Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL-SOAL LATIHAN AKM 3 LITERASI KELAS 8

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan

Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku

Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti

Tatkala malam datang membawa kegelapan,

Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih

Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta

Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu

Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi

Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya

Perlahan sinarmu redup

Dan pergi meninggalkanku dalam gelap

Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu

Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu

Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu

Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka

Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu

Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku

Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri

Lilin kecilku,

Kurindu akan sinar kedamaianmu

Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011


Mengapa penulis menganggap bahwa lilin kecil itu sangat berarti?

a)

Sinar lilin itu tidak banyak

b)

Lilin itu membawa harapan

c)

Kehadiran lilin itu dapat meruntuhkan cemara

d)

Langkah lilin itu laksana embusan angin

e)

Lilin itu dapat menerangi dalam kegelapan

2.

Legenda Danau Lipan

Negeri Muara Kaman diperintah oleh seorang ratu yang bernama Ratu Aji Bidara Putih. Sudah banyak raja, pangeran, dan bangsawan yang ingin mempersuntingnya, namun selalu ditolak.

Suatu hari, sebuah kapal besar dari negeri Tiongkok berlabuh di Muara Kaman. Kapal itu milik seorang pangeran kaya di Tiongkok. Tujuan kedatangannya adalah meminang Ratu Aji Bidara Putih.

Sang Pangeran membawa banyak cendera mata mewah dari emas. Semua itu untuk Ratu Aji Bidara Putih. Sambil memberikan cendera mata, mereka menyampaikan pinangan kepada Ratu Aji Bidara Putih.

Kali ini, sang Ratu tidak langsung menolak. Namun, ia meminta waktu untuk berpikir. Kemudian, para utusan kembali ke kapal. Setelah para utusan pergi, ia memanggil punggawa kepercayaannya.

"Paman, nanti malam selidikilah pangeran itu," perintah sang Ratu.

Malamnya, Si Punggawa melaksanakan perintah Sang Ratu. Ia menaiki kapal. Dengan waspada, ia menghindari para penjaga. Sampai akhirnya, ia berhasil menemukan bilik Sang Pangeran.

Bilik itu masih terang, tanda Sang Pangeran belum tidur. Si Punggawa mengintip ke dalam. Saat itu, Sang Pangeran sedang berbincang dengan salah seorang prajuritnya. Rupanya, Sang Pangeran hendak menaklukkan Muara Kaman dengan pura-pura menikahi Sang Ratu. Mendengar berita mengejutkan itu, Si Punggawa bergegas pergi untuk secepatnya memberi tahu junjungannya.

"Kau jangan mengada-ada, Paman," tegur Ratu setelah mendengar laporan Si Punggawa.

"Saya tidak mengada-ada! Pembicaraan mereka sangat jelas," jawab si Punggawa. "Pangeran itu berniat buruk."

Paginya, utusan Sang Pangeran kembali datang untuk meminta jawaban. Sang Ratu segera menolak mentah-mentah lamaran tersebut. Sang Pangeran amat murka, ia segera memerintahkan prajuritnya untuk menyerang Muara Kaman.

Para prajurit Muara Kaman terdesak. Para prajurit sang Pangeran pun makin dekat dengan istana. Sang Ratu mencoba untuk tetap tenang. Setelahnya, ia mengucapkan doa sambil mengunyah sirih. Kemudian, kunyahan itu dilemparkan ke arena pertempuran.

Tiba-tiba, sirih itu berubah menjadi lipan-lipan raksasa yang amat banyak. Lipan-lipan itu menyerang para prajurit Sang Pangeran. Para prajurit itu menjadi ketakutan dan berlarian ke kapal. Tetapi lipan-lipan itu tidak berhenti menyerbu. Lipan-lipan itu membalikkan kapal hingga tenggelam. Kini, tempat bekas tenggelamnya kapal itu oleh penduduk Muara Kaman disebut Danau Lipan.


Mengapa Ratu Aji Bidara Putih menolak pinangan sang Pangeran?

4 lines
3.

Hujan Beras

Subuh-subuh, Mak Onah sudah mempersiapkan perbekalan. Ia membawa nasi bungkus daun jati, berlauk kering tempe, sambal, dan lalap daun singkong. Sebotol plastik air putih matang. Kata Yu Jiah, kecamatan puluhan kilo dari dusun mereka. Pulang pergi naik truk membutuhkan waktu sekitar lima jam. Belum lagi antre di kantor pos. Jadi mereka harus membawa bekal, daripada jajan yang akan mengeluarkan uang tambahan.

“Mak, apa tidak lebih baik kalau Neneng yang berangkat?” Neneng memberi usul. Selain kasihan pada Mak, ia juga sebenarnya ingin pergi ke kecamatan. Terakhir ke kecamatan saat kelas empat SD, lima tahun silam. Kala itu diajak guru melihat karnaval Agustusan. Pasti kecamatan sekarang lebih ramai. Banyak bangunan megah. Jalanan bagus. Punya alun-alun luas yang menggelar tontonan, ombak banyu atau komidi putar....


Mengapa mereka harus membawa bekal?

a)

Kantor kecamatan jauh dari rumah mereka.

b)

Mereka tidak perlu keluar uang untuk jajan.

c)

Mereka akan pergi menggunakan truk.

d)

Mereka harus antre lama di kantor pos.

e)

Mereka akan pergi selama lima jam

4.

Ramin Tak Kunjung Pulang

Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira dahan itu adalah mulut buaya yang siap menelan lengannya.

Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.

Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.

Gara-gara Aco juga, petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.

Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah semringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.

Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.

(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)

---


Mengapa Ramin dikejar-kejar oleh petugas?

a)

Ramin adalah teman Aco

b)

Ramin tak membayar denda

c)

Ramin menjadi tenaga kerja ilegal

d)

Ramin mencuri di perkebunan cengkeh

e)

Teman-teman Ramin membuat kesalahan besar

5.

Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan

Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku

Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti

Tatkala malam datang membawa kegelapan,

Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih

Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta

Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu

Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi

Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya

Perlahan sinarmu redup

Dan pergi meninggalkanku dalam gelap

Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu

Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu

Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu

Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka

Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu

Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku

Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri

Lilin kecilku,

Kurindu akan sinar kedamaianmu

Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011


Kalimat atau baris-baris di dalam puisi dapat meninggalkan pengalaman indrawi bagi pembacanya. Pengalaman indrawi ini disebut dengan imaji. Tentukan imaji yang ditimbulkan melalui baris-baris puisi berikut ini!

a)

Menepis lara, mendamaikan hati dan menyejukkan cinta

b)

Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu

c)

Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu

d)

Tatkala malam datang membawa kegelapan

e)

Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu

6.

Hujan Beras

Subuh-subuh, Mak Onah sudah mempersiapkan perbekalan. Ia membawa nasi bungkus daun jati, berlauk kering tempe, sambal, dan lalap daun singkong. Sebotol plastik air putih matang. Kata Yu Jiah, kecamatan puluhan kilo dari dusun mereka. Pulang pergi naik truk membutuhkan waktu sekitar lima jam. Belum lagi antre di kantor pos. Jadi mereka harus membawa bekal, daripada jajan yang akan mengeluarkan uang tambahan.

“Mak, apa tidak lebih baik kalau Neneng yang berangkat?” Neneng memberi usul. Selain kasihan pada Mak, ia juga sebenarnya ingin pergi ke kecamatan. Terakhir ke kecamatan saat kelas empat SD, lima tahun silam. Kala itu diajak guru melihat karnaval Agustusan. Pasti kecamatan sekarang lebih ramai. Banyak bangunan megah. Jalanan bagus. Punya alun-alun luas yang menggelar tontonan, ombak banyu atau komidi putar.

“Tak perlu. Hari ini Juragan Madun panen singkong. Kamu bisa ikutan buruh.” Mak Onah memutuskan.

“Tapi, Mak ….” Neneng masih berkeras. Siapa tahu Mak Onah berubah pikiran.

“Kalau tak harus pergi ke kecamatan, Mak juga bisa ikutan buruh panen singkong. Kita dapat dua bagian, lumayan. Singkong bisa kita simpan, kita makan kalau tak punya beras.”

“Iya, Mak.” Neneng menurut, tak ingin membantah nenek, yang sudah dianggapnya ibu. Bahkan ia memanggilnya dengan Mak.

“Sudah, Mak sebentar lagi pergi. Ingat-ingat pesan Mak. Kau urus adik-adikmu. Kau siapkan buku-buku dan bantu pe-ernya. Adik-adikmu pintar, semoga bisa terus sekolah. Semoga hidupnya lebih baik daripada Mak.”

“Iya, Mak, Neneng ngerti.”

Pada cermin tua di kamar reotnya, Mak Onah dandan, mengenakan jarit dan kebayanya yang paling bagus. Mak Onah tampak semringah. Kemarin ia sudah mengambil jatah beras raskin sepuluh kilo yang bisa untuk jatah makan selama sebulan. Kali ini ia akan mendapat sejumlah uang lumayan banyak. Rencana sebagian untuk membayar utang, sisanya disimpan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk beli buku cucu. Untuk jajan sangu cucu.

Selama naik mobil bak terbuka, Mak Onah tersenyum bungah seraya melantunkan doa.

***

Pada sebuah berita televisi lokal tertayang berita tentang kecelakaan kendaraan yang membawa penduduk miskin hendak mengambil uang di kantor pos kecamatan. Colt ditabrak truk fuso pembawa beras. Semua penumpang, termasuk beberapa jompo yang terjepit di antara puluhan orang, tewas tertimbun hujan beras! ***


Mengapa Mak Onah sangat antusias untuk pergi ke kantor pos kecamatan?

Kamu dapat memilih lebih dari satu pilihan jawaban

a)

Onah sudah lama tidak keluar rumah sehingga ia kangen melihat keramaian.

b)

Ia akan menerima bantuan yang dapat digunakan untuk membayar utang.

c)

Onah dan yang lainnya akan mengambil bantuan beras raskin.

d)

Ia menganggap bahwa pergi ke kecamatan adalah jalan-jalan.

e)

Ia berharap bantuan itu dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan Onah.

7.

Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira dahan itu adalah mulut buaya yang siap menelan lengannya.

Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.

Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.

Gara-gara Aco juga, petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.

Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah semringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.

Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.

(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)


apa perasaan yang digambarkan oleh penulis tentang tokoh Ramin?

a)

Ketakutan

b)

Ragu-ragu

c)

Khawatir

d)

Marah

8.

Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan

Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku

Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti

Tatkala malam datang membawa kegelapan,

Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih

Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta

Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu

Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi

Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya

Perlahan sinarmu redup

(a)  

Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011


Baris Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi dalam potongan puisi di atas memiliki majas……

9.

Pernyataan manakah yang sesuai dengan isi informasi dalam infografik tersebut?

a)

Sumur serapan air hujan adalah salah satu solusi krisis air.

b)

Saringan sampah dari air hujan diletakkan dalam sumur.

c)

Jarak septictank dengan sumur serapan minimal dua meter.

d)

Saluran pembuangan dari sumur serapan dapat diabaikan.

e)

perawatan sumur serapan harus dilakukan setahun sekali

10.

Perhatikan gambar dan baca wacana dengan saksama!

Bioplastik, Plastik Ramah Lingkungan dari Singkong

Sampah plastik menjadi masalah besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 24 persennya masih tidak terkelola. Berbagai alternatif ditawarkan, salah satunya biodegradable plastic atau bioplastik. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) menawarkan inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan limbah plastik tersebut.

Inovasi LIPI tersebut adalah bioplastik yang dikembangkan dengan menggunakan bahan dari tapioka atau singkong. Peneliti LPTB LIPI, Hanif Dawam Abdullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengembangkan bioplastik sebagai alternatif untuk menggantikan plastik biasa. Bioplastik tersebut berbasis pati yang mudah diurai mikroba alami dengan cepat dan berpeluang menjadi solusi limbah plastik saat ini. Material dasar yang berasal dari singkong mudah didapatkan dan relatif murah. Bioplastik ini sudah dijual bebas baik secara daring maupun luring (online dan offline) oleh berbagai produsen.

Sejauh ini, penggunaan plastik paling banyak adalah untuk kemasan makanan, yaitu sekitar 60 persen. Plastik sendiri tersusun dari polimer-polimer yang memiliki berat lebih ringan daripada air sehingga benda tersebut sangat mudah mengambang di air. Ketika menjadi sampah, plastik tidak mudah terurai. Dibutuhkan waktu lebih dari 3000 tahun sampai sampah plastik dapat terurai. Hal tersebut tentu saja dapat mencemari lingkungan. Bahaya lain dari sampah plastik adalah ketika terpecah menjadi butiran-butiran kecil. Pecahan plastik ini tidak dapat secara langsung terurai oleh bakteri dan dapat masuk ke dalam tubuh hewan. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan pengganti plastik yang lebih ramah terhadap lingkungan, salah satunya bioplastik.


Berdasarkan wacana tersebut, inovasi teknologi dan ………... yang tepat untuk mengatasi masalah sampah kantong plastik

(a)  

11.

cara untuk mengatasi kelebihan air dan menimbulkan banjir pada sumur resapan, maka diperlukan adanya…..air

(a)  

12.

Baca dengan cermat wacana berikut ini!

Bantu Ibunya Jualan, Pemuda Ini Ciptakan Robot Unik

Kasih sayang seorang Ibu kepada anak tidak akan ada habisnya. Seorang anak pun dapat mengungkapkan kasih sayang kepada ibunya dengan membantunya. Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang anak yang membantu ibunya berjualan dengan cara unik.

Agung Budi Wibowo adalah pemuda asal Purworejo, Jawa Tengah. Ibu dari Agung Budi Wibowo sudah cukup lama berjualan telur dadar mini. Sang ibu, Praptining Utami, memiliki gangguan penglihatan sehingga tak bisa berjualan dengan cekatan. Agung akhirnya berusaha mencari ide agar dapat membantu ibunya berjualan.

Karena pernah bersekolah di SMK jurusan teknik kendaraan, Agung memiliki ide untuk menciptakan robot pembuat telur dadar mini. Ia kemudian belajar dari tayangan Youtube tentang cara membuat robot. Pemuda ini mempelajarinya seorang diri dengan tekun.

Modal yang dikeluarkan Agung dalam membuat robot itu sebesar Rp1,5 juta. Agung membuat robot tersebut dengan bahan baku dari lingkungan sekitarnya, yaitu dari beberapa suku cadang motor, suku cadang pompa air, dan alat pengatur untuk menjalankan robot itu. Bahan baku tersebut dirangkai dan dirakit sehingga tercipta sebuah robot yang dinamai Egg Filling Robot.

Setelah Agung membuatkan Egg Filling Robot, ibunya mengaku sangat terbantu dalam berjualan. Pekerjaannya yang sebelumnya sulit karena terkendala masalah penglihatan, sekarang menjadi mudah. Omzet penjualannya sekarang naik menjadi dua kali lipat. Selain itu, banyak anak-anak yang membeli telur dadar mini tersebut karena sangat antusias melihat aksi robot yang mengisi adonan telur.


Faktor apa yang memotivasi Agung menciptakan egg filling robot? Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.

a)

Agung ingin meringankan beban orang tuanya.

b)

Agung mempelajari dari aplikasi Youtube dengan tekun.

c)

Agung ingin menaikkan omzet penjualan telur dadar mini.

d)

Agung menemukan kemudahan dalam mencari bahan baku pembuat robot.

e)

Praptining yang tidak bisa berjualan dengan cekatan karena gangguan penglihatan.

13.

Industri pariwisata, destinasi pariwisata, kelembagaan pariwisata, dan pemasaran pariwisata nasional merupakan bagian dari Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPARNAS). Apa tujuan pengembangan terhadap keempat hal tersebut? Berikan alasanmu!

4 lines
14.

Batang - Dalam menangani masalah penyebaran pandemi Covid-19, Kodim 0736/Batang akan berupaya semakin mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang bersama tim gabungan.

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto mengemukakan, dirinya mendukung strategi dari Bupati Batang Wihaji yang berkeinginan lebih menekankan penggunaan masker di sarana publik.

“Apabila ada masyarakat yang tidak memakai masker akan diberi penindakan, meskipun tindakannya tidak terlalu berat, tapi tujuannya untuk memberi efek jera bagi masyarakat,” kata Dandim Letkol Inf Dwison Evianto di Aula Makodim Batang, Selasa (25/8/2020).


Sumber: corona.batangkab.go.id


Bagaimana caranya agar masyarakat memiliki kesadaran pentingnya menggunakan masker?

a)

Menungggu kesadaran masyarakat

b)

Menindak tegas dan diproses hukum

c)

Diberi tindakan untuk memberi efek jera kepada masyarakat yang belum memakai masker

d)

Membagikan masker secara gratis tanpa memberikan himbauan akan pentingnya memakai masker

15.

Batang - Palang Merah Indonesia (PMI) Batang menurunkan relawan, untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan sosialisasi Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) pada masa pandemi Covid-19, mulai kemarin 24 Agustus 2020.

“Minggu terakhir ini di Kabupaten Batang kasus positif Covid-19 justru mengalami kenaikan drastis, untuk itu PMI Kabupaten Batang menerjunkan tim kembali untuk spraying disinfektan dan sosialisasi tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan” kata Wakil Ketua III Pengurus PMI Kabupaten Batang Sri Mulyatno saat ditemui di Kantor PMI Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2020).


sumber : corona.batangkab.go.id


Berdasarkan bacaan diatas, Apa yang dilakukan PMI Kabupaten Batang untuk menangani kasus Covid-19?

a)

Mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang

b)

Mengadakan Rapid Test massal

c)

Memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kasus covid-19

d)

Melakukan Spraying disinfektan dan sosialisasi tentang protokol kesehatan

16.

Cermatilah paragraf di bawah ini!


"Pemuda warga desa Banyumas telah sepakat untuk melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan saja di luar rumah dan hanya duduk-duduk saja di pinggir jalan pada saat jam belajar. Para pemuda sudah mulai mendatangi orang tua serta memberi pengertian bagaimana pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Jika warga menjumpai anak-anak mereka sedang kumpul – kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan serta diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pada pukul 18.00 sampai pukul 20.00. Kalimat utama dalam paragraf di atas merupakan kalimat yang pertama yaitu , Pemuda warga desa Banyumas telah sepakat untuk melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib".

Kalimat utama pada paragraf di atas adalah....

a)

Pemuda warga desa Banyumas telah sepakat untuk melaksanakan jam belajar masyarakat tertib

b)

Jam belajar masyarakat dimulai pada pukul 18.00 sampai pukul 20.00

c)

Para pemuda sudah mulai mendatangi orang tua serta memberi pengertian bagaimana pentingnya belajar bagi anak anak mereka

d)

Pemuda warga desa Banyumas telah sepakat untuk melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib

17.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.

Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)

Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)

Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.

Lintang berasal dari mana?

(a)  

18.

Perhatikan Poster diatas tersebut !


Jika memesan makanan di warung atau rumah makan khas Indonesia, sering kali pembeli disediakan mangkuk berisi potongan jeruk nipis yang digunakan untuk mencuci tangan.

Apakah hal ini bertentangan dengan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun? Bagaimana pendapatmu?

(a)  

19.

Literasi, Jiwa Dunia Pendidikan


Foto pribadi: Anis sedang membaca sebuah buku (Dokpri)

Pendidikan adalah proses pembelajaran seseorang dalam memahami suatu kondisi atau gejala pada kehidupan nyata. Pembelajaran berarti tahapan seseorang untuk dapat mengerti perihal kajian yang dipelajari. Mempelajari adalah keadaan seseorang melakukan kegiatan membaca dan menulis.

Membaca artinya menggunakan mata untuk melihat objek dan otak untuk menginterpretasi objek serta mengambil makna suatu objek, sedangkan menulis artinya menggunakan otak sebagai alat berpikir dalam menuangkan gagasan melalui tangan berupa tulisan-tulisan yang memiliki ilmu atau makna akan peristiwa. Jadi, membaca dan menulis merupakan awal terciptanya suatu pendidikan.

Membaca tidak hanya sekedar melihat susunan alfabet di atas lembar putih tetapi jauh lebih dari itu, yakni memahami isi tulisan bahkan mampu mengkritisi bahasan tulisan yang telah dibaca. Membaca adalah unsur pertama dan utama dalam menyerap beraneka ragam ilmu dari manapun. Tanpa membaca tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang pandai dan cerdas. Albert Einstein adalah seorang yang genius dan ia memeroleh dengan cara membaca.


Menulis tak sebatas menumpahkan tinta pada bidang datar, melainkan merangkai alfabet satu demi satu sehingga terbentuk suatu tulisan yang menampilkan ide penulis dalam menyampaikan isi bahasan pada pembaca. Menulis merupakan unsur pertama dan utama dalam memaparkan rangkaian alfabet hingga berbentuk suatu tulisan untuk dipahami dan dikritisi oleh pembaca.

Selain itu, menulis juga merupakan kegiatan menuangkan segala macam gagasan yang dapat dijadikan pedoman dan acuan terhadap pendidikan untuk menambah ilmu. Raden Ajeng Kartini, yang merupakan seorang penulis tersohor di masanya, selalu menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan hingga mampu mengubah pandangan orang Belanda terhadap kaum pribumi saat itu.

Membaca bukan saja melihat, tetapi juga menerka dan mengkritisi tulisan yang tidak sesuai dengan pola pikir kita terhadap bahasan yang disajikan penulis. Menulis tak hanya menggoreskan ujung pena pada kertas, melainkan mengubah pola pandang kita terhadap pemikiran yang disampaikan penulis mengenai suatu kajian.

Membaca dan menulis itu ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan dan saling mengungguli, sebab keduanya harus berjalan berdampingan agar membentuk suatu kemampuan dan keterampilan dalam jiwa setiap insan.

Literasi atau kegiatan membaca dan menulis ini memiliki kedudukan penting dalam dunia pendidikan. Tanpa kehadiran keduanya, dunia pendidikan itu ibarat ruang hampa tanpa isian dan tak bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Literasi memegang peran kunci pada dunia pendidikan yakni, sebagai fondasi yang memberikan kekuatan dalam membangun dan membentuk dunia pendidikan bagi semua orang.

Tak berhenti di situ, literasi juga merupakan tulang punggung pendidikan, sebab hanya dengan literasi semua orang dapat mengenyam pendidikan walau tak harus berada di bangku sekolah dan karenanya tercipta manusia pandai dan cerdas. Oleh sebab itu, sangat penting membudayakan kegiatan literasi yaitu baca dan tulis dalam kehidupan masyarakat untuk membangun dunia pendidikan bagi seluruh manusia.

Indonesia sebagai salah satu negara yang mengedepankan pendidikan, ternyata mengalami kendala berupa penurunan tingkat literasi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya nilai serap kemampuan akademik dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh menurunnya minat baca dan tulis pelajar.

Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap sepuluh siswa-siswi di desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur dengan dua latar belakang lembaga pendidikan berbeda (SD dan MI), ternyata hanya dua siswa yang melakukan kegiatan literasi, baik di sekolah maupun di rumah. Sangat miris jika melihat cermin literasi yang berlangsung selama ini, namun itulah bukti kegiatan literasi yang ada di dunia pendidikan Indonesia saat ini.

Sumber : Badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/conten/bahan-bacaan-literasi-2018

Melihat kenyataan bahwa kemampuan literasi di Indonesia masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara lain di dunia, apa yang dapat kamu lakukan untuk kegiatan literasi?

a)

Mengingatkan saja kepada para pelajar untuk membudayakan literasi sekolah agar sekolah tidak ketinggalan dalam lomba kebahasaan.

b)

Literasi harus digalakkan dengan serius /kuat agar membentuk suatu kemampuan dan keterampilan dalam jiwa manusia.

c)

Mendatangkan penulis buku-buku bacaan umum agar siswa /masyarakat membeli buku yang diperlukan.

d)

Membudayakan literasi baca tulis tidak harus di bangku sekolah tetapi dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja untuk menciptakan manusia pandai dan cerdas.

20.

Perempuan-perempuan perkasa

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

ke manakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara.

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.

akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

(Hartoyo Andangjaya, 1963.)

(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)

Untuk apa perempuan-perempuan itu membawa bakul ke kereta?

(a)