wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

H3 A Kebenaran (sjrah&fil)

Total questions: 25

Worksheet time: 14mins

Name
Class
Date
1.

Secara bahasa indonesia kebenaran diartikan sebagai :

a)

keadaan (hal dan sebagainya) yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya:

b)

keadaan (hal dan sebagainya) yang asli sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya:

c)

keadaan (hal dan sebagainya) yang obyektif sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya:

d)

keadaan (hal dan sebagainya) yang pasti sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya:

2.

Kebenaran dapat dibedakan menjadi :

a)

Mutlak dan tidak mutlak

b)

Mutlak, pasti dan tidak mutlak

c)

Mutlak, obyektif dan tidak mutlak

d)

Mutlak, pasti, obyektif dan tidak mutlak

3.

Wahyu merupakan suatu Kebenaran yang sifatnya :

a)

Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

b)

Mutlak, pasti dan masih bisa dirubah

c)

Mutlak, obyektif dan bisa dirubah

d)

Mutlak, pasti, obyektif dan tidak dapat di ganggu gugat

4.

Intuisi merupakan suatu Kebenaran yang sifatnya :

a)

Tidak mutlak dan bisa berubah

b)

Mutlak, pasti dan masih bisa dirubah

c)

Tidak Mutlak atau Mutlak dan bisa dirubah

d)

tidak mutlak, pasti, obyektif dan tidak dapat di ganggu gugat

5.

Filsafat merupakan suatu Kebenaran yang sifatnya :

a)

Tidak mutlak dan bisa berubah-rubah

b)

Mutlak, pasti dan masih bisa dirubah

c)

Tidak Mutlak atau Mutlak dan bisa dirubah

d)

tidak mutlak, pasti, obyektif dan tidak dapat di ganggu gugat

6.

Ilmu Pengetahuan merupakan suatu Kebenaran yang sifatnya :

a)

Tidak mutlak dan bisa berubah-rubah

b)

Mutlak, pasti dan masih bisa dirubah

c)

Tidak Mutlak atau Mutlak dan bisa dirubah

d)

tidak mutlak, pasti, obyektif dan tidak dapat di ganggu gugat

7.

Kebenaran tentang sesuatu yang dalam pencairannya sepenuhnya menggunakan akal (rasional), adalah :

a)

Wahyu

b)

Ilmu Pengetahuan

c)

Filsafat

d)

Intuisi

8.

Kebenaran tentang sesuatu yang dalam pencairannya menggunakan akal (rasional) dan Qolbu, adalah :

a)

Wahyu

b)

Ilmu Pengetahuan

c)

Filsafat

d)

Intuisi

9.

Kebenaran yang sepenuhnya menggunakan Qolbu, adalah :

a)

Wahyu

b)

Ilmu Pengetahuan

c)

Filsafat

d)

Intuisi

10.

Proses pencarian kebenaran filsafat dilakukan dengan :

a)

Mencari Ideas, mewujudkan ideas dalam bentuk isme (hasil pemikiran) dan membumikan isme dalam suatu Ideologi tertentu

b)

Mencari sesuatu, mewujudkan sesuatu dalam bentuk isme (hasil pemikiran) dan membumikan sesuatu dalam suatu Ideologi tertentu

c)

Mencari Ideas, mewujudkan ideas dalam bentuk ideologi dan membumikan dalam bentuk suatu Ideologi tertentu

d)

Mencari sesuatu Ideas tertentu, mewujudkan ideas dalam bentuk ideologi dan membumikan dalam bentuk suatu Ideologi tertentu

11.

Ideologi merupakan :

a)

Hasil perenungan seseorang menggunakan akal dan qolbu tentang sesuatu yang sudah diterjemahkan dalam bentuk aturan tertentu untuk digunakan masyarakat.

b)

Hasil perenungan seseorang menggunakan akal dan qolbu tentang sesuatu dengan cara mencari suatu ideas.

c)

Hasil perenungan seseorang menggunakan akal dan qolbu tentang sesuatu dengan cara mencari suatu ideas dan diwujudkan dalam bentuk isme.

d)

Hasil perenungan seseorang menggunakan akal dan qolbu tentang sesuatu yang sudah diterjemahkan dalam bentuk suatu aturan yang baku dalam Peraturan Negara atau kelompok masyarakat.

12.

Ideas merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma, sekelompok masyarakat

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang baik oleh sekelompok masyarakat

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang layak dan baik oleh sekelompok masyarakat

13.

Sistem Kesenian, permainan olahraga merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa kesenian, permainan dan olahraga yang harus dilakukan oleh masyarakat tersebut

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa kesenian, permainan olahraga masyarakat tersebut

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan masyarakat tersebut

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang layak dan baik oleh sekelompok masyarakat

14.

Klub olahraga merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa kesenian, permainan dan olahraga yang harus dilakukan oleh masyarakat tersebut

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bidang olahraga harus dilakukan dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan masyarakat tersebut

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial harus dilakukan dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

15.

KONI, KOI merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa kesenian, permainan dan olahraga yang harus dilakukan oleh masyarakat tersebut

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bidang keolahragaan yang harus ada dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bidang kesenian dan olahraga harus ada dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial harus dilakukan dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

16.

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh suatu bangsa yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bentuk formal di bidang pemuda dan keolahragaan harus ada dan diselenggarakan oleh bangsa tersebut

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bentuk formal di bidang pemuda dan keolahragaan diselenggarakan oleh negara Indonesia.

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial dalam bentuk formal di bidang pemuda dan keolahragaan harus ada dan diselenggarakan oleh negara tersebut

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem organisasi sosial harus dilakukan dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

17.

Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem Ilmu Pengetahuan, teknologi dalam bentuk formal di bidang institusi ilmu pengetahuan keolahragaan yang diselenggarakan oleh negara.

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem Ilmu Pengetahuan, teknologi dalam bentuk formal di bidang institusi ilmu pengetahuan keolahragaan yang diselenggarakan oleh negara Indonesia.

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem ilmu pengetahuan dalam bentuk formal di bidang keolahragaan dan diselenggarakan oleh negara tersebut

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh sekelompok masyarakat yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem ilmu pengetahuan yang harus dilakukan dan diselenggarakan oleh masyarakat tersebut

18.

Mata Pelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan :

a)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa sistem Ilmu Pendidikan dalam bentuk formal di bidang institusi pendidikan diselenggarakan oleh negara.

b)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dalam bentuk formal di bidang institusi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.

c)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa Indonesia yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa mata pelajaran dalam bentuk formal di bidang institusi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.

d)

wujud dari suatu gagasan, tentang nilai-nilai, norma-norma yang dipandang benar dan baik oleh bangsa yang sudah diterjemahkan menjadi suatu bentuk kegiatan berupa mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dalam bentuk formal di bidang institusi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh bangsa.

19.

Ilmu Pengetahuan merupakan :

a)

Kebenaran yang didapatkan dari penggunaan Akal sepenuhnya dengan memakai metode tertentu.

b)

Kebenaran yang didapatkan dari penggunaan Akal dan ilmu pengetahuan sepenuhnya dengan memakai metode tertentu.

c)

Kebenaran yang didapatkan dari penggunaan Akal dan qolbu dengan memakai metode tertentu.

d)

Kebenaran yang didapatkan dari penggunaan ilmu pengetahuan dengan memakai metode tertentu.

20.

Metode yang dipakai Ilmu Pengetahuan untuk mencari suatu kebenaran adalah :

a)

Metode Induktif dan Deduktif

b)

Metode Induktif, Deduktif dan rasional

c)

Metode Induktif, Deduktif, obyektif dan rasional

d)

Metode Induktif, Deduktif, obyektif, rasional, menggunakan indera

21.

Yang dimaksud metode Ilmiah (science method) adalah :

a)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan cara empiris dan rasional

b)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan akal manusia

c)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan panca indera dan empiris

d)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan

22.

Yang dimaksud landasan empirisme pada metode Ilmiah (science method) adalah :

a)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan pengalaman panca indera.

b)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan akal manusia

c)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan panca indera dan empiris

d)

Pencarian kebenaran tentang sesuatu di dunia nyata dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan

23.

Perbedaan antara Filsafat dan ilmu pengetahuan adalah :

a)

Ilmu bersifat metodis menggunakan Akal dan pengalaman langsung, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan sedangkan Filsafat merupakan pengetahuan yang menggunakan Akal, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan kehidupan.

b)

Ilmu bersifat menggunakan Akal, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan sedangkan Filsafat merupakan pengetahuan yang menggunakan Akal, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan kehidupan.

c)

Ilmu bersifat metodis menggunakan pengalaman langsung, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan sedangkan Filsafat merupakan pengetahuan yang menggunakan Akal, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan kehidupan.

d)

Ilmu bersifat metodis menggunakan Akal dan pengalaman langsung, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan sedangkan Filsafat merupakan pengetahuan yang menggunakan Akal, tentang seluruh kenyataan kehidupan.

24.

Rasional merupakan :

a)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan cara rasional (akal), dan memakai metode berfikir deduktif

b)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan cara rasional (akal), dan memakai metode berfikir induktif

c)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan pengalaman indera dan memakai metode berfikir induktif

d)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan pengalaman indera dan memakai metode berfikir deduktif

25.

Emperisme merupakan :

a)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan cara rasional (akal), dan memakai metode berfikir deduktif

b)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan cara rasional (akal), dan memakai metode berfikir induktif

c)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan pengalaman indera dan memakai metode berfikir induktif

d)

Landasan berfikir pencarian kebenaran tentang sesuatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan pengalaman indera dan memakai metode berfikir deduktif