NEW
Font size
WorksheetsPENILAIAN HARIAN KD 3.1 KONSEP WILAYAH DAN TATA RUANG
Total questions: 25
Worksheet time: 37mins
Suatu tempat yang memiliki karakteristik tertentu, yang membedakan tempat satu dengan tempat lainnya....
Tata Ruang
Wilayah
Perwilayahan
Kawasan
Tempat Pembuangan Akhir
Jabodetabek adalah sebuah akronim dari Jakarta- Bogor- Depok- Tanggerang- Bekasi. Kota-kota ini termasuk wilayah ....
Fungsional
Formal
Vernakular
Perseptual
Homogen
Contoh yang menunjukkan wilayah perseptual adalah ....
Kota Bogor merupakan kota hujan
Jabodetabek adalah ibu kota Indonesia
Palembang adalah ibu kota sumatera selatan
Surakarta masih teguh pada adat budaya
Surabaya kota terbesar kedua di Indonesia
Hutan hujan tropis merupakan salah satu contoh dari wilayah ....
Fungsional
Homogen
Nodal
Vernakular
Perseptual
Tokoh yang mengemukakan Teori Tempat sentral adalah....
Perroux
Walter Christaller
Boundeville
Alfred Weber
August Losch
Perhatikan pernyataan berikut:
1) kemandirian
2) kepastian hukum
3) kerahasiaan
4) akuntabilitas
5) keterpaduan
Yang merupakan asas penataan ruang wilayah NKRI ditunjukkan pada angka ....
1), 2), dan 3)
1), 3), dan 5)
2), 3), dan 4)
2), 4), dan 5)
3), 4), dan 5)
Perhatikan pertumbuhan dan perkembangan wilayah berikut:
1. Masyarakat tradisional
2. Pra kondisi menuju tinggal landas
3. Masa Tinggal landas
4. Masa menuju kedewasaan
5. Masa kosumsi tinggi
Tahap-tahap perkembangan seperti diatas adalah model pengembangan wilayah menurut ....
G.M. Meier dan R.E. Baidwin
Walter Christaller
Francois Perroux
Jaques Boudeville
W.W. Rostow
Wilayah pembangunan 1 meliputi ....
Aceh dan Sumatera Utara
Sumatra Barat dan Riau
Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu
Kalimantan Barat
Jawa Timur dan Bali
Perhatikan wilayah-wilayah pembangunan:
1. Nusa Tenggara
2. Sulawesi Selatan
3. Kalimantan Selatan
4. Kalimantan Timur
5. Maluku dan Irian Jaya
6. Jawa Timur
Yang merupakan wilayah pembangunan utama D adalah ....
1, 2 dan 3
1, 2 dan 5
2, 3 dan 4
1, 3 dan 5
4, 5 dan 6
Provinsi yang termasuk dalam wilayah pembangunan utama B, yaitu ....
Jambi, Sumatra Barat, Bangkulu, Bangka Belitung
Banten, DKI, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat
Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau
Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jambi, Riau, Lampung
Kalimantan Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten
Pusat pertumbuhan adalah potensi dari suatu wilayah untuk dapat tumbuh ditinjau dari aspek ....
topografi dan geologi
fisik, sosial, dan ekonomi
hukum dan perundang-undangan
geografi dan geologi
geografi dan ekonomi
Perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Untuk mendorong wilayah-wilayah yang kurang maju dan terbelakang
2. Untuk meratakan pembangunan di seluruh wilayah
3. Berkurangnya pendapatan penduduk di wilayah-wilayah terpencil
4. Untuk melayani perrmintaan tempat-tempat kecil yang tersebar
5. Berkurangya lahan pertanian
Manfaat perlu adanya pusat pertumbuhan disuatu kota/ negara adalah ....
1, 2 dan 3
1, 2 dan 4
2, 3 dan 4
1, 2 dan 5
3, 4 dan 5
Perhatikan hal-hal dibawah ini:
1. lengkapnya fasilitas pelayanan
2. adanya sumber daya manusia yang berkualitas
3. adanya sumber daya keuangan atau modal
4. berkurangnya lahan pertanian
5. adanya potensi sumber daya alam
Adapun yang mempengaruhi pusat pertumbuhan adalah ....
1, 2 dan 3
1, 3 dan 5
2, 3 dan 4
2, 3 dan 5
3, 4 dan 5
Dasar penetapan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang tidak tepat adalah ....
Pertahanan dan keamanan
Pertumbuhan ekonomi
Sosial dan budaya
Fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
Kepentingan kelompok tertentu
Jika jumlah penduduk kota X : 2.000 jiwa, jumah penduduk kota Y : 8.000 jiwa dan jarak kota A ke kota B : 90 km. Tentukan lokasi titik henti antara kota X dan Y tersebut ....
20 km dari Kota Y
30 km dari Kota Y
30 km dari Kota X
40 km dari Kota Y
20 km dari Kota X
Jumlah penduduk kota A sebanyak 500.000 orang, Kota B sebanyak 20.000 orang, dan Kota C adalah 15.000 orang. Jarak kota A ke B 30 km, sedangkan jarak Kota B ke Kota C 50 km. Tentukan lokasi titik henti antara kota A dan Kota B.
2,5 km
5 km
7,5 km
10 km
12,5 km
Pembagian wilayah indonesia menjadi wilayah nasional, wilayah provinsi, dan kabupaten atau kota merupakan contoh konsep pembangunan wilayah berbasis ....
sumber daya
penataan ruang
wilayah terpadu
klaster
industri
Tataruang merupakan wujud struktur ruang dan pola pemanfaatan ruang. Isi dari struktur ruang adalah ....
kawasan dan industri
ruang dan waktu
wailayah dan tempat
sarana prasarana
kawasan budidaya
jangka waktu untuk rencana tata ruang wilayah adalah....
5 tahun
10 tahun
15 tahun
20 tahun
25 tahun
Rencana tata ruang wilayah nasional secara detail dijabarkan dalam ....
RTRW
RTRW Provinsi
RTRW Kota/Kabupaten
RTRW Kecamatan
RTRW Kelurahan
Peruntukan ruang untuk fungsi pengawasan lindung dan fungsi kawasan budi daya merupakan fungsi pengawasan
pola ruang
sturuktur ruang
kawasan strategis ruang
pengendali ruang
pemanfaatan ruang
Berikut ini yang bukan merupakan kawasan lindung yaitu ....
Cagar alam
Taman Nasional
Cagar budaya
Suaka alam
Hutan produksi
Jakarta merupakan pusat pemerintahan di Indonesia. Jakarta juga menjadi pusat perekonomian. Selain itu, Jakarta juga menjadi melting pot (peleburan penduduk heterogen menjadi satu). Hal tersebut mendorong penataan tata ruang wilayah terus terjadi. Dampak negatif dari situasi tersebut adalah ....
Kajian akademik tata ruang tidak kunjung usai
Sering terjadi gangguan keamanan
Cepatnya perubahan budaya masyarakat
Cepatnya perubahan aturan pemerintahan
Sulitnya dilakukan analisis demografis
1) Masalah keterbaruan pangkalan data
2) Konflik kepentingan
3) Masalah infrastruktur
4) Masalah pertumbuhan penduduk
5) Masalah keamanan dan kebersihan
Permasalahan tata ruang yang terjadi ditunjukkan oleh pernyataan-pernyataan di atas kecuali ....
1) dan 3)
1), dan 4)
1) dan 5)
2) dan 4)
3) dan 5)
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah dimiliki oleh kota Bogor. Akan tetapi implementasi RTRW di kota Bogor kurang berjalan baik. Kawasan yang diperuntukkan secara komersil menyebar di sepanjang jalan utama kota Bogor sehingga sering menimbulkan kemacetan. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena adanya hambatan penataan ruang berupa ....
lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang
kuatnya koordinasi antar lembaga pemerintahan
lambatnya penyusunan rencana tata ruang kota
kurangnya dana untuk pembangunan infrastruktur kota
terbatasnya lahan untuk pembangunan ruang publik
