wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKS CERPEN

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

Tema

b)

Amanat

c)

Watak

d)

Alur

2.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

cermat, pelit, perhitungan

d)

ermat, pelit, perhitungan

3.

Cermatilah teks berikut!


Yang lebih menderita dalam hal itu ialah Asna jua. Asnah menjadi tempat sampah bagi kemarahan dan sakit hati Sania. Akan tetapi, Asna tidak pernah mengadu dan tidak pernah keluar dari mulutnya kesedihan hatinya. Melainkan sebaliknya, Asna selalu menyabarkan Asri dan menenangkan Sania dalam segala pertengkaran serta berusaha akan mengadakan damain pula. Beberapa bulan telah berlalu, dari hari ke hari, pergaulan Asri dan Sania semakin bertambah buruk.


Bukti nilai sosial yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah...

a)

Akan tetapi Asna tidak pernah mengadu dan tidak pernah keluar dari mulutnya kesedihan hatinya.

b)

Beberapa bulan telah berlalu, dari hari ke hari, pergaulan Asri dan Sania semakin bertambah buruk.

c)

Asnah selalu menyabarkan Asri dan menenangkan Sania dalam segala pertengkaran serta berusaha akan mengadakan damai pula.

d)

Asna menjadi tempat sampah bagi kemarahan dan sakit hati Sania.

4.

Bacalah penggalan cerpen ini dengan saksama!


Di usia yang tersisa, Suarni dan Said ingin berkumpul kembali dengan anak-anak, ingin rnerasakan kehangatan di tengah-tengah mereka, seperti dulu, saat mereka masih di kampung. Keduanya tak henti-hentinya berharap, mudah-mudahan, ada di antara anak-anak yang mengajak tinggal di Jakarta, menghabiskan hari tua di sana. Aih, betapa menyenangkan bila Suarni masih dapat membuatkan makanan kesukaan Ijal, Ketek, Basa, atau Irham. Akan tetapi, setelah sekian lama menunggu dan berharap, ajakan itu tak kunjung tiba. Kalaupun sekali waktu Suarni dan Said datang berkunjung, itu hanya sekedar menjenguk cucu-cucu, sepekan dua pekan. Setelah itu, mereka kembali pulang ke kampung. Tidak untuk tinggal berlama-lama, sebagaimana keinginan mereka. Harapan Suarni dan Said kini beralih pada Alida. Anak perempuan semata wayang, yang juga memilih hidup di Jakarta sejak menikah dengan Yung.


Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...

a)

Keinginan orang tua berkumpul dengan anak-anak di usia tua.

b)

Memasakkan makanan kesukaan untuk suami dan anak-cucu setiap hari.

c)

Kebijakan orang tua mengunjungi anak-cucu di kota lain.

d)

Setelah tua tinggal bersama anak di kota besar.

5.

Bacalah penggalan cerpen ini dengan saksama!


(1) la seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) la senang duduk dalam kamarnya menyendiri, mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisinya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.


(Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo)


Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor...

a)

(1) dan (2)

b)

(1) dan (3)

c)

(2) dan (3)

d)

(4) dan (5)

6.

Cermati kutipan berikut!


Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.

Sumber : Djamil Suherman,

“Jadi Santri”


Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.

b)

Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟

yang jarang ditemukandalam cerita lain.

c)

Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.

d)

Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.

7.

Cermati kutipan berikut!


"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

para penumpang mendengarkan lagu

b)

tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu

c)

para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan

d)

tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya

8.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!


…. Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


Dikutip dari Ratna Indraswari Ibrahim, “Ayah Pulang” dalam http://cerpen kompas. ordpress.com/2007


Suntingan yang tepat untuk kalimat yang bercetak miring sesuai dengan EBI adalah….

a)

Aku dan Yu Ning dikejar karir dan selalu lupa kalau masih punya ayah yang harus kami perhatikan.

b)

Aku dan Yu Ning mengejar karier dan selalu lupa kalau masih punya ayah yang harus kami perhatikan.

c)

Aku dan yu Ning mengkejar karier dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.

d)

Aku dan yu ning terkejar karier dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.

9.

Cermatilah teks berikut!


Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….

a)

pikiran tokoh

b)

penjelasan pengarang

c)

komentar tokoh

d)

tindakan tokoh

10.

Cermatilah teks berikut!


Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuatkulitku hampir terbakar.Jemuranpun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapan-ku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.


Dikutip dari: http://cerpenmu.com/cerpen-keluarga/di-balik-sebuah-payung.html..


Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen….

a)

pagi hari, di rumah, sepi

b)

sore hari, di terminal, ricuh

c)

siang hari, di jalan raya, ramai

d)

malam hari, di gedung tua, sepi

11.

Pernyataa di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan novel adalah ….

a)

Novel tidak ada konflik sedangkan cerpen ada konflik

b)

Novel tidak berbentuk prosa sedangkan cerpen berbentuk prosa

c)

Novel bercerita tentang seorang tokoh sedang cerpen bercerita tentang pengalaman hidup

d)

Cerpen bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sementara novel sebaliknya

12.

Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah....

a)

Penokohan

b)

Tanggapan pembaca

c)

Gaya penyampaian cerita

d)

Latar Budaya Pengarang

13.

Cermatilah ilustrasi berikut!


Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.

“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.

Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.


Kata sepenuh hati dalam cerpen di atas bermakna …

a)

Iklas

b)

Percaya diri

c)

Sungguh-sungguh

d)

Tak mudah menyerah

14.

Cermatilah ilustrasi berikut!


Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

Banyak bangsal yang kosong

d)

Tidak mendapat fasilitas gratis

15.

Cermatilah ilustrasi berikut!


Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.