Font size
WorksheetsSOAL PEDAGOGIK KB 1
Total questions: 108
Worksheet time: 48mins
. Di dalam prosespembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi dimana ia bebas untuk mengumpulkan data , membuat dugaan (hipotesis), mencoba – coba (trial anderror), mencari dan menemukan keteraturan ( pola ), menggeneralisasi atau menyusunrumus beserta bentuk umum, membuktikan benartidaknya dugaan itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar....
Humanistic
Konstruktivistik
Sibernetik
Kognitivistik
Tokoh teori belajar dari Behavioristik
Thorndike skiner
Ausubel, bruner, haburmas
Piaget,skiner,Peter honey
Haburmas,Alan Mumford, David kolb
Thorndike (Schunk, 2012) kemudian merumuskan peran yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran, yaitu
Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya.
Berhati-hati jangan sampai membentuk kebiasaan yang nantinya harus diubah, karena mengubah kebiasaan yang telah terbentuk adalah hal yang sangat sulit
Jangan membentuk kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan dalam konsep
Operant conditioning yang di bawa oleh
Skiner
Thorduke
Aunsabel
piaget
Tokoh teori belajar kognitip
Piaget,skiner,Peter honey
Alan Mumford, David kolb, bruner
Haburmas,Alan Mumford, David kolb
David Ausubel erome Bruner piaget
tokoh dari tahap perkembangan Sensorimotor,Properasiona,Operasional Kongkrit,Operasional formal
Piaget
Thurduke
Jerome Bruner
David Ausubel
Tahap sensomotorik umur 0-2 ciri perkembangan adalah
Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah
Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif
• Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan
Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas
Properasional 2 - 7/8 tahun 2 - 7/8 Ciri Pokok Perkembangan
Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah
Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan
Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas
Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif
Operasional Kongkrit Operasional Kongkrit 7/8 - 11/12 tahun Ciri Pokok Perkembangan
Berdasarkan tindakan • Langkah demi langkah
Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif
Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan
Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas
Operasional formal 11/12 - 18 tahun Ciri Pokok Perkembangan
Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitas
Penggunaan symbol/Bahasa tanda • Konsep intiutif
Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalan
Bruner. Beliau adalah seorang pengikut setia teori kognitif, khususnya dalam studi perkembangan fungsi kognitif. Ia menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut:
Perkembangan intelektual ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi rangsangan.
Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan system penyimpanan informasi secara realis
Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain memalui kata-kata atau lambang tentang apa yang akan dilakukan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan pada diri sendiri.
Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya.
Perkembangan kognitif ditandai dnegan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi.
Tahap enaktif
Tahap ikonik
Tahap simbilik
Pioget
Jerome Bruner
aunsabel
habernas
Tokoh Teori belajar Konstruktivistik
Driver dan Oldhan Lev Vygotsky
Jean Piaget
Jerome Bruner
David Ausubel
Vygotsky mengemukakan ada empat tahapan ZPD yang terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran
Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain.
Tindakan anak yang didasarkan atas inisiatif sendiri.
Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi.
Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir abstrak.
Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir konsep n menganalisis
Merupakan tanda-tanda atau lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya
mediasi
semantik
Scafholding
Tandatanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu diluar pemahamannya ini didapat dari hal yang belum ada di sekitar kita, kemudian dibuat oleh orang yang lebih faham untuk membantu mengkontruksi pemikiran kita dan akhirnya kita menjadi faham terhadap hal yang dimaksudkan
Mediasi semantik
Mediasi nometik
Mediasi semiontik
Scafholding
Tanda-tanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya ini didapat dari hal yang memang sudah ada di suatu lingkungan
Mediasi semantik
mediasi semiotik
Scafholding
Tokoh teori Belajar Humanistik
David A. Kolb Peter Honey dan Alan Mumford n Jurgen Hubermas
David A. Kolb David Ausubel dan Alan Mumford n Jurgen Hubermas
Jean pioget Bruner Vygotsky
David Ausubel Bruner habernas
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe reflektor,
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe pragmatis pandangan tersebut menurut
Peter Honey dan Alan Mumford
Habernas
Vigosty
Jerume Bruner
Benjamin Samuel Bloom,Jurgen Hubermas ,n Peter Honey dan Alan Mumford, David A. Kolb Tokoh teori belajar
Kognitip
Humanistik
Kontruktivisme
Behabioristik
Di dalam prosespembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi dimana ia bebas untuk mengumpulkan data , membuat dugaan (hipotesis), mencoba – coba (trial anderror), mencari dan menemukan keteraturan ( pola ), menggeneralisasi atau menyusunrumus beserta bentuk umum, membuktikan benartidaknya dugaan itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar....
Humanistic
Konstruktivistik
Sibernetik
Kognitivistik
Pada tahap konseptualisasi, kemampuan ygdimiliki oleh pesertadidik adalah...
Mampu membuat peraturan
Mampu memahami sebuah kejadian
Mampu memahami masalah
d. Mampu mengalami sebuah kejadian
Menurut Bruner, apabila seseorang memahami obyek-obyek atau dunianya melalui gambar - gambar dan visualisasi verbal dengan kata lain peserta didik belajar melalui bentuk perumpamaan atau perbandingan, hal ini merupakan tahapan dari....
Ikonik
Simbolik
Enaktif
Dibawahini adalah tipebelajar menurut Habermas, kecuali
Belajar praktis
Belajar teknis
Belajar emansipatoris
Belajar aktif
Belajar konsep
Seluruh komponen pendidikan memiliki tujuan yg sama yaitu terbentuknya manusia yang ideal, manusia yg dicita-citakan, yaitu manusia yang mampu mencapai aktualisasi diri. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari teori ...
Sibernetik
Konstruktivistik
c. Kognitivistik
d. Humanistik
Teori belajar yg mengutamakan perubahan tingkah laku pada individu yg belajar dengan mengutamakan hubungan stimulus dan respon merupakan teori belajar.
a. Kognitivistik
b. Konstruktivistik
c. Humanistik
d. Behavioristik
Contoh penerapan teori behavioristik yg bisa dilakukan oleh guru dalam praktik pembelajaran adalah....
a. Memberikan penjelasan pengetahuan baru
b. Membimbing siswa dalam memperoleh pengetahuan baru
c. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka kengekspresikan gagasannya
e. Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa penataan lingkungan belajar
Apabila dalam proses belajar peserta didik melakukan sesuatu sampaidengan mendapatkan respon yg tepat dan sesuai dengan apa yg diinginkan serta menghilangkannya apabila dirasakan tidak sesuai, hal ini merupakan prinsip belajar dari ....
Conditioning
Shaping
Konseptualisasi
Stimulus respon
Trial and error
11. Kemampuan berfikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan obyek-obyek bersifat konkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia
A. 0 – 2 tahun
B. 2 — 7 tahun
C. 7 — 11/12 tahun
D. 11/12/ — 14/15 tahun
Tahap Perkembangan Kognitif Piaget sensorimotor pada umu
a. 0 – 2 tahun
b. 2 – 7/8 tahun
c. 7/8 th – 11/12 th
d. 11/12 th – 18 th
Tahap Perkembangan Kognitif Piaget operasianal kongrit pada umur
0 – 2 tahun
2 – 7/8 tahun
7/8 th – 11/12 th
11/12 th – 18 th
14.Tahap Perkembangan Kognitif Piaget properasional pada umur
0 – 2 tahun
2 – 7/8 tahun
7/8 th – 11/12 th
11/12 th – 18 th
Tahap Perkembangan Kognitif Piaget operasional formal pada umur
0 – 2 tahun
2 – 7/8 tahun
7/8 th – 11/12 th
11/12 th – 18 th
Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf merupakan teori yang disampaiakn oleh ….
Piaget
Gardner
Ausubel
Bruner
Guthrie
Yang termasuk kawasan afektif
Receiving, naturalisasi,karakterisasi, ketepatan
Peniruan,valuing,organization,perangkaian
Receiving,valuing, organizational, karakterisasi
Receiving,valuing, organizational, karakterisasi
Urutan komponen afektif yang benar
Responding,receiving, valuing, karakterisasi, organization
Receiving,responding,valuing, karakterisasi, organization
Receiving,responding,valuing, karakterisasi, organization
Receving,responding,valuing, organization, karakterisasi
Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
Pengalaman kongkrit
Pengamatan aktif
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Peserta didik bertipe teoris
Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan
Tidak suka bertele- tele,praktis
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Tipe ini biasanya sangat kritis, suka menganalisis, selalu berfikir rasional menggunakan penalarannya. Segala pendapat pendapat harus berlandaskan dengan teori sehingga. Mereka tidak menyukai penilaian yang bersifat subyektif. Dalam melakukan atau memutuskan sesuatu, kelompok teoris penuh dengan pertimbangan, sangat skeptis dan tidak menyukai hal-hal yang bersifat spekulatif
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe reflector
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Tipe ini menaruh perhatian besar terhadap aspekaspek praktis dalam segala hal, mereka tidak suka bertele-tele dalam membahas aspek toeritis-filosofis dari sesuatu. Bagi mereka, sesuatu dikatakan ada gunanya dan baik hanya jika bisa dipraktikkan
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe reflector
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe pragmatis
Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe kecuali
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe reflector
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta tipe Teknis
Peserta didik bertipe reflektor
Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan
Tidak suka bertele- tele,praktis
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe kecuali
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe reflector
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta tipe Teknis
Peserta didik bertipe reflektor
Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan
Tidak suka bertele- tele,praktis
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Peserta didik bertipe pragmatis
Tidak suka bertele- tele,praktis
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan
Tidak suka bertele- tele,praktis
Berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Peserta didik bertipe aktivis
mendapat pengalaman baru
Tidak suka bertele- tele,praktis
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain
Suka menganalisis,sangat kritis,tidak suka spekulatif
Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
Pengalaman kongkrit
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Pengamatan aktif dan reflektif
Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Pengalaman kongkrit
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Pengamatan aktif dan reflektif
Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
Pengalaman kongkrit
Pengamatan aktif
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Seseorang sudah mulai berupaya membuat abtraksi, mengembangkan suatu teori ,konsep,atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yg menjadi obyek perhatianya tersbut pada tahap
Pengalaman kongkrit
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Pengamatan aktif dan reflektif
peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
Pengalaman kongkrit
Eksperimen aktif
Konseptualisasi
Pengamatan aktif dan reflektif
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman kongrit
a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman aktif dan reflektif
a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman aktif dan reflektif
peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman eksperimen aktif
peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman konsetualisasi
a. peserta didik mampu membuat mampu membuat peraturan-peraturan umum (generalisasi)meskipun berbeda-beda tetapi mempunyai landasan yg sama
b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Yang termasuk tahapan belajar pengalaman konsetualisasi
a. seseorang sudah mulai berupya membuat abtraksi ,mengembangkan teori ,konsep hukum atau prosedur
b. Pada tahap seseorang mampu mengaplikasikan konsep-konsep, aturan-aturan ke dalam situasi nyata,mampu memecahkan masalah,pada tahap
c. Seseorang semakin lama akan mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya, berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut,berada dalam tahap
d. Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau sesuatu kejadian tersbut pada tahap
Cenderung aktif,terbuka, menghargai pendapat orang lain dengan tujuan mendaptkan pengalaman -pengalaman baru pertanyaan tersebut pserta didi tipe
a. Aktivis
b. Reflector
c. Teoris
d. prgmatis
Tidak suka bertele- tele,praktis peserta didik tipe
a. Aktivis
b. Reflector
c. Teoris
d. pragmatis
menganalisis selalu berpikir rasional mengunakan penalaranya .segala pendapat berdasarkan teori termsuk peserta didik tipe
a. Aktivis
b. Reflector
c. Teoris
d. prgmatis
siswa cenderung berhati -hati mengambil lgkah dan pertimbangan konservatif mempertimbngkan baik buruk dan untung rugi diperhitungkan dengan cermat dalam memutuskan sesuatu jeni pserta didik tipe
a. Aktivis
b. Reflector
c. Teoris
d. prgmatis
Implikasi teori belajar konstruktivis pada pembelajaran modern
Powerpoint dan multimedia
Multimedia dan web learning
Multimedia dan web learning
Web learning dan social meddia learning
Implikasi teori belajar behabioristik pada pembelajaran modern
Powerpoint dan multimedia
Multimedia dan web learning
Web learning dan social meddia learning
Yang bukan termasuk prinsip prinsip teori konstruktivis
Pengetahuan di bangun peserta didik
Tekanan hasil belajar terletak pada peserta didik
Mengajar adalah membantu peserta didik
Yang bukan termasuk tahap ZPD vygotski
Tindakan anak di bantu orang lain
Tindakan anak di bantu teman sebaya
Tindakan anak inisiatif sendiri
Tindakan anak berkembang spontan
Tiga tahap teori belajar konstruktivis vygotski yang benar
Hukum genetik pertumbuhan,ZPD, mediasi
Hukum genetik perkembangan, mediasi, scafholding
Hukum genetik perkembangan, ZPD, mediasi
Scafholding, mediasi, hukum genetik pertumbuhan
Teori belajar yang titik tekan utamanya adalah pada bagaimana seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu Zona keterbatasan dirinya
ZPD dan meditasi
ZPD dan mediasi
Mediasi dan pertumbuhan
Meditasi dan scafholding
Urutan-urutan konstruktivisme yang benar menurut driver y Oldhan
Orientasi, elitasi, review, rekonstruksi ide, penggunaan ide
Orientasi, review, elitasi, rekonstruksi ide, penggunaan ide
Elitasi, orientasi, rekonstruksi i ide, penggunaan ide, review
Orientasi, elitasi, rekonstruks i ide, penggunaan ide, review
Tokoh dari teori belajar konstruktivis
Skiner, thordmik, David kolb
Vygotski, driver dan Oldhan
Oldhan,piaget, Davd kolb
Anderson kartwol, Ausubel,bruner
Memformasikan advance organizer dapat di lakukan denga
Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik
Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari
Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari
Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik
Fase - fase dalam teori kognitif Ausubel
Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik
Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari
Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari
Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik
Memformasikan advance organizer dapat di lakukan denga
Mengaitkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik
Memisahkan materi pelajaran yang sudah dan yang di pelajari
Mengaitkan dan mengorganisir materi yang sudah dan yang di pelajari
Mengorganisir materi yang di pelajari peserta didik
Fase - fase dalam teori kognitif Ausubel
Perencanaan, penilaian
Penilaian, perkembangan
Perencanaan pelaksanaan
Perkembangan, pelaksanaan
Urutan perkembangan kognitif bruner yang benar
Simbolik, ikonik, enaktif
Ikonik, simbolik, enaktif
Enaktif, ikonik, simbolik
Ikonik, kongkrit, simbolik
Informasi umum yang mewadahi semua isi pelajaran yang akan di ajarkan oleh Ausubel di sebut
Instructional conten
Advance organizer
Pembelajaran bermakna
Mimetic
Seseorang telah mampu memiliki ide-ide, gagasan abstrak,berada pada tahap
Enaktif
Ikonik
Simbolik
Kongkrit
Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik mengutamakan terjadinya interaksi yang harmonis antara sesama manusia merupakan belajar....
A. Teoritis
B. Praktis
C. Mandiri
D. Emansipatori
Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar merupakan belajar....
A. Teoritis
B. Praktis
C. Mandiri
E. Teknis
Teori kognitivistik dalam pembelajaran biasanya memiliki ciri....
A. Proses belajar dimana dilakukan pembentukan struktur kognitif.
B. Belajar merupakan perubahan tingkah laku karena adanya stimulus berulang-ulang
C. Proses belajar dalam menyusun konsep berpikir
D. Memanusiakan manusia itu sendiri.
E. Tahap belajar dimana materi dan media diperlukan penyesuaian terhadap struktur kognitif.
Contoh penerapan teori behaviorisme yang dilakukan oleh guru saat ini dalam media digital dalam praktik pembelajaran adalah?
Powerpoint dan Microsoft Word
Powerpoint dan multimedia
Internet dan media Zoom
Internet dan Powerpoint
Teori yang menyatakan bahwa peserta didik selama kegiatan belajar lebih ditekankan untuk aktif berpikir, menyusun konsep-konsep serta memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari dan yang paling penting terwujudnya belajar adalah niat peserta didik itu sendiri merupakan aliran dari teori?
Kognitivistik
Behavioristik
Konstruktivis
Humanistic
Pengetahuan siswa dapat dibentuk melalui kegiatan aktif siswa dalam menggunakan benda-benda nyata. Misalkan keterampilan berhitung dengan menghitung banyaknya pensil warna yang dimiliki siswa. Menurut Brunner termasuk pada tahapan belajar..
A. Simbolik
B. Ikonik
C. Enaktif
D. Intuitif
Salah satu proses kognitif dalam pembelajaran adalah "menerapkan" yang bermakna...
A. Melakukan atau menggunakan tata cara atau prosedur didalam situasi yang tidak seperti biasanya.
B. Memecahkan materi ke dalam bagian² dan menentukan bagaimana bagian² itu terhubungkan antar bagian.
C. Membangun arti dari proses pembelajaran termasuk komunikasi lisan, tertulis dan gambar nyata.
D. Mengidentifikasi hal hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
Seorang anak yang terbiasa disuapi oleh ibunya, pada waktu ibunya meninggal dunia anak ini tidak mau makan. Kondisi ini disebut extinction atau penghilangan yang dikenal dalam teori
Connectionism dari Thorndike
Behaviorism dari Watson
Operant conditioning dari Skinner.
Clasical conditioning dari Pavlov
Tahap dimana anak mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan melipat dan membagi merupakan tahap......
Sensorimotorik
Praoperasional
Operasional formal
Operasional konkrit
Dalam pandangan J. Hubermas, type belajar yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu alam atau sains disebut....
Belajar praktis
Belajar teknis
Belajar emansipatory
Belajar aktif
Ketika guru menekankan upaya agar peserta didik belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar merupakan belajar....
A. Teoritis
B. Praktis
C. Mandiri
E. Teknis
Salah satu pembelajaran behavioristik ialah pembelajaran terprogram yang merupakan pengembangan dari prinsip pembelajaran....
A. Meaningful learning
B. Mimetik
C. Free discovery learning
D. Operant conditioning
Pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis atau tes adalah....
A. Meaningful learning
B. Mometik
C. Free discovery learning
D. Operant conditioning
Menurut Gagne pengalaman belajar yang diperoleh melalui isyarat atau tanda adalah....
Sinyal
Deskriminasi
Asosiasi verbal
Konsep
Belajar yang menekankan pada upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan sosialnya. Merupakan ciri dari belajar ....
Technical Learning
Collaborative Learning
Partical Learning
Emancipatory LearningE. Emancipatory Learning
Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf merupakan teori yang disampaiakn oleh ….
Gardner
Ausubel
Bruner
Piaget
Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topic dengan memberi kesempatan melakukan observasi adalah..
a. Orientasi
b. Elastisitas
c. Restrukturisasi ide
d. Penggunaan ide baru
Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu siswa mengungkapkan idenya dengan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster dan lain-lain adalah...
A. Review
B. Penggunaan ide baru
C. Elastisitas
D. Orientasi
Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru adalah...
Review
Penggunaan ide baru
Elastisitas
Restrukturisasi ide
Ciri-ciri belajar berbasis konstruktivistik yang dikemukakan oleh Driver dan Oldham (1994), yaitu ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi adalah...
A. Review
B. Penggunaan ide baru
C. Elastisitas
D. Orientasi
jika sebuah respon menghasilkan efek yg memuaskan, maka hub Stilumus-Respons semakin kuat. sebaliknya semakin tdk memuaskan efek yang dicapai respons, maka smkin lemah pula hub yg terjadi antara stimulus -respons mrpkn teori bljr behaviorisme....
law of respondent conditioning
law of effect
law of contigous conditioning
law of exercise
kawasam kognitip Meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama diajarkan peryataan itu makna dari
mengingat
b. mengerti
c. menganalisis
d. menilai
kawasam kognitip memecah bahan-bahan ke dalam unsur-unsur pokoknya dan menetukan bagaimaa bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain dan kepada seluruh struktur peryataan tersebut makna dari
mengingat
mengerti
menganalisis
menilai
kawasam kognitip mampu membangun arti dai pesan pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tulisan maupun grafis.
mengingat
mengerti
menganalisis
menilai
kawasam kognitip Menggunakan prosedur untuk mengerjakan latihan maupun memecahkan masalah
a. mengingat
b. memakai
c. menganalisis
d. menilai
Kawasan kognitif meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama diajarkan peryatan afektip tingkatan
a. menganalisis
b. Memakai
c. menilai
d. mencipta
e. mengingat
anderson dan krathwohl melakukan revisi kawasan kognitip dantaranya
a. mengingat,mengerti,memakai,menganalisis,menilai,mencipta
b. penerimaan,pemberian,pengorganisasian,karakterisasi.
c,peniruan,penggunaan,ketepatan,perangkain,naturalisasi
d.mengingat,mengarti,penggunaan,penilain,mencipta
kawasasan afektif kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya peryataan berikur termasuk
Penerimaan (receiving)
Pemberian respons (responding)
Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)
Pengorganisasian (organization)
kawasasan afektif meliputi sikap ingin merespons, puas dalam memberi respons
Penerimaan (receiving)
b. Pemberian respons (responding)
c. Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)
d. Pengorganisasian (organization)
kawasasan afektif meluputi menjadikan nilai-nilai sebagai bagian pola hidupnya
Penerimaan (receiving)
Pemberian respons (responding)
Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)
Pengorganisasian (organization)
Karakterisasi (characterization)
kawasasan afektif meliputi menghubungkan nilai- nilai yang dipercayainya.
Penerimaan (receiving)
Pemberian respons (responding)
Pemberian nilai atau penghargaan (valuing)
Pengorganisasian (organization)
Karakterisasi (characterization)
