.

Peserta didik bertipe pragmatis

a)

Tidak suka bertele- tele,praktis

b)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

c)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

46.

Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan

a)

Tidak suka bertele- tele,praktis

b)

Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan

c)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

47.

Peserta didik bertipe aktivis

a)

mendapat pengalaman baru

b)

Tidak suka bertele- tele,praktis

c)

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain

d)

Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif

48.

Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Eksperimen aktif

c)

Konseptualisasi

d)

Pengamatan aktif dan reflektif

49.

Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Eksperimen aktif

c)

Konseptualisasi

d)

Pengamatan aktif dan reflektif

50.

Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Pengamatan aktif

c)

Eksperimen aktif

d)

Konseptualisasi

51.

Seseorang sudah mulai berupaya membuat abtraksi, mengembangkan suatu teori ,konsep,atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yg menjadi obyek perhatianya tersbut pada tahap

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Eksperimen aktif

c)

Konseptualisasi

d)

Pengamatan aktif dan reflektif

52.

peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

a)

Pengalaman kongkrit

b)

Eksperimen aktif

c)

Konseptualisasi

d)

Pengamatan aktif dan reflektif

53.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman kongrit

a)

a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

b)

b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

54.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman aktif dan reflektif

a)

a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

b)

b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

55.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman aktif dan reflektif

a)

peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

b)

Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

56.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman eksperimen aktif

a)

peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

b)

Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

57.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman konsetualisasi

a)

a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama

b)

b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

58.

Yang termasuk tahapan belajar pengalaman konsetualisasi

a)

a. seseorang sudah mulai berupya membuat abtraksi ,mengembangkan teori ,konsep hukum atau prosedur

b)

b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap

c)

c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap

d)

d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap

59.

Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain dengan tujuan mendaptkan pengalaman -pengalaman baru pertanyaan tersebut pserta didi tipe

a)

a. Aktivis

b)

b. Reflector

c)

c. Teoris

d)

d. prgmatis

60.

Tidak suka bertele- tele,praktis peserta didik tipe

a)

a. Aktivis

b)

b. Reflector

c)

c. Teoris

d)

d. pragmatis

61.

menganalisis selalu berpikir rasional mengunakan penalaranya .segala pendapat berdasarkan teori termsuk peserta didik tipe

a)

a. Aktivis

b)

b. Reflector

c)

c. Teoris

d)

d. prgmatis

62.

siswa cenderung berhati -hati mengambil lgkah dan pertimbangan konservatif mempertimbngkan baik buruk dan untung rugi diperhitungkan dengan cermat dalam memutuskan sesuatu jeni pserta didik tipe

a)

a. Aktivis

b)

b. Reflector

c)

c. Teoris

d)

d. prgmatis

63.

Implikasi teori belajar konstruktivis pada pembelajaran modern

a)

Powerpoint dan multimedia

b)

Multimedia dan web learning

c)

Multimedia dan web learning

d)

Web learning dan social meddia learning

64.

Implikasi teori belajar behabioristik pada pembelajaran modern

a)

Powerpoint dan multimedia

b)

Multimedia dan web learning

c)

Web learning dan social meddia learning

65.

Yang bukan termasuk prinsip prinsip teori konstruktivis

a)

Pengetahuan di bangun peserta didik

b)

Tekanan hasil belajar terletak pada peserta didik

c)

Mengajar adalah membantu peserta didik

66.

Yang bukan termasuk tahap ZPD vygotski

a)

Tindakan anak di bantu orang lain

b)

Tindakan anak di bantu teman sebaya

c)

Tindakan anak inisiatif sendiri

d)

Tindakan anak berkembang spontan

67.

Tiga tahap teori belajar konstruktivis vygotski yang benar

a)

Hukum genetik pertumbuhan,ZPD, mediasi

b)

Hukum genetik perkembangan, mediasi, scafholding

c)

Hukum genetik perkembangan, ZPD, mediasi

d)

Scafholding, mediasi, hukum genetik pertumbuhan

68.

Teori belajar yang titik tekan utamanya adalah pada bagaimana seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu Zona keterbatasan dirinya

a)

ZPD dan meditasi

b)

ZPD dan mediasi

c)

Mediasi dan pertumbuhan

d)

Meditasi dan scafholding

69.

Urutan-urutan konstruktivisme yang benar menurut driver y Oldhan

a)

Orientasi, elitasi, review, rekonstruksi ide, penggunaan ide

b)

Orientasi, review, elitasi, rekonstruksi ide, penggunaan ide

c)

Elitasi, orientasi, rekonstruksi i ide, penggunaan ide, review

d)

Orientasi, elitasi, rekonstruks i ide, penggunaan ide, review

70.

Tokoh dari teori belajar konstruktivis

a)

Skiner, thordmik, David kolb

b)

Vygotski, driver dan Oldhan

c)

Oldhan,piaget, Davd kolb

d)

Anderson kartwol, Ausubel,bruner

71.

Memformasikan advance organizer dapat di lakukan denga

a)

Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik

b)

Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari

c)

Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari

d)

Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik

72.

Fase - fase dalam teori kognitif Ausubel

a)

Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik

b)

Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari

c)

Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari

d)

Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik

73.

Memformasikan advance organizer dapat di lakukan denga

a)

Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik

b)

Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari

c)

Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari

d)

Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik

74.

Fase - fase dalam teori kognitif Ausubel

a)

Perencanaan, penilaian

b)

Penilaian, perkembangan

c)

Perencanaan pelaksanaan

d)

Perkembangan, pelaksanaan

75.

Urutan perkembangan kognitif bruner yang benar

a)

Simbolik, ikonik, enaktif

b)

Ikonik, simbolik, enaktif

c)

Enaktif, ikonik, simbolik

d)

Ikonik, kongkrit, simbolik

76.

Informasi umum yang mewadahi semua isi pelajaran yang akan di ajarkan oleh Ausubel di sebut

a)

Instructional conten

b)

Advance organizer

c)

Pembelajaran bermakna

d)

Mimetic

77.

Seseorang telah mampu memiliki ide-ide, gagasan abstrak,berada pada tahap

a)

Enaktif

b)

Ikonik

c)

Simbolik

d)

Kongkrit

78.

Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik mengutamakan terjadinya interaksi yang harmonis antara sesama manusia merupakan belajar....

a)

A. Teoritis

b)

B. Praktis

c)

C. Mandiri

d)

D. Emansipatori

79.

Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar merupakan belajar....

a)

A. Teoritis

b)

B. Praktis

c)

C. Mandiri

d)

E. Teknis

80.

Teori kognitivistik dalam pembelajaran biasanya memiliki ciri....

a)

A. Proses belajar dimana dilakukan pembentukan struktur kognitif.

b)

B. Belajar merupakan perubahan tingkah laku karena adanya stimulus berulang-ulang

c)

C. Proses belajar dalam menyusun konsep berpikir

d)

D. Memanusiakan manusia itu sendiri.

e)

E. Tahap belajar dimana materi dan media diperlukan penyesuaian terhadap struktur kognitif.

81.

Contoh penerapan teori behaviorisme yang dilakukan oleh guru saat ini dalam media digital dalam praktik pembelajaran adalah?

a)

Powerpoint dan Microsoft Word

b)

Powerpoint dan multimedia

c)

Internet dan media Zoom

d)

Internet dan Powerpoint

82.

Teori yang menyatakan bahwa peserta didik selama kegiatan belajar lebih ditekankan untuk aktif berpikir, menyusun konsep-konsep serta memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari dan yang paling penting terwujudnya belajar adalah niat peserta didik itu sendiri merupakan aliran dari teori?

a)

Kognitivistik

b)

Behavioristik

c)

Konstruktivis

d)

Humanistic

83.

Pengetahuan siswa dapat dibentuk melalui kegiatan aktif siswa dalam menggunakan benda-benda nyata. Misalkan keterampilan berhitung dengan menghitung banyaknya pensil warna yang dimiliki siswa. Menurut Brunner termasuk pada tahapan belajar..

a)

A. Simbolik

b)

B. Ikonik

c)

C. Enaktif

d)

D. Intuitif

84.

Salah satu proses kognitif dalam pembelajaran adalah "menerapkan" yang bermakna...

a)

A. Melakukan atau menggunakan tata cara atau prosedur didalam situasi yang tidak seperti biasanya.

b)

B. Memecahkan materi ke dalam bagian² dan menentukan bagaimana bagian² itu terhubungkan antar bagian.

c)

C. Membangun arti dari proses pembelajaran termasuk komunikasi lisan, tertulis dan gambar nyata.

d)

D. Mengidentifikasi hal hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

85.

Seorang anak yang terbiasa disuapi oleh ibunya, pada waktu ibunya meninggal dunia anak ini tidak mau makan. Kondisi ini disebut extinction atau penghilangan yang dikenal dalam teori

a)

Connectionism dari Thorndike

b)

Behaviorism dari Watson

c)

Operant conditioning dari Skinner.

d)

Clasical conditioning dari Pavlov

86.

Tahap dimana anak mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan melipat dan membagi merupakan tahap......

a)

Sensorimotorik

b)

Praoperasional

c)

Operasional formal

d)

Operasional konkrit

87.

Dalam pandangan J. Hubermas, type belajar yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu alam atau sains disebut....

a)

Belajar praktis

b)

Belajar teknis

c)

Belajar emansipatory

d)

Belajar aktif

88.

Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar merupakan belajar....

a)

A. Teoritis

b)

B. Praktis

c)

C. Mandiri

d)

E. Teknis

89.

Salah satu pembelajaran behavioristik ialah pembelajaran terprogram yang merupakan pengembangan dari prinsip pembelajaran....

a)

A. Meaningful learning

b)

B. Mimetik

c)

C. Free discovery learning

d)

D. Operant conditioning

90.

Pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis atau tes adalah....

a)

A. Meaningful learning

b)

B. Mometik

c)

C. Free discovery learning

d)

D. Operant conditioning

91.

Menurut Gagne pengalaman belajar yang diperoleh melalui isyarat atau tanda adalah....

a)

Sinyal

b)

Deskriminasi

c)

Asosiasi verbal

d)

Konsep

92.

Belajar yang menekankan pada upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan sosialnya. Merupakan ciri dari belajar ....

a)

Technical Learning

b)

Collaborative Learning

c)

Partical Learning

d)

Emancipatory LearningE. Emancipatory Learning

93.

Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf merupakan teori yang disampaiakn oleh ….

a)

Gardner

b)

Ausubel

c)

Bruner

d)

Piaget

94.

Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topic dengan memberi kesempatan melakukan observasi adalah..

a)

a. Orientasi

b)

b. Elastisitas

c)

c. Restrukturisasi ide

d)

d. Penggunaan ide baru

95.

Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu siswa mengungkapkan idenya dengan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster dan lain-lain adalah...

a)

A. Review

b)

B. Penggunaan ide baru

c)

C. Elastisitas

d)

D. Orientasi

96.

Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru adalah...

a)

Review

b)

Penggunaan ide baru

c)

Elastisitas

d)

Restrukturisasi ide

97.

Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi adalah...

a)

A. Review

b)

B. Penggunaan ide baru

c)

C. Elastisitas

d)

D. Orientasi

98.

jika sebuah respon menghasilkan efek yg memuaskan, maka hub Stilumus-Respons semakin kuat. sebaliknya semakin tdk memuaskan efek yang dicapai respons, maka smkin lemah pula hub yg terjadi antara stimulus -respons mrpkn teori bljr behaviorisme....

a)

law of respondent conditioning

b)

law of effect

c)

law of contigous conditioning

d)

law of exercise

99.

kawasam kognitip Meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama diajarkan peryataan itu makna dari

a)

mengingat

b)

b. mengerti

c)

c. menganalisis

d)

d. menilai

100.

kawasam kognitip memecah bahan-bahan ke dalam unsur-unsur pokoknya dan menetukan bagaimaa bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain dan kepada seluruh struktur peryataan tersebut makna dari

a)

mengingat

b)

mengerti

c)

menganalisis

d)

menilai

101.

kawasam kognitip mampu membangun arti dai pesan pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tulisan maupun grafis.

a)

mengingat

b)

mengerti

c)

menganalisis

d)

menilai

102.

kawasam kognitip Menggunakan prosedur untuk mengerjakan latihan maupun memecahkan masalah

a)

a. mengingat

b)

b. memakai

c)

c. menganalisis

d)

d. menilai

103.

Kawasan kognitif meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama diajarkan peryatan afektip tingkatan

a)

a. menganalisis

b)

b. Memakai

c)

c. menilai

d)

d. mencipta

e)

e. mengingat

104.

anderson dan krathwohl melakukan revisi kawasan kognitip dantaranya

a)

a. mengingat,mengerti,memakai,menganalisis,menilai,mencipta

b)

b. penerimaan,pemberian,pengorganisasian,karakterisasi.

c)

c,peniruan,penggunaan,ketepatan,perangkain,naturalisasi

d)

d.mengingat,mengarti,penggunaan,penilain,mencipta

105.

kawasasan afektif kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya peryataan berikur termasuk

a)

Penerimaan (receiving)

b)

Pemberian respons (responding)

c)

Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)

d)

Pengorganisasian (organization)

106.

kawasasan afektif meliputi sikap ingin merespons, puas dalam memberi respons

a)

Penerimaan (receiving)

b)

b. Pemberian respons (responding)

c)

c. Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)

d)

d. Pengorganisasian (organization)

107.

kawasasan afektif meluputi menjadikan nilai-nilai sebagai bagian pola hidupnya

a)

Penerimaan (receiving)

b)

Pemberian respons (responding)

c)

Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)

d)

Pengorganisasian (organization)

e)

Karakterisasi (characterization)

108.

kawasasan afektif meliputi menghubungkan nilai- nilai yang dipercayainya.

a)

Penerimaan (receiving)

b)

Pemberian respons (responding)

c)

Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)

d)

Pengorganisasian (organization)

e)

Karakterisasi (characterization)