wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Menganalisis Unsur Pembangun Cerpen

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya. (Cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku” karya Seno Gumira Ajidarma)

Tempat terjadinya peristiwa pada penggalan teks cerpen tersebut adalah...

a)

laut lepas

b)

tepi pantai

c)

lautan

d)

debur ombak

e)

tepi senja

2.

Ketika saya membaca SMS dari sahabat saya William John dari California bahwa ia akan datang ke Solo untuk mencari Putri Solo yang gaya berjalannya seperti Macan Lapar, saya terbahak. Ketika ia melanjutkan SMS-nya bahwa jika ia tidak menemukan seorang Putri Solo yang Macan Lapar itu, dalam bahasa Jawa: Macan Luwe, berarti saya menyembunyikannya. Lagi-lagi saya terbahak.

(Cerpen "Macan Lapar" karya Danarto)

Tokoh utama Cerpen "Macan Lapar" karya Danarto di atas adalah ....

a)

Putri Solo

b)

Saya

c)

William John

d)

Macan

e)

William

3.

Di jalan tol, mobilku melaju masuk kota. Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung dimana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi. (Cuplikan cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku” karya Seno Gumura Ajidarma)

Karakter tokoh yang tergambar pada penggalan teks cerpen tersebut adalah....

a)

hati-hati, waspada

b)

tidak peduli

c)

egois

d)

berprasangka buruk

e)

gegabah

4.

Hanya 30 menit kemudian Nadira sudah hadir di ruang rapat, lebih segar dan sudah berganti baju. Tara tersenyum meski dia tidak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Nadira langsung duduk dihadapan Tara dan melirik ke kiri dan ke kanan.

“ Yang lain mana?”

“ Yang lain sedang liputan Dir. Saya mau bicara…”

“ Oh…” Nadira terdiam beberapa saat, “Saya juga mau mengajukan satu permohonan, Mas.”

“ Ya?”

“ Saya tahu, kita tak boleh memilih penugasan. Tapi hanya untuk minggu ini… saya minta tidak dilibatkan tim laporan utama.”

Dalam keadaan biasa, sang Kepala Biro akan memberi ceramah dua jam tentang filsafaf majalah Tera: bahwa siapa pun tidak boleh menolak penugasan yang diberikan. Tetapi setelah tiga tahun kematian ibu Nadira, Tara tak pernah melihat Nadira tersenyum atau menangis. Diam-diam Tara memperhatikan, Nadira sudah tak memiliki emosi.

(Leila S. Chudori, Tasbih)

Berdasarkan cara menyebut tokohnya, kutipan tersebut menggunakan sudut pandang…

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang ketiga pengamat

e)

orang kedua terbatas

5.

(1) Aku kembali terpaku pada panorama yang tak asing lagi. (2) Sebuah panorama yang selama ini begitu akrab dengan kehidupanku di kampus hijau ini. (3) Di depanku berdiri kokoh sebatang pohon palem yang tegar dalam kesendirian. (4) Perlahan sisa tetesan embun yang hinggap di atasnya sirna seiring dengan pagi yang semakin tua. (5) Di tempat yang penuh kenangan ini aku masih menunggunya dengan setia. (6) Bagiku setia tidak pernah sia-sia.

(Menunggu, Raisal Kahfi)

Pendeskripsian waktu tokoh Aku yang setia dalam kutipan cerpen tersebut ditandai pada kalimat ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

6.

(1) Aku kembali terpaku pada panorama yang tak asing lagi. (2) Sebuah panorama yang selama ini begitu akrab dengan kehidupanku di kampus hijau ini. (3) Di depanku berdiri kokoh sebatang pohon palem yang tegar dalam kesendirian. (4) Perlahan sisa tetesan embun yang hinggap di atasnya sirna seiring dengan pagi yang semakin tua. (5) Di tempat yang penuh kenangan ini aku masih menunggunya dengan setia. (6) Bagiku setia tidak pernah sia-sia.

(Menunggu, Raisal Kahfi)

Pembuktian latar suasana kekaguman dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Aku kembali terpaku pada panorama yang tak asing lagi.

b)

Panorama yang begitu akrab dengan kehidupanku di kampus hijau.

c)

Di depanku beridiri kokoh sebatang pohon palem.

d)

Pohon itu dikelilingi rumput basah yang bermandi matahari.

e)

Di tempat yang penuh kenangan ini aku masih menunggunya dengan setia.

7.

Aya diam tak bergeming. Ia duduk mematung di sudut. Ibu perlahan mendekati.

“Ada apa, Nak? Bertengkar dengan Masmu?” tanya ibu lembut.

Aya tak menjawab. Seketika matanya sembap dan memerah. Ibu lalu memelukanya lembut.

“Mas Pram, Bu. Mas Pram marah-marah terus,” ujar Aya dengan terisak tiba-tiba.

Tidak berapa lama, Mas Pram datang mendekat. Lalu, ia mengulurkan tangannya ke hadapan Aya.

“Ayo, Bun. Jangan menangis depan Ibu,” katanya datar.

“Biar. Kamu jahat, Mas! Sekarang sedikit-sedikit marah!” ujar Aya dengan nada meninggi.

“Sudah sudah. Kalian sudah dewasa. Ayo selesaikan masalah kalian dengan bijak,” tegur ibu kemudian.

(“Konflik”, Elfarizi)

Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

Aya mengadu pada Ibu

b)

Mas Pram marah-marah pada Aya

c)

Aya menangis pada Ibu

d)

Ibu menasihati Aya dan Mas Pram

e)

Mas Pram meminta Aya jangan menangis

8.

“Payah! Ndah ada kiriman Lemang Tapai lagi,” ketus suatu kali, saat bertamu ke rumah Irham.

“Bukan Uwan saja, semua sudah tak dapat,” balas Irham.

“Basa, bagaimana? Masih sering dikirimi Goreng Belut?”

“Ndak ada. Ndak ada lagi oleh-oleh!”

“Apa kalian ndak kirim uang lagi buat Mak? Mak sedang susah barangkali?”

Tanya-tanya nyinyir mereka terjawab setelah mendengar pengakuan si bungsu, Alinda. Adik perempuan mereka satu-satunya. Ternyata, ia masih sering dapat oleh-oleh. Oleh-oleh hanya dikirm Mak ke alamat rumah kontrakan Alinda, di daerah pasar minggu.

Penyebab konflik yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

Uwan tidak mendapat kiriman Lemang Tapai dari Mak.

b)

Mak hanya mengirim oleh-oleh Dendeng Lambok untuk menantunya Yung.

c)

Kesusahan yang dialami oleh tokoh Mak.

d)

Mak berhenti mengirimi oleh-oleh untuk Alinda.

e)

Anak-anak Mak berhenti mengirimkan uang.

9.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor.…

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

5 dan 1

10.

"Coba kamu bayangkan sudah dua puluh lima tahun kami menikah, tapi sampai sekarang suamiku masih saja penghasilannya pas-pasan. Setiap disuruh cari sambilan selalu saja bilang, ini aku udah usaha, kamu mbok sabar, Bu. Lha, kurang sabar apa aku ini! Eh seminggu yang lalu tiba-tiba suamiku sakit dan dua hari yang lalu tempat kerja suamiku bangkrut. Cobaan kok ndak ada habis-habisnya untungnya aku masih punya penghasilan sedikit-sedikit jadi kendilku tidak ngguling dan untungnya lagi anak-anakku pada sehat-sehat, penurut, dan mau membantu pekerjaan orang tua. Sudah dulu ya aku mau masak keburu anak-anakku pulang sekolah." Selesai berkata Sri pun langsung berlari pulang.

Hubungan/kaitan tema dengan amanat pada kutipan cerpen di atas adalah ...

a)

Orang kaya tempat untuk orang miskin meminta uang.

b)

Mencari pinjaman uang kepada orang yang mampu.

c)

Orang sabar dan berusaha pasti membuahkan hasil.

d)

Seorang kaya yang terpadang di kampung menjadi tumpuan berutang.

e)

Tetangga adalah tempat meminjam uang.