NEW
Font size
WorksheetsSOAL TEKS CERITA SEJARAH KLS XII
Total questions: 20
Worksheet time: 12mins
Bacalah pengggalan cerita sejarah berikut!
Pelarian-pelarian politik dari Nederland, Sneevliet, clan Baars itu semakin giat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Mereka membuka pidato di mana-mana, seperti takkan kering-kering kerongkongan mereka. Lari dari pertentangan intern di Nederland ke Hindia, mereka anggap diri seakan-akan jago-jago tanpa lawan, seakan-akan Hindia negerinya sendiri yang dipayungi oeh hukum demokratis. Bemntung mereka bergerak hanya di kalangan orang- orang yang berbahasa Belanda, yang menduduki tempat sosial yang rendah clan hidup dalam kemasygulan.
Teks tersebut termasuk bagian….
pengenalan situasi
pengungkapan peristiwa
menuju konfliks
pengenalan situasi
puncak konflik
Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat !
Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?” Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.” Hm?” “Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”
Fakta sejarah yang terdapat dalam penggalan di atas adalah…
Keadaan Majapahit
Perjuangan Ronggo Lawe
Perjuangan Gajah Mada
Kerajaan Taruma negara
Perjuangan Diponegoro
Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat !
Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?” Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.” Hm?” “Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.
Penggalan tersebut lebih mengedepankan fungsi….
Rekreatif
Edukatif
Inspiratif
Instruktif
Kolaboratif
Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat !
Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?” Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.” Hm?” “Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”
Hal menarik yang terdapat dalam penggalan di atas adalah…
tanggung jawab pemimpin
perjuangan mencapai kemerdekaaan
menghargai pimpinan sebelum bertindak
menjaga persatuan
menyatukan rakyat
Makna peribahasa ” Bagai menimba air dengan keranjang” adalah…
Perbuatan yang tidak perlu dilakukan.
Pekerjaan sia-sia.
Perbuatan yang bodoh.
Pekerjaan orang yang tidak cerdas.
Perbuatan orang-orang zaman dahulu.
Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat!
Dyah Menurberbalik dengan memejamkan mata. Dyah Menur Hardiningsih yang menggendong anaknya dan Pradhabasu yang juga menggendong anaknya, berjalan makin jauh dan makin jauh ke arah surya di langit barat. Dan sang waktu sebagaimana kodratnya akan mengantarkan ke nama pun mereka melangkah. Sang waktu pula yang menggilas semua peristiwa menjadi masa lalu.
Kutipan novel sejarah di atas merupakan….
pengungkapan peristiwa
menuju konfliks
pengenalan situasi
puncak konflik
koda
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut !
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Agama
Moral
Pendidikan
Budaya
Estetika
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut !
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)
Amanat dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Perbuatan dosa dan dusta sama-sama akan melanggar keadilan.
Janganlah berbuat dusta karena akan menutup kesucian hati nurani.
Jangan takut membela kebenaran, karena sama buruknya dengan kejahatan.
Segala amalan akan diperhitungkan di hari akhir, sehingga senantiasa berbuat baik.
Seseorang yang memeliki kebenaran dalam hatinya akan selalu direstui Sang Kuasa.
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut !
Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadi di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.
Sudut pandang.penceritaan di atas adalah….
Orang ke tiga tak sertaan
Orang tertama pelaku utama
Orang ke tiga pelaku utama
Orang ke tiga serba tahu
Orang pertama pelaku sampingan
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut !
Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadi di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
moral
agama
pendidikan
budaya
estetika
Bacalah pengggalan cerita sejarah berikut!
Jan Willemvan Rijnst bergerakmenyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna
'tata krama santun sesuai peradaban: alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang
menyebalkan. Kaidah kebahasaan yang menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh,
tempat, atau peristiwa terlihat pada kutipan....
sangat peduli
memberi isyarat
bergerakmenyamping
membuka tangan kanannya
bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban
Cermatilah penggalan berikut!
Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan
Kendit Galih tentang masalah itu.
Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan....
bermakna lampau
kalimat langsung
kalimat tidak langsung
kata kerja lampau
kata kerja mental
Cermatilah penggalan berikut!
Jan Willem van Rijnst bergerakmenyamping, membuka tangan kanannya, memberi
isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk.
Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan....
bermakna lampau dan kata kerja mental
menggunakan kata kerja material urutan waktu
urutan waktu dan menggunnakan kata sifat
menggunakan kalimat langsung urutan waktu
menggunakan kata sifat kata kerja material
Cermatilah penggalan berikut!
Ndilalah sifat-sifat Jan Willem van Rijnst ini bagai pinang dibelah dua dengan sifat-
sifat Danurejo II yang bagai kedelai di pagi tempe di sore.
Peribasa bagai pinang dibelah dua artinya....
kembar
sama
mirip
hampir sama
sama persis
Cermatilah penggalan berikut!
Nanti, pada enam belas tahun yang akan datang Jan Willem van Rijnst bakal berubah lagi warnanya, yaitu di masa jatuhnya tanah air Nusantara ke tangan
Inggris sehubungan dengan peperangan yang berlangsung di Eropa sana, di mana Inggris berhasil mengalahkan Prancis sehingga Indonesia yang berada dalam Bataafsche Republiek di bawah kendali Prancis terhadap Belanda, karuan menjadi milik Inggris. Di saat itulah nanti Jan Willem van Rijnst akan bermuka topeng
kepada Letnan Gubernur Jendral Inggris, Sir Thomas Stamfors Raffles.
Ungkapan bermuka topeng artinya....
bermuka dua
menanggung malu
menggunakan topeng
orang yang tidak tahu malu
seseorang yang berpura-pura seperti orang lain
Kata berhasil mengalahkan pada soal nomor 4 tersebut menunjukkan kaidah
kebahasaan....
menggunakan kata yang menyatakan urutan
menggunakan kalimat bermakna lampau.
menggunakan kata kerja material
menggunakan kata kerja mental
menggunakan kata sifat
Cermatilah penggalan berikut!
Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang
fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam
selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa
Jawa."Sugeng': kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris
bengkok seperti udang rebus.
Makna peribahasa musuh dalam selimut adalah....
berpura-pura baik.
suka berbohong.
orang yang banyak janjinya.
sesuatu yang tidak terbuka.
orang dekat yang berkhianat diam-diam.
Berikut adalah sumber yang bisa dijadikan dasar dalam menulis teks cerita sejarah
pribadi, kecuali....
Biografi
Biodata
Peristiwa sejarah
Ulasan tokoh
Riwayat hidup
Berikut yang bukan langkah-langkah dalam menyusun teks cerita sejarah adalah....
Menyusun tema
Membuat kerangka
Mencari ide pokok
Mencari literature
Mengembangkan teks
Berikut merupakan syarat penyusunan kerangka kecuali....
kronologis,
sebab akibat,
tindakan tokoh,
urutan tempat,
kapan peristiwa terjadi
