NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL PRIBAHASA
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Sejak kecil Rani sangat disayang orang tuanya. Kalau dia meminta sesuatu, pasti orang tuanya menuruti kemauannya itu. Namun, Rani tidak pernah menghiraukan nasihat orang tuanya. Rani sering melawan orang tuanya…
Pribahasa yang sesuai berdasarkan ilustrasi di atas adalah ….
Air beriak tanda tak dalam
Air susu dibalas air tuba
Bermain api hangus, bermain air basah
Buruk muka cermin dibelah
Sani seseorang siswa baru di kelas kami. Anaknya pendiam, tetapi murah senyum. Melihat penampilan dia yang banyak diam, banyak teman mengira Sani seorang siswa biasa-biasa saja. Akan tetapi, pada saat ulangan dan hasilnya diumumkan, nilai Sani selalu yang tertinggi. Seperti kata peribahasa ....
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
air yang tenang menghanyutkan
memikul di bahu, memikul di kepala
seperti ilmu padi, kian berisi, kian merunduk
pikir itu pelita hatiair beriak tanda tak dalam
Cermati paragraf berikut!
Sebelum pensiun, Pak Deden sering dikunjungi saudara-saudaranya, baik saudara yang dekat maupun saudara yang sudah jauh. Kalau pulang, mereka sering diberi oleh-oleh dan uang yang tidak sedikit. Tapi, sekarang setelah Pak Deden pensiun, tidak ada lagi saudara-saudaranya yang mau berkunjung. Dengan demikian kehidupan Pak Deden seperti …
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
Ada udang di balik batu
Api dalam sekam
Ada asap ada api
Bara dengan sekam
Pendirian Raka selalu berubah. Ketika temannya ikut ekstrakurikuler basket, dia ikut mendaftar juga. Namun,
ketika teman yang lain mengajak ikut ekstrakurikuler silat, dia langsung mengikutinya juga.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat Raka adalah...............
ingat sebelum kena, ingat sebelum habis
bagai air di atas daun talas
memikul di bahu, menjunjung di kepala
seperti katak di bawah tempurung
Cermati teks rumpang berikut!
Bu Mira adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Namun Bu Mira selalu hidup berfoya-foya senang membeli pakaian yang bagus, perhiasan yang mahal. Padahal ia tahu bahwa penghasilan suaminya tidak cukup, akhirnya ia berhutang kepada beberapa tetangganya. Hidup seperti itu menunjukkan ...
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ...
panas setahun dihapus hujan sehari
besar pasak daripada tiang
bagai duri dalam daging
air susu dibalas air tuba
Pak Tono baru saja diberhentikan dari pekerjaannya. Padahal anaknya sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tentu saja keluarga mereka sedang membutuhkan banyak biaya. Istri Pak Tono ingin membantu suaminya mencari nafkah malah jatuh dan kakinya bengkak.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi keluarga Pak Tono adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Panas setahun dihapus hujan sehari.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Roni dan Rudi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
A. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
B. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
C. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
D. Bagai pinang dibelah dua
Rina yang selalu dirundung malang. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan. Ia hidup menumpang di rumah bibinya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Bibi Rina berjualan gorengan berkeliling desa setiap hari. Tetapi, sekarang bibinya terserang sakit jantung dan tidak bisa berjualan lagi.Peribahasa yang tepat untuk deskripsi keadaan Rina adalah ...
Tiada rotan akar pun jadI
Bergantung pada akar lapuk
Bagai telur di ujung tanduk
Bagai pungguk merindukan bulan
Pak Ali orang yang miskin. Ia harus menghidupi anak istrinya dengan susah payah. Itu terjadi karena ia tak punya pekerjaan tetap. Suatu ketika, Pak Bonar memberi modal uang kepada Pak Ali. Pak Ali kemudian berjualan kelontong di rumahnya dengan uang tersebut. Ternyata usaha Pak Ali berkembang pesat dan akhirnya menjadi toko kelontong yang besar. Keadaan ekonomi keluarga Pak Ali membaik. Tetapi ia kini melupakan Pak Bonar. Ia membenci Pak Bonar karena kekayaan Pak Bonar masih melebihi dirinya. Pak Ali ingin menjadi orang terkaya di kampungnya.Peribahasa yang tepat untuk deskripsi sikap Pak Ali terhadap Pak Bonar adalah ...
Panas setahun dihapuskan hujan sehari
Tong kosong berbunyi nyaring
Bagaikan minyak dengan air
Air susu dibalas air tuba
Aminah anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Aminah jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Aminah selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Aminah ditinggalkan begitu saja.
Air beriak tanda tak dalam
Air tenang menghanyutkan
Habis manis sepah dibuang
Ada udang di balik batu
5. Pak Iwan seorang dokter yang kaya-raya. Pak Iwan tidak pernah sombong. Selain itu, Pak Iwan sangat dermawan kepada penduduk kampung. Sekarang Pak Iwan sudah meninggal. Meskipun begitu, warga kampung tak pernah lupa akan kebaikan hati Pak Iwan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak
Gajah mati meninggalkan gading harimau mati meninggalkan belang
Gajah berjuang melawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah
Gajah mati karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya.
Lestari anak yang rajin. Ia selalu membantu pekerjaan orang tuanya. Ibunya penjual kue. Setiap pagi, Lestari berangkat sekolah sambil membawa kue untuk dijual di kantin sekolah. Peribahasa yang tepat untuk Lestari adalah ...
Sudah jatuh tertimpa tangga
Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga
Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui
Ketika masuk kelas, pak guru langsung marah. Beliau melihat salah satu meja di kelas itu penuh dengan coretan. Yang berbuat hanya Ucok, tetapi seluruh siswa dimarahi.
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah . . . .
Seekor kerbau menanduk sekelompok anak
Kerbau punya susu, sapi punya nama
Seekor kerbau berkubang, semua kena lumpurnya
Induk kerbau menanduk anak sendiri
Bonar duduk di kelas VI. Ia selalu ingin membeli aneka mainan di sekolahnya. Karena uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada teman-temannya. Setiap hari ia diberi uang saku Rp. 4000 oleh ibunya, sedangkan harga mainan yang ia beli Rp. 8000.
Peribahasa yang cocok untuk Bonar adalah . . . .
Seperti ayam bertelur di lumbung padi
Air beriak tanda tak dalam
Lebih besar pasak dari pada tiang
Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga
Sudah lima tahun kak Neiya belum juga kembali ke Indonesia. Semenjak lulus SMA, ia menetap dan tinggal di Amerika. Ia menimba ilmu hingga S2 disana. Namun, ia berjanji kepada ayah dan ibu akan pulang setelah selesai kuliah. Ia ingin turut serta meningkatkan pembangunan dan perekonomian di kota kelahirannya.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
Air tenang menghanyutkan
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung
Setinggi-tinggi bangau terbang, hinggap ke kubangan juga
Kemaren sore ayah menyuruh Lukas membeli lem kayu di warung. Kemudian ibu Lukaspun menyuruhnya mengambil kue di rumah Bu Risti. Karena letak rumah Bu Risti lebih dekat, ia pergi kesana terlebih dahulu. Kemudian ia berbelanja lem kayu di warung. Akhirnya, kedua tugas yang harus dikerjakan Lukas dapat selesai sekaligus.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
Kalah jadi abu menang jadi arang
Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing
Tong kosong nyaring bunyinya
Peter seorang pelajar yang pandai, bahkan ia pernah meraih medali emas tingkat internasional di Bali dalam lomba fisika. Namun, ia tidak sombong dengan kepandaiannya itu. Ia selalu sopan dan baik kepada siapa saja.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kehidupan di atas adalah ...
seperti ilmu padi kian berisi kian merunduk
Bagai air di atas daun talas.
Tak ada gading yang tak retak.
Bagai bumi dengan langit.
2. Sial benar nasib Parman. Satu tahun lalu ia bekerja pada seseorang yang membuka usaha percetakan. Di tempat kerjanya itu ia mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Bekerja sepanjang hari tanpa uang makan kadang masih dicaci. Sekarang ia bekerja di sebuah perusahaan tekstil. Perlakuan serupa ia alami. Bahkan di tempat kerjanya yang baru, pimpinan perusahaannya memperlakukan dirinya tidak lebih dari seorang budak. Paman kadang meratapi dirinya yang selalu bernasib sial.Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ... .
Sudah jatuh tertimpa tangga
Air susu dibalas dengan air tuba
Air cucuran jatuhnya ke pelimbahan juga
keluar mulut buaya masuk ke mulut harimau
Nita: Fik, kamu mengerti tidak akibat orang yang suka mengonsumsi narkoba.
Ifik: Tahu kak. Kan sudah diajarkan dan dijelaskan panjang lebar oleh dokter sekolah kami.
Nita: Tetapi, mengapa kamu tidak melarang teman kamu si Kiki.
Ifik: Kakak Nita saja yang memberitahukan karena kalau saya, tidak mau menurut.
Nita: Ya, kamu jangan mencontoh dia ya. Kalau sudah tertangkap, menyesal juga tidak ada gunanya. Ibarat peribahasa ......
Bergantung di akar lapuk
Nasi sudah menjadi bubur
Menangguk di air keruh
Berumah di tepi pantai
Seseorang yang suka mengabaikan atau menunda-nunda pekerjaannya padahal waktu yang tersedia cukup banyak. Tetapi, setelah diketahui manfaat dan keuntungan dari pekerjaan tersebut, barulah dia memulai mengerjakannya. Namun waktu, pengerjaannya tinggal sedikit.Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi adalah ....
Mulutmu harimaumu yang akan menerkam kepalamu
Hari pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar
Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya
Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata buta
Walaupun sudah menjadi mahasiswa, Agis tidak malu bekerja sebagai penjual koran. Setiap pagi ia selalu mengantar koran ke rumah-rumah pelanggannya, sambil menjajakan kue buatannya sendiri. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Pada malam hari, sambil menunggu kue yang dimasaknya matang, ia mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.
Peribahasa yang tepat untuk mengungkapkan bagian akhir dari cerita tersebut adalah …
Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya
Sekali mangayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
Makan hati berulam jantung
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
6. Walaupun sudah berkali-kali diperingatkan oleh pemerintah, penduduk desa tidak mau meninggalkan daerah yang sudah dinyatakan tidak aman itu.
Pernyataan yang tepat untuk menggambarkan tindakan pemerintah dalam kalimat diatas adalah …
Menegakan benang basah
berkering air liur
Menggantang asap
Berlidah di lidah orang
15. Pak Daru seorang Sarjana Komputer, sehari-harinya jarang berbicara, tetapi beliau pandai bergaul dengan siapa saja. Dia pun seorang yang tidak sombong dengan kepintarannya. Bahkan sering merendah bila berbicara.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan Pak Daru sesuai dengan ilustrasi di atas adalah …
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Adat teluk timbunan kapal
Lani anak yang sangat rajin. Ia tidak pernah terlambat. Ternyata, sifatnya tersebut menurun dari ayahnya. Ayahnya juga dikenal sebagai pribadi yang rajin. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
Air beriak tanda tak dalam
Air tenang menghayutkan
Air yang tenang jangan disangka tidak ada buayanya
Air cucurab atapnya jatuhnya kepelimpahan juga
Rifaat dan Rifai adalah anak kembar. Wajah mereka sangat mirip. Orang yang baru mengenal mereka akan selalu kesulitan membedakan mereka. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
bagai pinang dibelah dua
bagai mentimun dengan durian
bagai langit dan bumi
bagai air dengann minyak
Ghani bermain bola sendiri di kelas. Ia pun tak sengaja memecahkan jam dinding di kelas. Saat semua siswa sudah masuk. Bu Guru pun menanyai siapa yang memecahkan jam dinding. Namun, tidak ada yang mengaku, termasuk Ghani. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
buruk muka cermin dibelah
lempar batu sembunyi tangan
satu ekor kerbau berkubang semua kena lumpurnya
karena nila setitik rusa susu sebelanga
Hendra tidak membawa pensil untuk mengambar tugas. Anto pun meminjamkan satu pensilnya kepada Hendra. Namun, setelah selesai, pensil itu justru dibuat mainan dan dipatahkan oleh Hendra. Ia pun mengatakan kepada Anto bahwa pensilnya itu jelek. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
habis manis sepah dibuang
mencari jarum dalam tumpukan jerami
serigala berbulu domba
air susu dibalas air tuba
Farel anak yang pandai. Ia juga ahli di bidang olahraga. Jiwa seninya pun beragam. Ia bisa menggambar, menyanyi, memainkan alat musik, dan lain-lain. Namun, ia juga punya kelemahan juga. Tulisannya sangat jelek. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
tak ada gading yang tak retak
srigala berbulu domba
anak ayam kehilangan induk
kerbau dicocok hidungnya
Devan dan Davin adalah anak kembar. Namun, mereka tidak mirip dan memiliki sifat yang berbeda. Devan banyak bicara, sedangkan Davin anak yang pendiam. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
bagai cincin dan permata
bagai air dengan minyak
bagai kucing dengan anjing
bagao bumi dengan langit
Lima tahun lalu keluarga Heri memang miskin. Karena selalu berusaha, kini mereka memetic hasilnya. Usahanya berhasil. Kini keluarga Heri dikenal sebagai keluarga yang kaya. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
diberi hati malah minta jantung
cacing hendak menjadi ular naga
cacing menelan ular naga
cacing menjadi ular naga
Ujian memang masih lama. Namun, siswa SD Ta’mirul Islam selalu mempersiapkannya dengan belajar sungguh-sungguh setiap hari dan melaksanakan beberapa try out. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
nasi sudah menjadi bubur
sambil berdiang nasi pun masak
sedia payung sebelum hujan
udang tidak tahu bongkoknya
Daffa anak yang suka membantu. Jika ada temannya kesulitan memahami pelajaran, ia tidak segan-segan membantu menjelaskan caranya. Saat di rumah pun, Daffa sering membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti menyapu, mencuci, dan mengepel. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
ada udang dibalik batu
berat sama dijinjing ringan sama dipikul
cepat kaki ringan tangan
di atas langit ada langit
Di Jakarta banyak sekali lapangan pekerjaan. Maka tidak heran jika banyak orang yang berbondong-bondong datang ke Jakarta. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
ada gula ada semut
seperti makan buah simalakam
bagai abu di atas tanggul
nasi sudah jadi bubur
Dua orang yang berkelahi itu sama-sama rugi. Orang yang kalah akan merasakan sakit. Orang yang menang pun bisa saja kena hukuman. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
kalah jadi abu menang jadi arang
bagai mentimun dengan durian
bagai mendapat durian runtuh
memancing di air keruh
Siswa di kelas Pak Ari tiba-tiba berperilaku pendiam. Biasanya mereka sangat ramai. Namun, di tengah pelajaran ternyata mereka memberi kejutan selamat Hari Guru untuk Pak Ari. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
pagar makan tanaman
ada udang dibalik batu
bagai telur diujung tanduk
seperti anjing dengan kucing
Kayla memang anak yang sopan. Setiap bertemu, ia selalu mengucapkan salam. Saat mau pulang dia juga selalu berpamitan. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
ada asap ada sapi
habis manis seph dibuang
sambil menyelam minum air
datang tampak muka pulang tampak punggung
Hamam akan membuat layang-layang. Namun, ia tidak punya lem. Ia pun menggunakan nasi untuk mengelem layang-layangnya. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
bagai air di atas daun talas
tak ada rotan pun jadi
bergantung di akar lapuk
buah jatuh tidak jauh dari pohon
Ani sekolah di SD Nusa, sedangkan Ina sekolah di SD Tara. Setiap hari Rabu, Ani memakai batik, sedangkan Ina memakai merah putih. Aturan kedua sekolah itu memang berbeda. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
air jernih airnya tenang
duduk sama rendah berdiri sama tinggi
dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung
lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya
Anak itu sangat pendiam dan penurut. Karena sifat penurutnya, ia pun sering disuruh temannya yang agak bandel untuk mengusili teman yang lainnya, seperti menyembunyikan sepatu, tas, dan yang lainnya. *
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah ....
bagai telur diujung tandung
bagai kerbau dicocok hidungnya
bagai katak dalam tempurung
bagai tikus mati di lumbung padi
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak dari pada tiang
lempar batu sembunyi tangan
kalah jadi abu menang jadi arang
air beriak tanda tak dalam
